Tak punya hati
Selesai sudah makan malam hari ini. Daren tak bisa lagi berkata - kata membalas ucapan Delia. Mungkin sabar yang harus dia lakukan saat ini agar semua rencana nya berjalan lancar. Hanya Tasya yang sejak tadi masih saja menggerutu tak menerima kenyataan yang ada bahwa apa yang di bicarakan Delia memang lah benar. Dirinya hanya kekasih dari seorang Daren dan Delia lah Nyonya di rumah mewah itu, rumah yang di berikan Daren untuk Delia sebagai hadiah pernikahan.
Langkah Delia terhenti saat mendengar ucapan pedas dari Tasya.
" Hei...Dasar wanita breng***, Lihat saja nanti ! Ku akan membuat dirimu terbuang dari pernikahan sia*** ini. Ingat lah kau ini berhadapan dengan siapa ? Bahkan sejengkal pun dirimu tak pantas dengan kekasih ku. " Ucap Tasya dengan sombong.
" Tutup mulut kamu ! Jangan lakukan hal bodoh, yang akan membuat mu nantinya justru terbuang dari kekasih mu. Aku akan membuktikan siapa yang lebih pantas untuk pria di hadapan kita ! " Sahut Delia geram bahkan kini mata nya menatap tajam ke arah Tasya dan sedangkan Daren memilih untuk diam.
Delia pergi meninggalkan pasangan yang tak tau diri. Bahkan jika dia mau, dia dengan mudah mengusir Tasya dari rumahnya. Karna rumah itu sudah resmi menjadi miliknya setelah adanya ijab kabul.
Tasya merasa geram karna sang kekasih memilih untuk diam, tak membela dirinya.
" Sayang... sudahlah ku minta kau lebih bersabar. Ingatlah bagaimanapun posisi kita salah. Kita tidak bisa gegabah seperti ini. Apa kau ingin kedua orangtuaku mengetahui semua ini dan langsung mengusir ku dari hidup mereka ? " Ujar Daren membuat Tasya tak bisa berkutik dan berusaha mengikuti saran kekasihnya.
Nasi sudah menjadi bubur. Tasya sudah masuk di kehidupan Daren, mencoba mengambil hati untuk bisa menguasai harta Daren dan menikmati uang Daren. Dia tidak mungkin melakukan nya setengah jalan. Karna bagaimanapun selama ini Daren adalah sumber penghasilan baginya meskipun cintanya hanya untuk Dion.
Mau tak mau dirinya harus mengikuti alur semua ini. Dan untungnya Daren tak pernah merasa curiga dengan dirinya yang bermain api di belakang nya.
" Baiklah...kalau mau kamu begitu. Tapi aku ingin kamu memberhentikan dirinya jadi sekertaris mu. Aku tak ingin dia menggoda mu. Karna aku yakin jika kalian terus bersama di rumah dan di kantor. Cepat atau lambat akan ada perasaan di antara kalian. " Ujar Tasya manja.
" Ku pastikan hal itu tak mungkin terjadi. Karna bagiku, kamu adalah segalanya. Ku mohon kau bersabar lah. Aku masih memikirkan cara untuk menyingkirkan dirinya dari hidup kita. " Ucap Daren membuat Tasya merasa tersanjung.
Sedangkan Delia yang sejak tadi menguping percakapan dua insan yang tak memiliki hati di balik pintu kamarnya, rasa sakitnya kian bertambah. Pasangan itu benar - benar tak punya hati, hingga berusaha untuk menyingkirkan dirinya untuk kebahagiaan mereka berdua.
" Tuhan...berilah aku kekuatan agar aku selalu kuat menghadapi belenggu dalam pernikahan ku. Bukakan hati suami ku untuk ku. Namun jika memang dirinya bukan jodoh yang terbaik untuk ku, berikan kebahagiaan padaku meskipun bukan dari nya. " Ucap Delia lirih.
Delia menatap ke arah luar kamarnya. Dirinya melihat sepasang kekasih yang tak punya hati sedang menaiki mobil suaminya. Entah mereka mau ke mana karna suami nya tak berpamitan padanya. Namun dirinya melihat jika suaminya menjinjing sebuah tas kecil yang mungkin saja berisi pakaian ganti karna malam ini tak pulang ke rumah dan akan bermalam dengan kekasihnya.
