11. Orang Gila Itu Adikku

"Kak ...," panggil Vaya.

Thomas, melengos. Ia memilih untuk tak acuh pada Vaya yang masih terduduk di lantai.

"Rasanya sakit sekali." Vaya menangis dengan memegangi tangannya yang terasa sakit. Mencoba mencari perhatian kakak ketiganya.

"Awww ...," rintihnya berpura-pura. "Bagaimana aku akan ikut lomba piano jika kondisi tanganku seperti ini." Aktingnya benar-benar hebat, ia bahkan bisa mengeluarkan air mata dalam sekejap.

"Bagaimana ... bagaimana jika tanganku tidak bisa lagi digunakan karena terluka, sementara lomba piano akan dimulai beberapa hari lagi." Vaya terus saja bicara meski Thomas bersikap dingin terhadapnya. Ia belum tahu apa penyebab Thomas berubah sikap, tapi ia masih yakin jika Thomas dan saudara laki-laki lainnya begitu menyayanginya.

Vaya memiliki kemampuan bermain piano yang sangat luar biasa. Keluarga Iswara melatih Vaya dengan sangat detail. Sejak Vaya masih kecil, keluarga Iswara sengaja mendatangkan guru piano yang hebat untuk melatihnya. Di usianya yang baru 19 tahun, dia sudah mengadakan konser tur piano hampir di seluruh wilayah Victoria. Ia adalah gadis genius yang paling dikagumi dalam keluarga tersebut. Kebanggaan bagi keluarga Iswara.

Thomas seakan tidak mendengar rengekan Vaya. "Bawa dia ke kamarnya dan panggilkan dokter," titah Thomas pada salah satu pelayannya.

Para pelayan di sana saling menatap, merasa sikap Thomas kepada Nona Besar agak berbeda hari ini, tapi mereka segera menepis pemikiran itu. Para Tuan muda adalah orang yang paling menyayangi Nona besar.

Vaya dipapah bangun oleh seorang pelayan. "Mari, Nona." Pelayan itu membantu Vaya berdiri.

Vaya justru menatap Thomas. Ia merasa tidak senang dengan sikap Thomas kali ini, yang meminta pelayan untuk membawanya ke kamar. Biasanya kakak ketiga sendirilah yang akan menggendongnya naik ke lantai atas jika terjadi sesuatu padanya.

"Tuan Muda, Ivona benar-benar kejam, dia pasti sengaja melakukan itu pada Nona besar!" Bi Samy, yang tadinya sudah ingin menyerah untuk dilepaskan, kini kembali berusaha membuat Ivona jadi tersangka saat melihat Thomas sudah mendekat. Bahkan menunjukkan perhatian pada Vaya.

Mendengar perkataan Bi Samy membuat Vaya merasa lebih baik. Seakan ada yang membelanya. Senyum kemenangan terukir di bibirnya. Vaya yakin jika Thomas pasti akan membantunya memberi pelajaran pada Ivona. Meski bersikap dingin, toh Thomas tetap peduli dengannya. Vaya merasa tenang setelah kembali mendapat perhatian Thomas, ia pun menurut saat pelayan mulai memapahnya beranjak naik ke lantai atas.

Kini giliran Bi Samy yang memulai aktingnya. Dengan sengaja Ia mendudukkan dirinya di lantai, berpura-pura seperti tengah disiksa oleh Ivona. "Aduh ... Tuan Muda, si gila ini mau mematahkan tangan saya." Ia melirik pergelangan tangannya yang sedari tadi masih dalam cengkeraman Ivona.

Tentu saja hal itu membuat Ivona sedikit kaget, meski tahu bagaimana karakter dari pembantu yang suka menjilat ini, tapi baru kali ini Ivona menyaksikan sendiri keahlian dari Bi Samy dalam memainkan peran. Benar-benar pembantu yang memuakkan.

Ivona menarik satu sudut bibirnya ke atas. Merasa kalau pembantu ini harus diberi pelajaran yang sesungguhnya.

"Apa kau bilang tadi, aku mau mematahkan tanganmu?!" ucap Ivona mengulang kalimat Bi Samy. Ivona tersenyum dengan sorot kegilaan di matanya.

Nampaknya Bi Samy salah strategi, kini justru ia yang ketakutan melihat sorot kegilaan di mata Ivona.

"Patah tangan, ya. Itu sangat mudah." Ivona langsung mewujudkan perkataan Bi Samy, pergelangan tangan yang sedari tadi dalam cengkeramannya ia tekan sedemikian rupa hingga patah.

"Aaarrrggghhh!!!" Teriakan Bi Samy semakin menjadi.

"Tuan Muda, tolong saya ... tolong, Tuan." Pembantu itu terus mengadu kepada Thomas.

Thomas tak percaya menyaksikan apa yang Ivona lakukan pada Bi Samy. Thomas memandangi Ivona yang seolah-olah berubah menjadi orang lain. Adiknya yang dulu polos, kini berubah jadi arogan.

Apakah semua dikarenakan perlakuan yang Ivona terima selama ini. Tidak ada yang menganggapnya, tidak ada yang peduli dengan perasaannya. Semua orang di rumah ini, mengacuhkannya, menjadikan Ivona nona muda yang tersisih. Bahkan seorang pembantu pun berani bersikap kurang ajar pada Ivona.

Mengingat semua itu membuat Thomas merasa sakit hati.

"Bi Sami, tadi kamu memanggil Ivona apa?!" delik Thomas.

"Tu ... tuan." Bi Samy tak percaya kalau Thomas akan menanyakan hal ini kepadanya, bukannya marah pada Ivona, Thomas justru menatap marah kepadanya.

Thomas teringat akan hubungan baik antara Vaya dan Bi Samy di kehidupan sebelumnya. Karena menjadi orang yang Vaya percaya, para pelayan ini menjadi lupa siapa Nona besar sesungguhnya di rumah ini.

Ia harus segera menjelaskannya pada Thomas, agar Thomas tak menyalahkannya. "Tuan muda, tadi Ivona dengan sengaja mendorong Nona Vaya, dan kami hanya ingin menahan si gi____"

Belum selesai Bi Samy mengatai Ivona "gila", Thomas pun menyela. "Kau hanya seorang pelayan di sini, berani sekali kau memanggil adikku dengan sebutan 'orang gila'!" teriak Thomas.

Raut Bi Samy berubah seketika, bukan hanya takut pada Ivona, sikap Thomas yang berubah pun membuatnya takut sekarang. Bagaimana mungkin Tuan mudanya membela Ivona.

Ivona sendiri juga merasa aneh, berdasarkan setting tokoh di dalam buku, Thomas seharusnya memihak Vaya dan menyiksa dirinya. Bukan membelanya seperti yang baru saja terjadi.

Akankah cerita sudah berubah?

Tak penting memikirkan hal itu saat ini. Ivona harus segera menyelesaikan urusan kali dengan pembantu ini. Ivona berkata kepada Bi Sami dengan acuh tak acuh. "Sudah, jangan pura-pura lagi, aku tidak akan mengadukan perbuatan Vaya, lagi pula memang aku yang telah mendorongnya."

Para pelayan yang lain sulit memercayainya, apa Ivona sudah tidak waras hari ini? Bisa-bisanya ia mengaku telah mencelakai nona besar mereka. Sepanjang yang mereka ingat, hal seperti ini pasti akan membuat Ivona dihukum oleh para tuan muda. Bagaimanapun, Vaya adalah adik kesayangan para tuan muda.

Sedangkan Thomas justru mematung, ia tahu kenapa Ivona berkata demikian.

Di kehidupan sebelumnya, hanya Tuan Besar Iswara satu-satunya orang yang baik pada Ivona. Ketika para kakak membela Vaya dan memaki Ivona, Tuan Besar Iswara akan menghukum mereka sesuai tata krama keluarga, bahkan Vaya pun tidak diizinkan untuk memasuki rumah utama jika dalam masa hukuman. Namun sekarang, Tuan Besar Iswara sudah meninggal dunia karena sakit. Tak ada lagi pelindung bagi Ivona.

Sebagai kakak kandung, ia dan dua saudara lainnya bukannya melindungi Ivona malah membuat hidup Ivona semakin menderita. Mata Thomas jadi memerah, kesedihan akan ingatan telah memperlakukan Ivona dengan buruk membuatnya hampir meneteskan air mata.

Thomas mengira Ivona berkata demikian karena tidak ingin menetap di rumah ini lagi. Saat ini dia juga tidak ingin menjelaskan apa-apa lagi, dia hanya berharap Ivona tidak pergi.

"Apa kau tidak ingin tinggal lagi di sini karena orang-orang ini?" pertanyaan Thomas membuat Ivona terkesiap, bukan hanya Ivona, para pelayan pun ikut terkejut.

Terpopuler

Comments

Zaitun

Zaitun

🤔

2022-01-05

1

lihat semua
Episodes
1 1. Merasa Tidak Asing
2 2. Sosok di Tengah Hujan
3 3. Bawa Aku Pergi
4 4. Orang yang Tak diharapkan
5 5. Tuan Muda Kecil
6 6. Rumah Alexander Alberic
7 7. Pacar Pilihan Nyonya
8 8.Siapa Namamu
9 9. Balas Dendam 1
10 10. Balas Dendam 2
11 11. Orang Gila Itu Adikku
12 12. Dibujuk
13 13. Terima Kasih
14 14. Bertemu Nenek Aneh
15 15. Akting Ibu dan Anak
16 16. Akting yang Sempurna
17 17. Pindah Sekolah?
18 18. Mengadu
19 19. G-School
20 20. Membuat Orang Terpesona
21 INFO
22 21. Jadi Bahan Omongan
23 22. Kelly dan Teman-temannya
24 23. Tak Ada yang Mengaku
25 24. Gadis yang Berbeda
26 25. Trending Topic
27 Bab.26 Polos
28 Bab.27 Bagian dari Keluarga
29 Bab.28. Palsu
30 Bab.29 Bar Muse
31 Bab.30 Caroline Wilson
32 Bab.31 Membantu Caroline
33 Bab.32 Siapa Namamu?
34 Bab.33 Kesenangan yang Berakhir
35 Bab.34 Menemukanmu
36 Bab.35 Vila Alexander
37 Bab.36 Berita Besar
38 Bab.37 Perundungan 1
39 Bab.38 Perundungan 2
40 Bab.39 Perundungan 3
41 Bab.40 Penolakan
42 Bab.41 Hukum Dia
43 Bab.42 Mengadu lagi
44 Bab.43 Hukum Dia 2
45 Bab.44 Vidio Perundungan
46 Bab.45 Mengancam Posisi
47 Bab.46 Hopes and Dreams
48 Bab.47 Mengarang Cerita
49 Bab.48 Dasar Sampah
50 Bab. 49 Dicari Saat Dibutuhkan
51 Bab.50 Pembuat Ulah
52 Bab.51 Bertukar Kamar
53 Bab.52 Dua Orang yang Saling Mendukung
54 Bab.53 Nana
55 Bab.54 Kantung Mata
56 Bab.55 Wakil Pelajaran Fisika
57 Bab.56 Gadis Di Bawah Rata-rata
58 Bab.57 Kegelisahan Vaya
59 Bab.58 Anak Tidak Berbakti
60 Bab. 59 Darah Keluarga Iswara
61 Bab.60 Hadiah Untuk Kakek
62 Bab.61 Bingkai Kenangan
63 Bab.62 Tamu Tuan Iswara
64 Bab.63 Masih Berusaha Menjodohkan
65 Bab.64 Dokter Spencer
66 Bab.65 Perdebatan
67 Bab.66 Anak Pungut
68 Bab.67 Candu Aroma Tubuh
69 Bab.68 Perjanjian
70 Bab.69 Penerus Keluarga Iswara
71 Bab.70 Wanita Asing
72 Bab.71 Guru Les Privat
73 Bab.72 Mengerjai Guru Les
74 Bab.73 Aku Ingin yang Sepertimu
75 Bab.74 Menggoda
76 Bab.75 Gosip Anak Haram
77 Bab.76 Anak Haram yang Sombong
78 Bab.77 Kekacauan 1
79 Bab.78 Kekacauan 2
80 Bab.79 Kekacauan 3
81 Bab.80 Kekacauan 4
82 Bab.81 Jadi Rebutan
83 Bab.82 (Masih) Berebut Ivona
84 Bab.83 Menemukan Ivona
85 Bab.84 Bahan Pergunjingan
86 Bab.85 Bersikap Akrab
87 Baba.86 Oase
88 Bab.87 Gen Keluarga Iswara
89 Bab.88 Gagal Pamer
90 Bab.89 Kejadian Salah Paham
91 Bab.90 Hadiah
92 Bab.91 Kotak Musik Ballerina
93 Bab.92 Tak Dianggap
94 Bab.93 Pria Limited Edition
95 Bab.94 Aku Serahkan Ivona Padamu
96 Bab.95 Memaksa Pulang
97 Bab.96 Menghindar
98 Bab.97 Pusat Perbelanjaan
99 Bab.98 Firasat Buruk
100 Bab.99 Pusat Perhatian
101 Bab.100 Memukau
102 Bab.101 Pria Sampah
103 Bab.102 Takut Jatuh Cinta
104 Bab.103 Ivona si Gadis Gila
105 Bab.104 Serangan Balik
106 Bab.105 Sekamar
107 Bab.106 Diusir
108 Bab.107 Terpuruk
109 Bab.108 Rencana Jahat
110 Bab.109 Penculikan
111 Bab.110 Serangan
112 Bab.111 Akhir Dari Roy
113 Bab.112 Akhirnya Aku Kembali
114 Bab.113 Kasih Sayang Ibu Tak Akan Layu
115 Bab. 114 Cinta Yang Lain
116 Bab.115 Bawa Dia Kalau Kau punya Uang
117 Bab.116 Kompetisi Fisika 1
118 Bab.117 Kompetisi Fisika 2
119 Bab.118 Jeany
120 Bab.119 Hukuman Untuk Jeany dan Kelly
121 Bab.120 Nyonya Alberic
122 Bab.121 Kau Di Mana?
123 Bab.122 Kehilangan Kesempatan
124 Bab.123 Hari Kelulusan
125 Bab.124 Valia Leandre
126 Bab.125 Aku Rindu Aroma Candu
127 Bab.126 Philip Island
128 Bab. 127 Red Diamond
129 Bab.128 Vaya?
130 Bab.129 Salah Orang
131 Bab.130 Aku Akan Pergi
132 Bab.131 Godaan Valia
133 Bab.132 Curiga
134 Bab.133 Pria Botak
135 Bab.134 Temukan Ivona!
136 Bab.135 Mencoba Kabur
137 Bab.136 Mencoba Kabur 2
138 Bab. 137 Misi Penyalamatan
139 Bab. 138 Rela Terperangkap
140 Bab. 139 Cincin Pernikahan
141 Bab. 140 Filosofi Batu Ruby
142 Bab.141 Tamu Tak Diundag
143 Bab.142 Kedatangan Nyonya Alberic
144 Bab.143 Calon Istri
145 Bab. 144 Lamaran Resmi
146 Bab. 145 Water Teapot
147 Bab.146 Masa Lalu Vaya
148 Bab.147 The Wedding
149 Bab.148 Akhir Dalam Novel
150 Bab. 149 Kembali Ke Dunia Nyata
151 Bab.150 Owner Baru
152 Bab.151 Mimpi Aneh
153 Bab.152 Siapa Kau?
154 Bab.153 Calon Menantu
155 Bab.154 Menikahlah Denganku
156 Bab.155 Bisa Jadi Gila
157 Bab.156 Keluarga Gila
158 Bab.157 Menurutlah
159 Bab. 158 Kau Membuatku Gila
160 Bab.159 Pengakuan
161 Bab.160 Mencoba Menerima
162 Bab. 161 Belajar Menerima Takdir
163 Bab.162 Rasa Bersalah
164 Bab.163 Ivona, Sadarlah!
165 Bab.164 Lelucon
166 Bab.165 OTW Wedding
167 Bab.166 OTW Wedding
168 Bab.167 The Real Wedding (The End)
169 Ucapan Terima Kasih
Episodes

Updated 169 Episodes

1
1. Merasa Tidak Asing
2
2. Sosok di Tengah Hujan
3
3. Bawa Aku Pergi
4
4. Orang yang Tak diharapkan
5
5. Tuan Muda Kecil
6
6. Rumah Alexander Alberic
7
7. Pacar Pilihan Nyonya
8
8.Siapa Namamu
9
9. Balas Dendam 1
10
10. Balas Dendam 2
11
11. Orang Gila Itu Adikku
12
12. Dibujuk
13
13. Terima Kasih
14
14. Bertemu Nenek Aneh
15
15. Akting Ibu dan Anak
16
16. Akting yang Sempurna
17
17. Pindah Sekolah?
18
18. Mengadu
19
19. G-School
20
20. Membuat Orang Terpesona
21
INFO
22
21. Jadi Bahan Omongan
23
22. Kelly dan Teman-temannya
24
23. Tak Ada yang Mengaku
25
24. Gadis yang Berbeda
26
25. Trending Topic
27
Bab.26 Polos
28
Bab.27 Bagian dari Keluarga
29
Bab.28. Palsu
30
Bab.29 Bar Muse
31
Bab.30 Caroline Wilson
32
Bab.31 Membantu Caroline
33
Bab.32 Siapa Namamu?
34
Bab.33 Kesenangan yang Berakhir
35
Bab.34 Menemukanmu
36
Bab.35 Vila Alexander
37
Bab.36 Berita Besar
38
Bab.37 Perundungan 1
39
Bab.38 Perundungan 2
40
Bab.39 Perundungan 3
41
Bab.40 Penolakan
42
Bab.41 Hukum Dia
43
Bab.42 Mengadu lagi
44
Bab.43 Hukum Dia 2
45
Bab.44 Vidio Perundungan
46
Bab.45 Mengancam Posisi
47
Bab.46 Hopes and Dreams
48
Bab.47 Mengarang Cerita
49
Bab.48 Dasar Sampah
50
Bab. 49 Dicari Saat Dibutuhkan
51
Bab.50 Pembuat Ulah
52
Bab.51 Bertukar Kamar
53
Bab.52 Dua Orang yang Saling Mendukung
54
Bab.53 Nana
55
Bab.54 Kantung Mata
56
Bab.55 Wakil Pelajaran Fisika
57
Bab.56 Gadis Di Bawah Rata-rata
58
Bab.57 Kegelisahan Vaya
59
Bab.58 Anak Tidak Berbakti
60
Bab. 59 Darah Keluarga Iswara
61
Bab.60 Hadiah Untuk Kakek
62
Bab.61 Bingkai Kenangan
63
Bab.62 Tamu Tuan Iswara
64
Bab.63 Masih Berusaha Menjodohkan
65
Bab.64 Dokter Spencer
66
Bab.65 Perdebatan
67
Bab.66 Anak Pungut
68
Bab.67 Candu Aroma Tubuh
69
Bab.68 Perjanjian
70
Bab.69 Penerus Keluarga Iswara
71
Bab.70 Wanita Asing
72
Bab.71 Guru Les Privat
73
Bab.72 Mengerjai Guru Les
74
Bab.73 Aku Ingin yang Sepertimu
75
Bab.74 Menggoda
76
Bab.75 Gosip Anak Haram
77
Bab.76 Anak Haram yang Sombong
78
Bab.77 Kekacauan 1
79
Bab.78 Kekacauan 2
80
Bab.79 Kekacauan 3
81
Bab.80 Kekacauan 4
82
Bab.81 Jadi Rebutan
83
Bab.82 (Masih) Berebut Ivona
84
Bab.83 Menemukan Ivona
85
Bab.84 Bahan Pergunjingan
86
Bab.85 Bersikap Akrab
87
Baba.86 Oase
88
Bab.87 Gen Keluarga Iswara
89
Bab.88 Gagal Pamer
90
Bab.89 Kejadian Salah Paham
91
Bab.90 Hadiah
92
Bab.91 Kotak Musik Ballerina
93
Bab.92 Tak Dianggap
94
Bab.93 Pria Limited Edition
95
Bab.94 Aku Serahkan Ivona Padamu
96
Bab.95 Memaksa Pulang
97
Bab.96 Menghindar
98
Bab.97 Pusat Perbelanjaan
99
Bab.98 Firasat Buruk
100
Bab.99 Pusat Perhatian
101
Bab.100 Memukau
102
Bab.101 Pria Sampah
103
Bab.102 Takut Jatuh Cinta
104
Bab.103 Ivona si Gadis Gila
105
Bab.104 Serangan Balik
106
Bab.105 Sekamar
107
Bab.106 Diusir
108
Bab.107 Terpuruk
109
Bab.108 Rencana Jahat
110
Bab.109 Penculikan
111
Bab.110 Serangan
112
Bab.111 Akhir Dari Roy
113
Bab.112 Akhirnya Aku Kembali
114
Bab.113 Kasih Sayang Ibu Tak Akan Layu
115
Bab. 114 Cinta Yang Lain
116
Bab.115 Bawa Dia Kalau Kau punya Uang
117
Bab.116 Kompetisi Fisika 1
118
Bab.117 Kompetisi Fisika 2
119
Bab.118 Jeany
120
Bab.119 Hukuman Untuk Jeany dan Kelly
121
Bab.120 Nyonya Alberic
122
Bab.121 Kau Di Mana?
123
Bab.122 Kehilangan Kesempatan
124
Bab.123 Hari Kelulusan
125
Bab.124 Valia Leandre
126
Bab.125 Aku Rindu Aroma Candu
127
Bab.126 Philip Island
128
Bab. 127 Red Diamond
129
Bab.128 Vaya?
130
Bab.129 Salah Orang
131
Bab.130 Aku Akan Pergi
132
Bab.131 Godaan Valia
133
Bab.132 Curiga
134
Bab.133 Pria Botak
135
Bab.134 Temukan Ivona!
136
Bab.135 Mencoba Kabur
137
Bab.136 Mencoba Kabur 2
138
Bab. 137 Misi Penyalamatan
139
Bab. 138 Rela Terperangkap
140
Bab. 139 Cincin Pernikahan
141
Bab. 140 Filosofi Batu Ruby
142
Bab.141 Tamu Tak Diundag
143
Bab.142 Kedatangan Nyonya Alberic
144
Bab.143 Calon Istri
145
Bab. 144 Lamaran Resmi
146
Bab. 145 Water Teapot
147
Bab.146 Masa Lalu Vaya
148
Bab.147 The Wedding
149
Bab.148 Akhir Dalam Novel
150
Bab. 149 Kembali Ke Dunia Nyata
151
Bab.150 Owner Baru
152
Bab.151 Mimpi Aneh
153
Bab.152 Siapa Kau?
154
Bab.153 Calon Menantu
155
Bab.154 Menikahlah Denganku
156
Bab.155 Bisa Jadi Gila
157
Bab.156 Keluarga Gila
158
Bab.157 Menurutlah
159
Bab. 158 Kau Membuatku Gila
160
Bab.159 Pengakuan
161
Bab.160 Mencoba Menerima
162
Bab. 161 Belajar Menerima Takdir
163
Bab.162 Rasa Bersalah
164
Bab.163 Ivona, Sadarlah!
165
Bab.164 Lelucon
166
Bab.165 OTW Wedding
167
Bab.166 OTW Wedding
168
Bab.167 The Real Wedding (The End)
169
Ucapan Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!