16. Akting yang Sempurna

Ivona gugup saat melihat pria yang menghampirinya. Terlebih saat si nenek terus saja memuji ketampanan pria itu.

"Benar-benar tampan," puji nenek itu sekali lagi. "Beruntung sekali kau mendapatkan suami setampan dia."

"Bu-bukan!" Ivona menggerakkan kedua tangannya di depan, menyangkal pernyataan si nenek.

Nenek tersebut menjadi tidak senang melihat Ivona tak mengakuinya. "Begitu mirip masa bukan," ucapnya sinis.

Alexander mengangkat alisnya dan melirik kedua orang itu bergantian dengan perlahan.

Sementara,Tuan Muda kecil menundukkan kepala dan tidak berani berbicara.

"Hallo anak muda, apa kau datang untuk menjemput istri dan anakmu?" tanya nenek tersebut.

Alexander mengernyitkan alis dan bertanya balik, "Istri?" Nada terakhirnya membuat hati Ivona bergetar.

Ivona segera melihat nenek itu, dan tersenyum sambil berkata, "I-ini salah paham."

Nenek tersebut sama sekali tidak percaya pada penjelasan Ivona. "Duduklah dulu sebentar, kau bisa duduk di samping istrimu kalau kau mau," pinta nenek itu.

Alexander tidak menjelaskan, tapi ia juga tak menolak. Namun, ia setuju untuk duduk di sisi Ivona, seperti perintah nenek.

Melihat Alexander di sampingnya membuat Ivona merasa tak enak hati. Bagaimana pun juga ia harus menjelaskannya. Ivona mendekatkan kepalanya dengan kepala Alexander. "Maafkan aku, Tuan," lirih Ivona di telinga Alexander. Pria itu hanya tersenyum.

"Apa yang sedang kalian bicarakan? tidak sopan berbisik-bisik di depan orang lain, terlebih jika orang itu lebih tua dari kalian." Nenek itu memandang Ivona dan Alexander dengan tidak suka.

"Ma-maaf, Nek. Aku hanya melihat debu di pakaiannya, jadi aku berusaha membersihkannya." Ivona menaruh dua tangannya di lengan Alexander, berpura-pura membersihkan debu di baju pria itu. Melihat sikap Ivona, Alexander hanya bisa pasrah saat Ivona menepuk-nepuk lengannya.

Dia kan bukan kasur yang bisa berdebu, hingga harus ditepuk-tepuk untuk menghilangkan debunya, tapi tetap ia biarkan Ivona melakukannya.

Ivona sendiri hanya bisa nyengir saat Alexander menatapnya dengan tajam. Ia menggigit bibir bawahnya dan memasang sorot mata bersalah. "Maafkan aku, Tuan," ucapnya lebih lirih dari sebelumnya, agar tidak terdengar nenek itu. Mungkin Alexander pun tak bisa mendengarnya, sebab Ivona mengatakannya dengan sangat lirih.

"Maafkan perbuatan istri saya jika telah menyinggung Anda, Nek. Dia tidak bermaksud untuk tidak sopan, dia hanya sedang memberi tahuku soal putra kami yang tadi pergi tanpa ijin." Alexander tersenyum pada nenek, lalu beralih pada Ivona, yang terakhir ia menatap anak kecil itu, bukan dengan senyum yang sama yang ia perlihatkan pada Ivona dan nenek, tapi senyum dingin yang mengandung intimidasi.

"Saya tadi sedang membawanya ke sebuah restoran tak jauh dari tempat ini untuk bertemu Mommy-nya, tapi dia tak sabar ingin segera bertemu dengan Mommy-nya, karena itu dia kabur. Untung saja, Mommy-nya yang menemukannya, kalau tidak ... bisa-bisa ia ditemukan oleh polisi sudah menjadi santapan anjing liar." lanjut Alexander, mencoba menjelaskan, sekaligus memberi ancaman pada adiknya yang nakal.

