Alexander
Pov
Alexander mencari anjing yang sangat disayangi oleh adik kecilnya, dia memutuskan untuk ikut mencarinya karena daripada mendengar omelan dari Nyonya Besar atau mamanya. Saat dia sampai masuk ke halaman rumah sakit, Max sedang menghampiri seorang gadis dan seperti gadis itu sangat dekat dengan Max. Dia melihat gadis itu dengan memeluk Max di hamparan bunga yang ada di halaman rumah sakit jiwa.
“Siapa gadis yang memegang pisau itu, kenapa tampangnya sangat mengenaskan. Tapi sebenarnya dia adalah gadis yang sangat cantik.” Alexander berpikir sendiri saat melihat Ivona.
Tiba-tiba Alexander tertegun saat Wanita itu menghampirinya, dari sorot matanya wanita itu membutuhkan pertolongannya. Kemudian dia menggoda gadis itu, agar dia memanggilnya kakak. Melihat ekspresi gadis itu yang seakan tertindas, dia menggendong gadis itu dan membawanya keluar gerbang. Bahkan saat ada laki-laki yang sepertinya kakak dari gadis itu, dia tetap bersikap dingin di dalam pelukannya, dan malah memalingkan wajah. Gadis itu seperti tidak ingin memedulikan anggota keluarganya. Tanpa menengok ke belakang, Alexander tetap
menggendong gadis itu dan membawanya ke dalam mobilnya.
“Kenap kali ini aku segegabah ini. Tapi sudahlah, aku malah bisa menggunakan gadis ini untuk mengerjai mama.”
Alexander kaget dengan dirinya sendiri, dan tanpa sadar membawa gadis itu ke dalam mobilnya.
***************************************
Setelah memutuskan untuk bersama ikut laki-laki itu, Ivona sangat patuh dan menurut pada Alexander. Tetapi dia tidak akan menyusahkan laki-laki itu, karena dia merasa berhutang budi padanya. Tanpa laki-laki itu, dia tidak akan dapat melarikan diri dari rumah sakit jiwa tersebut. Laki-laki itu kemudian menjalankan mobilnya.
“Laki-laki ini siapa ya? Kenapa bukan pemeran utama seperti yang ada di dalam novel ya.” Ivona berpikir sendiri dan diam, tapi kemudian dia tidak ingin dibilang sebagai orang yang tidak tahu berterima kasih, maka dia memutuskan mengajak laki-laki itu bicara.
“Tuan, kalau anda memiliki kesibukan, tolong nanti di jalan depan, mobil ini diberhentikan saja. Saya bisa turun di jalan itu, dan akan pulang sendiri ke rumahku.”
“Aku tidak akan membiarkan seorang wanita yang lemah di tengah jalan sendirian.” sahut laki-laki itu, sambil terus memegang setir kemudinya.
Dia tidak tahu bahwa Ivona sebenarnya adalah seorang gadis bar-bar. Ivona tidak ingin berhutang budi lagi kepada Alexander, karena orang ini tidak seperti pria utama yang berada di dalam novel asli yang dia baca. Tiba-tiba laki-laki itu menghentikan mobilnya di lobby sebuah hotel megah. Ivona melihat ke arah luar dari kaca mobil, dan dia memikirkan cara untuk lari dari hotel ini.
“Untuk apa Tuan mengajakku ke hotel megah ini? Kita tidak akan masuk ke dalam kan?” tanya Ivona bingung.
Alexander memutar korek api berwarna silver di tangannya, nada bicaranya terdengar malas dan sedikit dingin, "Bagaimanapun juga, aku harus bertanggung jawab pada gadis kecil yang kabur dari rumah."
Ivona merasa jantungnya berhenti berdetak sejenak. Dia semakin yakin bahwa laki-laki yang saat ini sedang bersamanya bukanpria yang menjadi tokoh utama di dalam novel yang dia baca. Banyak perbedaan antara laki-laki ini dengan laki-laki dalam novel tersebut. Nama laki-laki pada novel yang dia baca adalah Roy Kumala, seorang pria yang sangat psikopat. Dia sering membunuh wanita yang lemah. Ivona terus melamun mencoba membayangkan isi dari novel yang dia baca.
Di saat pikiran Ivona masih melayang, tiba-tiba Alexander sudah keluar dari mobil kemudian membuka pintu mobil Ivona, dan dia langsung menggendong Kembali tubuh kecil Ivona. Karena tidak memiliki persiapan, untuk kedua kalinya, Ivona merangkul erat leher laki-laki itu secara tidak sadar. Muka Ivona terlihat semakin buruk, dan saat dia melirik ke atas, dia melihat bibir laki-laki yang menggendongnya itu sudutnya terangkat ke atas. Tampak dengan jelas kesenangan di sudut bibir Alexander, raut wajah Ivona menjadi semakin pucat!
“Tuan, turunkan saya.”
“Diamlah adikku sayang,” bisik laki-laki itu sambil masuk ke dalam hotel. Seorang pelayan hotel langsung memberikan sebuah acces card padanya, saat melihat kedatangannya.
