6. Rumah Alexander Alberic

Alexander membawa Ivona pulang ke mansion mewah milik keluarga Alberic. Rumah megah dengan gaya arsitektur royal Victoria ini bisa Ivona lihat dari tampilannya. Rumah victorian memiliki ciri khas yang menggabungkan antara gaya desain kontemporer-modern dan desain tradisional. Biasanya sangat identik dengan dekorasi yang memiliki sentuhan khas dari zaman kerajaan Inggris.

Bangunan yang megah dan diisi dengan furniture klasik nan mewah sangat kental terlihat dari rumah bergaya victorian ini. Hal ini pun terlihat dari penggunaan furniture lampu hias yang besar, dan gorden besar dengan warna dasar emas untuk mempertegas kesan arsitektur victorian pada interior rumah. Belum lagi dengan furniture-furniture lain yang Ivona yakini berharga sangat fantastis.

Ivona terpaku saat pertama kali memasuki bangunan yang layak untuk disebut istana ini.

"Hei, apa yang kau pikirkan?" tanya Alexander menyadarkan Ivona.

"Eh ... apa?" Bukannya menjawab, Ivona justru bertanya dengan bingung.

"Sudahlah, tunggulah di sini. Aku akan mencari Max," ucapnya, kemudian meninggalkan Ivona di ruang tamu milik keluarga Alberic tersebut.

Ivona mengedarkan pandangannya, menatap setiap jengkal dari ruangan megah itu. Alexander dan keluarganya pastilah bukan orang sembarangan, jika mengingat kejadian tadi di rumah sakit. Bagaimana dia dengan begitu entengnya memerintah seseorang untuk menghancurkan rumah sakit tersebut. Ditambah lagi dengan melihat kediaman keluarganya yang begitu mewah.

Tanpa sadar, langkahnya membawa Ivona menyusuri ruangan dalam bangunan megah itu. Hingga sampailah ia pada sebuah ruangan dengan meja yang begitu besar dan dikelilingi bangku dengan model klasik. Pastilah ini ruang makan keluarga ini, tebaknya.

Ivona terus berjalan sembari melihat setiap sudut dalam ruangan. Sampai datang seseorang yang membuatnya tersentak. "Siapa, kau?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dari arah belakang Ivona.

Merasa panggilan itu untuk dirinya, Ivona menoleh seketika. Dilihatnya seorang wanita paruh baya berdiri angkuh menatapnya. Entah mengapa, rasa waspada langsung menyelimuti dirinya. Tanpa menjawab, Ivona memundurkan langkahnya, hingga pantatnya menyentuh meja besar yang tadi ia lihat. Ivona melirik pisau buah yang ada di atas meja, dengan sigap ia segera mengambilnya. Berjaga-jaga jika orang di hadapannya adalah orang jahat.

Sebegitu paranoid-nya Ivona pada orang asing yang ia temui. Ia tak ingin lagi kembali tersiksa, sebab itu ia memilih untuk melawan.

"Siapa kau, dan apa yang kau lakukan di sini?" ulang wanita itu lagi.

Ivona tetap diam dan tak ingin menjawab. Raut wajahnya menyiratkan ketakutan dan kewaspadaan.

Alexander baru saja kembali dari mencari Max, yang tadi pulang terlebih dulu dengan adiknya. Melihat Ivona yang menatapnya dengan waspada sambil memegang pisau di tangan, membuat Alexander ingin meledeknya. "Apa kau ingin makan buah?" goda Alexander yang baru saja datang.

Ivona tak menjawab, ia justru menghambur ke pelukan Alexander. Alexander merasa ada yang aneh dengan sikap Ivona yang bersikap dingin di dalam pelukannya. Ia menatap wanita paruh baya yang kini juga tengah menatapnya dan Ivona.

Raut tidak suka terlihat dari wanita itu. "Siapa dia, Alex? apa kau mengenalnya?" tanya wanita itu. "Apa dia gadis gila?" sambungnya. Ada alasan kenapa wanita itu langsung menuduh Ivona gadis gila. Jika dilihat dari penampilan Ivona yang berantakan dengan sorot mata anehnya, tidak berlebihan jika wanita itu langsung menganggapnya gila. Terlebih saat tiba-tiba Ivona mengambil pisau buah dan menatap ke arahnya dengan waspada.