Nenek itu manggut-manggut. Sedangkan Evan semakin menunduk, takut dengan ancaman sang kakak.

"Apa kau sudah selesai dengan dessert-mu?" Alexander melirik Evan.

"Kalau sudah, ayo kita antar nenek pulang dan kita juga harus segera pulang," sambungnya.

Anak itu hanya menggeleng dengan terus menunduk, tak berani menatap Alexander.

"Tidak usah, aku bisa pergi sendiri. Tidak perlu diantar," tolak nenek.

"Oh ... begitu, baiklah, Nek." Alexander menatap meja mereka yang kosong. "Apa kau sudah makan, Sayang? kenapa tidak ada makanan sama sekali di meja ini," tanya Alexander dengan mesra.

Ivona tak mendengar pertanyaan Alexander, sebab ia tengah terpesona dengan pria tampan ini. Ivona tak menyangka jika Alexander pun ikut dalam drama yang ia buat. Aktingnya sangat luar biasa, tak terlihat kaku sama sekali. Sangat meyakinkan. Akting yang sempurna.

"Sayang ...."

Ivona bergeming.

"Sayang ...." Alexander membelai pipi Ivona.

Ivona yang tengah asyik dengan pikirannya sendiri terhenyak saat Alexander membelai pipinya. Alexander tak lantas melepaskan tangannya dari pipi Ivona, pria itu justru menahan wajah Ivona untuk tetap menatapnya. "Apa kau sudah makan?" tanya Alexander dengan lembut.

Meski sempat terhenyak, Ivona kembali terpaku pada pria yang masih betah membelai pipinya.

"Sayang ...," panggil Alexander, lagi.

"I-iya," jawab Ivona gugup.

"Apa kau sudah makan?"

"I-iya, aku sudah makan ... sudah, aku sudah makan," jawab Ivona mengulang kalimatnya, karena ia benar-benar gugup dengan perlakuan Alexander.

"Baguslah, aku tidak ingin kau semakin kurus." Alexander melepaskan tangannya dari pipi Ivona, dan setelahnya ia mengecup lembut pipi gadis itu hingga membuatnya merona.

Nenek yang dari tadi memperhatikan kemesraan mereka hanya bisa tersenyum. "Kalian sungguh pasangan yang serasi, aku doakan semoga kalian senantiasa bahagia."

Nenek itu kemudian berdiri, dan berpamitan pada Ivona dan Alexander untuk pergi.

Setelah nenek itu pergi, Alexander mengajak adiknya pulang. "Habiskan dessert-mu dan segera pulang," titah Alexander.

"Tidak ... aku tidak mau pulang bersamamu. Aku ingin pulang saja bersama Kakak." Evan meraih tangan Ivona dan memeluknya. "Tolong bawa aku, Kak," rengek Evan.

"Rico," panggil Alexander. "Bawa dia pergi!"

Rico segera menggendong anak kecil itu pergi dengan paksa.

Ivona jadi merasa tidak enak hati karena telah membawa anak orang pergi tanpa izin, oleh karena itu dia mengatakan kepada Alexander. "Maafkan aku, aku yang telah membawa Evan kemari." Ivona berusaha menjelaskan.

Alexander menatap dingin Ivona.

"Maaf juga, telah merepotkanmu," sambungnya.

Siapa sangka Alexander sama sekali tidak menggubris topik ini. Gadis di hadapannya terlihat patuh, matanya indah bak tanpa dosa, tapi sebenarnya Alexander tahu jika gadis ini menyimpan sejuta rahasia.

Tatapan mata Alexander sepenuhnya tertuju pada Ivona. Tiba-tiba dia tersenyum dengan napas panjang. Terlihat lembut dan menggoda. "Tadi kau mencari keuntungan dariku, 'kan?"

Pertanyaan Alexander membuat Ivona tak habis pikir. Bisa-bisanya pria ini menuduhnya mencari keuntungan, meskipun kenyataannya memang demikian, tapi tidak perlu diperjelas juga, bukan.

