7. Pacar Pilihan Nyonya

Alexander meraih korek api dan juga rokok dari saku jasnya. Ia menyalakan sebatang rokok dan mengabaikan panggilan itu. Dari sorot matanya tak terlihat sedikit pun ia tertarik untuk menanggapi panggilan dari orang di luar kamarnya.

Alexander masih terduduk dengan santai menghisap nikmatnya asap tembakau. Suara yang sedari tadi menuntut untuk dibukakan pintu tak sedikit pun ia hiraukan. Hingga lama kelamaan suara itu menghilang dengan sendirinya. Ia segera meraih ponsel dan menghubungi seseorang.

Barulah saat pintu kamar mandi terbuka, Alexander mematikan rokok dan menengadahkan kepala. Terperangah melihat Ivona yang baru saja keluar dari kamar mandi. Gadis kecil itu terlihat seperti orang yang berbeda dalam balutan jubah mandi. Wajahnya putih bersih, tubuhnya yang mungil dengan sepasang kaki jenjang yang putih mulus terlihat begitu menggiurkan bagi pria dewasa sepertinya.

Ivona seolah berubah dari pertama kali Alexander menolongnya. Sebelumnya, Ivona terlihat seperti gadis yang menyedihkan dengan baju yang lusuh dan penuh luka. Namun kali ini, aura yang terpancar dari gadis itu seolah membuatnya terpana. Bak mawar berduri yang menantang untuk ditaklukkan.

Dibalik sikap arogan gadis kecil ini, sorot matanya justru menampilkan hal yang sebaliknya, murni layaknya tanpa dosa. Sungguh gadis yang sangat berbeda.

Alexander menyunggingkan senyum tipis dibibirnya. Melihat Ivona dengan wajah polosnya, ia yakin kalau pun Ivona melakukan kejahatan dengan paras lugunya ini, siapapun tidak akan tega memarahinya.

"Apa ada yang aneh?" tanya Ivona saat mendapati Alexander tersenyum saat memperhatikan dirinya.

Alexander hanya menggedikkan bahunya, tak ingin berterus terang tentang isi kepalanya.

Ivona mencebik. Sedetik kemudian matanya melihat celana Alex yang basah. "Apa kau juga ingin mandi?" tanya Ivona. "Celanamu basah," imbuhnya.

Alexander melihat bagian celana yang di maksud Ivona. Ia pun bangkit menuju kamar mandi. Sebelum menutup pintu ia berpesan pada Ivona. "Jangan biarkan siapa pun masuk saat aku sedang mandi. Nanti akan ada seorang staf wanita yang datang membawakan pakaian untuk mu." Pintu kamar mandi segera ditutup tanpa menunggu jawaban dari Ivona.

Sikap Alexander justru membuatnya terkesan. Sebelum masuk ke dalam novel, di sekelilingnya juga ada lumayan banyak pewaris keluarga besar yang tidak mudah tergoda oleh wanita, tapi tidak satu pun di antara mereka yang menolak secara terang-terangan seperti Alexander. Ia tak habis pikir jika Alexander akan bersikap demikian padanya, tidak seperti apa yang ia pikirkan sebelumnya, pria berbahaya.

Tak lama kemudian, pintu kamar kembali diketuk. "Masuklah," jawab Ivona dengan berteriak.

Pintu terbuka, seorang staf wanita masuk dan meletakkan barang bawaan di tangannya, lalu segera keluar. Di belakangnya diikuti seorang wanita dengan tampilan yang berlebihan menurut pandangan Ivona. Riasan tebal yang terkesan norak dan baju terbuka yang ingin menampilkan kesan seksi tapi justru terlihat aneh saat wanita ini memakainya.

Wanita tersebut masuk setelah staf tadi pergi, dengan angkuh ia bertanya, "Siapa, kau?"

Ivona bergeming, masih menatap aneh pada wanita yang terlihat lebih tua darinya itu.

