Tetapi dengan cepat Ivona berkelit dan menghindar dari terjangan pria tersebut, kemudian secepat kilat tangannya menangkap kaki pria tersebut, serta membantingnya ke kanan. Seketika tubuh Kepala Rumah Sakit terpental dan terjatuh tanpa perlindungan, dan dia merasakan kesakitan yang teramat sangat. Dia merintih sambil memegangi kakinya yang dipelintir oleh Ivona tadi.
Tiba-tiba Ivona melihat ada sebuah pisau di sebuah rak yang ada di sudut ruangan. Dengan cepat dia mendatangi rak tersebut, kemudian mengambil pisau tersebut. Dia kembali mendekat pada Kepala Rumah Sakit. Melihat pria paruh baya tersebut kesakitan, Ivona dengan lincah menggunakan pisau yang baru saja dia ambil, untuk memotong pakaian kepala rumah sakit. Kepala rumah sakit tersebut mulai merasakan ketakutan, badannya sampai menggigil, sehingga dia menggeser tubuhnya menjauhi Ivona.
Tetapi Ivona terus berusaha menekan dan menakuti kepala rumah sakit, dengan memainkan pisau di depan mukanya. Untuk melindungi dirinya sendiri, kepala rumah sakit berteriak pada Ivona untuk mengancamnya.
“Ivona…., ingatlah kalau membunuh itu merupakan perbuatan melanggar hukum,” seru pria paruh baya tersebut.
Mendengar teriakan kepala rumah sakit, Ivona semakin mendekatkan pisau dan menempelkan di pipinya.
“Ha…ha…ha…, apa katamu? Ingat aku ini lagi sakit jiwa, makanya aku berada di dalam rumah sakit ini. Bukannya kalian yang memasukanku ke rumah sakit jiwa?” Ivona berbicara di telinga pria paruh baya tersebut.
“Dan jika kamu bilang bahwa saat ini aku tidak gila, maka kamu harus mengeluarkan surat keterangan dulu. Surat itu harus menyatakan bahwa aku sudah sembuh. Ha…ha..ha..,”
Kepala rumah sakit ketakutan, karena dia juga menyadari bahwa orang sakit jiwa tidak akan dapat mendapatkan hukuman. Dia sebenarnya juga tahu jika Ivona tidak mengalami sakit jiwa. Tetapi dia bekerja sama dengan Vaya anak gadisnya yang saat ini menggantikan posisi Ivona di keluarga Ismaya. Dia memberi saran pada Vaya, untuk membuat masalah bagi Ivona di keluarga dan memfitnahnya bahwa Ivona mengalami sakit jiwa. Dia menggunakan posisinya di rumah sakit jiwa ini untuk menekan dan menyiksa para gadis yang dirawat disini, tidak terkecuali juga Ivona. Selama ini Ivona tidak memiliki keberanian apapun, hanya menerimanya dan menangis jika dia menyiksanya. Tetapi kepala rumah sakit, saat ini mengalami kebingungan dengan berubahnya sikap dan temperamen dari Ivona.
“Bagaimana Kepala Rumah Sakit yang terhormat, dimana nyalimu yang setiap hari menekan dan menyiksa para gadis-gadis disini.” Ivona terus mengejeknya dengan mempermainkan pisau di sekujur badannya.
“Tolong ampuni aku Ivona, lepaskan aku. Aku janji tidak akan menyiksamu dan para gadis lain di rumah sakit ini. Lepaskan aku.” Kata kepala rumah sakit itu.
Kepala rumah sakit terus mengajukan permohonan ampun, tetapi Ivona tetap tidak mengasihaninya. Ivona ingin memberikan hukuman atas kekejamanya di rumah sakit selama ini. Dia tidak akan dengan mudah memberinya
ampunan dan membebaskannya. Karena Ivona yakin, kepala rumah sakit tidak akan mudah dia bertobat. Dan di tengah permohonan ampunan pria paruh baya tersebut, Ivona berkata sambil tersenyum dengan tatapan dingin ke arahnya.
"Kalau begitu sepertinya kaki ketiga punyamu saja ya. Karena aku lihat, untuk pria seusiamu, kamu sudah tidak membutuhkannya lagi, akan menimbulkan banyak masalah." Kata Ivona sambil memainkan pisaunya ke bagian tengah tubuhnya yaitu di bawah perut tambun pria paruh baya tersebut.
“Ivona…, tolong ampuni aku. Jangan….,” belum selesai kalimat terucap dari mulutnya, pisau telah turun dan melukai senjata laki-lakinya.
Seketika darah mengalir dari bagian senjata laki-lakinya, kepala rumah sakit histeris dan menutup bagian selangkangannya dengan menggunakan tangannya. Dia kemudian berteriak histeris ketakutan serta menangis. Dia berteriak memanggil tenaga keamanan ke arahnya.
Melihat kepala rumah sakit jiwa kesakitan, memberikan waktu bagi Ivona untuk melarikan diri dan kabur dari rumah sakit tersebut. Dia langsung berlari tanpa ada hambatan, tapi melihat ke sekelilingnya, dia merasa sangat sulit untuk kabur dari rumah sakit. Akhirnya dia berlari ke kebun bunga yang ada di halaman depan rumah sakit, dan bersembunyi disitu. Tetapi tiba-tiba hujan turun membasahi tempatnya. Karena ingin selamat, Ivona tetap bertahan di kebun bunga tersebut.
***************************************************************
Setelah melihat dan memastikan Ivona pergi, pria paruh baya itu yang menjabat sebagai kepala rumah sakit, memberi tahu satpam tentang kaburnya Ivona. Dia memerintahkan agar satpam segera melakukan pengejaran pada Ivona. Satpam di rumah sakit jiwa mulai mencari keberadaan Ivona di seluruh penjuru rumah sakit.
Sambil menahan rasa sakit, Kepala rumah sakit kemudian berusaha menelpon seseorang.
"Vaya, Ivona kabur! Saat ini dia menjelma menjadi seorang iblis wanita, orang gila, kamu harus bantu ayah balas dendam. Temukan Ivona kembali Vaya." Ternyata kepala rumah sakit itu menelpon anaknya Vaya.
“Kenapa bisa kabur ayah? Sekarang coba ayah kerahkan satpam untuk mencarinya, Vaya akan membantu ayah untuk memikirkan cara untuk menangkapnya Kembali.”
“Iya nak, tolong ayah.”
Karena kehilangan banyak darah, pria paruh baya itu segera meminta perawat untuk melakukan pertolongan pada lukanya agar tidak infeksi.
Ivona masih bersembunyi di dalam hamparan bunga, di halaman depan bangunan rumah sakit. Dia melihat banyak satpam masih berusaha untuk menemukannya. Meskipun penampilan Ivona terlihat malang dari belakang, tetapi
dia mengalami perubahan sifat dan perilakunya. Tangannya terus mengelap noda darah di pisaunya, dan dengan melihat satpam yang lalu Lalang di depannya, sorot matanya menggambarkan kalau dia ingin bersenang-senang dengan para satpam itu. Dia ingin memberikan pelajaran pada satpam-satpam itu.
Tiba-tiba terdengar suara "Auh"! terdengar lolongan anjing di belakangnya.
Mendengar suara anjing, dia teringat pada saat membaca buku novelnya dia paling menyukai "Karakter" favorit anjing alaskan berbulu putih. Anjing itu dalam buku tersebut bernama "Max, dan sebelumnya dipelihara pemilik tubuh asli Ivona selama beberapa tahun. Tetapi anjing itu kemudian dipukul hingga mati oleh Vaya.
Melihat dan merasakan kehadiran Ivona, Max menerjangnya ke tanah, dan anjing itu menggosokkan tubuhnya dengan senang ke arah Ivona. Ivona sendiri belum sempat menghindar dari terjangan Max, dan membuat seluruh
tubuhnya terasa sakit. Tetapi kemudian Ivona akan membalik tubuh Max yang masih menindih tubuhnya. Tapi masalah Max belum selesai, sudah terdengar suara seseorang dari belakangnya.
"Tuan Alexander, anjing Alaskannya sudah ketemu! Dia ada di sini!"
Mendengar suara laki-laki yang berteriak tersebut, anjing Alaskan menggeser tubuhnya ke samping, tetapi masih mendekat ke tubuh Ivona. Ivona kemudian duduk, dan menoleh ke belakang dalam posisi duduk di tengah hujan. Dia melihat sosok samar seseorang di tengah hujan yang sedang membawa sebuah payung.Sepertinya orang tersebut sedang mencari anjing Alaskan yang sekarang sedang berada di pelukannya. Dia melihat seorang pria yang sedang membawa payung adalah seorang laki-laki yang gagah, dan memiliki wajah yang sangat tampan. Laki-laki itu memandangnya sekejap, dan disampingnya berdiri seseorang yang mengeluarkan suara tadi.
****************************************************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
kutu kupret🐭🖤🐭
oo oou siaapaaa diiaaa 😱
2023-02-26
0
@putralinafia
namanya Ivona tapi kenapa aq baca nya slalu Inova yaa🤔
2022-03-08
1
Cherry
oh siapakah dia , apakah sang pangeran
2021-11-22
7