8.Siapa Namamu

Ivona melirik wanita itu sekilas, "Sampai kapan kau akan berada di situ, apa kau menungguku selesai ganti baju?" cibirnya.

Mendengar ucapan Ivona yang menjengkelkan wanita itu pergi dengan kesal. Ivona tertawa puas telah membalas perlakuan angkuh wanita itu. Ia bukan lagi Ivona yang akan pasrah jika diperlakukan tidak baik, ia akan membalas dengan perlakuan yang sama atau bahkan lebih menyedihkan dari perlakuan yang ia terima.

Beberapa menit kemudian, Alexander keluar dari kamar mandi. Dengan handuk melilit di pinggangnya dan satu handuk kecil di tangan kirinya, mengusap rambut basahnya. "Kenapa denganmu?" tanya Alexander saat keluar dari kamar mandi dan mendapati Ivona tengah tertawa.

Seketika Ivona menutup mulutnya. "Eh ... apa?"

Alexander malah bingung, ia yang bertanya malah di tanya balik.

Menyadari sikap Alexander Ivona segera mengatur dirinya dengan baik. "Ah ... itu, aku hanya memikirkan tentang kejadian lucu di masa lalu," bohongnya pada Alexander.

Pria itu mengangguk paham. "Apa ada yang datang?" tanyanya kemudian.

"Siapa?"

Alexander mengernyitkan dahi.

"Oh ... wanita itu, dia sudah pergi," jawab Ivona dingin.

Gadis itu kembali mengambil paper bag tempat ia mengambil baju gantinya, di sana ia menemukan obat untuk luka-lukanya. Mungkin Alexander yang memesan obat itu untuknya. Tak lagi melihat Alexander yang masih berdiri memperhatikannya, Ivona mendudukkan dirinya di ranjang. Ia membuka tutup saleb dan mengolesnya pada luka di kakinya.

"Mungkin Tuan harus menjelaskannya sendiri dengan baik-baik jika pulang nanti," ucap Ivona.

Tanpa malu, Ivona melepas dua kancing kemeja yang ia kenakan, ia merasa ada luka di bahunya, sebab saat mandi ia merasakan perih di sana. Ternyata sulit juga menjangkau bagian belakang bahunya saat ia akan mengoleskan salep.

Melihat Ivona yang seakan kesulitan mengobati lukanya, Alexander tiba-tiba melempar handuk kecil di tangannya dengan asal, kemudian mengambil salep di tangan Ivona. Tanpa bertanya, ia segera menurunkan sedikit kemeja Ivona dan mengoleskan salep pada luka di bahu gadis itu. "Lagi pula aku juga tidak berharap kau bisa berbuat hal baik," ucap Alexander saat mengobati luka Ivona.

Alexander bukan orang yang bodoh, ia bisa melihat karakter Ivona yang arogan dan pastinya tidak bisa tinggal diam. Ia juga tahu benar karakter wanita yang dipilih oleh nyonya besar untuk dirinya. Pasti sudah terjadi hal seru antara dua wanita yang merebutkan seorang pria.

Ivona mencebik kesal mendendengar kejujuran Alexander. "Harusnya tadi aku mengatakan pada wanita itu jika pintu kamar mandi tidak dikunci," ucapnya dengan nada kesal pada ucapan Alexander.

Alexander tertawa. "Kenapa tidak kau lakukan?"

Ivona membalik tubuhnya, matanya mendelik menatap tajam Alexander. Hal justru terlihat menggemaskan bagi pria dewasa seperti Alexander. Hanya sekejab, Ivona kembali ke posisinya semula, membelakangi Alexander agar pria itu bisa dengan mudah mengoleskan salep di bahunya.

"Siapa namamu?" tanya Alexander, yang kembali mengoles salep.

"Ivona Carminda," jawab Ivona tak ingin berbohong.

Sudut bibir pria itu terangkat setelah mendengarnya, sorot matanya terlihat santai.