"Apa kau tidak punya mulut?" sentaknya karena kesal, sebab Ivona tak kunjung menjawab.

"Dasar ******, masih kecil tapi tidak tahu malu melakukan hal seperti ini," tuduhnya dengan nada tak bersahabat.

"Pergi sekarang juga dari kamar ini!" usirnya dengan angkuh.

"Apa hakmu mengusirku?" Akhirnya Ivona membuka suara.

"Berani sekali kau bicara seperti itu padaku! Aku adalah pacar yang dipilihkan oleh Nyonya Besar Alberic untuk Alexander," jawabnya sombong.

Ivona hanya tersenyum sinis sebagai tanggapan.

"Sekarang kau mengerti, bukan. Pergilah sebelum aku memanggil petugas keamanan untuk menyeretmu keluar," sambungnya masih dengan keangkuhan yang sama.

Tak takut sama sekali, Ivona justru diam tak menanggapi.

"Hei ... apa kau tuli, hah!!!" sentaknya karena merasa tak diacuhkan. "Cepat keluar dari sini!" usirnya lagi.

"Hanya Tuan yang bisa mengusirku dari kamar ini, sebab dia adalah alasanku berada di kamar ini," ucap Ivona, sengaja ingin membuat wanita di hadapannya ini meradang.

"Apa kau sudah gila! kau sadar dengan apa yang kau ucapkan. Apa kau tahu bedanya anak kecil dengan wanita. Lihatlah dirimu yang sepeti tulang dibalut kulit, tidak menarik sama sekali. Berbeda denganku, aku adalah wanita dewasa yang penuh gairah," ucapnya dengan bangga. Seolah ingin membandingkan dirinya dan Ivona secara fisik.

Ivona tersenyum sinis. "Tapi Tuan memilihku malam ini, bukan kau!" jawab Ivona yang makin membuat wanita itu kesal.

"Kau ____" Wanita itu ingin memaki Ivona lagi, tapi tak melanjutkan kata-katanya. Ia memilih untuk menarik napas panjang demi menenangkan diri. Gadis kecil ini sukses membuatnya naik darah.

Setelah mengatur napasnya, ia berkata, "Baiklah, aku akan memberi tahumu. Alexander hanya main-main saja sekarang karena penasaran, dia akan memberimu uang dan memintamu pergi. Begitulah seorang ****** diperlakukan." Ucapan wanita ini semakin menjadi, tak memikirkan sedikitpun perasaan Ivona. Sebagai sesama wanita ia tidak ada sedikit pun rasa kasihan pada Ivona, ia terus saja memaki Ivona.

"Apa kau mengerti sekarang, ****** kecil?" Seringai terukir di bibir merahnya.

Namun, Ivona tetap tenang menanggapi. Ia biarkan saja wanita itu mengoceh mencomooh dirinya. Wanita itu terus saja bicara saat Ivona meraih sebuah paper bag yang tadi dibawa oleh staf hotel. Ivona meletakkan paper bag di atas ranjang dan mengeluarkan isinya.

Tak peduli sama sekali dengan keberadaan wanita itu, Ivona melepaskan jubah mandinya dengan sengaja. Memperlihatkan jika tubuh yang tadi dicemooh oleh wanita itu adalah tubuh yang pastinya diinginkan bukan hanya kaum pria, tapi juga didamba oleh para wanita. Tubuh ramping dengan kulit seputih susu, adalah perpaduan apik dari seorang gadis seperti Ivona. Bukan hanya sekedar membuka jubah mandinya, ia berganti pakaian tanpa menggubris wanita sombong itu. Postur tubuh Ivona yang indah, membuat raut wajah wanita itu seketika berubah. Keangkuhan dan kesombongannya tentang bentuk tubuhnya seketika luruh, saat melihat betapa moleknya tubuh seorang gadis.

Ivona berkata sambil tersenyum. "Laki-laki jaman sekarang benar-benar hebat ya, tak mengijinkan aku tidur barang sejenak."

