" Tutup mulutmu, aku tidak Sudi bersamamu," ucap Arkan menepis kembali tangan Yasmine.
" Arkan jangan seperti itu, aku tau kamu sengajakan mengatakan ingin menikahi Serra, padahal kamu hanya ingin membuatku cemburu, aku tau Arkan kamu masih mencintaiku, jadi kita nikmati saja malam kita," bisiknya di telinga Arkan.
" Menyinggirlah kamu dari tubuhku,"
Arkan sungguh kesulitan menghadapi agresif Yasmine. Yasmine terus berusaha merayunya, karena merupakan kesempatan untuknya suaminya yang tidak ada di rumah, dan anak tirinya pasti sudah tidur.
" Apa yang kamu lihat dari perempuan buta itu Hah! dia tidak bisa melakukan apapun, dia tidak mampu melakukan apapun Arkan. Wanita itu hanya akan membuatmu susah Arkan. Melayanimu saja dia tidak akan mampu melakukannya, aku sangat paham seperti apa kamu," sahut Yasmine dengan segala usahanya.
" Arkan ayolah, kamu jangan jual mahal terus, aku tau kamu itu menginginkan ku, kamu selalu cemburu bila aku bermesraan dengan laki-laki tua itu. Percayalah Arkan aku hanya mencintaimu, dan aku juga tau kamu mencintaiku, mari kita nikmati malam ini, kamu tidak akan mendapatkan semua ini dari wanita buta itu, dia tidak akan bisa melakukannya, jangan bodoh Arkan,"
Arkan tidak fokus mendengar rayuan Yasmine, tatapan Arkan menatap kearah pintu yang ternyata Serra berdiri di depan pintu.
" Sayang aku akan memuaskan mu hari ini, dan sampai kapanpun," lanjut Yasmine yang tidak tau keberadaan Serra.
" Serra," ucap Arkan langsung menggeser tubuh Yasmine kasar sehingga wanita itu terbaring di kasur. Arkan langsung berdiri dan menghampiri Serra.
" Sial kenapa dia di sini," desis Yasmine. Tidak percaya melihat keberadaan Serra.
Serra memang tidak bisa melihat apa yang dilakukan Arkan dan ibu tirinya, tetapi Serra bisa tau dengan mendengar perkataan mereka.
" Maaf menggangu kalian," ucap Serra santai.
" Serra tunggu," panggil Arkan memegang tangan Serra, namun Serra yang merasa tangannya digenggam langsung menepisnya.
Serra pun yang tidak ingin mendengar apapun langsung berbalik arah, berjalan dengan terburu-buru meraba dengan tongkatnya, Karena Serra yang tidak berhati-hati dan tidak fokus berjalan.
Serra menabrak guci di pinggir pintu. Prangggg guci besar itu pun langsung pecah berserakan di lantai bersamaan dengan jatuhnya Serra kelantai.
Serra yang terduduk di lantai, meraba lantai untuk mencari tongkatnya yang terpisah dari tangannya. Yasmine kaget melihat Serra yang memecahkan guci, Arkan melangkahkan kakinya menghampiri Serra. Namun, belum sampai beberapa pelayan sudah tiba.
" Yaampun non Serra," teriak salah satu pelayan langsung berjongkok.
" Biarkan, aku bisa sendiri," ucap Serra bisa merasa pelayan ada di depannya. Serra terus meraba lantai, dengan keterbatasannya, Serra tidak menemukan tongkatnya, malah telapak tangannya yang meraba lantai ikut luka akibat pecahan guci.
" Tapi non," pelayan yang melihat Serra, sungguh tidak tega, tangan putih itu mulai berdarah bahkan lututnya juga yang terkena pecahan kaca, karena terus bergeser di lantai.
" Biar bibi saja non," ucap sang pelayan mencoba membantu dengan memegang tangan Serra.
" Aku bilang biarkan aku sendiri, apa kamu tidak bisa mendengar ku," bentak Serra membuat pelayan kaget, ini pertama kali Serra berteriak kepada pekerja di rumahnya, pelayan yang lainnya pun hanya diam melihat Serra yang mencari tongkatnya.
Arkan yang melihat tindakan bodoh Serra pun langsung menghampirinya dan meraih tubuhnya
" Jangan bertindak bodoh," ucap Arkan menjauhkan tangan Serra dari pecahan guci.
" Jangan menyentuhku," ucap Serra dengan nada tinggi.
" Apa yang kamu lakukan hah!" ucap Arkan.
" Pergi kamu dari sini," sahut Serra dengan nada menekan, menyimpan kemarahan terhadap Arkan.
Arkan tidak mempedulikan perkataan Serra yang keras kepala. Arkan bisa melihat tindakan Serra hanya akan melukai dirinya sendiri. Arkan langsung menggendong Serra ala bridal style.
" Turunkan aku," teriak Serra memberontak.
Arkan menghiraukannya, Serra yang terbawa emosi menggigit lengan Arkan dan sontak membuat Arkan kaget dan melepas tubuh Serra, untung saja Serra tidak jatuh, Serra yang berdiri di hadapan Arkan sangat marah.
Plakkk.