"Namaku Alexander Alberic." Alexander berdiri dan meletakkan kembali salep di tangan Ivona. "Istirahatlah," ucapnya kemudian. Sebelum pergi ia mengacak rambut Ivona.

Ivona hanya bisa terpaku memperhatikan pria yang telah menolongnya kembali masuk ke kamar mandi. Ada apa dengan dirinya, dan kenapa sikap pria itu serasa aneh bagi respon tubuhnya.

____________

Keesokan harinya, Ivona terbangun saat matahari sudah mulai meninggi. Ia mengedarkan pandangannya mencari Alexander yang semalam memilih untuk tidur di sofa dan membiarkannya menempati kasur berukuran king size itu seorang diri. Tak ada siapa pun di sana, bahkan tak terlihat seorang pun di kamar ini selain dirinya.

Ivona melihat selembar kertas di atas nakas dan beberapa lembar uang dolar. Lagi-lagi ia merasa berhutang budi pada Alexander.

Ia tidak terlalu suka berhutang pada orang lain, apalagi dengan kondisinya saat ini, akan sangat sulit untuk membayarnya.

Ia membaca tulisan dalam selembar kertas itu.

Aku pergi terlebih dahulu, ini adalah nomor teleponku, jika ada sesuatu dan kau membutuhkan bantuan ku, hubungi saja nomor ini. Uang ini juga bisa kau gunakan dan aku tidak menganggapnya sebagai hutang.

Setelah membacanya, Ivona menaruhnya lagi di atas nakas. Ia segera membersihkan diri untuk meninggalkan hotel ini. Tak lupa membawa uang dan nomor ponsel yang diberikan Alexander.

Meskipun tidak menyukai keluarga Iswara, tapi Ivona tetap memutuskan untuk pulang.

____________

Saat ini di keluarga Iswara. Thomas sedang duduk di sofa menyesali diri karena tidak menemukan Ivona kemarin, dia teringat kembali akan kehidupan sebelumnya, karena terjadi kecelakaan pada putri seorang tokoh besar di rumah sakit jiwa, maka barulah rumah sakit jiwa itu terekspos, ketika mereka, kakak beradik menemukan Ivona, Ivona telah dianiaya hingga mengenaskan, sifatnya juga menjadi sangat aneh.

Kalimat Ivona di kehidupan sebelumnya terus muncul di dalam benak Thomas, yaitu "Aku tidak mau lagi jadi adik kalian di kehidupan mendatang." Kata-kata yang membuat Thomas merasa gagal menjadi seorang kakak, hingga ucapan itu keluar dari bibir adiknya.

Kebetulan Ivona berjalan masuk dari pintu, perpaduan antara gaun berwarna merah dengan rambut hitamnya membuat gadis itu terlihat sangat cantik.

Mata Thomas menjadi sembab, sebelum bangkrut di kehidupan sebelumnya, mereka sama sekali tidak memahami Ivona, setelah bangkrut mereka mengetahui kalau Ivona sangat cantik, tapi sebatang lisptik pun tak mampu mereka belikan untuknya, yang bisa dilakukan hanya melihat Ivona bekerja di 3 tempat dan berpakaian lusuh.

Baru saja Thomas hendak memanggil Ivona, Vaya pun muncul dan menyela. "Ruang piano terlalu panas, mungkin karena ruangannya yang tak terlalu luas. Aku ingin menggantinya dengan kamar Ivona."

Thomas ingat kalau di kehidupan sebelumnya dirinya bisa-bisanya menyetujui hal ini, dia merasa dirinya benar-benar kakak yang buruk.

Ivona yang mendengar langsung menyetujuinya dengan segera. "Tidak masalah, kau mau menggunakan kamarku untuk apa pun itu bukan lagi urusanku, karena aku akan tinggal di asrama sekolah."

Mendengar sahutan Ivona, Vaya menoleh, ia melihat Ivona yang berjalan memasuki pintu. Ia sedikitpun tidak percaya kalau ini adalah Ivona, di dalam pandangannya IVona tidak mungkin secantik ini.