Ivona sendiri bingung, ia baru saja datang ke sini dua hari yang lalu, tapi kenapa selalu pria ini yang ia temui di mana pun. Dan juga, selalu pria ini yang menyelamatkannya.

"Apa kau sudah jatuh cinta padaku?" Pertanyaan yang membuat Ivona ingin kabur saja.

Terpopuler

Comments

Istiqomah Fachiroh

Istiqomah Fachiroh

😊🤗🤗

2022-11-19

1

Zaitun

Zaitun

😊

2022-01-05

2

el nurmala

el nurmala

aku lanjut thor. seruuu👍👍👍

2021-11-02

2

lihat semua
Episodes
1 1. Merasa Tidak Asing
2 2. Sosok di Tengah Hujan
3 3. Bawa Aku Pergi
4 4. Orang yang Tak diharapkan
5 5. Tuan Muda Kecil
6 6. Rumah Alexander Alberic
7 7. Pacar Pilihan Nyonya
8 8.Siapa Namamu
9 9. Balas Dendam 1
10 10. Balas Dendam 2
11 11. Orang Gila Itu Adikku
12 12. Dibujuk
13 13. Terima Kasih
14 14. Bertemu Nenek Aneh
15 15. Akting Ibu dan Anak
16 16. Akting yang Sempurna
17 17. Pindah Sekolah?
18 18. Mengadu
19 19. G-School
20 20. Membuat Orang Terpesona
21 INFO
22 21. Jadi Bahan Omongan
23 22. Kelly dan Teman-temannya
24 23. Tak Ada yang Mengaku
25 24. Gadis yang Berbeda
26 25. Trending Topic
27 Bab.26 Polos
28 Bab.27 Bagian dari Keluarga
29 Bab.28. Palsu
30 Bab.29 Bar Muse
31 Bab.30 Caroline Wilson
32 Bab.31 Membantu Caroline
33 Bab.32 Siapa Namamu?
34 Bab.33 Kesenangan yang Berakhir
35 Bab.34 Menemukanmu
36 Bab.35 Vila Alexander
37 Bab.36 Berita Besar
38 Bab.37 Perundungan 1
39 Bab.38 Perundungan 2
40 Bab.39 Perundungan 3
41 Bab.40 Penolakan
42 Bab.41 Hukum Dia
43 Bab.42 Mengadu lagi
44 Bab.43 Hukum Dia 2
45 Bab.44 Vidio Perundungan
46 Bab.45 Mengancam Posisi
47 Bab.46 Hopes and Dreams
48 Bab.47 Mengarang Cerita
49 Bab.48 Dasar Sampah
50 Bab. 49 Dicari Saat Dibutuhkan
51 Bab.50 Pembuat Ulah
52 Bab.51 Bertukar Kamar
53 Bab.52 Dua Orang yang Saling Mendukung
54 Bab.53 Nana
55 Bab.54 Kantung Mata
56 Bab.55 Wakil Pelajaran Fisika
57 Bab.56 Gadis Di Bawah Rata-rata
58 Bab.57 Kegelisahan Vaya
59 Bab.58 Anak Tidak Berbakti
60 Bab. 59 Darah Keluarga Iswara
61 Bab.60 Hadiah Untuk Kakek
62 Bab.61 Bingkai Kenangan
63 Bab.62 Tamu Tuan Iswara
64 Bab.63 Masih Berusaha Menjodohkan
65 Bab.64 Dokter Spencer
66 Bab.65 Perdebatan
67 Bab.66 Anak Pungut
68 Bab.67 Candu Aroma Tubuh
69 Bab.68 Perjanjian
70 Bab.69 Penerus Keluarga Iswara
71 Bab.70 Wanita Asing
72 Bab.71 Guru Les Privat
73 Bab.72 Mengerjai Guru Les
74 Bab.73 Aku Ingin yang Sepertimu
75 Bab.74 Menggoda
76 Bab.75 Gosip Anak Haram
77 Bab.76 Anak Haram yang Sombong
78 Bab.77 Kekacauan 1
79 Bab.78 Kekacauan 2
