17. Pindah Sekolah?

Ivona menatap tak percaya pada apa yang Alexander tanyakan. Apa pria ini sedang tidak sehat jiwanya?

Bagaimana mungkin ia punya pemikiran seperti itu, hal yang tak pernah terbesit sedikit pun dalam benak Ivona.

Ivona baru saja akan membalas perkataan Alexander saat ponselnya tiba-tiba berbunyi. Ivona merasa kesal melihat nama yang tertera di layar benda pipih itu.

Dengan malas ia mengangkat panggilan itu. Vaya menelponnya dan bertanya ke mana dirinya, kenapa sampai sekarang belum juga datang. Setelah memberi tahu di mana lokasinya, Ivona segera menutup ponsel dengan kasar.

Ivona lupa dengan pertanyaan Alexander sebelumnya, ia segera bergegas. "Maaf Tuan, aku akan traktir lain kali saja." Kemudian ia pergi.

Alexander yang ditinggalkan begitu saja, hanya bisa menatap nyalang pada Ivona. "Tidak sopan!" gumamnya. Setelahnya, ia langsung kembali ke dalam mobil. Di sana Evan sudah menunggunya.

"Bagaimana, Kak. Apa kau akan menikah dengan kakak cantik?" tanya Evan.

"Aku akan mendukungmu jika kau benar-benar ingin menikah dengannya," imbuhnya.

"Aku juga ikut bahagia jika kakak menikahi kakak cantik tadi, dengan begitu aku bisa melihat kakak cantik setiap harinya." Raut Evan menyiratkan harapan yang besar akan kakaknya untuk bisa menikah dengan Ivona.

"Kakak cantik sangat baik, aku yakin Kakak akan bahagia jika menikah dengannya."

"Dan yang terpenting, aku tidak perlu mengembalikan Max padanya jika kami tinggal bersama." Evan begitu cerewet mempromosikan Ivona.

Alexander menatap tajam Evan. "Tidak!!!" tolak Alex. "Dengan adanya kau di rumah saja sudah membuatku sakit kepala, apalagi harus tambah satu."

Evan terdiam melihat sikap dingin Alexander, ia merasa kakaknya itu tidak sayang padanya. Setiap hari, sepanjang tahun, Evan selalu merasa kalau kakaknya ini seperti ingin membuangnya jauh-jauh dari kehidupannya.

Sebelum Ivona sampai di restoran. Vaya mengomel di hadapan Thomas. "Sebenarnya apa yang dia lakukan, dia sudah ada di dekat sini, tapi masih saja belum datang. Apa dia sengaja membuat kita menunggu!"

"Atau dia ingin menguji kesabaran kita?" ocehnya.

Mendengar Vaya yang terus saja mengomel, Thomas hendak keluar untuk mencari Ivona. Di saat yang sama Ivona berjalan masuk ke arahnya.

Thomas yang tak mengalihkan perhatian dari pintu masuk, membuat Vaya mengikuti arah pandang Thomas. "Itu dia, si Tuan putri sudah datang," sindir Vaya.

"Maaf, aku terlambat," ucap Ivona begitu sampai pada Thomas dan Vaya.

"Apa kau berkeliling dulu sebelum datang kemari, atau sengaja membuat kami menunggumu hingga kelaparan," tuduh Vaya.

Thomas mendelik pada Vaya.

"Tadi ada insiden kecil, Joseph tiba-tiba menghentikan mobilnya karena ada seorang nenek yang tidak hati-hati saat menyeberang. Nenek itu terjatuh, jadi aku menolongnya terlebih dulu," jelas Ivona, yang ia tujukan pada Thomas yang kembali menatapnya.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Thomas khawatir.

"Ya ... aku baik-baik saja, hanya saja aku jadi membuat kalian menunggu."

"Tidak apa, lagi pula kami belum terlalu lapar," ucap Thomas menenangkan.