"Untuk apa kau tinggal di asrama, jika kau punya rumah sendiri?" tanya Thomas. Thomas tidak tega melihat Ivona tinggal dia asrama sekolah.

Ucapan Thomas membuat Vaya tersadar kalau kakak ketiganya sangat aneh, bukannya dulu dia yang paling membenci Ivona?

Kenapa sekarang bisa kasihan padanya?

Mungkinkah Kak Thomas merasa Ivona tidak akan bisa terbiasa dengan kehidupan asrama, dan akan semakin menyebalkan jika pindah kesana kesini?

"Kak Thom, Ivona bukanlah gadis cengeng yang perlu dikhawatirkan," sahut Vaya.

Episodes
1 1. Merasa Tidak Asing
2 2. Sosok di Tengah Hujan
3 3. Bawa Aku Pergi
4 4. Orang yang Tak diharapkan
5 5. Tuan Muda Kecil
6 6. Rumah Alexander Alberic
7 7. Pacar Pilihan Nyonya
8 8.Siapa Namamu
9 9. Balas Dendam 1
10 10. Balas Dendam 2
11 11. Orang Gila Itu Adikku
12 12. Dibujuk
13 13. Terima Kasih
14 14. Bertemu Nenek Aneh
15 15. Akting Ibu dan Anak
16 16. Akting yang Sempurna
17 17. Pindah Sekolah?
18 18. Mengadu
19 19. G-School
20 20. Membuat Orang Terpesona
21 INFO
22 21. Jadi Bahan Omongan
23 22. Kelly dan Teman-temannya
24 23. Tak Ada yang Mengaku
25 24. Gadis yang Berbeda
26 25. Trending Topic
27 Bab.26 Polos
28 Bab.27 Bagian dari Keluarga
29 Bab.28. Palsu
30 Bab.29 Bar Muse
31 Bab.30 Caroline Wilson
32 Bab.31 Membantu Caroline
33 Bab.32 Siapa Namamu?
34 Bab.33 Kesenangan yang Berakhir
35 Bab.34 Menemukanmu
36 Bab.35 Vila Alexander
37 Bab.36 Berita Besar
38 Bab.37 Perundungan 1
39 Bab.38 Perundungan 2
40 Bab.39 Perundungan 3
41 Bab.40 Penolakan
42 Bab.41 Hukum Dia
43 Bab.42 Mengadu lagi
44 Bab.43 Hukum Dia 2
45 Bab.44 Vidio Perundungan
46 Bab.45 Mengancam Posisi
47 Bab.46 Hopes and Dreams
48 Bab.47 Mengarang Cerita
49 Bab.48 Dasar Sampah
50 Bab. 49 Dicari Saat Dibutuhkan
51 Bab.50 Pembuat Ulah
52 Bab.51 Bertukar Kamar
53 Bab.52 Dua Orang yang Saling Mendukung
54 Bab.53 Nana
55 Bab.54 Kantung Mata
56 Bab.55 Wakil Pelajaran Fisika
57 Bab.56 Gadis Di Bawah Rata-rata
58 Bab.57 Kegelisahan Vaya
59 Bab.58 Anak Tidak Berbakti
60 Bab. 59 Darah Keluarga Iswara
61 Bab.60 Hadiah Untuk Kakek
62 Bab.61 Bingkai Kenangan
63 Bab.62 Tamu Tuan Iswara
64 Bab.63 Masih Berusaha Menjodohkan
65 Bab.64 Dokter Spencer
66 Bab.65 Perdebatan
67 Bab.66 Anak Pungut
68 Bab.67 Candu Aroma Tubuh
69 Bab.68 Perjanjian
70 Bab.69 Penerus Keluarga Iswara
71 Bab.70 Wanita Asing
72 Bab.71 Guru Les Privat
73 Bab.72 Mengerjai Guru Les
74 Bab.73 Aku Ingin yang Sepertimu
75 Bab.74 Menggoda
76 Bab.75 Gosip Anak Haram
77 Bab.76 Anak Haram yang Sombong
