Terdengar suara wanita di luar kamar masih memanggil dengan gigih. Alexander mendengar panggilan tersebut, tetapi dia mengabaikannya. Dalam diam, Alexander menyalakan sebatang rokok, tidak menjawab panggilan itu, dan tidak terlihat sedikitpun gejolak di dalam sorot matanya. Dia tetap merokok sambil tidur rebahan di atas sofa. Tidak berapa lama, dia mendengar pintu kamar mandi dibuka. Dia kemudian mematikan rokoknya diatas asbak, kemudian menengadahkan kepala melihat ke arah Ivona. Alexander terdiam tidak bicara saat menatap ke arah Ivona. Saat ini dia terlihat sangat berbeda dengan saat dia menemukannya tadi di halaman rumah sakit jiwa. Gadis ini sekarang terlihat sangat bersih, dengan pinggang yang sangat kecil terlihat dari di balik balutan jubah mandi. Mata Alexander bergeser ke bawah dan dia menemukan sepasang kaki jenjang yang putih mulus. Dia melihat gadis itu juga memiliki pinggul indah yang bergoyang ke sana kemari.
“Jangan menatapku seperti itu, hai. Aku takut.” Kata Ivona yang langsung membuyarkan lamunan Alexander yang membayangkan betapa indahnya tubuh Ivona.
Alexander hanya menanggapi perkataan Ivona dengan senyuman, dia betul-betul terkesima dengan penampakan tubuh kecil nan ramping yang tersaji di hadapannya. Gadis itu memiliki aura pada sekujur tubuhnya, yang terlihat arogan seperti mawar berduri. Tetapi gadis itu memiliki mata yang terlihat sangat jernih dan bersih.
“Kamu ternyata berbeda dengan gadis yang aku temukan tadi.” Ucap Alexander perlahan, tetapi Ivona pura-pura tidak mendengarnya.
Dia malah kemudian duduk di atas sofa, di samping Alexander. Bahkan Alexander merasa, kalau Ivona melakukan kejahatan dengan paras polosnya ini, siapapun tidak akan tega memarahinya. Dia sangat cantik dengan hidung mancung, dan kulit yang putih bersih, meskipun saat ini terlihat luka di atas kakinya.
“Kamu tidak mandi, lihat celana kakimu juga basah. Mandilah dengan air hangat sepertiku, lumayan dapat menghangatkan tubuh.”
Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya Alexander berdiri.
“Okay aku akan mandi juga. Nanti akan ada staf hotel datang kemari. Dia akan mengantarkan pakaian untuk kita berdua. Jangan biarkan orang lain masuk kesini.”
“Siap.” Jawab Ivona singkat sambil tersenyum.
Ivona kembali berpikir saat dia belum masuk ke dalam novel. Di lingkungannya dahulu, banyak pewaris dari keluarga besar dan kaya yang tidak mudah tergoda oleh wanita. Tetapi dia tidak menemukan satupun dari mereka yang seperti Alexander. Laki-laki itu menolak langsung kehadiran seorang wanita, tapi Ivona tersenyum saat mengingat jika laki-laki itu menggendongnya tanpa lelah sampai ke dalam kamar ini.
Sambil menunggu staf hotel mengantar pakaian, Ivona duduk di atas sofa. Tiba-tiba dia merasakan perutnya terasa sedikit perih. Kemudian dia teringat jika dia belum makan apapun dari tadi, kemudian di berjalan ke atas meja panjang. Dengan menggunakan ketel elektrik, dia merebus air untuk membuat kopi panas.
****************************************************
Tiba-tiba Ivona mendengar bel pintu kamar berbunyi. Ivona berdiri dan mengintip dari balik pintu, dan terlihat seorang wanita dengan mengenakan seragam hotel tersebut, sedang berdiri di balik pintu. Wanita itu membawa paper bag, kemudian Ivona kemudian membukakan pintu dan dia kembali duduk di atas sofa.
“Permisi, mau mengantarkan pesanan dari Tuan Alexander Kavindra.” Kata staf hotel tersebut.
“Taruh di atas ranjang. Tuan Alexander sedang mandi.”
Staf tersebut kemudian masuk ke dalam kamar, dan meletakkan barang bawaan di atas ranjang. Kemudian wanita tersebut segera keluar, tetapi begitu dia keluar dan belum sempat menutup pintu, terlihat ada seorang wanita yang masuk ke dalam kamar tersebut. Wanita itu membawa tas yang berisi makanan.