Hati seorang istri mana yang tak akan merasa sakit, bila melihat pria yang baru saja mengikat janji sehidup semati dengannya, kini sudah bermesraan dengan wanita lain di hadapannya.
Meskipun dirinya mengetahui sejak awal bahkan telah menandatangani perjanjian pra nikah itu, namun tetap saja Delia hanya seorang wanita yang memiliki hati dan perasaan. Walaupun sampai saat ini belum ada cinta di hatinya. Tapi tetap lah dirinya adalah seorang istri yang sepatutnya harus di hargai.
Jam menunjukkan pukul 23.00, namun mobil Daren belum juga datang. Delia menatap kosong ke luar kamarnya. Sungguh ini bukanlah pernikahan yang dia inginkan. Daren bukan lah seorang pangeran yang dia dambakan dalam hidupnya.
Meskipun dirinya belum pernah menjalin suatu hubungan dengan lawan jenis bahkan merasakan jatuh cinta pada pria lain, namun sebagai seorang wanita pastinya mendambakan sebuah kebahagiaan dalam percintaan nya.
Tak ada kabar atau pun batang hidungnya Daren sampai saat ini, Delia pun memilih untuk memejamkan mata dan berusaha membiasakan diri saat dirinya harus menjalani poligami menerima Tasya nanti sebagai madunya.
Akhirnya Delia kini sudah tertidur pulas. Merehat sejenak pikirannya tentang pernikahan yang dia jalani.
Sedangkan pasangan mesum itu saat ini baru saja selesai dari olahraga ranjang nya. Mereka terlihat sedang berpelukan mesra merilekskan setelah pacuan jantung yang berdegup sangat kencang dan nafas yang masih tak beraturan.
" Sayang...Apa jika aku hamil kau akan segera menikahi ku ? Apa kedua orangtua mu akan merestui hubungan kita ? Aku sudah tidak sabar ingin menikah dengan mu. " Ucap Tasya sambil menatap lekat kekasih yang sudah terjalin dengan nya selama dua tahun.
" Entahlah aku juga tak tau. Apa nantinya jika ada janin di rahim mu, orang tua ku terpaksa harus menerima kehadiran nya. Terus lah kita berusaha, yang pasti kau hamil atau pun tidak aku akan tetap menikahi diri mu. Karna bagiku, Delia hanyalah Istri pajangan dan istri di atas kertas dan dirimu adalah wanita yang aku cintai sampai kapanpun. " Ucap Daren membuat Tasya tersenyum puas karna terlihat jelas jika Daren sudah masuk perangkap nya dan pastinya akan selalu membuat kebahagiaan untuk dirinya.
" Dion...andai saja harta dan kehidupan mu sama seperti Daren, pasti aku akan memilih segera menikah dengan mu. Namun sayangnya semua itu hanyalah sebuah mimpi. " Gumam Tasya lirih dalam hati.
Tasya menatap wajah Daren yang kini matanya sudah terpejam. Ada perasaan iba di dirinya karna tak bisa memberikan cinta yang tulus pada nya. Padahal selama ini Tasya sudah berusaha untuk membuka hatinya untuk Daren. Bahkan Daren sangat lah sempurna di banding Dion, namun kedua orang tua Daren lah yang tak menerima dirinya membuat Tasya merasa sakit hati. Dan entahlah mengapa justru cintanya berlabuh pada sosok Dion seorang laki biasa namun bisa membuat dirinya bahagia jika berada di dekatnya. Tapi untuk saat ini dia tak mau merusak reputasi nya sebagai model yang cukup bersinar harus memiliki seorang kekasih yang hanya seorang pegawai biasa. Kadang ini lah cobaan sebuah cinta. Terpaksa harus di jodohkan dengan seseorang yang terkadang tidak sesuai dengan kehendak kita.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya....
Author selalu meminta dukungan kalian untuk kesuksesan karya ini😍😘🙏🙏😃🤗😄
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Satidjan Saleh
saya kira cerita ini hanyalah ada dicerita novel deh.. hehehe
2022-12-30
0
Sheng
Tasyalang dh = tasya jalang :(
2022-07-17
0
Gina Mardiatun
tetap semangat Thor buat Daren buncin
2022-07-03
0