Ucapan Ivona bak pion yang men-skak mat dirinya. Mematikan langkah arogannya. "Kamu ____!!!" Mata wanita itu melotot merah, raut wajahnya sangat buruk saat melihat Ivona berganti pakaian dengan santai di depan matanya.

Terpopuler

Comments

Istiqomah Fachiroh

Istiqomah Fachiroh

bagus ivona jgn mau ditindas💪💪💪

2022-11-19

1

Zaitun

Zaitun

dah tau alur sih

2022-01-05

2

lihat semua
Episodes
1 1. Merasa Tidak Asing
2 2. Sosok di Tengah Hujan
3 3. Bawa Aku Pergi
4 4. Orang yang Tak diharapkan
5 5. Tuan Muda Kecil
6 6. Rumah Alexander Alberic
7 7. Pacar Pilihan Nyonya
8 8.Siapa Namamu
9 9. Balas Dendam 1
10 10. Balas Dendam 2
11 11. Orang Gila Itu Adikku
12 12. Dibujuk
13 13. Terima Kasih
14 14. Bertemu Nenek Aneh
15 15. Akting Ibu dan Anak
16 16. Akting yang Sempurna
17 17. Pindah Sekolah?
18 18. Mengadu
19 19. G-School
20 20. Membuat Orang Terpesona
21 INFO
22 21. Jadi Bahan Omongan
23 22. Kelly dan Teman-temannya
24 23. Tak Ada yang Mengaku
25 24. Gadis yang Berbeda
26 25. Trending Topic
27 Bab.26 Polos
28 Bab.27 Bagian dari Keluarga
29 Bab.28. Palsu
30 Bab.29 Bar Muse
31 Bab.30 Caroline Wilson
32 Bab.31 Membantu Caroline
33 Bab.32 Siapa Namamu?
34 Bab.33 Kesenangan yang Berakhir
35 Bab.34 Menemukanmu
36 Bab.35 Vila Alexander
37 Bab.36 Berita Besar
38 Bab.37 Perundungan 1
39 Bab.38 Perundungan 2
40 Bab.39 Perundungan 3
41 Bab.40 Penolakan
42 Bab.41 Hukum Dia
43 Bab.42 Mengadu lagi
44 Bab.43 Hukum Dia 2
45 Bab.44 Vidio Perundungan
46 Bab.45 Mengancam Posisi
47 Bab.46 Hopes and Dreams
48 Bab.47 Mengarang Cerita
49 Bab.48 Dasar Sampah
50 Bab. 49 Dicari Saat Dibutuhkan
51 Bab.50 Pembuat Ulah
52 Bab.51 Bertukar Kamar
53 Bab.52 Dua Orang yang Saling Mendukung
54 Bab.53 Nana
55 Bab.54 Kantung Mata
56 Bab.55 Wakil Pelajaran Fisika
57 Bab.56 Gadis Di Bawah Rata-rata
58 Bab.57 Kegelisahan Vaya
59 Bab.58 Anak Tidak Berbakti
60 Bab. 59 Darah Keluarga Iswara
61 Bab.60 Hadiah Untuk Kakek
62 Bab.61 Bingkai Kenangan
63 Bab.62 Tamu Tuan Iswara
64 Bab.63 Masih Berusaha Menjodohkan
65 Bab.64 Dokter Spencer
66 Bab.65 Perdebatan
67 Bab.66 Anak Pungut
68 Bab.67 Candu Aroma Tubuh
69 Bab.68 Perjanjian
70 Bab.69 Penerus Keluarga Iswara
71 Bab.70 Wanita Asing
72 Bab.71 Guru Les Privat
73 Bab.72 Mengerjai Guru Les
74 Bab.73 Aku Ingin yang Sepertimu
75 Bab.74 Menggoda
76 Bab.75 Gosip Anak Haram
77 Bab.76 Anak Haram yang Sombong
78 Bab.77 Kekacauan 1
79 Bab.78 Kekacauan 2
80 Bab.79 Kekacauan 3
