Setelah pelayan membantu Serra mengganti pakaian, Serra duduk di tempat tidurnya, pelayan juga membantu Serra menyisir rambutnya yang masih basah.
" Biarkan aku saja, sebaiknya kamu lanjutkan pekerjaan saja," ucap Serra mengambil alih menyisir rambutnya.
" Baik non, kalau begitu saya keluar dulu, nanti kalau butuh sesuatu, non langsung panggil saya," sahut pelayan dan segera keluar dari kamar majikannya.
Ternyata di di depan pintu Arkan masih berdiri bersedia menunggu.
" Bagaimana Serra?" tanya Arkan
" Non Serra, sedang istirahat," jawab pelayan," saya permisi tuan." Lanjut pelayan.
" Hmmm," Arkan hanya menjawab dengan deheman.
Setelah kepergian pelayan, Arkan membuka pelan pintu kamar Serra dan melihat Serra yang duduk di atas ranjang sedang menyisir rambutnya.
Arkan melihat wanita itu penuh arti yang dia sendiri juga tidak tau kenapa perasaannya bergejolak. Arkan menarik napasnya panjang dan menutup pintu kamar secara perlahan agar Serra tidak mengetahuinya.
Serra menghentikan pekerjaannya dalam menyisir rambutnya, Serra perlahan memegang bibirnya. Bibir yang tadi di cium pengacaranya sewaktu di kolam renang, dia mengetahui bahwa pengacaranya menciumnya karena mendengar suaranya setelah sudah sampai di daratan.
" Kenapa aku merasa dia pernah melakukannya," gumam Serra yang penasaran dengan Arkan, seperti orang yang tidak asing baginya.
************
Jatuhnya Serra ke dalam kolam renang sampai ketelinga Suroto dia sekarang sedang mengomeli Yasmine yang 25 tahun dibawahnya itu. Yasmine harus mendengar ocehan sang suami di ruang tamu.
" Apa kamu tidak bisa menjaga Serra Yasmine," ucap Suroto kecewa dengan keteledoran istrinya
" Sayang maafkan aku, aku tadi panik, sehingga aku tidak bisa mencegah Serra," bujuknya merayu suaminya yang terbakar emosi.
" Kalau sampai tadi Serra kenapa-napa, apa kamu mau tanggung jawab ha," ucap Suroto lagi.
" Sialan, gara-gara dia aku jadi diomelin," batin Yasmine kesal.
Yasmine pun mendekati suaminya duduk rapat disamping suaminya, meletakkan kepalanya di bahu suaminya.
" Aku tau, aku memang bukan ibu yang baik, tapi aku sudah berusaha membujuk Serra agar tidak bermain di kolam renang. Seharusnya tadi aku marah saja terhadapnya supaya dia mendengarkanku, walau aku tau jika aku memarahinya dia akan semakin membenciku," ucap manis Yasmine seperti merasa bersalah, bermanja di bahu suaminya.
" Bukan begitu Yasmine, aku hanya tidak ingin Serra mengalami hal buruk lagi," sahut Suroto lembut, seakan termakan omongan istrinya itu.
" Aku tau, kamu sangat mencemaskannya, aku juga sangat khawatir terhadapnya," ucap Yasmine lagi.
" Baiklah, kita lupakan kejadian ini," ucap Suroto membuat Yasmine tersenyum, akhirnya rayuannya berhasil, dengan cepat Yasmine mencium pipi suaminya. Cup.
" Makasih sayang, aku janji akan menjaga Serra dengan baik," ucapnya tersenyum menatap suaminya.
" Iya aku percaya padamu," ucap Suroto senyum dan mengecup kening Yasmine.
Sesaat kemesraan suami istri itu, Arkan pun sempat melihat tetapi dia mengacuhkan dan melanjutkan langkahnya.
" Pak Arkan tunggu sebentar," panggil Suroto membuat Arkan menghentikan langkahnya.
" Ada apa?" tanya Arkan datar
" Mari duduk dulu, saya ingin bicara," ajak Suroto dan Arkan pun menghampiri Suroto dan Yasmine dan mengambil tempat duduk.
" Aku yakin Arkan pasti cemburu melihatku bermesraan dengan mas Suroto," batin Yasmine tersenyum sinis melihat Arkan. Arkan juga melihatnya dengan tatapan sangat menjijikkan.
" Apa yang ingin anda bicarakan?" tanya Arkan, mengalihkan pandangannya pada Suroto.
" Saya ingin berterima kasih karena sudah menyelamatkan putri saya, saya mendengar dari pelayan jika pak Arkan sudah menolongnya," ucap tulus Suroto.
" Saya hanya tidak sengaja lewat, dan inisiatif menolongnya, sepertinya nyonya Yasmine tidak bisa berenang, sampai harus membiarkan putrinya kesulitan di dalam kolam renang," U
ucap Arkan menyindir Yasmine, Yasmine langsung kesal melihat Arkan yang sengaja memojokkannya.
" Istri saya gampang panik, jadi mungkin dia tadi panik, jadi tidak tau harus berbuat apa," sahut Suroto membela Yasmine.