Melihat bagaimana Thomas memperlakukan Ivona, membuat Vaya merasa tidak suka. Gadis gila ini telah benar-benar merebut perhatian Thomas.

"Pesanlah, apa pun yang kau suka." Thomas menyodorkan buku menu pada Ivona. Ia juga memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka. Vaya selalu memperhatikan gerak-gerik Thomas dan Ivona, semakin di perhatikan semakin membuat Vaya bertambah kesal.

Tak lama, pesanan mereka pun datang. Thomas segera mempersilahkan adiknya untuk segera makan. "Makanlah selagi hangat."

Mereka menikmati makanan disertai dengan obrolan, tentang perpindahan Ivona ke sekolah Vaya.

"Iv ... aku akan memindahkanmu ke sekolah yang sama dengan Vaya," ujar Thomas.

Vaya langsung tersedak begitu mendengarnya. "A ... apa yang Kak Thomas katakan? Ivona pindah ke sekolah yang sama denganku?" Saking kagetnya, Vaya sampai mengulang kalimat yang Thomas ucapakan untuk bertanya.

"Ya," jawab Thomas lugas.

"Kak Thomas bercanda, 'kan?" pekik Vaya.

Thomas menggeleng. "Aku sudah mengaturnya," jelasnya.

Ivona akan pindah sekolah ke G-School? Sekolah yang sama dengannya?

G-School, atau Great Grammar School adalah sekolah elit yang terkenal dengan siswanya yang pintar dan juga biaya sekolahnya yang mahal. Karena itu, kebanyakan dari mereka yang bersekolah di sana adalah anak-anak dari orang kaya di Victoria.

"Aku tidak setuju!" protes Vaya.

Vaya tidak terima kalau harus satu sekolah dengan Ivona. Kalau sampai diketahui oleh orang lain bahwa Ivona adalah Nona Besar keluarga Iswara yang sesungguhnya, bagaimana nasibnya?!

Tidakkah dia akan ditertawakan seluruh penghuni sekolah?!

Tidak ... Vaya tidak akan membiarkannya terjadi!!!

"Kenapa Ivona tidak boleh satu sekolah

denganmu?" tanya Thomas.

Kelemahlembutan di mata Thomas perlahan berubah menjadi dingin, dan membuat Vaya merasa iri dan sedih. Sepanjang hari ini, kakak ketiga tidak sekali pun memihaknya, dan sekarang berniat memindahkannya ke sekolah yang sama dengannya.

Bahkan dia menganggap Ivona seperti harta berharga, hingga melupakan dirinya!

Vaya menarik napas panjang, berusaha mengontrol emosinya. Ia juga tidak mau kalau terlihat terlalu menentang Thomas dan Ivona.

"I-itu, aku hanya kasihan pada Ivona jika dia tidak bisa menyesuaikan diri di G-School," elaknya.

"Bagiku tidak masalah, terserah kau saja," kata Ivona dengan santai.

Kedua orang tua Ivona di dunia nyata, sebelum ia masuk ke dalam buku, telah bercerai sebelum usia Ivona 18 tahun. Ia hidup bersama ibunya yang merupakan seorang ilmuwan terkenal, dan Ivona sendiri telah lulus kuliah kelas junior (sekolah untuk anak berbakat) di usia 14 tahun.

Hingga akhirnya sang Ibu meninggal dunia, barulah dia kembali ke perusahaan sang Ayah dan menjadi pewaris perusahaan.

Pemahaman Ivona tentang SMA kurang jelas karena dia hanya belajar selama 3 bulan saja saat itu.

"Tidak masalah?!" pekik Vaya.

Vaya merasa konyol, Senyum meremehkan tersungging di bibirnya. "Kau yakin bisa mengejar materinya?" cibirnya. Tadinya Vaya tak ingin terlalu memperlihatkan ketidak sukaannya, tapi sikap Ivona benar-benar memancing emosinya. Perkataan Ivona seakan menantangnya.