Ivona berpikir, jika laki-laki itu menganggapnya sebagai seorang wanita yang lemah. Jadi kemanapun dia akan menggendongnya seperti itu. Ivona sendiri melupakan jika dalam tubuhnya banyak luka-luka karena upaya pelariannya tadi dari rumah sakit jiwa.
“Aku harus menunjukkan pada laki-laki ini, jika aku bukan seorang yang lemah.” Ivona berpikir sendiri,
“Kakak…, aku bisa jalan sendiri. Bagaimana jika pacar kakak melihat kita.”
“Aku tidak punya pacar.” Jawab laki-laki itu.
“Kenapa tidak punya? Wah, pasti orang seperti kakak ini kalau pacaran mesti cepat ya. Tidak tahan lama.”
Ivona melirik ke wajah laki-laki itu, Tetapi dia tidak melihat ada raut gugup yang muncul di wajahnya. Ivona malah melihat wajah dengan tampang masa bodoh, dan terlihat cool. Muka Ivona tiba-tiba memerah, melihat ada laki-laki
setampan itu. Dan dia dari tadi menempelkan wajahnya di atas dada bidang laki-laki itu.
"Cowok lain mungkin cepat, tapi aku lebih cepat dan ganas."
Mendengar jawaban laki-laki itu, Ivona sampai bingung mau berkomentar apa. Karena apa yang dia tanyakan, ternyata berbeda dengan persepsi jawaban yang diberikan laki-laki itu. Tanpa mengenal rasa lelah sedikitpun, laki-laki tetap menggendong Ivona, dan akhirnya di lantai tujuh hotel mewah dan megah tersebut, laki-laki itu berhenti di depan sebuah kamar. Ternyata Ivona dibawa ke sebuah kamar suite hotel oleh Alexander. Mata Ivona terbelalak saat melihat kemawahan yang ada di dalam kamar tersebut. Laki-laki itu kemudian mendudukkan Ivona ke atas sofa yang ada di ruangan tersebut. Kemudian laki-laki itu berjalan, dan membuka lemari. Ivona hanya mengamati gerak-gerik laki-laki itu dengan siaga. Dia harus berjaga-jaga, jika laki-laki itu memiliki niat yang buruk terhadapnya.
Tetapi yang terjadi ternyata, laki-laki itu melemparkan sebuah jubah mandi ke samping Ivona duduk, dan langsung berada di tangannya.
“Ganti bajumu dengan jubah itu dulu.” Laki-laki itu memerintah Ivona.
Ivona tetap diam tidak bergerak, dan membiarkan jubah mandi tersebut tetap berada di tempatnya.
Setelah lama menunggu, Ivona masih saja menatapi jubah mandi di tangannya, kemudian melihat laki-laki itu dengan penuh makna tersirat. Tiba-tiba, laki-laki itu tersenyum.
“Apakah kamu berpikir kalau aku adalah seorang pria yang jahat. Kalau aku jahat, saat ini kamu tidak akan bisa duduk di atas sofa, melainkan kamu akan duduk di pangkuanku.” Ucap laki-laki itu.
Ivona memikirkan kalimat tersebut, dan akhirnya dia mengiyakan jika laki-laki itu tidak jahat. Tiba-tiba bel kamar berbunyi, dan seseorang berteriak jika dia sedang melaksanakan perintah Nyonya Besar, untuk mengantarkan makan malam untuknya. Ivona tersenyum, dan akhirnya dia memahami kenapa laki-laki itu membawanya ke kamar ini. Dalam kehidupan sebelumnya, dia tahu banyak dengan trik murahan seperti ini. Hotel semewah ini pasti punya layanan makan malam, dan yang terjadi sekarang jelas untuk mengantarkan wanita pada laki-laki itu.
Ivona tersenyum, dia berniat untuk menggoda laki-laki itu. Kemudian dia berdiri dan mendekati laki-laki itu.
“Ada seorang wanita di luar, dan aku yakin wanita itu pasti dikirimkan oleh Nyonya Besar kesini. Apakah aku perlu bersembunyi dulu di dalam kamar mandi?”
“Andaikan kamu lebih kecil lagi, kamu tidak perlu pergi ke kamar mandi. Kamu bisa menjadi putriku, jadi melihatmu dengan pakaian basah seperti itu, orang tidak akan salah paham.”
“Mandi dulu sana.” Lanjut laki-laki itu lagi.
Ivona berpikir jika laki-laki itu pasti jijik karena dirinya kotor, dan tanpa banyak bicara lagi, dia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tiba-tiba sepeninggalan Ivona ke kaamr mandi, terdengar bel pintu kembali berbunyi.
"Tuan Alex, apa Anda ada di dalam?"
*****************************************************************************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
sepertinya seru ini..
2024-01-09
1
ayam receh
ouou
2021-12-01
2
Ida Blado
kn katanya waktu bayi tertukar ya,tpi knp ivona berakhir di panti asuhan,,,apa ada yg aq lewatkan 🤔
2021-11-20
5