Menyadari sikap dingin Ivona, Alexander mengambil pisau ditangan Ivona masih dengan memeluknya dan menjatuhkannya begitu saja. Tanpa memedulikan anggota keluarganya, dan tidak berpaling sedikit pun, Alexander langsung membawa Ivona keluar dari mansion mewah itu. Ia rasa ia harus menenangkan Ivona.

Ivona hanya menurut saat Alexander menggandeng tangannya melewati wanita paruh baya yang tadi bertanya kepadanya. Di dalam mobil, Alexander merasa aneh bukan hanya pada Ivona, tapi juga dengan dirinya sendiri. Dia sangat jarang segegabah ini.

Dalam beberapa saat mereka saling terdiam. Alexander mengambil sebuah korek api di saku jasnya dan memainkannya.

"Tuan, jika Anda sedang sibuk, turunkan saja aku di tepi jalan." Ivona membuka suaranya. Ia tak ingin berhutang budi lagi kepada Alexander. Setelah memikirkannya, Alexander bukanlah tokoh utama pria dalam novel yang ia baca.

Alexander memutar korek api berwarna silver di tangannya, nada bicaranya terdengar malas dan sedikit dingin, "Bagaimanapun juga, aku harus bertanggung jawab pada gadis kecil yang kabur dari rumah." Setelah menjawab perkataan Ivona, Alexander memasukkan kembali korek api di tangannya, kemudian memacu mobilnya keluar dari gerbang tinggi mansion keluarga Alberic.

Jawaban Alexander membuat jantung Ivona seolah berhenti berdetak sejenak. Kata-kata yang tak pernah ia bayangkan akan keluar dari mulut seorang Alexander. Pria seperti ini kenapa bukan menjadi tokoh utama dalam novel yang ia baca. Ivona ingat betul tokoh utama pria bernama Roy Gibson, seorang pria campuran, keturunan Indonesia-Australia yang sangat kejam. Pria dengan jiwa psikopat.

Di saat pikiran Ivona masih melayang, hal tak terduga kembali Alexander lakukan. Pria itu kembali menggendong Ivona dengan tiba-tiba. Ivona yang tak sadar jika mobil yang dikendarainya sudah berhenti kaget seketika, terlebih saat tubuhnya sudah berada dalam gendongan Alexander. Untuk kedua kalinya, tangannya reflek melingkari leher pria tampan itu.

"Tuan, apa yang kau lakukan?" pekik Ivona kaget.

Alexander mengukir senyum tipis di bibirnya. "Aku sudah memanggilmu beberapa kali untuk turun, tapi kau tetap saja bergeming. Sebab itu aku pikir kau ingin digendong lagi," jawabnya enteng.

Ivona jadi malu, ternyata lamunannya membuat ia seperti tak sadarkan diri. Bahkan tak mendengar saat dipanggil. Mata Ivona terbelalak saat melihat bangunan hotel yang begitu megah. Alexander berjalan ke tempat resepsionis masih dengan Ivona yang berada dalam gendongannya.

"President suite," ucapnya sambil lalu pada sang resepsionis.

Ia bicara seolah hotel ini adalah miliknya. Meski begitu tetap saja ada seseorang yang dengan sigap mengikutinya setelah mengambil salah satu kunci kamar seperti yang Alexander ucapkan.

Raut wajah Ivona terlihat kacau, apalagi setelah melihat kesenangan di sudut bibir Alexander, raut wajahnya menjadi semakin pucat. Ini tidak bisa dibiarkan. Ia tidak ingin terlihat lemah di depan Alexander. Ia harus mencari cara agar tak dipermainkan oleh pria berparas dewa ini.

"Tuan, kalau pacaran pasti cepat, ya?" ucap Ivona berusaha menggoda Alexander.

"Pria lain mungkin cepat, tapi aku lebih cepat dan ganas," jawab Alexander.

Mendengar jawaban Alexander malah Ivona bingung bagaimana harus membalas pria ini. Niatnya untuk menggoda pupus sudah, karena bagaimanapun Ivona yakin Alexander lebih berpengalaman. Contohnya saja apa yang baru saja Ivona ucapkan, ia bertanya soal pacaran, tapi Alexander justru memikirkan hal yang lainnya. Rasanya untuk saat ini akan lebih baik jika ia tak memancing ular keluar dari sarangnya. Akan berbahaya untuk dirinya sendiri.

Ivona memilih untuk diam dan melihat apa yang akan Alexander lakukan selanjutnya.