Ini pertama kalinya Ivona mendengar ada yang bertanya seperti ini padanya, tatapannya tertuju pada Vaya yang juga tengah menatapnya dengan tatapan meremehkan.

Tak lama kemudian, Ivona menjilat bibir merahnya dan berkata, "Akan aku usahakan."

Terpopuler

Comments

Sunshine

Sunshine

katanya tadi hidup d panti asuhan thor daya ingat mu d ragukan

2022-10-07

3

lihat semua
Episodes
1 1. Merasa Tidak Asing
2 2. Sosok di Tengah Hujan
3 3. Bawa Aku Pergi
4 4. Orang yang Tak diharapkan
5 5. Tuan Muda Kecil
6 6. Rumah Alexander Alberic
7 7. Pacar Pilihan Nyonya
8 8.Siapa Namamu
9 9. Balas Dendam 1
10 10. Balas Dendam 2
11 11. Orang Gila Itu Adikku
12 12. Dibujuk
13 13. Terima Kasih
14 14. Bertemu Nenek Aneh
15 15. Akting Ibu dan Anak
16 16. Akting yang Sempurna
17 17. Pindah Sekolah?
18 18. Mengadu
19 19. G-School
20 20. Membuat Orang Terpesona
21 INFO
22 21. Jadi Bahan Omongan
23 22. Kelly dan Teman-temannya
24 23. Tak Ada yang Mengaku
25 24. Gadis yang Berbeda
26 25. Trending Topic
27 Bab.26 Polos
28 Bab.27 Bagian dari Keluarga
29 Bab.28. Palsu
30 Bab.29 Bar Muse
31 Bab.30 Caroline Wilson
32 Bab.31 Membantu Caroline
33 Bab.32 Siapa Namamu?
34 Bab.33 Kesenangan yang Berakhir
35 Bab.34 Menemukanmu
36 Bab.35 Vila Alexander
37 Bab.36 Berita Besar
38 Bab.37 Perundungan 1
39 Bab.38 Perundungan 2
40 Bab.39 Perundungan 3
41 Bab.40 Penolakan
42 Bab.41 Hukum Dia
43 Bab.42 Mengadu lagi
44 Bab.43 Hukum Dia 2
45 Bab.44 Vidio Perundungan
46 Bab.45 Mengancam Posisi
47 Bab.46 Hopes and Dreams
48 Bab.47 Mengarang Cerita
49 Bab.48 Dasar Sampah
50 Bab. 49 Dicari Saat Dibutuhkan
51 Bab.50 Pembuat Ulah
52 Bab.51 Bertukar Kamar
53 Bab.52 Dua Orang yang Saling Mendukung
54 Bab.53 Nana
55 Bab.54 Kantung Mata
56 Bab.55 Wakil Pelajaran Fisika
57 Bab.56 Gadis Di Bawah Rata-rata
58 Bab.57 Kegelisahan Vaya
59 Bab.58 Anak Tidak Berbakti
60 Bab. 59 Darah Keluarga Iswara
61 Bab.60 Hadiah Untuk Kakek
62 Bab.61 Bingkai Kenangan
63 Bab.62 Tamu Tuan Iswara
64 Bab.63 Masih Berusaha Menjodohkan
65 Bab.64 Dokter Spencer
66 Bab.65 Perdebatan
67 Bab.66 Anak Pungut
68 Bab.67 Candu Aroma Tubuh
69 Bab.68 Perjanjian
70 Bab.69 Penerus Keluarga Iswara
71 Bab.70 Wanita Asing
72 Bab.71 Guru Les Privat
73 Bab.72 Mengerjai Guru Les
74 Bab.73 Aku Ingin yang Sepertimu
75 Bab.74 Menggoda
76 Bab.75 Gosip Anak Haram
77 Bab.76 Anak Haram yang Sombong
78 Bab.77 Kekacauan 1
79 Bab.78 Kekacauan 2
80 Bab.79 Kekacauan 3
81 Bab.80 Kekacauan 4
