"Apa kamu tidak mau tinggal lagi di sini karena orang-orang ini? Jawab Ivona!" Thomas kembali mengulang pertanyaannya.
“Aku akan mengusir mereka semua, dan mengganti dengan para pelayan baru jika karena mereka, kamu akan pergi meninggalkan rumah keluarga ini.”
Para pelayan semakin ketakutan mendengar kalimat yang diucapkan Tuan Muda mereka. Thomas perlahan mendekati Ivona, dan berhenti di depan gadis itu, kemudian memandang adik kandungnya itu. Ivona merasa sangat aneh dengan perubahan sikap dan pertanyaan dari kakak ketiganya itu. Dia tetap berusaha dan dengan acuh tak
acuh, Ivona memandang balik wajah kakaknya Thomas.
"Memang untuk apa aku masih tinggal di sini? Keberadaanku tidak ada artinya bagi keluarga ini, dan akan mengotori rumah ini." Terdengar suara pelan meluncur dari mulut mungil Ivona.
Dia berkata dengan tersenyum manis, seperti merasa jika kepergiannya meninggalkan rumah ini merupakan pilihan dari kebahagiaannya. Thomas terkejut dengan perkataan yang terlontar dari mulut adiknya itu. Saat Thomas belum sadar akan perilaku Ivona, tetapi dia melihat Ivona akan melangkahkan kakinya. Secara reflek, Thomas memegang tangan Ivona dan menahannya untuk tidak meninggalkannya.
"Lepaskan tangan Ivona kak, Ivona mau membereskan barang-barang yang akan dibawa ke asrama!"
"Tidak, kamu belum boleh meninggalkan rumah ini Ivona. Apakah kamu tahu, untuk mengurus ijin tinggal di asrama, setidaknya minimal 2 hari baru bisa diurus ijinnya?" Thomas memutar alasan untuk menahan adik kandungnya itu, agar tidak meninggalkan rumah ini.
"Maksud kakak?" tanya Ivona dengan polosnya, dan wajahnya terlihat sangat imut saat dia mengajukan pertanyaan pada Thomas.
Thomas tersenyum, kemudian memegang bahu adiknya itu.
"Beri waktu kakak sebentar lagi Ivona! Kakak sendiri yang akan mengurus ijinmu agar bisa tinggal di asrama. Lagian kamu juga harus ingat, beberapa hari lagi kakek akan ulang tahun. Apakah kamu tega tidak menghadiri acara ulang tahun kakek?" dengan lemah lembut Thomas berusaha menahan Ivona.
Ivona menatap kakaknya, kemudian dia terdiam sejenak, Thomas tersenyum kemudian,
"Ivona, kakak akan mengijinkanmu kembali ke asrama. Kakak sendiri yang akan mengantarmu kesana, tapi tunggulah dulu. Kamu bisa berangkat setelah, ulang tahun kakek terlaksana. Mau ya Ivona adikku?"
Mata Bi Sami terbelalak, dan para pelayan lain juga benar-benar tercenggang. Mereka tidak memercayai apa yang mereka lihat di depannya, bagaimana Tuan Muda berusaha membujuk dan menahan Ivona agar tidak eprgi dari rumah ini. Bahkan selama ini, mereka tidak pernah melihat Tuan Mudanya ini membujuk Nona Besar Vaya jika sedang merajuk.
Bi Sami langsung terlihat gundah, karena saat ini dia berada di samping Thomas dan Ivona, sehingga sangat jelas dia bisa melihat ekspresi bagaimana Thomas berusaha membujuk Ivona.
"Tuan Muda..., Ivona hampir saja akan membunuh Nona Besar Ivona barusan. Kenapa sekarang Tuan Muda malah..." kata Bi Sami, tetapi belum selesai dia berbicara, tiba-tiba.
"Diaaaaammm, tutup mulutmu!"
Semua orang dalam ruangan itu terkejut dengan teriakan Thomas, bahkan Vaya yang tengah berada di dalam kamarnya merasa ketakutan mendengar suara kakak ketiganya itu.
"Kepala Pelayan, sini kamu!" dengan suara keras, Thomas memanggil Kepala pelayan. Dengan gugup Kepala Pelayan mendatangi majikannya itu.
"Iya Tuan, saya disini."
"Siapkan 3 bulan gaji, no bonus. Berikan pada dia, dan suruh angkat kaki dari rumah ini sekarang. keluarga Iswara tidak butuh orang yang tidak paham siapa posisinya di keluarga ini. Cepat!" teriak Thomas sambil menunjuk Bi Sami.
Kepala Pelayan langsung membalikkan badan, dan meninggalkan ruang tamu lantai bawah. Dia bergegas menyiapkan apa yang diminta oleh Tuan Muda. Pelayan yang lain seketika jadi ketakutan dan kahwatir jika mereka akan mendapatkan nasib yang sama seperti Bi Sami. Selama ini semua keperluan Nona Besar Vaya, Bi Sami yang mengurusnya, dan di masa lalu ketiga Tuan Muda di keluarga Iswara akan menghormatinya. Karena apa yang dikatakan Vaya merupakan sebuah titah, tetapi hari ini para pelayan mendengar sendiri, bagaimana Tuan Muda Thomas memecat Bi Sami.