Tepat sasaran Arkan mendapat tamparan dari Serra. Membuat Yasmine kaget menutup mulutnya melihat Arkan yang ditampar Serra.
" Aku sudah mengatakan, jangan menyentuhku," ucap Serra dengan penuh penegasan. dan berjalan dengan pelan meraba jalan dengan tangannya.
Arkan masih tidak percaya Serra menamparnya dan Arkan bisa melihat Serra sangat marah. Arkan yang masih shock menerima tamparan tersebut, masih mencerna apa yang di pikirkan Serra.
Arkan hanya bisa melihat wanita itu berjalan dengan penuh kekesalan tanpa ingin dibantu.
" Kalian bersihkan semua ini," ucap Yasmine pada pelayan. Para pelayan menunduk dan membersihkan pecahan guci tersebut.
" Arkan kamu tidak apa-apa?" tanya Yasmine memegang pipi Arkan.
" Minggir," Arkan menepis tangan Yasmine dari pipinya dan langsung pergi dari hadapan Yasmine.
" Sial, hari ini benar-benar sial, Arkan terus menolakku dan wanita itu, apa dia mendengar semuanya," desis Yasmine merasa cemas, dengan apa yang di dengar Serra.
*********
Serra sekarang sudah berada di kamarnya dan berbaring di ranjangnya. Vira mengobati luka di kaki telapak tangan Serra. Pelayan langsung mengabari Vira, karena Serra tidak ingin di bantu siapapun. Vira pun yang masih berada di luar langsung buru-buru pulang mendengar hal buruk terjadi pada Serra.
" Ada apa Serra, kenapa kamu sampai seperti ini?" tanya Vira mengobati lutut Serra dan melihat wajah sepupunya itu sangat murung.
" Tidak apa-apa," jawab Serra.
" Kamu yakin?" tanya Vira tidak percaya, dia sangat yakin Serra sedang menyembunyikan sesuatu, meski Serra buta, tidak pernah ada benda yang di rumahnya yang terpecah, karena Serra sangat berhati-hati. Kecuali itu perbuatan Yasmine.
" Sampaikan sama papa, aku tidak ingin menikah dengan laki-laki itu," ucap Serra membuat Vira menghentikan pengobatannya, dan melihat Serra, Vira seakan bisa menebak kejadian hari ini pasti berhubungan dengan Arkan.
" Memang apa yang terjadi, bukannya kamu sudah setuju?" tanya Vira.
" Aku tidak mau menikahinya," ucap Serra dengan penuh penegasan dan penekanan.
" Baiklah nanti aku akan sampaikan kepada om Suroto, kamu tenangi diri kamu dulu, istrihatlah aku keluar dulu ya, ucap Vira yang sudah selesai mengobati Serra.
Vira menutupkan selimut ketubuh Serra sampai ke dadanya dan keluar dari kamar Serra.
Vira tidak ingin mengetahui banyak hal dengan apa yang dialami Serra, dia ingin membiarkan Serra tenang dulu, kalau Serra tenang dia yakin Serra akan menceritakannya.
Arkan pun langsung pulang, melihat suasana hati Serra yang sedang buruk tidak mungkin Arkan menemuinya kembali dan bertanya tentang tujuannya datang menemui Serra. Arkan yang berada di dalam mobilnya terlihat sangat kesal.
Arkan masih tidak percaya dengan kejadian malam ini, dia hanya berencana menemui Serra, tetapi Yasmine bikin ulah.
Arkan juga tidak menyangka mendapat tamparan dari Serra. Arkan bisa melihat Serra begitu marah.
Ini pertama kali Arkan melihat wanita yang selama ini sangat santai menurutnya, berubah menjadi pemarah penuh emosi dan bertindak bodoh yang dapat melukainya dirinya sendiri.
" Sialll..Ada apa dengannya? Kenapa dia begitu marah? Apa dia mendengar semuanya? walaupun iya seharusnya dia tidak marah, selama ini dia sangat santai," Arkan berdecak kesal mencoba berpikir mencari jawaban atas tindakan Serra.
" Ahhhh," teriak Arkan memukul stir mobilnya.
**********
Kejadian malam itu sampai ketelinga Suroto, Vira langsung menceritakan kecelakaan yang di alami Serra, dan memang Vira juga tidak tau alasannya, Vira juga menyampaikan permintaan Serra yang membuat Suroto kaget tidak percaya.
" Serra sayang ada apa, bukannya kamu sudah setuju untuk menikahinya," ucap Suroto yang menemui Serra balkon ruang belajarnya Yasmine juga ada di sana menemani suaminya.
Serra yang hanya duduk tanpa ingin menjawab pertanyaan papanya.
" Sayang apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Suroto lagi penasaran apa yang membuat putrinya tiba-tiba berubah pikiran.
"Gawat kalau sampai Serra mengatakan kepada mas Suroto kalau aku dan Arkan berada di dalam kamar," batin Yasmine yang panik, menurutnya Serra memang mengetahui semuanya.
" Serra kenapa kamu diam, jawablah. Ada apa sayang, kalau kamu tidak mau menikahinya, dia tidak akan menjadi pengacaramu," jelas Suroto mengingatkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments