13. Terima Kasih

Perkataan Ivona membuat Thomas tercengang. "Kenapa, apa kau tidak suka?" tanya Thomas.

Ivona terdiam, ia masih memindai setiap sudut ruangan yang akan menjadi kamarnya.

"Kalau kau tidak suka, kau boleh memilih kamar mana saja yang kau mau." Thomas harus melakukan ini jika masih ingin Ivona tinggal di rumah keluarganya.

"Tidak perlu," jawab Ivona lugas.

"Ya?" Thomas, bingung.

"Aku suka dengan kamar ini. Hanya saja aku pikir, apa kamar ini tidak terlalu luas dan mewah untukku?"

Thomas tak menyangka dengan apa yang ia dengar, ia selalu mengira Vaya dan Ivona akan punya selera dan kebutuhan yang sama karena mereka kakak beradik, tapi tak disangka akan ada perbedaan sebesar ini.

Ia baru menyadari betapa adik kandungnya ini adalah seseorang yang bersahaja. Berbanding terbalik dengan Vaya, yang menyukai kehidupan glamor.

"Aku ingin kau merasa nyaman," jelas Thomas.

Ivona menatap Thomas sebentar, lalu mengulas senyum di bibir mungilnya. "Terima kasih," ucap Ivona.

Thomas membalas senyum Ivona dengan senyum kebahagiaan. Baru kali ini ia melihat senyum manis adik kandungnya. Banyak sekali hal yang ia lewatkan dulu. Wajah cantik Ivona, sikap sederhananya, dan kali ini senyum manisnya.

"Bagaimana kalau aku membantumu untuk memindahkan barang-barangmu?"

Ivona nyengir. "Tentu," jawab Ivona canggung. Jujur, ini pertama kali ia berinteraksi dengan Thomas dengan cara yang baik. Sebelumnya, Kakak ketiganya ini selalu tak mengacuhkan, bahkan tak segan menghukumnya demi Vaya. Sebab itulah, sikap baik Thomas justru membuatnya canggung.

"Ayo!" ajak Thomas untuk mengambil barang-barang di kamar lama Ivona.

Dengan semangat, Ivona berjalan mengikuti Thomas ke kamar lamanya. Ia mulai mengambil semua barang-barangnya dan memindahkannya ke kamar yang baru, dibantu Thomas tentunya.

Di kamar Vaya, gadis itu tengah berteriak memanggil pelayannya—Bi Samy. Ia memerlukan Bi Samy untuk minum obat, setelah tadi dokter memeriksanya.

"Bi ... Bi Samy!" teriak Vaya yang terdengar hingga ke lantai bawah.

Pelayan yang mendengar segera berlari memenuhi panggilan Vaya. Sudah biasa bagi Vaya berlaku bagaikan putri raja. Menggerakkan jari telunjuknya adalah karakternya. Sebagai Nona muda Iswara, ia sangat terlatih untuk memerintah orang.

"Ya, Nona ... ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan yang baru saja masuk ke kamar Vaya—bernama July.

"Aku tidak memanggilmu, bodoh!" teriak Vaya melihat pelayan yang datang bukanlah Bi Samy.

"Apa kau tuli, aku memanggil Bi Samy ... bukan kau!!!" sambungnya masih dengan intonasi yang sama.

"Maafkan saya, Nona. Bi Samy sudah tidak ada di sini lagi," jawab July.

"Apa maksudmu?"

"Tuan muda ketiga telah memecat Bi Samy dan mengusirnya dari rumah ini," jelas July.

"Apa?" pekik Vaya.

"Iya, Nona. Bi Samy telah melakukan kesalahan dengan memanggil nona Ivona gadis gila. Karena itu tuan muda ke tiga mengusirnya. Beliau tidak suka ada yang memanggil adik kandungnya dengan sebutan gadis gila," imbuh July.

Mendengar penjelasan July, Vaya merasa tidak tidak senang. Ia memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada kakak ketiganya itu. Bagaimana mungkin ia mengusir Bi Samy tanpa persetujuan darinya. Padahal semua orang di rumah ini tahu, termasuk juga Thomas jika Bi Samy adalah pelayan Vaya yang setia dan paling berjasa pada Vaya.

Mata Vaya mendadak berair, ia tak habis pikir pelayan setianya telah pergi. Siapa lagi yang akan ia percaya untuk merawatnya setelah Bi Samy. "Kenapa kak Thomas melakukan ini, apakah dia tidak sayang lagi padaku?"

Gurat kesedihan di wajah Vaya membuat July ingin menghiburnya. "Nona Vaya, jangan bersedih. Akhir-akhir ini Tuan muda bersikap baik kepada Ivona mungkin karena Tuan Besar. Penyakit Tuan Besar memburuk tahun ini, demi menghindari perselisihan, makanya ia bersabar dengan perbuatan Ivona," ucap July untuk menenangkan Vaya.

"Menurut saya, Anda juga harus berbuat sebaik mungkin di acara ulang tahun Tuan besar nantinya," ucap July memberi ide.

Vaya menarik satu sudut bibirnya ke atas. Membenarkan apa yang July katakan dan menyetujui ide yang diberikan July. Ia harus bersikap baik untuk memenangkan hati Tuan besar. Otaknya mulai bekerja untuk memikirkan hal apa saja yang akan ia lakukan demi menarik perhatian Tuan besar.

Ini tidak akan jadi hal yang sulit bagi Vaya, karena selama ini ia sudah melakukannya dengan sangat baik. Mencuri perhatian semua anggota keluarga. "Baiklah, aku akan menjadi anak yang penurut agar Kakek semakin menyukaiku, dan aku tidak akan pernah terusir dari keluarga ini," Vaya merencanakan semua ini di dalam hatinya. Meski tak terucap, seringai di bibir Vaya sudah cukup menggambarkan isi hati Vaya.

Hal itulah yang disadari oleh July. Nona mudanya ini pasti punya berbagai cara licik untuk tetap mempertahankan statusnya sebagai nona besar.

"Apa ini barang terakhirmu?" ucap Thomas membawa kardus terakhir dari kamar lama Ivona.

"Ehmmm ...."

Kardus yang dibawa Thomas adalah barang terakhir yang ia letakkan bersamaan dengan barang-barang yang lain.

"Terima kasih telah membantuku memindahkan barang-barang ini," ucap Ivona.

"Tidak masalah."

"Ehm ... apa kau lapar?" tanya Thomas.

Ivona mengangguk.

"Katakan apa yang ingin kau makan kali ini, aku akan meminta pelayan untuk menyiapkannya."

"Tidak perlu, Kak," tolak Ivona.

"Tidak apa, katakan saja apa yang kau mau."

Ivona menggeleng. Tentu ia tak enak hati jika harus meminta pelayan memasak apa yang ia sukai. Selain itu, Ivona bukan gadis yang suka memilih-milih makanan. Ia selalu mensyukuri apa pun yang bisa ia makan hari ini. Sebab ia tahu, ada sebagain orang yang bahkan tidak bisa makan sama sekali.

Semua itu ia pelajari saat tinggal di panti asuhan. Di mana untuk makan saja mereka harus antri dan menerima makanan apa pun yang diberikan oleh pihak panti tanpa protes. Rasa masakan yang kurang enak sudah sering ia rasakan, jadi sejak ia diajak tinggal di rumah keluarga Iswara tak ada alasan untuk pilih-pilih makanan apalagi menolaknya. Apa pun yang pelayan siapkan, ia akan memakannya dengan penuh syukur.

"Tunggu sebentar." Thomas keluar dari kamar, menuju ke dapur.

"Pelayan," panggilnya.

"Iya, Tuan," jawab pelayan yang langsung datang begitu Thomas memanggilnya.

"Buatkan makan malam," ucap Thomas.

"Apa yang ingin Anda makan nanti malam, Tuan?" tanya pelayan memastikan.

"Masak saja sesuai kesukaan Ivona," jawab Thomas.

