Akhirnya Thomas untuk saat ini mengikuti apa yang dikatakan oleh Vaya, kemudian Vaya mengajak mereka bertiga untuk masuk ke rumah sakit menemui kepala rumah sakit. Tetapi Thomas menolaknya. Sepeninggal Ivona dan laki-laki yang menggendongnya, Vaya segera mendekati Thomas dan berusaha memeluknya. Tetapi tidak seperti biasanya, Thomas menolak wanita itu. Dia mengibaskan tangan Vaya yang sudah terulur untuk memeluknya.
“Badanku kotor.” Ucap Thomas sambil kedua tangannya menolak Vaya. Vaya tersenyum dan memahami penolakan Thomas.
“Ivona itu tidak tahu diuntung, sudah baik kita membawanya ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan. Tetapi malah seenaknya kabur, apa maksudnya agar kita semua menjadi mengkhawatirkan keadaannya. Apakah dia ingin mendapatkan kasih sayang lebih dari kita semua?”
“Sudah Vaya, kita semua juga sudah tahu kan bagaimana Ivona.” Sahut Rio kakak pertamanya.
Di dalam lubuk hati, Thomas sama sekali tidak ingin meladeni Vaya, karena di kehidupan sebelumnya keluarga Iswara menganggap Vaya sebagai mutiara berharga. Semua perhatian, kasih sayang, hadiah dia berikan untuk gadis itu. Bahkan mereka mengabaikan Ivona yang jelas anak kandung dari keluarganya. Tetapi saat keluarga Iswara mengalami kehancuran, semua akhirnya terbuka. Vaya yang mereka anggap sebagai adik kandung, malah melarikan diri sendirian. Dia kabur dengan membawa perhiasan yang telah mereka berikan selama bertahun-tahun ini. Akhirnya Ivona yang tidak pernah diberi kasih sayang, justru menjaga mereka tanpa mengeluh. Hal tersebut membuat mereka sangat menyesal, karena selama ini telah menyia-nyiakan Ivona Mutiara sebenarnya dari keluarga Iswara.
“Kali ini, aku harus memperlakukan adikku Ivona dengan baik.” Batin Thomas.
Saat menyadari jika dia bukan Thomas yang dulu, karena dia telah terlahir kembali, Thomas dan Rio berjanji akan memperlakukan Ivona dengan sangat baik. Tetapi, mereka tetap menjaga agar identitas mereka yang baru kali ini. tidak boleh diketahui oleh orang lain. Mereka berdua juga tidak boleh dengan terang-terangan membenci Vaya. Perlahan-lahan mereka akan memberikan balasan pada Vaya, atas perlakuannya dulu terhadap Ivona dan
keluarganya.
“Lagian kamu berdua, ada apa kalian kesini?” tiba-tiba Thomas bertanya dengan nada keras pada Rio dan Vaya.
“Kak Thom, sebenarnya kepala rumah sakit ini adalah papa kandungku. Tadi dia menelponku, kata papa, Ivona telah melukainya. Papaku sangat kesakitan kak. Kemudian aku meminta pada Kak Rio untuk mengantarku kesini.”
“Kak Thomas, tolong papa kak. Beri Ivona balasan dan pelajaran kak, karena telah melukai papa kandung Vaya.” Dengan air mata menggenang Vaya mengadu pada Thomas.
“Kalau kamu mengkhawatirkan keadaan papamu, kenapa kamu malah berhenti disini. Menggangguku saja. Sana pergi, temui dan rawat papamu.” Seru Thomas sambil berjalan meninggalkan mereka.
Vaya terkejut dengan reaksi yang diberikan Thomas. Karena biasanya Thomas akan selalu memanjakan dan mengistimewakannya, tetapi sikap dan perlakuannya hari ini sangat berbeda dari kebiasaan mereka sehari-hari. Sedangkan Rio, yang juga sudah terlahir kembali pura-pura menghibur dan menenangkan Vaya.
“Kak Thom, kak Rio…, kenapa kakak meneriaki aku.” Dengan mata puppy eyes, Vaya pura-pura akan menangis. Vaya Kembali berjalan mendekati Thomas
“Kak, apa sekarang kak Thomas tidak menyayangi Vaya lagi? Ini semua gara-gara Ivona.”
Tetapi Thomas tidak menghiraukannya, dan saat tangan Vaya menyentuh lengannya, dengan cepat Thomas mengibaskannya. Kemudian tanpa berkata apa-apa, Thomas berlari meninggalkan Vaya dan Rio, dia mengejar ke arah Ivona pergi dengan laki-laki itu. Rio kemudian mencoba menenangkan Vaya yang sedang menangis, karena merasa disakiti dengan sikap kakaknya Thomas. Padahal dalam hatinya, Rio tertawa melihat sikap Thomas dalam memperlakukan Vaya.