82 Bab.81 Jadi Rebutan
83 Bab.82 (Masih) Berebut Ivona
84 Bab.83 Menemukan Ivona
85 Bab.84 Bahan Pergunjingan
86 Bab.85 Bersikap Akrab
87 Baba.86 Oase
88 Bab.87 Gen Keluarga Iswara
89 Bab.88 Gagal Pamer
90 Bab.89 Kejadian Salah Paham
91 Bab.90 Hadiah
92 Bab.91 Kotak Musik Ballerina
93 Bab.92 Tak Dianggap
94 Bab.93 Pria Limited Edition
95 Bab.94 Aku Serahkan Ivona Padamu
96 Bab.95 Memaksa Pulang
97 Bab.96 Menghindar
98 Bab.97 Pusat Perbelanjaan
99 Bab.98 Firasat Buruk
100 Bab.99 Pusat Perhatian
101 Bab.100 Memukau
102 Bab.101 Pria Sampah
103 Bab.102 Takut Jatuh Cinta
104 Bab.103 Ivona si Gadis Gila
105 Bab.104 Serangan Balik
106 Bab.105 Sekamar
107 Bab.106 Diusir
108 Bab.107 Terpuruk
109 Bab.108 Rencana Jahat
110 Bab.109 Penculikan
111 Bab.110 Serangan
112 Bab.111 Akhir Dari Roy
113 Bab.112 Akhirnya Aku Kembali
114 Bab.113 Kasih Sayang Ibu Tak Akan Layu
115 Bab. 114 Cinta Yang Lain
116 Bab.115 Bawa Dia Kalau Kau punya Uang
117 Bab.116 Kompetisi Fisika 1
118 Bab.117 Kompetisi Fisika 2
119 Bab.118 Jeany
120 Bab.119 Hukuman Untuk Jeany dan Kelly
121 Bab.120 Nyonya Alberic
122 Bab.121 Kau Di Mana?
123 Bab.122 Kehilangan Kesempatan
124 Bab.123 Hari Kelulusan
125 Bab.124 Valia Leandre
126 Bab.125 Aku Rindu Aroma Candu
127 Bab.126 Philip Island
128 Bab. 127 Red Diamond
129 Bab.128 Vaya?
130 Bab.129 Salah Orang
131 Bab.130 Aku Akan Pergi
132 Bab.131 Godaan Valia
133 Bab.132 Curiga
134 Bab.133 Pria Botak
135 Bab.134 Temukan Ivona!
136 Bab.135 Mencoba Kabur
137 Bab.136 Mencoba Kabur 2
138 Bab. 137 Misi Penyalamatan
139 Bab. 138 Rela Terperangkap
140 Bab. 139 Cincin Pernikahan
141 Bab. 140 Filosofi Batu Ruby
142 Bab.141 Tamu Tak Diundag
143 Bab.142 Kedatangan Nyonya Alberic
144 Bab.143 Calon Istri
145 Bab. 144 Lamaran Resmi
146 Bab. 145 Water Teapot
147 Bab.146 Masa Lalu Vaya
148 Bab.147 The Wedding
149 Bab.148 Akhir Dalam Novel
150 Bab. 149 Kembali Ke Dunia Nyata
151 Bab.150 Owner Baru
152 Bab.151 Mimpi Aneh
153 Bab.152 Siapa Kau?
154 Bab.153 Calon Menantu
155 Bab.154 Menikahlah Denganku
156 Bab.155 Bisa Jadi Gila
157 Bab.156 Keluarga Gila
158 Bab.157 Menurutlah
159 Bab. 158 Kau Membuatku Gila
160 Bab.159 Pengakuan
161 Bab.160 Mencoba Menerima
162 Bab. 161 Belajar Menerima Takdir
163 Bab.162 Rasa Bersalah
164 Bab.163 Ivona, Sadarlah!
165 Bab.164 Lelucon
166 Bab.165 OTW Wedding
167 Bab.166 OTW Wedding
168 Bab.167 The Real Wedding (The End)
169 Ucapan Terima Kasih
Episodes