Pelayan itu merasa sedikit canggung dan takut. Pasalnya mereka tak pernah memasak apa yang Ivona suka. Lagi pula, siapa yang akan menjilat nona yang tak dianggap seperti Ivona. Selama ini mereka memasak sesuai dengan selera Nona Besar—Vaya.

Dengan takut, pelayan itu menjawab, "Sepertinya tidak ada yang disukai oleh Nona kedua."

Wajah Thomas berubah, dia teringat akan barang-barang di kamar Ivona sebelumnya. Semua barang-barang Ivona adalah barang bekas yang disumbangkan oleh Vaya. Tak ada yang memperhatikan gadis itu selama ini. Bahkan soal makanan kesukaan, tidak ada yang peduli.

Mengingatnya membuat Thomas kembali marah. "Ivona yang tidak punya makanan favorit atau kalian yang sama sekali tidak menganggapnya sebagai Nona keluarga Iswara, Hah?!"

Pelayan menjadi panik. Ia takut jika kali ini adalah gilirannya untuk bernasib sama seperti Bi Samy.

Terpopuler

Comments

Zaitun

Zaitun

lanjut

2022-01-05

1

Ida Blado

Ida Blado

huh harusnya ivona tegas untuk memberi sefikit pelajaran buat thomas,bagaimanapun kakak2nya udah sgt kejam