**************************************
Alexander dengan gagahnya, dan tanpa kenal lelah terus menggendong tubuh Ivona dan membawanya ke dalam mobilnya. Rico dan beberapa pengawalnya mengikutinya dari belakang, tanpa ada yang berani mengeluarkan suara. Saat mereka sudah sampai di depan mobil, asistennya Rico membukakan pintu mobil dengan menggeserkan ke samping. Dengan penuh perhatian, secara perlahan Alexander menurunkan tubuh Ivona, dan
mendudukannya di dalam kursi tengah mobil. Begitu masuk ke dalam mobil, tatapan Ivona menangkap seorang anak kecil yang sedang menangis. Anak kecil itu sangat mirip sekali dengan laki-laki yang tadi menggendongnya.
Max mengikuti Ivona masuk ke dalam mobil, dan anak kecil itu langsung menghampiri Max dan kemudian memeluknya.
“Max.., kenapa kamu meninggalkan aku sendiri.” Anak itu memeluk dan menciumi Max sambil menangis.
Max kemudian duduk di samping Ivona, dan anak laki-laki itu dengan imut bergeser ikut duduk di samping Ivona. Dengan gemas, Ivona tersenyum dan mengelus kepala anak laki-laki itu dengan pelan.
“Tuan Muda Kecil, Max ini milik kakak ini. Max binatang peliharaan nona ini.” Kata Rico
“Tidak, Max adalah milikku. Max bukan milik siapapun.” Kata anak kecil itu sambil memeluk Max.
Ivona tersenyum, kemudian memberi kode pada Max untuk menggoda anak kecil itu. Max kemudian berdiri dan kembali duduk di depan Ivona.
“Max.., jangan pergi. Kamu adalah milikku. Kak…, jangan ambil Max ya kak. Atau Max aku ganti dengan kak Alex. Mau ya kak?” anak kecil itu memeluk erat Max.
Mendengar perkataan anak kecil itu, Ivona tertawa.
“Ha..ha..ha.., ternyata kamu sangat berharga sekarang Max. Bagus sekali.” Ivona mengelus bulu di tubuh bagian atas Max.
“Hai, kamu bicara apa? Aku ini Ceo Kavindra Grup, tapi masih kalah sama anjing?” Alexander berteriak sambil melotot pada anak kecil itu.
“Ucapkan sekali lagi perkataanmu, aku buang kamu di jalanan.”
Alexander sangat emosi,dia tidak akan keluar rumah untuk ikut mencari Max, jika bukan karena mamanya selalu mengomel akan mencarikan pasangan untuknya, Bahkan saat itu, Nyonya Besar sudah akan menelpon teman sosialitanya untuk membawa putrinya ke rumah, dan akan mereka kenalkan pada Alexander. Begitu dia mengetahui jika adiknya kehilangan Max, dia langsung mengajak Rico dan beberapa pengawal untuk mencari anjing tersebut.
Sedangkan anak kecil itu yang ternyata adik Alexander itu, memeluk erat si anjing dengan mata memerah begitu mendengarnya. Dia merasa tidak mendapatkan sedikitpun kasih sayang dari kakak laki-lakinya itu.
“Kenapa aku tidak mengikuti kakak ini ya, kan aku akan selalu bersama dengan Max.” pikir anak laki-laki itu. Kemudian, matanya mulai berbinar, dan dia menengadahkan kepala, melihat ke arah Ivona.
“Kak, kalau begitu aku ikut kamu ya. Kemanapun, biar aku biar bisa bersama dengan Max." ucap anak itu tiba-tiba.
Ivona tertegun mendengar perkataan anak kecil itu, dan belum sempat dia memberikan jawaban, terdengar suara Alexander.
“Rico, bawa dia dari sini. Gendong dia!”
Dengan sigap, Rico segera mengangkat anak kecil itu, dan langsung terdengar tangisan dan teriakan dari anak imut itu. Tiba-tiba hati Ivona merasa kasihan, kemudian dia mengelus punggung Max.
“Max, ikuti anak kecil yang imut itu untuk sementara waktu. Nanti setelah beberapa hari, aku akan menjemputmu.” Bisik Ivona pada Max.
Max menatap pada mata Ivona, seakan enggan untuk berpisah kembali dengannya. Dengan malas, Max menggosok-gosokkan punggungnya ke kaki Ivona, kemudian dia turun dari mobil dan mengikuti anak kecil yang imut itu. Melihat Max berjalan mengikutinya, wajah anak kecil itu kembalu berbinar.
“Terima kasih kakak cantik.” Teriak anak kecil itu.
Ivona membalasnya dengan tersenyum dan melambaikan tangannya.
“Sungguh anak kecil yang imut dan lucu.” Gumam Ivona.
Ivona tidak menyadari, ternyata di dalam mobil itu, hanya tersisa dia dan laki-laki itu.
"Apakah kamu yakin akan ikut aku?" tiba-tiba Ivona sedikit kaget mendengar laki-laki itu bertanya padanya.
Tetapi karena dia berpikir, bahwa dia harus keluar dari rumah sakit jiwa itu, maka dia langsung menganggukkan kepalanya. Hanya dengan laki-laki itu, maka dia akan bisa kembali ke rumahnya.
***********************************************************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
SweetiePancake
jadi 2 mcnya 😁👍
2024-02-19
1
ayam receh
kakak Adek semua diberi kesempatan kedua
2021-12-01
1
Che Aiyshof Anthemooy
keinget film extraordinary
2021-11-28
1