80 Bab.79 Kekacauan 3
81 Bab.80 Kekacauan 4
82 Bab.81 Jadi Rebutan
83 Bab.82 (Masih) Berebut Ivona
84 Bab.83 Menemukan Ivona
85 Bab.84 Bahan Pergunjingan
86 Bab.85 Bersikap Akrab
87 Baba.86 Oase
88 Bab.87 Gen Keluarga Iswara
89 Bab.88 Gagal Pamer
90 Bab.89 Kejadian Salah Paham
91 Bab.90 Hadiah
92 Bab.91 Kotak Musik Ballerina
93 Bab.92 Tak Dianggap
94 Bab.93 Pria Limited Edition
95 Bab.94 Aku Serahkan Ivona Padamu
96 Bab.95 Memaksa Pulang
97 Bab.96 Menghindar
98 Bab.97 Pusat Perbelanjaan
99 Bab.98 Firasat Buruk
100 Bab.99 Pusat Perhatian
101 Bab.100 Memukau
102 Bab.101 Pria Sampah
103 Bab.102 Takut Jatuh Cinta
104 Bab.103 Ivona si Gadis Gila
105 Bab.104 Serangan Balik
106 Bab.105 Sekamar
107 Bab.106 Diusir
108 Bab.107 Terpuruk
109 Bab.108 Rencana Jahat
110 Bab.109 Penculikan
111 Bab.110 Serangan
112 Bab.111 Akhir Dari Roy
113 Bab.112 Akhirnya Aku Kembali
114 Bab.113 Kasih Sayang Ibu Tak Akan Layu
115 Bab. 114 Cinta Yang Lain
116 Bab.115 Bawa Dia Kalau Kau punya Uang
117 Bab.116 Kompetisi Fisika 1
118 Bab.117 Kompetisi Fisika 2
119 Bab.118 Jeany
120 Bab.119 Hukuman Untuk Jeany dan Kelly
121 Bab.120 Nyonya Alberic
122 Bab.121 Kau Di Mana?
123 Bab.122 Kehilangan Kesempatan
124 Bab.123 Hari Kelulusan
125 Bab.124 Valia Leandre
126 Bab.125 Aku Rindu Aroma Candu
127 Bab.126 Philip Island
128 Bab. 127 Red Diamond
129 Bab.128 Vaya?
130 Bab.129 Salah Orang
131 Bab.130 Aku Akan Pergi
132 Bab.131 Godaan Valia
133 Bab.132 Curiga
134 Bab.133 Pria Botak
135 Bab.134 Temukan Ivona!
136 Bab.135 Mencoba Kabur
137 Bab.136 Mencoba Kabur 2
138 Bab. 137 Misi Penyalamatan
139 Bab. 138 Rela Terperangkap
140 Bab. 139 Cincin Pernikahan
141 Bab. 140 Filosofi Batu Ruby
142 Bab.141 Tamu Tak Diundag
143 Bab.142 Kedatangan Nyonya Alberic
144 Bab.143 Calon Istri
145 Bab. 144 Lamaran Resmi
146 Bab. 145 Water Teapot
147 Bab.146 Masa Lalu Vaya
148 Bab.147 The Wedding
149 Bab.148 Akhir Dalam Novel
150 Bab. 149 Kembali Ke Dunia Nyata
151 Bab.150 Owner Baru
152 Bab.151 Mimpi Aneh
153 Bab.152 Siapa Kau?
154 Bab.153 Calon Menantu
155 Bab.154 Menikahlah Denganku
156 Bab.155 Bisa Jadi Gila
157 Bab.156 Keluarga Gila
158 Bab.157 Menurutlah
159 Bab. 158 Kau Membuatku Gila
160 Bab.159 Pengakuan
161 Bab.160 Mencoba Menerima
162 Bab. 161 Belajar Menerima Takdir
163 Bab.162 Rasa Bersalah
164 Bab.163 Ivona, Sadarlah!
165 Bab.164 Lelucon
166 Bab.165 OTW Wedding
167 Bab.166 OTW Wedding
168 Bab.167 The Real Wedding (The End)
169 Ucapan Terima Kasih
Episodes