78 Bab.77 Kekacauan 1
79 Bab.78 Kekacauan 2
80 Bab.79 Kekacauan 3
81 Bab.80 Kekacauan 4
82 Bab.81 Jadi Rebutan
83 Bab.82 (Masih) Berebut Ivona
84 Bab.83 Menemukan Ivona
85 Bab.84 Bahan Pergunjingan
86 Bab.85 Bersikap Akrab
87 Baba.86 Oase
88 Bab.87 Gen Keluarga Iswara
89 Bab.88 Gagal Pamer
90 Bab.89 Kejadian Salah Paham
91 Bab.90 Hadiah
92 Bab.91 Kotak Musik Ballerina
93 Bab.92 Tak Dianggap
94 Bab.93 Pria Limited Edition
95 Bab.94 Aku Serahkan Ivona Padamu
96 Bab.95 Memaksa Pulang
97 Bab.96 Menghindar
98 Bab.97 Pusat Perbelanjaan
99 Bab.98 Firasat Buruk
100 Bab.99 Pusat Perhatian
101 Bab.100 Memukau
102 Bab.101 Pria Sampah
103 Bab.102 Takut Jatuh Cinta
104 Bab.103 Ivona si Gadis Gila
105 Bab.104 Serangan Balik
106 Bab.105 Sekamar
107 Bab.106 Diusir
108 Bab.107 Terpuruk
109 Bab.108 Rencana Jahat
110 Bab.109 Penculikan
111 Bab.110 Serangan
112 Bab.111 Akhir Dari Roy
113 Bab.112 Akhirnya Aku Kembali
114 Bab.113 Kasih Sayang Ibu Tak Akan Layu
115 Bab. 114 Cinta Yang Lain
116 Bab.115 Bawa Dia Kalau Kau punya Uang
117 Bab.116 Kompetisi Fisika 1
118 Bab.117 Kompetisi Fisika 2
119 Bab.118 Jeany
120 Bab.119 Hukuman Untuk Jeany dan Kelly
121 Bab.120 Nyonya Alberic
122 Bab.121 Kau Di Mana?
123 Bab.122 Kehilangan Kesempatan
124 Bab.123 Hari Kelulusan
125 Bab.124 Valia Leandre
126 Bab.125 Aku Rindu Aroma Candu
127 Bab.126 Philip Island
128 Bab. 127 Red Diamond
129 Bab.128 Vaya?
130 Bab.129 Salah Orang
131 Bab.130 Aku Akan Pergi
132 Bab.131 Godaan Valia
133 Bab.132 Curiga
134 Bab.133 Pria Botak
135 Bab.134 Temukan Ivona!
136 Bab.135 Mencoba Kabur
137 Bab.136 Mencoba Kabur 2
138 Bab. 137 Misi Penyalamatan
139 Bab. 138 Rela Terperangkap
140 Bab. 139 Cincin Pernikahan
141 Bab. 140 Filosofi Batu Ruby
142 Bab.141 Tamu Tak Diundag
143 Bab.142 Kedatangan Nyonya Alberic
144 Bab.143 Calon Istri
145 Bab. 144 Lamaran Resmi
146 Bab. 145 Water Teapot
147 Bab.146 Masa Lalu Vaya
148 Bab.147 The Wedding
149 Bab.148 Akhir Dalam Novel
150 Bab. 149 Kembali Ke Dunia Nyata
151 Bab.150 Owner Baru
152 Bab.151 Mimpi Aneh
153 Bab.152 Siapa Kau?
154 Bab.153 Calon Menantu
155 Bab.154 Menikahlah Denganku
156 Bab.155 Bisa Jadi Gila
157 Bab.156 Keluarga Gila
158 Bab.157 Menurutlah
159 Bab. 158 Kau Membuatku Gila
160 Bab.159 Pengakuan
161 Bab.160 Mencoba Menerima
162 Bab. 161 Belajar Menerima Takdir
163 Bab.162 Rasa Bersalah
164 Bab.163 Ivona, Sadarlah!
165 Bab.164 Lelucon
166 Bab.165 OTW Wedding
167 Bab.166 OTW Wedding
168 Bab.167 The Real Wedding (The End)
169 Ucapan Terima Kasih
Episodes