81 Bab.80 Kekacauan 4
82 Bab.81 Jadi Rebutan
83 Bab.82 (Masih) Berebut Ivona
84 Bab.83 Menemukan Ivona
85 Bab.84 Bahan Pergunjingan
86 Bab.85 Bersikap Akrab
87 Baba.86 Oase
88 Bab.87 Gen Keluarga Iswara
89 Bab.88 Gagal Pamer
90 Bab.89 Kejadian Salah Paham
91 Bab.90 Hadiah
92 Bab.91 Kotak Musik Ballerina
93 Bab.92 Tak Dianggap
94 Bab.93 Pria Limited Edition
95 Bab.94 Aku Serahkan Ivona Padamu
96 Bab.95 Memaksa Pulang
97 Bab.96 Menghindar
98 Bab.97 Pusat Perbelanjaan
99 Bab.98 Firasat Buruk
100 Bab.99 Pusat Perhatian
101 Bab.100 Memukau
102 Bab.101 Pria Sampah
103 Bab.102 Takut Jatuh Cinta
104 Bab.103 Ivona si Gadis Gila
105 Bab.104 Serangan Balik
106 Bab.105 Sekamar
107 Bab.106 Diusir
108 Bab.107 Terpuruk
109 Bab.108 Rencana Jahat
110 Bab.109 Penculikan
111 Bab.110 Serangan
112 Bab.111 Akhir Dari Roy
113 Bab.112 Akhirnya Aku Kembali
114 Bab.113 Kasih Sayang Ibu Tak Akan Layu
115 Bab. 114 Cinta Yang Lain
116 Bab.115 Bawa Dia Kalau Kau punya Uang
117 Bab.116 Kompetisi Fisika 1
118 Bab.117 Kompetisi Fisika 2
119 Bab.118 Jeany
120 Bab.119 Hukuman Untuk Jeany dan Kelly
121 Bab.120 Nyonya Alberic
122 Bab.121 Kau Di Mana?
123 Bab.122 Kehilangan Kesempatan
124 Bab.123 Hari Kelulusan
125 Bab.124 Valia Leandre
126 Bab.125 Aku Rindu Aroma Candu
127 Bab.126 Philip Island
128 Bab. 127 Red Diamond
129 Bab.128 Vaya?
130 Bab.129 Salah Orang
131 Bab.130 Aku Akan Pergi
132 Bab.131 Godaan Valia
133 Bab.132 Curiga
134 Bab.133 Pria Botak
135 Bab.134 Temukan Ivona!
136 Bab.135 Mencoba Kabur
137 Bab.136 Mencoba Kabur 2
138 Bab. 137 Misi Penyalamatan
139 Bab. 138 Rela Terperangkap
140 Bab. 139 Cincin Pernikahan
141 Bab. 140 Filosofi Batu Ruby
142 Bab.141 Tamu Tak Diundag
143 Bab.142 Kedatangan Nyonya Alberic
144 Bab.143 Calon Istri
145 Bab. 144 Lamaran Resmi
146 Bab. 145 Water Teapot
147 Bab.146 Masa Lalu Vaya
148 Bab.147 The Wedding
149 Bab.148 Akhir Dalam Novel
150 Bab. 149 Kembali Ke Dunia Nyata
151 Bab.150 Owner Baru
152 Bab.151 Mimpi Aneh
153 Bab.152 Siapa Kau?
154 Bab.153 Calon Menantu
155 Bab.154 Menikahlah Denganku
156 Bab.155 Bisa Jadi Gila
157 Bab.156 Keluarga Gila
158 Bab.157 Menurutlah
159 Bab. 158 Kau Membuatku Gila
160 Bab.159 Pengakuan
161 Bab.160 Mencoba Menerima
162 Bab. 161 Belajar Menerima Takdir
163 Bab.162 Rasa Bersalah
164 Bab.163 Ivona, Sadarlah!
165 Bab.164 Lelucon
166 Bab.165 OTW Wedding
167 Bab.166 OTW Wedding
168 Bab.167 The Real Wedding (The End)
169 Ucapan Terima Kasih
Episodes

Updated 169 Episodes

1
1. Merasa Tidak Asing
2
2. Sosok di Tengah Hujan
3
3. Bawa Aku Pergi
4
4. Orang yang Tak diharapkan
5
5. Tuan Muda Kecil
6
6. Rumah Alexander Alberic
7
7. Pacar Pilihan Nyonya
8
8.Siapa Namamu
9
9. Balas Dendam 1
10
10. Balas Dendam 2
11
11. Orang Gila Itu Adikku
12
12. Dibujuk
13
13. Terima Kasih
14
14. Bertemu Nenek Aneh
15
15. Akting Ibu dan Anak
16
16. Akting yang Sempurna
17
17. Pindah Sekolah?
18
18. Mengadu
19
19. G-School
20
20. Membuat Orang Terpesona
21
INFO
22
21. Jadi Bahan Omongan
23
22. Kelly dan Teman-temannya
24
23. Tak Ada yang Mengaku
25
24. Gadis yang Berbeda
26
25. Trending Topic
27
Bab.26 Polos
28
Bab.27 Bagian dari Keluarga
29
Bab.28. Palsu
30
Bab.29 Bar Muse
31
Bab.30 Caroline Wilson
32
Bab.31 Membantu Caroline
33
Bab.32 Siapa Namamu?
34
Bab.33 Kesenangan yang Berakhir
35
Bab.34 Menemukanmu
36
Bab.35 Vila Alexander
37
Bab.36 Berita Besar
38
Bab.37 Perundungan 1
39
Bab.38 Perundungan 2
40
Bab.39 Perundungan 3
41
Bab.40 Penolakan
42
Bab.41 Hukum Dia
43
Bab.42 Mengadu lagi
44
Bab.43 Hukum Dia 2
45
Bab.44 Vidio Perundungan
46
Bab.45 Mengancam Posisi
47
Bab.46 Hopes and Dreams
48
Bab.47 Mengarang Cerita
49
Bab.48 Dasar Sampah
50
Bab. 49 Dicari Saat Dibutuhkan
51
Bab.50 Pembuat Ulah
52
Bab.51 Bertukar Kamar
53
Bab.52 Dua Orang yang Saling Mendukung
54
Bab.53 Nana
55
Bab.54 Kantung Mata
56
Bab.55 Wakil Pelajaran Fisika
57
Bab.56 Gadis Di Bawah Rata-rata
58
Bab.57 Kegelisahan Vaya
59
Bab.58 Anak Tidak Berbakti
60
Bab. 59 Darah Keluarga Iswara
61
Bab.60 Hadiah Untuk Kakek
62
Bab.61 Bingkai Kenangan
63
Bab.62 Tamu Tuan Iswara
64
Bab.63 Masih Berusaha Menjodohkan
65
Bab.64 Dokter Spencer
66
Bab.65 Perdebatan
67
Bab.66 Anak Pungut
68
Bab.67 Candu Aroma Tubuh
69
Bab.68 Perjanjian
70
Bab.69 Penerus Keluarga Iswara
71
Bab.70 Wanita Asing
72
Bab.71 Guru Les Privat
73
Bab.72 Mengerjai Guru Les
74
Bab.73 Aku Ingin yang Sepertimu
75
Bab.74 Menggoda
76
Bab.75 Gosip Anak Haram
77
Bab.76 Anak Haram yang Sombong
78
Bab.77 Kekacauan 1
79
Bab.78 Kekacauan 2
80
Bab.79 Kekacauan 3
81
Bab.80 Kekacauan 4
82
Bab.81 Jadi Rebutan
83
Bab.82 (Masih) Berebut Ivona
84
Bab.83 Menemukan Ivona
85
Bab.84 Bahan Pergunjingan
86
Bab.85 Bersikap Akrab
87
Baba.86 Oase
88
Bab.87 Gen Keluarga Iswara
89