"Tuan Muda, sadarlah. Kenapa hari ini Tuan Muda memperlakukan saya seperti ini, hanya karena Ivona. Dia ini orang luar Tuan, Bi Sami seperti ini sekarang, karena Bibi membantu Nona Besar Vaya yang ditindas oleh Ivona. Bukankah Tuan Muda sangat menyayangi Nona Muda?" masih tidak mengenal keadaan, Bi Sami berusaha menyadarkan Thomas.
"Diam kamu, masih berani kamu berbicara di depanku! Aku tegaskan pada kalian semua, Nona Muda Ivona adalah Nona Besar yang sesungguhnya dari keluarga Iswara. Untuk ke depan panggil dia dengan sebutan Nona Besar, dia adalah adik kandungku yang sebenarnya."
"Dan kejadian hari ini, sebagai contoh pembelajaran bagi kalian semua di masa depan. Keluarga Iswara tidak membutuhkan pelayan yang berani menggertak majikan, terlebih yang kalian gertak adalah Nona Besar keluarga ini." seru Thomas dengan suara tinggi.
Bi Sami menjadi tercengang melihat kemarahan Tuan Muda Thomas, dia melihat ke pelayan lain yang juga menunjukkan ekspresi sama dengannya. Mereka semua merasa heran dengan Tuan Muda hari ini. Bahkan baru beberapa hari yang lalu Tuan Muda mengirim Ivona ke rumah sakit jiwa, karena mendorong Nona Besar Vaya dari tangga lantai atas. Saat hari ini, kejadian ini terulang, para pelayan dan Bi Sami yang mendapatkan hukuman dari Tuan Muda.
"Kenapa bisa menjadi seperti ini, apa yang terjadi dengan Tuan Muda?" para pelayan saling berbisik.
Mereka tidak berani menjawab, hanya mengangkat dua bahu kanan dan kirinya, kemudian mereka memandang ke Bi Sami. Kemudian Bi Sami akan mengatakan sesuatu, tetapi baru saja membuka mulutnya, terdengar suara Tuan Muda memanggil satpam masuk ke dalam rumah.
"Satpam.., masuk!"
"Iya Tuan Muda."
"Bawa perempuan ini keluar dari rumah keluarga Iswara, Kepala Pelayan..., berikan gaji yang aku perintahkan tadi. Jangan biarkan dia masuk kembali ke keluarga ini!" Thomas memerintah satpam untuk membawa keluar Bi Sami.
"Tuan Muda, maafkan Bibi Tuan..," mendengar suara Bi Sami, tetapi Thomas tidak mempedulikannya. Para pelayan lainnya tidak ada yang berani menolong pelayan kesayangan Nona Besar Vaya. Akhirnya Bi Sami ditarik keluar dari rumah keluarga oleh satpam rumah itu.
*********************************************
"Ivona.., pindahlah tidur di kamar samping kakak. Daripada kamar itu kosong, kamu bisa menempatinya. Jika kamu ada di kamar itu, kakak akan bisa menjagamu. Mau ya?" Thomas membujuk adiknya untuk pindah ke kamar kosong di sebelahnya. Dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Ivona, dan sedikit demi sedikit dia berharap agar adiknya melupakan perlakuannya di masa lalunya.
"Benarkah kak, kak Thomas mengijinkan Ivona menempati kamar itu?" Ivina bertanya balik.
"Iya, kan barusan kakak menyuruh kamu untuk pindah. Kamar itu besar dan bagus, dan jika kamu membuka jendela kamar, kamu akan mendapatkan pemandangan yang terlihat sangat bagus."
Kamar di sebelah kamar Thomas memang sangat bagus, bahkan sebelumnya, Vaya sangat ingin tinggal di sana. Tetapi sampai saat ini, Thomas selalu berusaha mengalihkan topik pembicaraan jika sedang bersama Vaya, dan tidak mengizinkan siapapun untuk menempatinya. Ivona pernah melihat kamar itu, sehingga dia langsung menyetujui permintaan kakak ketiganya.
"Baiklah kak, Ivona setuju. Sekarang Ivona akan ke kamar dulu, membereskan barang-barang untuk dibawa ke kamar di sebelah kakak."
Melihat bagaimana sikap Tuan Muda Thomas saat ini, akhirnya para pelayan menyadari bahwa akan ada perubahan besar di keluarga ini. Urutan posisi sudah jelas terlihat, bagaimana keberadaan Vaya sebagai Nona Besar sudah digantikan dengan Ivona.
Thomas dengan ekspresi bahagia menemani Ivona naik ke lantai atas, dia berjalan di samping Ivona. Begitu sampai di depan kamar adiknya, ekspresi bahagia seketika menghilang.
"Ivona..., jadi selama ini dia tinggal di tempat seperti ini??" Thomas berusaha menekan emosinya, karena apa yang dia lihat sekarang ini, dia ikut menjadi penyebabnya di masa lalu.
***********************************************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Shenaylin..😌😌
bagus 🥰
2024-08-20
0
Suzana Diro
kejab kejab aku dalam awangan lagi...
abg no 1 Rio
abg no 2 ????
abg no 3 thomas
jadi antara vaya dengan ivona sapa yang kakak dan sapa yang adik???
anak angkatnya vaya tapi napa ambik vaya jadi anak angkat???
pening pening....
2021-12-21
1
Cherry
akhirnya dipecat jg tu pembantu.
2021-11-22
4