Updated 169 Episodes

1
1. Merasa Tidak Asing
2
2. Sosok di Tengah Hujan
3
3. Bawa Aku Pergi
4
4. Orang yang Tak diharapkan
5
5. Tuan Muda Kecil
6
6. Rumah Alexander Alberic
7
7. Pacar Pilihan Nyonya
8
8.Siapa Namamu
9
9. Balas Dendam 1
10
10. Balas Dendam 2
11
11. Orang Gila Itu Adikku
12
12. Dibujuk
13
13. Terima Kasih
14
14. Bertemu Nenek Aneh
15
15. Akting Ibu dan Anak
16
16. Akting yang Sempurna
17
17. Pindah Sekolah?
18
18. Mengadu
19
19. G-School
20
20. Membuat Orang Terpesona
21
INFO
22
21. Jadi Bahan Omongan
23
22. Kelly dan Teman-temannya
24
23. Tak Ada yang Mengaku
25
24. Gadis yang Berbeda
26
25. Trending Topic
27
Bab.26 Polos
28
Bab.27 Bagian dari Keluarga
29
Bab.28. Palsu
30
Bab.29 Bar Muse
31
Bab.30 Caroline Wilson
32
Bab.31 Membantu Caroline
33
Bab.32 Siapa Namamu?
34
Bab.33 Kesenangan yang Berakhir
35
Bab.34 Menemukanmu
36
Bab.35 Vila Alexander
37
Bab.36 Berita Besar
38
Bab.37 Perundungan 1
39
Bab.38 Perundungan 2
40
Bab.39 Perundungan 3
41
Bab.40 Penolakan
42
Bab.41 Hukum Dia
43
Bab.42 Mengadu lagi
44
Bab.43 Hukum Dia 2
45
Bab.44 Vidio Perundungan
46
Bab.45 Mengancam Posisi
47
Bab.46 Hopes and Dreams
48
Bab.47 Mengarang Cerita
49
Bab.48 Dasar Sampah
50
Bab. 49 Dicari Saat Dibutuhkan
51
Bab.50 Pembuat Ulah
52
Bab.51 Bertukar Kamar
53
Bab.52 Dua Orang yang Saling Mendukung
54
Bab.53 Nana
55
Bab.54 Kantung Mata
56
Bab.55 Wakil Pelajaran Fisika
57
Bab.56 Gadis Di Bawah Rata-rata
58
Bab.57 Kegelisahan Vaya
59
Bab.58 Anak Tidak Berbakti
60
Bab. 59 Darah Keluarga Iswara
61
Bab.60 Hadiah Untuk Kakek
62
Bab.61 Bingkai Kenangan
63
Bab.62 Tamu Tuan Iswara
64
Bab.63 Masih Berusaha Menjodohkan
65
Bab.64 Dokter Spencer
66
Bab.65 Perdebatan
67
Bab.66 Anak Pungut
68
Bab.67 Candu Aroma Tubuh
69
Bab.68 Perjanjian
70
Bab.69 Penerus Keluarga Iswara
71
Bab.70 Wanita Asing
72
Bab.71 Guru Les Privat
73
Bab.72 Mengerjai Guru Les
74
Bab.73 Aku Ingin yang Sepertimu
75
Bab.74 Menggoda
76
Bab.75 Gosip Anak Haram
77
Bab.76 Anak Haram yang Sombong
78
Bab.77 Kekacauan 1
79
Bab.78 Kekacauan 2
80
Bab.79 Kekacauan 3
81
Bab.80 Kekacauan 4
82
Bab.81 Jadi Rebutan
83
Bab.82 (Masih) Berebut Ivona
84
Bab.83 Menemukan Ivona
85
Bab.84 Bahan Pergunjingan
86
Bab.85 Bersikap Akrab
87
Baba.86 Oase
88
Bab.87 Gen Keluarga Iswara
89