2021-12-10

5

lihat semua
Episodes
1 1. Merasa Tidak Asing
2 2. Sosok di Tengah Hujan
3 3. Bawa Aku Pergi
4 4. Orang yang Tak diharapkan
5 5. Tuan Muda Kecil
6 6. Rumah Alexander Alberic
7 7. Pacar Pilihan Nyonya
8 8.Siapa Namamu
9 9. Balas Dendam 1
10 10. Balas Dendam 2
11 11. Orang Gila Itu Adikku
12 12. Dibujuk
13 13. Terima Kasih
14 14. Bertemu Nenek Aneh
15 15. Akting Ibu dan Anak
16 16. Akting yang Sempurna
17 17. Pindah Sekolah?
18 18. Mengadu
19 19. G-School
20 20. Membuat Orang Terpesona
21 INFO
22 21. Jadi Bahan Omongan
23 22. Kelly dan Teman-temannya
24 23. Tak Ada yang Mengaku
25 24. Gadis yang Berbeda
26 25. Trending Topic
27 Bab.26 Polos
28 Bab.27 Bagian dari Keluarga
29 Bab.28. Palsu
30 Bab.29 Bar Muse
31 Bab.30 Caroline Wilson
32 Bab.31 Membantu Caroline
33 Bab.32 Siapa Namamu?
34 Bab.33 Kesenangan yang Berakhir
35 Bab.34 Menemukanmu
36 Bab.35 Vila Alexander
37 Bab.36 Berita Besar
38 Bab.37 Perundungan 1
39 Bab.38 Perundungan 2
40 Bab.39 Perundungan 3
41 Bab.40 Penolakan
42 Bab.41 Hukum Dia
43 Bab.42 Mengadu lagi
44 Bab.43 Hukum Dia 2
45 Bab.44 Vidio Perundungan
46 Bab.45 Mengancam Posisi
47 Bab.46 Hopes and Dreams
48 Bab.47 Mengarang Cerita
49 Bab.48 Dasar Sampah
50 Bab. 49 Dicari Saat Dibutuhkan
51 Bab.50 Pembuat Ulah
52 Bab.51 Bertukar Kamar
53 Bab.52 Dua Orang yang Saling Mendukung
54 Bab.53 Nana
55 Bab.54 Kantung Mata
56 Bab.55 Wakil Pelajaran Fisika
57 Bab.56 Gadis Di Bawah Rata-rata
58 Bab.57 Kegelisahan Vaya
59 Bab.58 Anak Tidak Berbakti
60 Bab. 59 Darah Keluarga Iswara
61 Bab.60 Hadiah Untuk Kakek
62 Bab.61 Bingkai Kenangan
63 Bab.62 Tamu Tuan Iswara
64 Bab.63 Masih Berusaha Menjodohkan
65 Bab.64 Dokter Spencer
66 Bab.65 Perdebatan
67 Bab.66 Anak Pungut
68 Bab.67 Candu Aroma Tubuh
69 Bab.68 Perjanjian
70 Bab.69 Penerus Keluarga Iswara
71 Bab.70 Wanita Asing
72 Bab.71 Guru Les Privat
73 Bab.72 Mengerjai Guru Les
74 Bab.73 Aku Ingin yang Sepertimu
75 Bab.74 Menggoda
76 Bab.75 Gosip Anak Haram
77 Bab.76 Anak Haram yang Sombong
78 Bab.77 Kekacauan 1
79 Bab.78 Kekacauan 2
80 Bab.79 Kekacauan 3
81 Bab.80 Kekacauan 4
82 Bab.81 Jadi Rebutan
83 Bab.82 (Masih) Berebut Ivona
84 Bab.83 Menemukan Ivona
85 Bab.84 Bahan Pergunjingan
86 Bab.85 Bersikap Akrab
87 Baba.86 Oase