Tiba disebuah kamar, seseorang yang tadi mengikuti mereka, segera membuka pintu kamar yang Alexander pesan, dan langsung pergi begitu Tuannya memasuki kamar. Alexander mendudukkan Ivona di sofa, lalu bejalan mengambil jubah mandi dan melemparkannya ke samping Ivona.

"Gantilah!" ucapnya dengan nada memerintah.

Ivona tak langsung menuruti perintah Alexander, ia justru menatap jubah mandi di sampingnya. Kemudian menatap Alexander dengan penuh makna tersirat.

"Kenapa?" tanya Alexander yang mendudukkan dirinya di samping Ivona.

Ivona terus menatap lekat pria di sampingnya.

Gemas melihat Ivona yang terus menatapnya, Alexander menarik gadis itu ke pangkuannya. "Aku adalah orang yang jahat, jadi bersikaplah dengan baik. Patuhi apa yang ku katakan atau aku akan memakanmu layaknya santapan ular," bisik Alexander tepat di telinga Ivona. Suara lembut Alexander justru terdengar seperti sedang menggoda dari pada sedang mengancam.

Ivona tak takut, ia terus saja menatap lekat pria yang kini tengah memangkunya. Pandangan mereka yang beradu membuat sesuatu dalam diri masing-masing terasa aneh. Muncul rasa yang bergejolak, tapi tak bisa didefinisikan.

Untunglah, bel kamar berbunyi. Membuat mereka berdua tersadar akan apa yang baru saja mereka lakukan.

"Tuan, saya mengantarkan pesanan Nyonya besar," teriak seseorang dari luar.

"Apa aku perlu masuk ke kamar mandi?" tanya Ivona, masih berada di pangkuan Alexander.

Alexander justru tersenyum, seperti sedang meledeknya. "Kau bisa jadi putriku kalau lebih kecil lagi, jadi tidak akan ada yang salah paham," jawab Alexander.

Ivona pun tertawa mendengar jawaban Alexander. Benar saja, dilihat dari penampilannya Alexander pasti memiliki umur yang jauh lebih tua darinya.

Alexander melihat pakaian Ivona yang sudah basah. "Pergilah ke kamar mandi dan bersihkan tubuhmu."

Ivona memperhatikan dirinya sendiri, baju yang basah dan kotor. Mungkin Alexander jijik kepadanya. Tanpa bantahan lagi, Ivona segera masuk ke dalam toilet.

"Tuan ... Tuan Alexander, apa Anda ada di dalam?" Orang di luar masih saja memanggil dengan gigih.