“Waduh, aku bisa kena tegur laki-laki itu, tapi lumayan sepertinya dia membawa makanan.” Ivona membatin sambil tersenyum.
Tetapi Ivona mengabaikan keberadaan wanita itu, dia menganggap bahwa tidak ada Wanita itu di dalam kamar. Dia kemudian berdiri dan mengambil pakaian yang dikirimkan staf hotel di atas ranjang.
“Hai kamu siapa, kenapa bisa berada di kamar pacar saya.” Wanita itu bertanya pada Ivona.
Ivona tidak menanggapi gadis itu, dia menunggu gadis itu pergi, agar dia bisa berganti pakaian.
“Kamu tuli ya. Siapa kamu sebenarnya, apakah kamu sugar baby? Dasar tidak punya rasa malu, punya tubuh diumbar seperti itu pada setiap laki-laki.”
Ivona tersenyum dan tetap bersikap tenang. Hal seperti ini sering dia alami pada kehidupan sebelumnya di jalanan. Dia kemudian duduk di tepi ranjang, dan dengan berani menatap wajah wanita yang sedang mengomel di depannya. Wanita lebih tinggi sedikit darinya, dengan wajah yang tertutup oleh riasan yang lumayan tebal. Tas yang dia kenakan memiliki harga ratusan juta, dan mengenakan high heels di sepasang kakinya.
“Kamu tahu tidak siapa aku ya? Hanya aku wanita yang dipilih oleh Nyonya Besar Kavindra untuk Alexander. Aku sudah mendapat restu darinya untuk menikah dengan Alexander. Kamu itu siapa?”
Tiba-tiba Wanita itu memegang dagu Ivona, tetapi Ivona adalah orang yang tidak suka jika ada orang asing memperlakukannya semena-mena tanpa ada alas an apapun. Tangannya langsung memegang tangan wanita itu, kemudian tanpa banyak bicara dia mengibaskannya ke samping.
“Sialan, beraninya kamu padaku. Hai, apakah kamu tahu bedanya gadis dengan Wanita? Lihat saja, Alexander hanya menginginkan tubuhmu. Setelah dia puas menidurimu, dia akan memberimu uang dan memintamu pergi, Ingat itu.”
Melihat Wanita itu semakin menjadi mulutnya, dan terasa memenuhi ruangan, Ivona ingin menamparnya dengan tidak menggunakan tangan. Tanpa bicara, di depan Wanita itu, Ivona melepaskan jubah mandinya kemudian melemparkan ke belakang tubuhnya. Wanita itu terbelalak dengan mulut menganga menyaksikan tubuh Ivona. Saat dia mengenakan jubah mandi, dia hanya melihat tubuh gadis itu lurus. Tetapi begitu jubah mandinya dilepaskan. Wanita itu melihat pinggang yang ramping tanpa ada lemak sedikitpun. Sepasang gunung kembar tampak tegak berdiri di atas perut yang ramping. Dengan santai dan mengabaikan keberadaan Wanita itu, Ivona mengenakan baju di hadapannya.
Mata wanita itu melotot merah, raut wajahnya sangat jelek saat melihat Ivona berganti pakaian dengan santai. Keberadaannya di dalam ruangan itu, betul-betul diabaikan oleh gadis itu, Bahkan dia bicara dari tadi, sedikitpun Ivona tidak meresponnya. Dia hanya merespon saat Wanita itu memegang dagunya.
Setelah selesai mengenakan pakaian, dengan santai Ivona merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Dia berpikir untuk menggoda wanita itu, jika perlu mengusirnya dari dalam kamar ini.
“Sungguh melelahkan tadi malam. Cowok itu benar-benar luar biasa dan sangat hebat. Staminanya sangat kuat, sampai aku kewalahan untuk mengikutinya.” Ivona berkata sambil tersenyum.
"Kamu---!" teriak Wanita itu.
“Kenapa. Kamu sudah pernah mencobanya belum dengan cowok itu, yang tadi siapa namanya aku agak lupa. Alex.., Alexander ya, namanya? Kamu tahu tidak, cowok itu sangat luar biasa, semalaman aku tidak dibolehin tidur."
Ivona terus menggoda wanita itu, sampai mukanya memerah karena menahan marah. Tetapi Ivona terus menggodanya, dan wanita itu memasukkan dua jarinya ke dalam daun telinganya.
*******************************************************************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
bhuaaaa....panas enggak...masak enggak...panas2 deh...😄😄😄
2024-01-09
0
Novianti Dewi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭 nakal juga ivona
2022-05-03
0
Kia
inova, inova 😂😂😂
2021-11-29
1