Updated 169 Episodes

1
1. Merasa Tidak Asing
2
2. Sosok di Tengah Hujan
3
3. Bawa Aku Pergi
4
4. Orang yang Tak diharapkan
5
5. Tuan Muda Kecil
6
6. Rumah Alexander Alberic
7
7. Pacar Pilihan Nyonya
8
8.Siapa Namamu
9
9. Balas Dendam 1
10
10. Balas Dendam 2
11
11. Orang Gila Itu Adikku
12
12. Dibujuk
13
13. Terima Kasih
14
14. Bertemu Nenek Aneh
15
15. Akting Ibu dan Anak
16
16. Akting yang Sempurna
17
17. Pindah Sekolah?
18
18. Mengadu
19
19. G-School
20
20. Membuat Orang Terpesona
21
INFO
22
21. Jadi Bahan Omongan
23
22. Kelly dan Teman-temannya
24
23. Tak Ada yang Mengaku
25
24. Gadis yang Berbeda
26
25. Trending Topic
27
Bab.26 Polos
28
Bab.27 Bagian dari Keluarga
29
Bab.28. Palsu
30
Bab.29 Bar Muse
31
Bab.30 Caroline Wilson
32
Bab.31 Membantu Caroline
33
Bab.32 Siapa Namamu?
34
Bab.33 Kesenangan yang Berakhir
35
Bab.34 Menemukanmu
36
Bab.35 Vila Alexander
37
Bab.36 Berita Besar
38
Bab.37 Perundungan 1
39
Bab.38 Perundungan 2
40
Bab.39 Perundungan 3
41
Bab.40 Penolakan
42
Bab.41 Hukum Dia
43
Bab.42 Mengadu lagi
44
Bab.43 Hukum Dia 2
45
Bab.44 Vidio Perundungan
46
Bab.45 Mengancam Posisi
47
Bab.46 Hopes and Dreams
48
Bab.47 Mengarang Cerita
49
Bab.48 Dasar Sampah
50
Bab. 49 Dicari Saat Dibutuhkan
51
Bab.50 Pembuat Ulah
52
Bab.51 Bertukar Kamar
53
Bab.52 Dua Orang yang Saling Mendukung
54
Bab.53 Nana
55
Bab.54 Kantung Mata
56
Bab.55 Wakil Pelajaran Fisika
57
Bab.56 Gadis Di Bawah Rata-rata
58
Bab.57 Kegelisahan Vaya
59
Bab.58 Anak Tidak Berbakti
60
Bab. 59 Darah Keluarga Iswara
61
Bab.60 Hadiah Untuk Kakek
62
Bab.61 Bingkai Kenangan
63
Bab.62 Tamu Tuan Iswara
64
Bab.63 Masih Berusaha Menjodohkan
65
Bab.64 Dokter Spencer
66
Bab.65 Perdebatan
67
Bab.66 Anak Pungut
68
Bab.67 Candu Aroma Tubuh
69
Bab.68 Perjanjian
70
Bab.69 Penerus Keluarga Iswara
71
Bab.70 Wanita Asing
72
Bab.71 Guru Les Privat
73
Bab.72 Mengerjai Guru Les
74
Bab.73 Aku Ingin yang Sepertimu
75
Bab.74 Menggoda
76
Bab.75 Gosip Anak Haram
77
Bab.76 Anak Haram yang Sombong
78
Bab.77 Kekacauan 1
79
Bab.78 Kekacauan 2
80
Bab.79 Kekacauan 3
81
Bab.80 Kekacauan 4
82
Bab.81 Jadi Rebutan
83
Bab.82 (Masih) Berebut Ivona
84
Bab.83 Menemukan Ivona
85
Bab.84 Bahan Pergunjingan
86
Bab.85 Bersikap Akrab
87
Baba.86 Oase
88
Bab.87 Gen Keluarga Iswara
89
