Ivona tersenyum Bahagia melihat sikap dari Alexander. Kemudian dengan tertatih, dia menepuk badan Max dan berjalan di samping Rico. Baru saja Ivona dan Alexander berjalan dengan menuntun Max, tiba-tiba terdengar teriakan di belakang mereka.
“Siapapun, tolong tangkap mereka. Mereka telah merampok rumah sakit. Tangkap!” kata kepala rumah sakit yang sudah datang ke tempat kejadian sambil menunjuk ke arah mereka.
Satpam rumah sakit dan beberapa orang yang ada di sekitar itu segera mengelilingi mereka. Rico dan beberapa pengawal Alexander, langsung berdiri mengelilingi Ivona dan Alexander untuk memberikan perlindungan pada mereka. Tetapi Alexander menyibakkan tangan mereka, kemudian dia maju ke depan mereka. Dengan berani, Alexander mengambil pisau yang dipegang oleh para pengawalnya.
“Apakah kalian tidak melihat siapa yang salah dalam masalah ini, jika kalian berani maju ke depan. Aku akan habisi kalian, dan akan aku ratakan rumah sakit ini.” Seru Alexander dengan nada tinggi.
Melihat target yang akan mereka tangkap, membawa senjata, beberapa orang luar yang akan menghentikan mereka menjadi takut dan agak berjalan mundur. Tinggal satpam dan kepala rumah sakit yang berada di depan kelompok Alexander.
“Ayo, siapa yang akan maju duluan? Hadapi aku sekarang!” Alexander berjalan lebih mendekat ke arah satpam dan kepala rumah sakit sambil mengacung-acungkan pisau tajam di tangannya.
Orang-orang dari rumah sakit, tidak ada yang berani maju. Mereka melihat ke Alexander yang sedang memegang pisau, dengan beberapa orang mengikuti di belakangnya. Orang-orang tersebut tampak seperti orang-orang yang terlatih, dnegan badan yang tegap. Melihat tidak ada satupun orang rumah sakit yang maju, detik berikutnya, Alexander membuang pisau yang ada di tangannya. Semua orang menjadi tercengang.
“Rico…, telepon orang sekarang juga. Hancurkan rumah sakit ini sekarang juga, ratakan semuanya hanya tinggal lahan kosong.” teriak Alexander.
“Siapa laki-laki muda itu?” tanya kepala rumah sakit.
“Tadi saya mendengar, sepertinya laki-laki itu adalah CEO Kavindra Grup bernama Alexander Tuan.”
“Sialan kenapa kita jadi berurusan dengan laki-laki itu. Lepaskan Wanita itu sekarang, kita tidak akan mudah jika berurusan dengan laki-laki itu!”
Orang-orang yang tadi berada di rumah sakit, dan berniat untuk menangkap mereka sangat terkejut setelah mendengarnya, mereka merasa sedikit panik, dan mereka tahu bahwa telah memprovokasi orang yang salah.
Ivona merasa saat ini merupakan saat yang tepat untuk dia melarikan diri dari tempat itu. Dia yakin, jika laki-laki yang bernama Alexander itu akan mengurusi kepala rumah sakit dan orang-orangnya. Dia baru saja akan berdiri dari atas tanah, kemudian melangkahkan kakinya untuk lari dari tempat itu, tapi tanpa dia sadari tiba-tiba tubuhnya sudah diangkat dalam pelukan Alexander. Alexander mengangkatnya dengan bridal style. Mukanya langsung berhadapan dengan dada hangat Alexander, dan hujan gerimis terus turun membasahi bumi. Merasa kaget, dengan apa yang terjadi, Ivona sedikit takut akan terjatuh, jadi secara reflek dia memeluk erat leher pria itu. Di sisi telinganya terdengar suara Alexander yang mesra dan enak didengar.
"Apa yang kamu takutkan sayang? Pinggul kamu oke banget kok, empuk dan kenyal."
“Turunkan aku, apa yang ingin kamu lakukan padaku. Turunkan aku!”
Ivona merasakan betapa bahayanya pria ini, dia memukuli punggung laki-laki yang tengah menggendongnya ini.
“Tadi kamu memanggilku kakak, dan tadi juga bilang kalau ingin pulang dengan kakak? Sudah diamlah, kamu ingin keluar dari tempat ini tidak?”
Akhirnya Ivona diam, dan menuruti perkataan laki-laki itu. Tiba-tiba laki-laki itu menyerahkan payung ke tangannya, dan akhirnya Ivona memegangi paying untuk memayungi mereka berdua. Kemudian laki-laki itu menggendongnya dan membawanya keluar dari rumah sakit.
Para satpam dan orang-orang kepala rumah sakit hanya memandang kepergian Wanita itu dengan digendong oleh Alexander. Jika tidak ada peristiwa itu, orang akan melihatnya seorang pria sedang menggendong kekasihnya di bawah hujan gerimis.
