Pada hari ini, Ivona harus sudah masuk ke SMA Dharma Nusa, dan karena dia masuk ke sekolah ini tanpa tes, maka dia ditempatkan di kelas G. Topik pembahasan di kelas G memanas, semua penasaran dengan murid baru yand sudah dua hari menjadi perbincangan hangat di sekolah itu.
"Nanti kita akan tahu siapa murid baru itu, dengar-dengar dia dimasukkan sekolah ini oleh keluarga Iswara." kata seorang murid di kelas itu.
"Iya, kita tunggu saja siapakah dia. Mungkin dia kerabat jauh dan miskin dari keluarga Iswara, yang akhirnya ditolong untuk dimasukkan ke kelas kita."
"Bisa jadi begitu. Kabarnya hari ini dia sudah akan masuk ke kelas ini."
Semua murid di kelas itu tahu, jika Vaya sebagai Nona Besar keluarga Iswara. Vaya masuk ke dalam kelas G karena lulus ujian masuk. Sedangkan informasi tentang Ivona, dia langsung masuk tanpa ujian, dan semua orang kurang jelas dengan situasinya. Oleh sebab itu, mereka sangat tidak suka dengan situasi masuknya Ivona ke kelas itu.
****************************************
"Tok..., tok..., tok..," Ivona yang sedang menjadi topik pembicaraan di kelas G sedang mengetuk pintu ruang guru.
Ivona melihat ada seorang laki-laki tampan sedang duduk di kursi panjang yang ada di depan ruang guru. Ivona mencoba mengingat siapa laki-laki itu, dan akhirnya dia mengingatnya.
"Bukankah itu "Roy Kumala" tokoh laki-laki dalam novel." Ivona membatin sendiri tentang laki-laki itu.
"Roy memang tampan, tetapi kelakuannya tidak setampan wajahnya. Dan sepertinya dia punya perjanjian pernikahan dengan Ivona pemilik asli tubuh ini."
Melihat Roy yang sedang memandangnya, Ivona bersikap cuek dan acuh padanya. Dia berusaha mengingat jalan cerita tentang laki-laki ini pada novel aslinya. Ivona tahu. meskipun mereka memiliki perjanjian pernikahan tetapi Riy Kumala menyukai Vaya. Bahkan demi membuat Vaya marah, Roy Kumala sering menunjukkan sikap baik terhadapnya di hadapan umum. Dia sering memberi hadiah padanya di depan teman-teman, sehingga Ivona asli sering merasa geer dengan sikap baiknya. Tetapi di saat Ivona sendirian, dia menyuruh Ivona untuk tidak bermimpi, bahkan dia juga main tangan kepadanya hanya karena Vaya.
"Hai Ivona, sadar dirilah kamu! Jangan bermimpi untuk menikah denganku. Kamu terlalu banyak berkhayal!" teriak Roy pada Ivona asli di waktu dulu.
Di waktu dulu Ivona hanya diam saja dan memendam sendiri semua perlakuan kasar dari laki-laki itu.Dan karena wajah tampannya, Roy Kumala juga memiliki banyak penggemar di sekolahnya. Sering Ivona asli menerima hinaan dan cacian dari para gadis di SMA Dharma Nusa, karena tindakan Roy tersebut. Pada akhirnya dia harus melihat Roy dan Vaya hidup bahagia bersama.
Melihat Ivona yang berada di depan ruang guru, Roy melihat ke arahnya dan dia merasa familiar dengan wajah Ivona. Akhirnya dia berdiri dan menghampiri Ivona, tetapi Roy sedikit heran karena tiba-tiba Ivona mengacuhkannya, bahkan tersenyum padanya juga tidak.
"Bukankan gadis ini adalah Ivona, yang dijodohkan denganku. Huh." Roy berpikir sendiri, kemudian muncul pikiran iseng untuk mengerjai Ivona.
"Ha...ha...ha.., demi aku, kamu sampai minta pindah sekolah kesini ya?" Roy menertawai Ivona.
Ivona hanya memandang laki-laki itu, tetapi tidak merespon apapun. Dia sengaja membiarkannya, dan menunggu apa yang akan dilakukan Roy.
"Aku tidak akan pernah tertarik padamu gadis kampung. Tidak perlu kamu mengejar-ngejar aku sampai kesini." kata Roy sambil terus tertawa.
Ivona mengabaikan kegeeran laki-laki itu, tanpa menanggapi perkataannya, dia berjalan masuk ke ruang guru. Roy heran kenapa gadis itu menjadi acuh padanya, tetapi dia hanya melihat Ivona berdiri di depan meja guru.
"Permisi, selamat pagi. Perkenalkan saya Ivona, apakah diperbolehkan untuk ketemu dengan Ibu Sisca?" dengan sopan Ivona memperkenalkan diri pada guru yang duduk di depannya.
"Bisa, silakan duduk dulu." dengan ramah Bu Sisca mempersilakan Ivona duduk.
Ivona menarik kursi kemudian dengan perilaku sopan dan penuh tata krama, dia kemudian duduk. Melihat sikap Ivona dari luar ruangan, Roy sedikit merasa heran.
"Apakah kamu benar Ivona Iswara, yang merupakan murid pindahan?"
"Iya, benar Ibu. Kakak saya Thomas Iswara yang sudah memindahkan saya di sekolah ini."
"Baiklah, nanti kamu kita tempatkan di Kelas G. Karena kamu masuk kesini tanpa melalui ujian masuk. Siapkan mentalmu masuk kelas tersebut, karena beberapa temanmu mungkin akan sedikit mengerjai kamu nantinya!"
"Baik Bu Sisca, Ivona sudah mempersiapkan diri, saat tahu dari Kak Thomas, jika Ivona dipindahkan di SMA Dharma Nusa."
"Okay, berbincang denganmu, saya merasa yakin kalau kamu akan cepat dapat beradaptasi dengan semua mata pelajaran, Belajarlah yang rajin, jauhi perilaku yang tidak terpuji!"
"Terima kasih bu untuk nasehatnya. Semoga Ivona bisa menjalankan pesan dari Bu Sisca."
"Oh ya, by the way..., tadi sebelum kamu masuk kesini, Ibu lihat kamu berbincang dengan Roy Kumala?"
Ivona tersenyum, kemudian menganggukkan kepala.
"Kamu kenal dengan Roy?"
"Iya Bu, kebetulan Ivona mengenalnya."
"Kok bisa kenal, kalian kenal dimana?"
"Di rumah sakit jiwa Bu."
Bu Sisca mengerenyitkan dahinya, tetapi dia tidak memberi pertanyaan lagi pada Ivona. Kemudian Bu Sisca mengambil formulir biodata siswa, kemudian menyerahkan pada Ivona untuk diisi secepatnya. Tanpa menunggu lama, Ivona langsung mengisi formulir tersebut, dan setelah dia menanda tanganinya kemudian menyerahkan kembali pada Bu Sisca.
"Baiklah Ivona, dengan kamu mengisi dan menanda tangani formulir ini, mulai saat ini kamu sudah resmi menjadi murid di SMA Dharma Nusa. Kelas G ada di ujung sana, masuklah kesana sekarang juga."
"Terima kasih Bu Sisca. Ivona ijin untuk masuk ke dalam Kelas G sekarang." dengan sopan Ivona berpamitan, dan Bu Sisca menganggukkan kepala.
************************************
Ivona keluar dari ruang guru, dia melihat Roy yang masih duduk di koridor. Tanpa menyapa laki-laki itu, Ivona langsung berjalan ke arah kelas G melewati Roy yang bengong melihatnya.
"Hai.., jangan pura-pura sombong kamu." teriak Roy, yang merasa kepanasan karena sedari tadi dia diacuhkan oleh Ivona. Tetapi Ivona tanpa menoleh, semakin jauh meninggalkan laki-laki itu sendiri.
Sedangkan suasana di dalam kelas G, seperti biasanya selalu ramai dan gaduh. Apalagi mereka sudah mendapatkan kabar, jika anak pindahan baru akan mulai masuk pada hari ini.
"Apa benar anak baru pindahan itu akan masuk hari ini?"
"Iya, sepertinya tadi anak itu baru lapor dan mengisi formulir perpinndahan di ruang guru. Tadi aku melihatnya dia sedang ditindas sama Roy Kumala."
"Huh?? Roy Kumala pacarnya Vaya primadona sekolah kita?"
"Iya, katanya anak pindahan baru itu sangat jelek wajahnya, dan dia sering ditindas di sekolah asal. Dia ketakutan, ha..ha..ha.."
'Wah, cocok dong untuk kelas kita nantinya."
Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang berlari membawa kabar bagus bagi mereka.
"Woi, anak pindahan udah datang, kerabatnya primadona sekolah kita sudah datang. Ayo kita kerjain dia!"
*****************************************************************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Cherry
gk sabar liat aksi nya ivona di sekolah
2021-11-22
3
Umi Ningsih Mujung
🥰
2021-11-01
2
Eka Priyanti
seriusan ini udah update lagi huaa author nya royal baik banget sehari up 4 chapter,,
jangan lupa vote like dan komentar ya semua yang baca novel ini biar author nya semngat untuk update trus..
2021-10-26
3