Bab.88 Gagal Pamer
90
Bab.89 Kejadian Salah Paham
91
Bab.90 Hadiah
92
Bab.91 Kotak Musik Ballerina
93
Bab.92 Tak Dianggap
94
Bab.93 Pria Limited Edition
95
Bab.94 Aku Serahkan Ivona Padamu
96
Bab.95 Memaksa Pulang
97
Bab.96 Menghindar
98
Bab.97 Pusat Perbelanjaan
99
Bab.98 Firasat Buruk
100
Bab.99 Pusat Perhatian
101
Bab.100 Memukau
102
Bab.101 Pria Sampah
103
Bab.102 Takut Jatuh Cinta
104
Bab.103 Ivona si Gadis Gila
105
Bab.104 Serangan Balik
106
Bab.105 Sekamar
107
Bab.106 Diusir
108
Bab.107 Terpuruk
109
Bab.108 Rencana Jahat
110
Bab.109 Penculikan
111
Bab.110 Serangan
112
Bab.111 Akhir Dari Roy
113
Bab.112 Akhirnya Aku Kembali
114
Bab.113 Kasih Sayang Ibu Tak Akan Layu
115
Bab. 114 Cinta Yang Lain
116
Bab.115 Bawa Dia Kalau Kau punya Uang
117
Bab.116 Kompetisi Fisika 1
118
Bab.117 Kompetisi Fisika 2
119
Bab.118 Jeany
120
Bab.119 Hukuman Untuk Jeany dan Kelly
121
Bab.120 Nyonya Alberic
122
Bab.121 Kau Di Mana?
123
Bab.122 Kehilangan Kesempatan
124
Bab.123 Hari Kelulusan
125
Bab.124 Valia Leandre
126
Bab.125 Aku Rindu Aroma Candu
127
Bab.126 Philip Island
128
Bab. 127 Red Diamond
129
Bab.128 Vaya?
130
Bab.129 Salah Orang
131
Bab.130 Aku Akan Pergi
132
Bab.131 Godaan Valia
133
Bab.132 Curiga
134
Bab.133 Pria Botak
135
Bab.134 Temukan Ivona!
136
Bab.135 Mencoba Kabur
137
Bab.136 Mencoba Kabur 2
138
Bab. 137 Misi Penyalamatan
139
Bab. 138 Rela Terperangkap
140
Bab. 139 Cincin Pernikahan
141
Bab. 140 Filosofi Batu Ruby
142
Bab.141 Tamu Tak Diundag
143
Bab.142 Kedatangan Nyonya Alberic
144
Bab.143 Calon Istri
145
Bab. 144 Lamaran Resmi
146
Bab. 145 Water Teapot
147
Bab.146 Masa Lalu Vaya
148
Bab.147 The Wedding
149
Bab.148 Akhir Dalam Novel
150
Bab. 149 Kembali Ke Dunia Nyata
151
Bab.150 Owner Baru
152
Bab.151 Mimpi Aneh
153
Bab.152 Siapa Kau?
154
Bab.153 Calon Menantu
155
Bab.154 Menikahlah Denganku
156
Bab.155 Bisa Jadi Gila
157
Bab.156 Keluarga Gila
158
Bab.157 Menurutlah
159
Bab. 158 Kau Membuatku Gila
160
Bab.159 Pengakuan
161
Bab.160 Mencoba Menerima
162
Bab. 161 Belajar Menerima Takdir
163
Bab.162 Rasa Bersalah
164
Bab.163 Ivona, Sadarlah!
165
Bab.164 Lelucon
166
Bab.165 OTW Wedding
167
Bab.166 OTW Wedding
168
Bab.167 The Real Wedding (The End)
169
Ucapan Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!