88 Bab.87 Gen Keluarga Iswara
89 Bab.88 Gagal Pamer
90 Bab.89 Kejadian Salah Paham
91 Bab.90 Hadiah
92 Bab.91 Kotak Musik Ballerina
93 Bab.92 Tak Dianggap
94 Bab.93 Pria Limited Edition
95 Bab.94 Aku Serahkan Ivona Padamu
96 Bab.95 Memaksa Pulang
97 Bab.96 Menghindar
98 Bab.97 Pusat Perbelanjaan
99 Bab.98 Firasat Buruk
100 Bab.99 Pusat Perhatian
101 Bab.100 Memukau
102 Bab.101 Pria Sampah
103 Bab.102 Takut Jatuh Cinta
104 Bab.103 Ivona si Gadis Gila
105 Bab.104 Serangan Balik
106 Bab.105 Sekamar
107 Bab.106 Diusir
108 Bab.107 Terpuruk
109 Bab.108 Rencana Jahat
110 Bab.109 Penculikan
111 Bab.110 Serangan
112 Bab.111 Akhir Dari Roy
113 Bab.112 Akhirnya Aku Kembali
114 Bab.113 Kasih Sayang Ibu Tak Akan Layu
115 Bab. 114 Cinta Yang Lain
116 Bab.115 Bawa Dia Kalau Kau punya Uang
117 Bab.116 Kompetisi Fisika 1
118 Bab.117 Kompetisi Fisika 2
119 Bab.118 Jeany
120 Bab.119 Hukuman Untuk Jeany dan Kelly
121 Bab.120 Nyonya Alberic
122 Bab.121 Kau Di Mana?
123 Bab.122 Kehilangan Kesempatan
124 Bab.123 Hari Kelulusan
125 Bab.124 Valia Leandre
126 Bab.125 Aku Rindu Aroma Candu
127 Bab.126 Philip Island
128 Bab. 127 Red Diamond
129 Bab.128 Vaya?
130 Bab.129 Salah Orang
131 Bab.130 Aku Akan Pergi
132 Bab.131 Godaan Valia
133 Bab.132 Curiga
134 Bab.133 Pria Botak
135 Bab.134 Temukan Ivona!
136 Bab.135 Mencoba Kabur
137 Bab.136 Mencoba Kabur 2
138 Bab. 137 Misi Penyalamatan
139 Bab. 138 Rela Terperangkap
140 Bab. 139 Cincin Pernikahan
141 Bab. 140 Filosofi Batu Ruby
142 Bab.141 Tamu Tak Diundag
143 Bab.142 Kedatangan Nyonya Alberic
144 Bab.143 Calon Istri
145 Bab. 144 Lamaran Resmi
146 Bab. 145 Water Teapot
147 Bab.146 Masa Lalu Vaya
148 Bab.147 The Wedding
149 Bab.148 Akhir Dalam Novel
150 Bab. 149 Kembali Ke Dunia Nyata
151 Bab.150 Owner Baru
152 Bab.151 Mimpi Aneh
153 Bab.152 Siapa Kau?
154 Bab.153 Calon Menantu
155 Bab.154 Menikahlah Denganku
156 Bab.155 Bisa Jadi Gila
157 Bab.156 Keluarga Gila
158 Bab.157 Menurutlah
159 Bab. 158 Kau Membuatku Gila
160 Bab.159 Pengakuan
161 Bab.160 Mencoba Menerima
162 Bab. 161 Belajar Menerima Takdir
163 Bab.162 Rasa Bersalah
164 Bab.163 Ivona, Sadarlah!
165 Bab.164 Lelucon
166 Bab.165 OTW Wedding
167 Bab.166 OTW Wedding
168 Bab.167 The Real Wedding (The End)
169 Ucapan Terima Kasih
Episodes

Updated 169 Episodes

1
1. Merasa Tidak Asing
2
2. Sosok di Tengah Hujan
3
3. Bawa Aku Pergi
4
4. Orang yang Tak diharapkan
5
5. Tuan Muda Kecil
6
6. Rumah Alexander Alberic
7
7. Pacar Pilihan Nyonya
8
8.Siapa Namamu
9
9. Balas Dendam 1
10
10. Balas Dendam 2
11
11. Orang Gila Itu Adikku
12
12. Dibujuk
13
13. Terima Kasih
14
14. Bertemu Nenek Aneh
15
15. Akting Ibu dan Anak
16
16. Akting yang Sempurna
17
17. Pindah Sekolah?
18
18. Mengadu
19
19. G-School
20
20. Membuat Orang Terpesona
21
INFO
22
21. Jadi Bahan Omongan
23
22. Kelly dan Teman-temannya
24
23. Tak Ada yang Mengaku
25
24. Gadis yang Berbeda
26
25. Trending Topic
27
Bab.26 Polos
28
Bab.27 Bagian dari Keluarga
29
Bab.28. Palsu
30
Bab.29 Bar Muse
31
Bab.30 Caroline Wilson
32
Bab.31 Membantu Caroline
33
Bab.32 Siapa Namamu?
34
Bab.33 Kesenangan yang Berakhir
35
Bab.34 Menemukanmu
36
Bab.35 Vila Alexander
37
Bab.36 Berita Besar
38
Bab.37 Perundungan 1
39
Bab.38 Perundungan 2
40
Bab.39 Perundungan 3
41
Bab.40 Penolakan
42
Bab.41 Hukum Dia
43
Bab.42 Mengadu lagi
44
Bab.43 Hukum Dia 2
45
Bab.44 Vidio Perundungan
46
Bab.45 Mengancam Posisi
47
Bab.46 Hopes and Dreams
48
Bab.47 Mengarang Cerita
49
Bab.48 Dasar Sampah
50
Bab. 49 Dicari Saat Dibutuhkan
51
Bab.50 Pembuat Ulah
52
Bab.51 Bertukar Kamar
53
Bab.52 Dua Orang yang Saling Mendukung
54
Bab.53 Nana
55
Bab.54 Kantung Mata
56
Bab.55 Wakil Pelajaran Fisika
57
Bab.56 Gadis Di Bawah Rata-rata
58
Bab.57 Kegelisahan Vaya
59
Bab.58 Anak Tidak Berbakti
60
Bab. 59 Darah Keluarga Iswara
61
Bab.60 Hadiah Untuk Kakek
62
Bab.61 Bingkai Kenangan
63
Bab.62 Tamu Tuan Iswara
64
Bab.63 Masih Berusaha Menjodohkan
65
Bab.64 Dokter Spencer
66
Bab.65 Perdebatan
67
Bab.66 Anak Pungut
68
Bab.67 Candu Aroma Tubuh
69
Bab.68 Perjanjian
70
Bab.69 Penerus Keluarga Iswara
71
Bab.70 Wanita Asing
72
Bab.71 Guru Les Privat
73
Bab.72 Mengerjai Guru Les
74
Bab.73 Aku Ingin yang Sepertimu
75
Bab.74 Menggoda
76
Bab.75 Gosip Anak Haram
77
Bab.76 Anak Haram yang Sombong
78
Bab.77 Kekacauan 1
79
Bab.78 Kekacauan 2
80
Bab.79 Kekacauan 3
81
Bab.80 Kekacauan 4
82
Bab.81 Jadi Rebutan
83
Bab.82 (Masih) Berebut Ivona
84
Bab.83 Menemukan Ivona
85
Bab.84 Bahan Pergunjingan
86
Bab.85 Bersikap Akrab
87
Baba.86 Oase
88
Bab.87 Gen Keluarga Iswara
89
Bab.88 Gagal Pamer
90
Bab.89 Kejadian Salah Paham
91
Bab.90 Hadiah
92
Bab.91 Kotak Musik Ballerina
93
Bab.92 Tak Dianggap
94
Bab.93 Pria Limited Edition
95
Bab.94 Aku Serahkan Ivona Padamu
96
Bab.95 Memaksa Pulang
97
Bab.96 Menghindar
98
Bab.97 Pusat Perbelanjaan
99
Bab.98 Firasat Buruk
100
Bab.99 Pusat Perhatian
101
Bab.100 Memukau
102
Bab.101 Pria Sampah
103
Bab.102 Takut Jatuh Cinta
104
Bab.103 Ivona si Gadis Gila
105
Bab.104 Serangan Balik
106
Bab.105 Sekamar
107
Bab.106 Diusir
108
Bab.107 Terpuruk
109
Bab.108 Rencana Jahat
110
Bab.109 Penculikan
111
Bab.110 Serangan
112
Bab.111 Akhir Dari Roy
113
Bab.112 Akhirnya Aku Kembali
114
Bab.113 Kasih Sayang Ibu Tak Akan Layu
115
Bab. 114 Cinta Yang Lain
116
Bab.115 Bawa Dia Kalau Kau punya Uang
117
Bab.116 Kompetisi Fisika 1
118
Bab.117 Kompetisi Fisika 2
119
Bab.118 Jeany
120
Bab.119 Hukuman Untuk Jeany dan Kelly
121
Bab.120 Nyonya Alberic
122
Bab.121 Kau Di Mana?
123
Bab.122 Kehilangan Kesempatan
124
Bab.123 Hari Kelulusan
125
Bab.124 Valia Leandre
126
Bab.125 Aku Rindu Aroma Candu
127
Bab.126 Philip Island
128
Bab. 127 Red Diamond
129
Bab.128 Vaya?
130
Bab.129 Salah Orang
131
Bab.130 Aku Akan Pergi
132
Bab.131 Godaan Valia
133
Bab.132 Curiga
134
Bab.133 Pria Botak
135
Bab.134 Temukan Ivona!
136
Bab.135 Mencoba Kabur
137
Bab.136 Mencoba Kabur 2
138
Bab. 137 Misi Penyalamatan
139
Bab. 138 Rela Terperangkap
140
Bab. 139 Cincin Pernikahan
141
Bab. 140 Filosofi Batu Ruby
142
Bab.141 Tamu Tak Diundag
143
Bab.142 Kedatangan Nyonya Alberic
144
Bab.143 Calon Istri
145
Bab. 144 Lamaran Resmi
146
Bab. 145 Water Teapot
147
Bab.146 Masa Lalu Vaya
148
Bab.147 The Wedding
149
Bab.148 Akhir Dalam Novel
150
Bab. 149 Kembali Ke Dunia Nyata
151
Bab.150 Owner Baru
152
Bab.151 Mimpi Aneh
153
Bab.152 Siapa Kau?
154
Bab.153 Calon Menantu
155
Bab.154 Menikahlah Denganku
156
Bab.155 Bisa Jadi Gila
157
Bab.156 Keluarga Gila
158
Bab.157 Menurutlah
159
Bab. 158 Kau Membuatku Gila
160
Bab.159 Pengakuan
161
Bab.160 Mencoba Menerima
162
Bab. 161 Belajar Menerima Takdir
163
Bab.162 Rasa Bersalah
164
Bab.163 Ivona, Sadarlah!
165
Bab.164 Lelucon
166
Bab.165 OTW Wedding
167
Bab.166 OTW Wedding
168
Bab.167 The Real Wedding (The End)
169
Ucapan Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!