Updated 169 Episodes

1
1. Merasa Tidak Asing
2
2. Sosok di Tengah Hujan
3
3. Bawa Aku Pergi
4
4. Orang yang Tak diharapkan
5
5. Tuan Muda Kecil
6
6. Rumah Alexander Alberic
7
7. Pacar Pilihan Nyonya
8
8.Siapa Namamu
9
9. Balas Dendam 1
10
10. Balas Dendam 2
11
11. Orang Gila Itu Adikku
12
12. Dibujuk
13
13. Terima Kasih
14
14. Bertemu Nenek Aneh
15
15. Akting Ibu dan Anak
16
16. Akting yang Sempurna
17
17. Pindah Sekolah?
18
18. Mengadu
19
19. G-School
20
20. Membuat Orang Terpesona
21
INFO
22
21. Jadi Bahan Omongan
23
22. Kelly dan Teman-temannya
24
23. Tak Ada yang Mengaku
25
24. Gadis yang Berbeda
26
25. Trending Topic
27
Bab.26 Polos
28
Bab.27 Bagian dari Keluarga
29
Bab.28. Palsu
30
Bab.29 Bar Muse
31
Bab.30 Caroline Wilson
32
Bab.31 Membantu Caroline
33
Bab.32 Siapa Namamu?
34
Bab.33 Kesenangan yang Berakhir
35
Bab.34 Menemukanmu
36
Bab.35 Vila Alexander
37
Bab.36 Berita Besar
38
Bab.37 Perundungan 1
39
Bab.38 Perundungan 2
40
Bab.39 Perundungan 3
41
Bab.40 Penolakan
42
Bab.41 Hukum Dia
43
Bab.42 Mengadu lagi
44
Bab.43 Hukum Dia 2
45
Bab.44 Vidio Perundungan
46
Bab.45 Mengancam Posisi
47
Bab.46 Hopes and Dreams
48
Bab.47 Mengarang Cerita
49
Bab.48 Dasar Sampah
50
Bab. 49 Dicari Saat Dibutuhkan
51
Bab.50 Pembuat Ulah
52
Bab.51 Bertukar Kamar
53
Bab.52 Dua Orang yang Saling Mendukung
54
Bab.53 Nana
55
Bab.54 Kantung Mata
56
Bab.55 Wakil Pelajaran Fisika
57
Bab.56 Gadis Di Bawah Rata-rata
58
Bab.57 Kegelisahan Vaya
59
Bab.58 Anak Tidak Berbakti
60
Bab. 59 Darah Keluarga Iswara
61
Bab.60 Hadiah Untuk Kakek
62
Bab.61 Bingkai Kenangan
63
Bab.62 Tamu Tuan Iswara
64
Bab.63 Masih Berusaha Menjodohkan
65
Bab.64 Dokter Spencer
66
Bab.65 Perdebatan
67
Bab.66 Anak Pungut
68
Bab.67 Candu Aroma Tubuh
69
Bab.68 Perjanjian
70
Bab.69 Penerus Keluarga Iswara
71
Bab.70 Wanita Asing
72
Bab.71 Guru Les Privat
73
Bab.72 Mengerjai Guru Les
74
Bab.73 Aku Ingin yang Sepertimu
75
Bab.74 Menggoda
76
Bab.75 Gosip Anak Haram
77
Bab.76 Anak Haram yang Sombong
78
Bab.77 Kekacauan 1
79
Bab.78 Kekacauan 2
80
Bab.79 Kekacauan 3
81
Bab.80 Kekacauan 4
82
Bab.81 Jadi Rebutan
83
Bab.82 (Masih) Berebut Ivona
84
Bab.83 Menemukan Ivona
85
Bab.84 Bahan Pergunjingan
86
Bab.85 Bersikap Akrab
87
Baba.86 Oase
88
Bab.87 Gen Keluarga Iswara
89