" Oh begitu rupanya," jawab Arkan ketus.
" Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan terima kasih pak Arkan sudah memebebasakan anak saya, saya berharap bapak akan terus melanjutkan kasusnya," ucap harap Suroto.
" Saya tidak bilang akan melanjutkan atau tidak," jawab Arkan membuat Suroto menelan ludahnya dan Jasmine justru tersenyum licik mendengarnya.
" Maksud pak Arkan apa, tolonglah pak Arkan saya akan membayar berapapun yang bapak minta, dan saya akan melakukan apapun asal bapak bisa menangani kasus putri saya," ucap Suroto memohon.
" Anda bisa cari pengacara yang lain saja, kasus putri anda terlalu berbelit-belit." ucap Arkan lagi.
" Tapi saya percaya, pak Arkan bisa menyelesaikannya," Suroto terus memohon pada Arkan.
" Mas, sudahlah kita cari pengacara lain saja," bujuk Yasmine yang merasa puas dengan keputusan Arkan. Arkan berpikir sejenak setelah melihat eksperesi Yasmine yang terlihat senang.
" Pak Arkan saya mohon," bujuk suroto lagi.
" Hmmmm baiklah, saya akan menangani kasus putri anda dan saya jamin dia terbukti tidak bersalah, dan akan mencari dalang dari semua ini. Tetapi ada syaratnya," ucap Arkan membuat Suroto menatap bingung
" Syarat, Arkan mengajukan syarat, syarat apa yang akan di minta Arkan," batin Yasmine penasaran.
" Katakanlah apa yang kamu inginkan, saya akan mengabulkannya asalkan putri saya bisa keluar dari masalah ini, saya tidak ingin Putri saya mengalami nasib buruk lagi," ucap Suroto seakan menjadi peluang untuk Arkan mengajukan syarat yang di inginkanya.
" Saya ingin Putrimu sebagai imbalannya," jawab Arkan, membuat Suroto terperanjat kaget dan melotot kepada Arkan atas keinginan Arkan. Tidak hanya Suroto Yasmine pun menatap tajam Arkan tidak mengerti maksud dari Arkan.
" Jangan bercanda pak Arkan, itu tidak mungkin saya tidak mungkin membiarkan putri saya satu-satunya menjadi imbalannya, pak Arkan tolonglah mana ada orang tua yang ingin memberikan putrinya bermalam dengan pria yang tidak dikenalnya," protes Suroto yang tau maksud Arkan, Suroto memang sering mendengar jika kebanyakan pengacara hebat membutuhkan bayaran tambahan dengan tubuh klien mereka, apa lagi jika klien itu masih muda.
" Apa Arkan sudah gila, bagaimana mungkin dia ingin meniduri wanita buta seperti itu," batin Yasmine tidak percaya.
" Maaf pak Arkan, tapi itu tidak mungkin," lanjut Suroto yang merasa Arkan keterlaluan.
" Saya tidak bilang seperti itu, saya akan menyelesaikan kasusnya, tapi Putri anda harus menikah dengan saya," ucap Arkan detail, membuat Suroto menganga kaget tidak percaya dengan apa yang di dengarnya, bukan hanya Suroto Yasmine pun merasa jika apa yang di katakan Arkan tidak mungkin.
" Menikahi putri saya, apa saya tidak salah dengar?" tanya Suroto masih tidak percaya dengan perkataan yang keluar dari mulut Arkan.
" Iya, saya akan menikahi putri anda, Itu syarat dari saya, tapi terserah, saya tidak memaksakan sedikitpun," ucap Arkan mengulangi sekali lagi,
Suroto masih tetap bingung dan tidak percaya jika seorang pengacara yang sangat terkenal ingin menikahi putrinya.
Arkan bisa melihat wajah ke-2 pasangan itu yang dilanda kebingungan, Arkan pun berdiri merapikan jasnya.
" Saya rasa anda keberatan, jadi saya pergi dulu," ucap Arkan.
" Tunggu sebentar, pak Arkan bukan itu maksud saya, begini pak Arkan mungkin pak Arkan sudah melihat Putri saya, tapi pak Arkan juga tau jika Serra memiliki keterbatasan, Ya menurut saya orang seperti pak Arkan mungkin bisa menemukan wanita yang sempurna dibandingkan Serra," ucap Suroto yang merasa jika Arkan hanya mempermainkannya.
" Hmm.. Pak Suroto itu urusan saya, saya tidak memaksakan apapun, karena saya tidak suka memaksa. Semua ada ditangan bapak, jika ingin saya menjadi pengacara putri anda maka nikahkan saya dengan dia," tegas Arkan sekali lagi.
" Saya permisi," Lanjut Arkan melangkahkan kakinya meninggalkan Suroto dan Yasmine.
" Sial, kenapa? Arkan ingin menikahi wanita buta itu," batin Yasmine jengkel.
Suroto memijat pelepisnya. Dia tidak mengerti dengan syarat yang diminta Arkan. Dia merasa sangat aneh jika pengacara terkenal seperti Arkan ingin menikahi anak perempuannya yang memiliki keterbatasan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments