"Dasar gadis gila, selain tidak tahu diri ternyata juga tidak tahu malu. Bisa-bisanya dia pergi dengan pria asing dengan cara yang murahan," ucap Vaya di depan Thomas. Ia dengan sengaja menjelek-jelekkan Ivona untuk membuat anak laki-laki dari keluarga Iswara itu geram melihat sikap Ivona yang pergi seenaknya.
"Dia sudah berani membuat semua orang khawatir dan mencoba merebut kasih sayang kalian semua dariku, dan sekarang dia pergi dengan seenaknya tanpa peduli dengan kita yang telah mengkhawatirkannya," lanjutnya lagi. Vaya ingin sekali Ivona terlihat buruk di depan kakak-kakaknya.
Mendengar ucapan Vaya, sejujurnya ia malas menanggapi. Di dalam lubuk hatinya, Thomas sangat membenci Vaya. Ia tahu siapa Vaya yang sebenarnya, gadis ular berkepala dua. Ia bersikap bak dewi di depan orang tuanya, tapi sebenarnya gadis itu adalah wanita berhati iblis.
Di kehidupan sebelumnya, Vaya dibesarkan dan dijaga layaknya mutiara berharga oleh keluarga Iswara, hingga mengabaikan Ivona. Kemudian, keluarga Iswara mengalami kehancuran, Vaya yang mereka anggap sebagai adik kandung rupanya melarikan diri sendirian dengan membawa perhiasan yang mereka semua berikan selama bertahun-tahun ini, sedangkan Ivona yang tidak pernah diberi kasih sayang justru menjaga mereka tanpa mengeluh, hal ini membuat mereka sangat menyesal dan merasa buruk sebagai seorang kakak.
Oleh karena itu, setelah terlahir kembali, mereka (ketiga kakak laki-laki Ivona) berpikir untuk memperlakukan Ivona dengan sangat baik. Meski begitu, ia tidak boleh memperlihatkan kebenciannya kepada Vaya secara terang-terangan. Sebab ia harus menutupi kebenaran dari Vaya jika mereka—ketiga kakak Ivona—adalah orang yang telah berreikarnasi.
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Thomas sedikit kesal pada gadis yang disebut sebagai adik di keluarganya itu.
"Aku?" Vaya menunjuk dirinya.
"Kepala rumah sakit di sini adalah ayah kandungku. Ivona telah melukainya sebelum ia berusaha kabur dari kamar perawatannya," jawab Vaya jujur, berharap simpatik dari kakak ketiganya ini.
Dulu setiap kali ia merasa sedih yang dikarenakan oleh Ivona, Thomas akan meminta kakak pertama untuk memberi Ivona pelajaran. Vaya benar-benar telah mencuri kasih sayang seluruh anggota keluarga Iswara, hingga mereka lebih percaya padanya daripada Ivona. Bahkan hasutan Vaya mengenai kejiwaan Ivona pun lebih mereka percayai. Membuat Ivona harus tersiksa dalam rumah sakit jiwa ini.
Akan tetapi, perkataan Thomas kali ini membuat Vaya tercengang. " Kalau ayahmu terluka, kenapa kau tidak pergi merawatnya. Untuk apa kau masih ada di sini?" ucap Thomas kasar, bahkan sedikit membentak.
Vaya tidak menyangka jika Thomas akan berkata seperti itu. "Kak, kenapa sikapmu seperti ini?" tanya Vaya. "Kenapa kau bersikap kasar padaku?" sambungnya dengan nada memelas.
Thomas tidak peduli, ia berlalu begitu saja. Pergi mengejar ke arah Ivona pergi.
"Kak ...," teriak Vaya memanggil Thomas. Tetap saja Thomas tak menoleh sedikit pun.
Ivona melihat seorang anak kecil yang mirip dengan Alexander begitu masuk ke dalam mobil, anak itu langsung menangis sambil memeluk Max begitu melihatnya, dia benar-benar anak dengan rupa tampan nan imut.
Asisten Rico memanggil anak itu dengan sebutan tuan muda kecil.
"Tuan muda kecil, Max adalah hewan peliharaan Nona Ivona. Dia adalah pemilik sebenarnya dari anjing alaskan ini," terang asisten Rico pada anak kecil itu.
Anak kecil itu menatap Ivona sekejap, lalu kembali memeluk erat Max, seolah tidak rela melepaskan anjing itu. "Jangan bawa Max, jangan ambil dia dariku," ucap anak kecil itu, masih terus memeluk Max.
"Kau boleh ambil kakakku sebagai gantinya, tapi jangan bawa Max," imbuhnya dengan tatapan mengiba.
Spontan Ivona menatap Alexander. " Apakah anjing sebegitu berharganya sekarang?"
"Aku ini Ceo Alberic Grup, tapi masih kalah dengan seekor anjing?" timpal Alexander dengan berkelakar. Ivona tertawa dengan guyonan yang dibuat Alexander.
"Katakan sekali lagi kalau berani!" Alexander menampilkan sorot mengancam pada anak kecil itu. Kalau bukan karena Nyonya besar terus mengoceh ingin memperkenalkan pasangan untuknya, dia tidak akan mungkin keluar untuk membantu adiknya mencari anjing. Sebuah alasan yang membawa takdirnya untuk bisa bertemu dengan Ivona.
Anak kecil itu memeluk erat si anjing dengan mata memerah begitu mendengarnya. Kakaknya benar-benar tidak sayang padanya sama sekali. Kesedihan itu hanya berlangsung sesaat, sebab kemudian matanya berbinar, sesuatu yang ia pikirkan pastilah akan berhasil. Ia menengadahkan kepala dan melihat ke arah Ivona. “Kak, kalau begitu aku ikut saja denganmu, yang pasti aku tidak ingin berpisah dari Max. Di mana ada Max, di sana juga harus ada aku," ucap anak kecil itu tanpa pikir panjang.
Ivona dibuat terkejut dengan ucapan tuan muda kecil itu. Hanya demi seekor anjing sampai-sampai mau melakukan apa pun.
"Tuan muda ke____" Ivona baru saja akan menjawab pertanyaan tuan muda kecil itu saat Alexander tiba-tiba memerintahkan asistennya untuk menggendong anak kecil itu pergi. "Rico, bawa anak ini pergi sekarang juga!"
"Aku tidak mau pergi tanpa Max," pekik anak kecil itu saat Rico hendak membawanya.
"Kak, aku mohon," sorot mata mengiba ia tujukan pada Ivona.
Ivona merasa sangat kasihan pada anak kecil itu, jadi dia membiarkan Max mengikutinya untuk menemaninya beberapa hari. "Pergilah Max, aku janji akan menjemputmu setelah beberapa hari," ucap Ivona pada anjing alaskan itu. Seolah mengerti ucapan Ivona, Max menggosok Ivona seakan tidak rela pergi. Meski begitu, Max kemudian mengikuti anak kecil itu setelah Ivona mengusap lembut tubuh Max, dan kembali memerintahkan Max untuk pergi. "Pergilah," ucap Ivona.
Kini, hanya ada Ivona dan Alexander saja di dalam mobil. Alexander sedari tadi memperhatikan bagaimana Ivona begitu berbaik hati pada adiknya dengan memberi kesempatan untuk adiknya bisa bersama Max. Juga bagaimana Ivona memperlakukan Max.
"Apa kau yakin mau ikut denganku?" tanya Alexander. Membuat Ivona seketika membeku melihat sorot mata pria rupawan nan berbahaya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments
Seven8
kalah sama gukguk
2024-04-11
1
Aya Vivemyangel
OMG , awal paragraf baca smpt bingung gmn kakak"y bisa tau eeehh tnp diduga tryt semua jg pd reinkarnasi 😁
2023-03-30
1
Tae Woon
iya kak aku sangat yakin
2022-11-24
2