Terpopuler

Comments

Zaitun

Zaitun

🤔

2022-01-05

1

lihat semua
Episodes
1 1. Merasa Tidak Asing
2 2. Sosok di Tengah Hujan
3 3. Bawa Aku Pergi
4 4. Orang yang Tak diharapkan
5 5. Tuan Muda Kecil
6 6. Rumah Alexander Alberic
7 7. Pacar Pilihan Nyonya
8 8.Siapa Namamu
9 9. Balas Dendam 1
10 10. Balas Dendam 2
11 11. Orang Gila Itu Adikku
12 12. Dibujuk
13 13. Terima Kasih
14 14. Bertemu Nenek Aneh
15 15. Akting Ibu dan Anak
16 16. Akting yang Sempurna
17 17. Pindah Sekolah?
18 18. Mengadu
19 19. G-School
20 20. Membuat Orang Terpesona
21 INFO
22 21. Jadi Bahan Omongan
23 22. Kelly dan Teman-temannya
24 23. Tak Ada yang Mengaku
25 24. Gadis yang Berbeda
26 25. Trending Topic
27 Bab.26 Polos
28 Bab.27 Bagian dari Keluarga
29 Bab.28. Palsu
30 Bab.29 Bar Muse
31 Bab.30 Caroline Wilson
32 Bab.31 Membantu Caroline
33 Bab.32 Siapa Namamu?
34 Bab.33 Kesenangan yang Berakhir
35 Bab.34 Menemukanmu
36 Bab.35 Vila Alexander
37 Bab.36 Berita Besar
38 Bab.37 Perundungan 1
39 Bab.38 Perundungan 2
40 Bab.39 Perundungan 3
41 Bab.40 Penolakan
42 Bab.41 Hukum Dia
43 Bab.42 Mengadu lagi
44 Bab.43 Hukum Dia 2
45 Bab.44 Vidio Perundungan
46 Bab.45 Mengancam Posisi
47 Bab.46 Hopes and Dreams
48 Bab.47 Mengarang Cerita
49 Bab.48 Dasar Sampah
50 Bab. 49 Dicari Saat Dibutuhkan
51 Bab.50 Pembuat Ulah
52 Bab.51 Bertukar Kamar
53 Bab.52 Dua Orang yang Saling Mendukung
54 Bab.53 Nana
55 Bab.54 Kantung Mata
56 Bab.55 Wakil Pelajaran Fisika
57 Bab.56 Gadis Di Bawah Rata-rata
58 Bab.57 Kegelisahan Vaya
59 Bab.58 Anak Tidak Berbakti
60 Bab. 59 Darah Keluarga Iswara
61 Bab.60 Hadiah Untuk Kakek
62 Bab.61 Bingkai Kenangan
63 Bab.62 Tamu Tuan Iswara
64 Bab.63 Masih Berusaha Menjodohkan
65 Bab.64 Dokter Spencer
66 Bab.65 Perdebatan
67 Bab.66 Anak Pungut
68 Bab.67 Candu Aroma Tubuh
69 Bab.68 Perjanjian
70 Bab.69 Penerus Keluarga Iswara
71 Bab.70 Wanita Asing
72 Bab.71 Guru Les Privat
73 Bab.72 Mengerjai Guru Les
74 Bab.73 Aku Ingin yang Sepertimu
75 Bab.74 Menggoda
76 Bab.75 Gosip Anak Haram
77 Bab.76 Anak Haram yang Sombong
78 Bab.77 Kekacauan 1
79 Bab.78 Kekacauan 2
80 Bab.79 Kekacauan 3
81 Bab.80 Kekacauan 4
82 Bab.81 Jadi Rebutan
83 Bab.82 (Masih) Berebut Ivona
84 Bab.83 Menemukan Ivona
85 Bab.84 Bahan Pergunjingan
86 Bab.85 Bersikap Akrab
87 Baba.86 Oase