*****************************************
Rico dan beberapa pengawal Alexander mengikuti Tuannya keluar dari gerbang rumah sakit. Tetapi baru saja Alexander menggendong Ivona sampai ke depan gerbang, terdengar suara seorang laki-laki yang sedang marah tengah mencari adik perempuannya.
“Kamu rawat dimana adikku? Kenapa sampai hilang dari rumah sakit ini?”
Kepala rumah sakit tidak menjawab, dia hanya menunjuk ke arah Alexander dan rombongannya yang sedang berjalan akan keluar dari pintu gerbang rumah sakit.
“Apa yang coba kamu tunjukkan. Jika dalam waktu yang sikat, adikku tidak juga kalian temukan. Aku pastikan kalian semua akan aku kirimkan di penjara. Jawab, dimana adikku?”
Ivona menengok ke arah suara keras itu. Dia melihat dari balik tubuh Alexander, terlihat seorang laki-laki muda sedang berteriak mencari adiknya. Yah, laki-laki itu adalah kakak ketiga Ivona yang bernamaThomas Iswara. Seorang laki-laki tampan dengan penampilan warna rambut silver grey, pemain e-sport populer di Indonesia. Dia baru saja Kembali ke tanah air setelah memenangkan perlombaan di luar negeri.
“Laki-laki itu adalah kakak ketiga Ivona, persis seperti yang dituliskan di dalam novel.” Batin Ivona.
Thomas melihat ke arah yang ditunjukkan kepala rumah sakit, dan melihat seorang wanita yang sedang berada di dalam pelukan seorang laki-laki. Dengan tatapan dingin, Thomas melihat wanita itu sekali lagi. Setelah dia memastikan bahwa Wanita itu adalah Ivona adiknya, dia akan memanggilnya. Tetapi belum jadi membuka mulut untuk memanggil adiknya, dia melihat ada kedua saudaranya sudah berada di pintu gerbang. Thomas juga
merasa keheranan, dia menoleh dan melihat kakak pertamanya, Rio Iswara dan Vaya datang. Mereka berdiri seakan menunggu kedatangan Ivona dan rombongannya.
“Kenapa kalian semua datang ke rumah sakit saat ini. Tempat ini tidak cocok untuk bermain kalian.”
Ivona mencibir pada saudaranya dalam novel itu.
“Kakak, ayo bawa aku pergi dari sini.” Bisik manja Ivona di telinga Alexander, tepat di hadapan Thomas.
Thomas: !!??
“Apa mungkin ada yang salah saat aku bereinkarnasi, di waktu ini apakah tidak seharusnya Ivona meminta pelukan pada diriku? Kenapa Ivona bisa berbicara selembut itu pada seorang pria ****** yang tak dikenal dan berada di pelukannya?” Thomas berpikir sendiri.
Thomas merasa sedikit cemburu, karena selama ini dia saja tidak pernah menggendong wanita semesra ini. Tanpa sadar, dia mengepal tinjunya erat, dan matanya mulai memerah.
Ivona berpikir jika Thomas akan menyindirnya seperti yang ada di dalam buku sebelumnya. Dia langsung memalingkan wajah dan tidak menggubrisnya, saat melihat ekspresi Thomas. Melihat sikap Ivona, Thomas merasa dunia seakan runtuh.
"Kak Thom, Ivona tidak apa-apa, kan?" tiba-tiba Vaya bertanya pada Thomas.
Melihat Vaya, Thomas reinkarnasi ini menjadi muak melihatnya. Karena dia tahu bahwa Vaya adalah seorang gadis yang jahat, dan Ivona baik. Tetapi dia tetap mempertahankan ekspresinya sebagai seorang kakak yang penuh perhatian pada Vaya, seperti sebelumnya.
Tanpa menghiraukan sekelilingnya dan tidak mau menghabiskan waktu, Alexander berjalan keluar sambil menggendong Ivona. Kedua saudara Ivona berjalan masuk ke dalam rumah sakit, dan tidak melihat dengan jelas siapa pria yang menggendong Ivona. Melihat hal tersebut, Thomas ingin mengejar, tapi dihentikan oleh Vaya.
"Kak Thom, sudahlah, paling Ivona hanya ingin mencari perhatian sama kalian."
************************************************************************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
yosh
maksudnya thomas juga reinkarnasi lagi?
2022-05-18
1
Miw Ra
sedikit kurang paham🤔
2021-11-26
2
Widuri
Novelnya bagus sayang bhsnya seperti novel terjemahan rada2 aneh q bacanya, seharusnya pake bhs sendiri saja itu lebih baik, ini terkesan aneh wal njelimet
2021-11-26
3