Bab.88 Gagal Pamer
90
Bab.89 Kejadian Salah Paham
91
Bab.90 Hadiah
92
Bab.91 Kotak Musik Ballerina
93
Bab.92 Tak Dianggap
94
Bab.93 Pria Limited Edition
95
Bab.94 Aku Serahkan Ivona Padamu
96
Bab.95 Memaksa Pulang
97
Bab.96 Menghindar
98
Bab.97 Pusat Perbelanjaan
99
Bab.98 Firasat Buruk
100
Bab.99 Pusat Perhatian
101
Bab.100 Memukau
102
Bab.101 Pria Sampah
103
Bab.102 Takut Jatuh Cinta
104
Bab.103 Ivona si Gadis Gila
105
Bab.104 Serangan Balik
106
Bab.105 Sekamar
107
Bab.106 Diusir
108
Bab.107 Terpuruk
109
Bab.108 Rencana Jahat
110
Bab.109 Penculikan
111
Bab.110 Serangan
112
Bab.111 Akhir Dari Roy
113
Bab.112 Akhirnya Aku Kembali
114
Bab.113 Kasih Sayang Ibu Tak Akan Layu
115
Bab. 114 Cinta Yang Lain
116
Bab.115 Bawa Dia Kalau Kau punya Uang
117
Bab.116 Kompetisi Fisika 1
118
Bab.117 Kompetisi Fisika 2
119
Bab.118 Jeany
120
Bab.119 Hukuman Untuk Jeany dan Kelly
121
Bab.120 Nyonya Alberic
122
Bab.121 Kau Di Mana?
123
Bab.122 Kehilangan Kesempatan
124
Bab.123 Hari Kelulusan
125
Bab.124 Valia Leandre
126
Bab.125 Aku Rindu Aroma Candu
127
Bab.126 Philip Island
128
Bab. 127 Red Diamond
129
Bab.128 Vaya?
130
Bab.129 Salah Orang
131
Bab.130 Aku Akan Pergi
132
Bab.131 Godaan Valia
133
Bab.132 Curiga
134
Bab.133 Pria Botak
135
Bab.134 Temukan Ivona!
136
Bab.135 Mencoba Kabur
137
Bab.136 Mencoba Kabur 2
138
Bab. 137 Misi Penyalamatan
139
Bab. 138 Rela Terperangkap
140
Bab. 139 Cincin Pernikahan
141
Bab. 140 Filosofi Batu Ruby
142
Bab.141 Tamu Tak Diundag
143
Bab.142 Kedatangan Nyonya Alberic
144
Bab.143 Calon Istri
145
Bab. 144 Lamaran Resmi
146
Bab. 145 Water Teapot
147
Bab.146 Masa Lalu Vaya
148
Bab.147 The Wedding
149
Bab.148 Akhir Dalam Novel
150
Bab. 149 Kembali Ke Dunia Nyata
151
Bab.150 Owner Baru
152
Bab.151 Mimpi Aneh
153
Bab.152 Siapa Kau?
154
Bab.153 Calon Menantu
155
Bab.154 Menikahlah Denganku
156
Bab.155 Bisa Jadi Gila
157
Bab.156 Keluarga Gila
158
Bab.157 Menurutlah
159
Bab. 158 Kau Membuatku Gila
160
Bab.159 Pengakuan
161
Bab.160 Mencoba Menerima
162
Bab. 161 Belajar Menerima Takdir
163
Bab.162 Rasa Bersalah
164
Bab.163 Ivona, Sadarlah!
165
Bab.164 Lelucon
166
Bab.165 OTW Wedding
167
Bab.166 OTW Wedding
168
Bab.167 The Real Wedding (The End)
169
Ucapan Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!