88 Bab.87 Gen Keluarga Iswara
89 Bab.88 Gagal Pamer
90 Bab.89 Kejadian Salah Paham
91 Bab.90 Hadiah
92 Bab.91 Kotak Musik Ballerina
93 Bab.92 Tak Dianggap
94 Bab.93 Pria Limited Edition
95 Bab.94 Aku Serahkan Ivona Padamu
96 Bab.95 Memaksa Pulang
97 Bab.96 Menghindar
98 Bab.97 Pusat Perbelanjaan
99 Bab.98 Firasat Buruk
100 Bab.99 Pusat Perhatian
101 Bab.100 Memukau
102 Bab.101 Pria Sampah
103 Bab.102 Takut Jatuh Cinta
104 Bab.103 Ivona si Gadis Gila
105 Bab.104 Serangan Balik
106 Bab.105 Sekamar
107 Bab.106 Diusir
108 Bab.107 Terpuruk
109 Bab.108 Rencana Jahat
110 Bab.109 Penculikan
111 Bab.110 Serangan
112 Bab.111 Akhir Dari Roy
113 Bab.112 Akhirnya Aku Kembali
114 Bab.113 Kasih Sayang Ibu Tak Akan Layu
115 Bab. 114 Cinta Yang Lain
116 Bab.115 Bawa Dia Kalau Kau punya Uang
117 Bab.116 Kompetisi Fisika 1
118 Bab.117 Kompetisi Fisika 2
119 Bab.118 Jeany
120 Bab.119 Hukuman Untuk Jeany dan Kelly
121 Bab.120 Nyonya Alberic
122 Bab.121 Kau Di Mana?
123 Bab.122 Kehilangan Kesempatan
124 Bab.123 Hari Kelulusan
125 Bab.124 Valia Leandre
126 Bab.125 Aku Rindu Aroma Candu
127 Bab.126 Philip Island
128 Bab. 127 Red Diamond
129 Bab.128 Vaya?
130 Bab.129 Salah Orang
131 Bab.130 Aku Akan Pergi
132 Bab.131 Godaan Valia
133 Bab.132 Curiga
134 Bab.133 Pria Botak
135 Bab.134 Temukan Ivona!
136 Bab.135 Mencoba Kabur
137 Bab.136 Mencoba Kabur 2
138 Bab. 137 Misi Penyalamatan
139 Bab. 138 Rela Terperangkap
140 Bab. 139 Cincin Pernikahan
141 Bab. 140 Filosofi Batu Ruby
142 Bab.141 Tamu Tak Diundag
143 Bab.142 Kedatangan Nyonya Alberic
144 Bab.143 Calon Istri
145 Bab. 144 Lamaran Resmi
146 Bab. 145 Water Teapot
147 Bab.146 Masa Lalu Vaya
148 Bab.147 The Wedding
149 Bab.148 Akhir Dalam Novel
150 Bab. 149 Kembali Ke Dunia Nyata
151 Bab.150 Owner Baru
152 Bab.151 Mimpi Aneh
153 Bab.152 Siapa Kau?
154 Bab.153 Calon Menantu
155 Bab.154 Menikahlah Denganku
156 Bab.155 Bisa Jadi Gila
157 Bab.156 Keluarga Gila
158 Bab.157 Menurutlah
159 Bab. 158 Kau Membuatku Gila
160 Bab.159 Pengakuan
161 Bab.160 Mencoba Menerima
162 Bab. 161 Belajar Menerima Takdir
163 Bab.162 Rasa Bersalah
164 Bab.163 Ivona, Sadarlah!
165 Bab.164 Lelucon
166 Bab.165 OTW Wedding
167 Bab.166 OTW Wedding
168 Bab.167 The Real Wedding (The End)
169 Ucapan Terima Kasih
Episodes