Bab.88 Gagal Pamer
90
Bab.89 Kejadian Salah Paham
91
Bab.90 Hadiah
92
Bab.91 Kotak Musik Ballerina
93
Bab.92 Tak Dianggap
94
Bab.93 Pria Limited Edition
95
Bab.94 Aku Serahkan Ivona Padamu
96
Bab.95 Memaksa Pulang
97
Bab.96 Menghindar
98
Bab.97 Pusat Perbelanjaan
99
Bab.98 Firasat Buruk
100
Bab.99 Pusat Perhatian
101
Bab.100 Memukau
102
Bab.101 Pria Sampah
103
Bab.102 Takut Jatuh Cinta
104
Bab.103 Ivona si Gadis Gila
105
Bab.104 Serangan Balik
106
Bab.105 Sekamar
107
Bab.106 Diusir
108
Bab.107 Terpuruk
109
Bab.108 Rencana Jahat
110
Bab.109 Penculikan
111
Bab.110 Serangan
112
Bab.111 Akhir Dari Roy
113
Bab.112 Akhirnya Aku Kembali
114
Bab.113 Kasih Sayang Ibu Tak Akan Layu
115
Bab. 114 Cinta Yang Lain
116
Bab.115 Bawa Dia Kalau Kau punya Uang
117
Bab.116 Kompetisi Fisika 1
118
Bab.117 Kompetisi Fisika 2
119
Bab.118 Jeany
120
Bab.119 Hukuman Untuk Jeany dan Kelly
121
Bab.120 Nyonya Alberic
122
Bab.121 Kau Di Mana?
123
Bab.122 Kehilangan Kesempatan
124
Bab.123 Hari Kelulusan
125
Bab.124 Valia Leandre
126
Bab.125 Aku Rindu Aroma Candu
127
Bab.126 Philip Island
128
Bab. 127 Red Diamond
129
Bab.128 Vaya?
130
Bab.129 Salah Orang
131
Bab.130 Aku Akan Pergi
132
Bab.131 Godaan Valia
133
Bab.132 Curiga
134
Bab.133 Pria Botak
135
Bab.134 Temukan Ivona!
136
Bab.135 Mencoba Kabur
137
Bab.136 Mencoba Kabur 2
138
Bab. 137 Misi Penyalamatan
139
Bab. 138 Rela Terperangkap
140
Bab. 139 Cincin Pernikahan
141
Bab. 140 Filosofi Batu Ruby
142
Bab.141 Tamu Tak Diundag
143
Bab.142 Kedatangan Nyonya Alberic
144
Bab.143 Calon Istri
145
Bab. 144 Lamaran Resmi
146
Bab. 145 Water Teapot
147
Bab.146 Masa Lalu Vaya
148
Bab.147 The Wedding
149
Bab.148 Akhir Dalam Novel
150
Bab. 149 Kembali Ke Dunia Nyata
151
Bab.150 Owner Baru
152
Bab.151 Mimpi Aneh
153
Bab.152 Siapa Kau?
154
Bab.153 Calon Menantu
155
Bab.154 Menikahlah Denganku
156
Bab.155 Bisa Jadi Gila
157
Bab.156 Keluarga Gila
158
Bab.157 Menurutlah
159
Bab. 158 Kau Membuatku Gila
160
Bab.159 Pengakuan
161
Bab.160 Mencoba Menerima
162
Bab. 161 Belajar Menerima Takdir
163
Bab.162 Rasa Bersalah
164
Bab.163 Ivona, Sadarlah!
165
Bab.164 Lelucon
166
Bab.165 OTW Wedding
167
Bab.166 OTW Wedding
168
Bab.167 The Real Wedding (The End)
169
Ucapan Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!