Bab.88 Gagal Pamer
90
Bab.89 Kejadian Salah Paham
91
Bab.90 Hadiah
92
Bab.91 Kotak Musik Ballerina
93
Bab.92 Tak Dianggap
94
Bab.93 Pria Limited Edition
95
Bab.94 Aku Serahkan Ivona Padamu
96
Bab.95 Memaksa Pulang
97
Bab.96 Menghindar
98
Bab.97 Pusat Perbelanjaan
99
Bab.98 Firasat Buruk
100
Bab.99 Pusat Perhatian
101
Bab.100 Memukau
102
Bab.101 Pria Sampah
103
Bab.102 Takut Jatuh Cinta
104
Bab.103 Ivona si Gadis Gila
105
Bab.104 Serangan Balik
106
Bab.105 Sekamar
107
Bab.106 Diusir
108
Bab.107 Terpuruk
109
Bab.108 Rencana Jahat
110
Bab.109 Penculikan
111
Bab.110 Serangan
112
Bab.111 Akhir Dari Roy
113
Bab.112 Akhirnya Aku Kembali
114
Bab.113 Kasih Sayang Ibu Tak Akan Layu
115
Bab. 114 Cinta Yang Lain
116
Bab.115 Bawa Dia Kalau Kau punya Uang
117
Bab.116 Kompetisi Fisika 1
118
Bab.117 Kompetisi Fisika 2
119
Bab.118 Jeany
120
Bab.119 Hukuman Untuk Jeany dan Kelly
121
Bab.120 Nyonya Alberic
122
Bab.121 Kau Di Mana?
123
Bab.122 Kehilangan Kesempatan
124
Bab.123 Hari Kelulusan
125
Bab.124 Valia Leandre
126
Bab.125 Aku Rindu Aroma Candu
127
Bab.126 Philip Island
128
Bab. 127 Red Diamond
129
Bab.128 Vaya?
130
Bab.129 Salah Orang
131
Bab.130 Aku Akan Pergi
132
Bab.131 Godaan Valia
133
Bab.132 Curiga
134
Bab.133 Pria Botak
135
Bab.134 Temukan Ivona!
136
Bab.135 Mencoba Kabur
137
Bab.136 Mencoba Kabur 2
138
Bab. 137 Misi Penyalamatan
139
Bab. 138 Rela Terperangkap
140
Bab. 139 Cincin Pernikahan
141
Bab. 140 Filosofi Batu Ruby
142
Bab.141 Tamu Tak Diundag
143
Bab.142 Kedatangan Nyonya Alberic
144
Bab.143 Calon Istri
145
Bab. 144 Lamaran Resmi
146
Bab. 145 Water Teapot
147
Bab.146 Masa Lalu Vaya
148
Bab.147 The Wedding
149
Bab.148 Akhir Dalam Novel
150
Bab. 149 Kembali Ke Dunia Nyata
151
Bab.150 Owner Baru
152
Bab.151 Mimpi Aneh
153
Bab.152 Siapa Kau?
154
Bab.153 Calon Menantu
155
Bab.154 Menikahlah Denganku
156
Bab.155 Bisa Jadi Gila
157
Bab.156 Keluarga Gila
158
Bab.157 Menurutlah
159
Bab. 158 Kau Membuatku Gila
160
Bab.159 Pengakuan
161
Bab.160 Mencoba Menerima
162
Bab. 161 Belajar Menerima Takdir
163
Bab.162 Rasa Bersalah
164
Bab.163 Ivona, Sadarlah!
165
Bab.164 Lelucon
166
Bab.165 OTW Wedding
167
Bab.166 OTW Wedding
168
Bab.167 The Real Wedding (The End)
169
Ucapan Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!