Updated 169 Episodes

1
1. Merasa Tidak Asing
2
2. Sosok di Tengah Hujan
3
3. Bawa Aku Pergi
4
4. Orang yang Tak diharapkan
5
5. Tuan Muda Kecil
6
6. Rumah Alexander Alberic
7
7. Pacar Pilihan Nyonya
8
8.Siapa Namamu
9
9. Balas Dendam 1
10
10. Balas Dendam 2
11
11. Orang Gila Itu Adikku
12
12. Dibujuk
13
13. Terima Kasih
14
14. Bertemu Nenek Aneh
15
15. Akting Ibu dan Anak
16
16. Akting yang Sempurna
17
17. Pindah Sekolah?
18
18. Mengadu
19
19. G-School
20
20. Membuat Orang Terpesona
21
INFO
22
21. Jadi Bahan Omongan
23
22. Kelly dan Teman-temannya
24
23. Tak Ada yang Mengaku
25
24. Gadis yang Berbeda
26
25. Trending Topic
27
Bab.26 Polos
28
Bab.27 Bagian dari Keluarga
29
Bab.28. Palsu
30
Bab.29 Bar Muse
31
Bab.30 Caroline Wilson
32
Bab.31 Membantu Caroline
33
Bab.32 Siapa Namamu?
34
Bab.33 Kesenangan yang Berakhir
35
Bab.34 Menemukanmu
36
Bab.35 Vila Alexander
37
Bab.36 Berita Besar
38
Bab.37 Perundungan 1
39
Bab.38 Perundungan 2
40
Bab.39 Perundungan 3
41
Bab.40 Penolakan
42
Bab.41 Hukum Dia
43
Bab.42 Mengadu lagi
44
Bab.43 Hukum Dia 2
45
Bab.44 Vidio Perundungan
46
Bab.45 Mengancam Posisi
47
Bab.46 Hopes and Dreams
48
Bab.47 Mengarang Cerita
49
Bab.48 Dasar Sampah
50
Bab. 49 Dicari Saat Dibutuhkan
51
Bab.50 Pembuat Ulah
52
Bab.51 Bertukar Kamar
53
Bab.52 Dua Orang yang Saling Mendukung
54
Bab.53 Nana
55
Bab.54 Kantung Mata
56
Bab.55 Wakil Pelajaran Fisika
57
Bab.56 Gadis Di Bawah Rata-rata
58
Bab.57 Kegelisahan Vaya
59
Bab.58 Anak Tidak Berbakti
60
Bab. 59 Darah Keluarga Iswara
61
Bab.60 Hadiah Untuk Kakek
62
Bab.61 Bingkai Kenangan
63
Bab.62 Tamu Tuan Iswara
64
Bab.63 Masih Berusaha Menjodohkan
65
Bab.64 Dokter Spencer
66
Bab.65 Perdebatan
67
Bab.66 Anak Pungut
68
Bab.67 Candu Aroma Tubuh
69
Bab.68 Perjanjian
70
Bab.69 Penerus Keluarga Iswara
71
Bab.70 Wanita Asing
72
Bab.71 Guru Les Privat
73
Bab.72 Mengerjai Guru Les
74
Bab.73 Aku Ingin yang Sepertimu
75
Bab.74 Menggoda
76
Bab.75 Gosip Anak Haram
77
Bab.76 Anak Haram yang Sombong
78
Bab.77 Kekacauan 1
79
Bab.78 Kekacauan 2
80
Bab.79 Kekacauan 3
81
Bab.80 Kekacauan 4
82
Bab.81 Jadi Rebutan
83
Bab.82 (Masih) Berebut Ivona
84
Bab.83 Menemukan Ivona
85
Bab.84 Bahan Pergunjingan
86
Bab.85 Bersikap Akrab
87
Baba.86 Oase
88
Bab.87 Gen Keluarga Iswara
89
Bab.88 Gagal Pamer
90
Bab.89 Kejadian Salah Paham
91
Bab.90 Hadiah
92
Bab.91 Kotak Musik Ballerina
93
Bab.92 Tak Dianggap
94
Bab.93 Pria Limited Edition
95
Bab.94 Aku Serahkan Ivona Padamu
96
Bab.95 Memaksa Pulang
97
Bab.96 Menghindar
98
Bab.97 Pusat Perbelanjaan
99
Bab.98 Firasat Buruk
100
Bab.99 Pusat Perhatian
101
Bab.100 Memukau
102
Bab.101 Pria Sampah
103
Bab.102 Takut Jatuh Cinta
104
Bab.103 Ivona si Gadis Gila
105
Bab.104 Serangan Balik
106
Bab.105 Sekamar
107
Bab.106 Diusir
108
Bab.107 Terpuruk
109
Bab.108 Rencana Jahat
110
Bab.109 Penculikan
111
Bab.110 Serangan
112
Bab.111 Akhir Dari Roy
113
Bab.112 Akhirnya Aku Kembali
114
Bab.113 Kasih Sayang Ibu Tak Akan Layu
115
Bab. 114 Cinta Yang Lain
116
Bab.115 Bawa Dia Kalau Kau punya Uang
117
Bab.116 Kompetisi Fisika 1
118
Bab.117 Kompetisi Fisika 2
119
Bab.118 Jeany
120
Bab.119 Hukuman Untuk Jeany dan Kelly
121
Bab.120 Nyonya Alberic
122
Bab.121 Kau Di Mana?
123
Bab.122 Kehilangan Kesempatan
124
Bab.123 Hari Kelulusan
125
Bab.124 Valia Leandre
126
Bab.125 Aku Rindu Aroma Candu
127
Bab.126 Philip Island
128
Bab. 127 Red Diamond
129
Bab.128 Vaya?
130
Bab.129 Salah Orang
131
Bab.130 Aku Akan Pergi
132
Bab.131 Godaan Valia
133
Bab.132 Curiga
134
Bab.133 Pria Botak
135
Bab.134 Temukan Ivona!
136
Bab.135 Mencoba Kabur
137
Bab.136 Mencoba Kabur 2
138
Bab. 137 Misi Penyalamatan
139
Bab. 138 Rela Terperangkap
140
Bab. 139 Cincin Pernikahan
141
Bab. 140 Filosofi Batu Ruby
142
Bab.141 Tamu Tak Diundag
143
Bab.142 Kedatangan Nyonya Alberic
144
Bab.143 Calon Istri
145
Bab. 144 Lamaran Resmi
146
Bab. 145 Water Teapot
147
Bab.146 Masa Lalu Vaya
148
Bab.147 The Wedding
149
Bab.148 Akhir Dalam Novel
150
Bab. 149 Kembali Ke Dunia Nyata
151
Bab.150 Owner Baru
152
Bab.151 Mimpi Aneh
153
Bab.152 Siapa Kau?
154
Bab.153 Calon Menantu
155
Bab.154 Menikahlah Denganku
156
Bab.155 Bisa Jadi Gila
157
Bab.156 Keluarga Gila
158
Bab.157 Menurutlah
159
Bab. 158 Kau Membuatku Gila
160
Bab.159 Pengakuan
161
Bab.160 Mencoba Menerima
162
Bab. 161 Belajar Menerima Takdir
163
Bab.162 Rasa Bersalah
164
Bab.163 Ivona, Sadarlah!
165
Bab.164 Lelucon
166
Bab.165 OTW Wedding
167
Bab.166 OTW Wedding
168
Bab.167 The Real Wedding (The End)
169
Ucapan Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!