Kantor polisi.
Lagi-lagi Arkan mendapat pujian dari atasannya atas kerja kerasnya berhasil mendapatkan target yang selama ini diincar, memang sangat sulit menangkap anak sang Pengusaha.
Berita Rangga yang merupakan salah satu anak Pengusaha terbesar itu pun sudah mulai tersebar. Bahkan menjadi trending topik di media, atas penangkapan Rangga di kamar hotel bersama Sandra.
Ternyata Sandra juga memakai pada saat itu. Seluruh kampus Serra heboh mengetahui saat kekasih Serra ditangkap. Ya Serra memutuskan memang kuliah hari itu juga, dia sudah terbiasa mendapat tatapan sinis dari teman-teman kuliahnya.
Kecantikan Serra memang selalu membuat iri para wanita di kampusnya dia selalu dikatakan suka merebut pacar orang lain padahal pacar mereka sendiri yang mendekati Serra.
Rasa iri itu ditambah lagi saat mereka mengetahui jika Serra berpacaran dengan anak Pengusaha kaya. Serra memang tidak pernah mempublikasikan pacarnya, tetapi pada akhirnya teman kuliahnya mengetahui dan membuat Serra semakin ditatap sinis.
Meski menjadi anak semata wayang dan orang tua yang kaya raya dan berprestasi di kampusnya tidak menutup pandangan penghuni kampus untuk tidak iri dengannya.
Sang berita juga sudah sampai ke telinga papanya, mungkin orang yang paling bahagia adalah papanya. Dari dulu Suroto memang tidak pernah menyukai Rangga, makanya saat Serra memutuskan menikah muda papanya sangat marah.
Serra masih beruntung polisi tidak membawa namanya dalam masalah itu, bahkan saat penggeledahan pun dia sama sekali tidak terlihat, Arkan memang mengaturnya agar wanita itu memang tidak tersorot.
Dia tidak tau apa yang akan terjadi jika benar-benar dia terseret dalam masalah sang mantan kekasih.
********
Seperti biasa, jika Arkan selesai menangani kasus, dia akan bersenang-senang semalaman bersama teman-temannya yang ditemani para wanita-wanita di Club tersebut.
Tetapi entah mengapa Arkan tidak bersemangat bahkan berkali-kali dia menepiskan tangan wanita -wanita yang ingin menggodanya dia sungguh tidak tertarik.
Pikirannya hanya melayang kepada seorang wanita yang tadi malam menemani malamnya. Arkan tidak tau siapa wanita itu namanya pun tidak tau bahkan dia tidak menanyakannya dia hanya tau umur wanita itu, masih sangat muda 6 tahun di bawahnya.
Dia sungguh tidak percaya bisa tidur dengan wanita yang virgin. Dia juga merasa wanita itu benar-benar bodoh sembarangan memberikan mahkotanya hanya karena sakit hati.
Ya jelas dia tau karena penyadap suara di ruangan targetnya terdengar jelas di telinganya. Dia juga bisa mendengarkan betapa kecewanya wanita tersebut sampai memutuskan tindakan bodoh.
" Ahhhhhhhh," teriaknya mengacak rambutnya frustasi.
" Sial kenapa dia terus masuk dalam pikiranku, siapa dia," desis Arkan tidak percaya di dalam pikirannya terdapat seorang wanita.
" Kenapa lo," tanya Roy yang melihat tingkah Arkan.
" Gue lagi kesal, banyak pikiran," jawab Arkan.
" Gue pesan kamar," tambah Alex.
" Gue gak tertarik," jawab Arkan meminum minumannya. Roy dan Alex saling melihat menatap aneh Arkan, sungguh tidak biasanya Arkan seperti itu.
**********
1 bulan kemudian.
Serra berada di dalam kamar mandi tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Serra merasa tubuhnya tidak enak mual dan pusing beberapa terakhir ini di alaminya dan selera makannya mulai hilang.
Setelah melihat dari internet gejala yang dialaminya. Serra memutuskan keapotik membeli tespek mengingat dia juga tidak datang bulan.
Serra terkejut melihat garis 2 yang berada di tespeck yang menurut keterangan yang dibacanya itu menandakan dirinya positif hamil.
Serra menghapus wajahnya kasar. Mengacak rambutnya tidak menyangka atas apa yang dilakukannya justru membuat petaka dalam hidupnya. Serra menghidupkan keran di wastafel mencuci mukanya. Menatap dirinya di cermin.
" Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan," tanyanya berusaha mendapatkan jawaban.
Tok tok tok ketukan pintu mengagetkan Serra dan segera membuang tespeck kedalam closet dan segera keluar dari kamar mandi. Serra membuka pintu kamarnya.
" Happy birthday," teriak Vira mengagetkan Serra membawa kue ulang tahun yang bertuliskan 19
" Vira bikin kaget aja," ucapnya masih dek-dekan
" Selamat ya, sepupu ku tersayang." Ucap Vira memeluk Serra tidak berapa lama papanya dan ibu tirinya pun datang saling bergandengan.
" Serra selamat ulang tahun ya sayang," peluk sang papa merasa bangga Putrinya sudah 19 tahun.
" Iya pa makasih ya pa," jawabnya senyum.
" Serra, semoga kamu panjang umur ya," sahut Yasmine memeluk Serra dengan cepat Serra langsung melepasnya dia sungguh risih dengan pelukan ibu tiri.
" Makasih," jawabnya ketus.
" Kamu mau dirayain di mana? tanya Suroto.
" Tidak pa, Serra tidak ingin dirayakan," jawabnya memang dia sangat malas jika harus merayakan ulang tahunnya apa lagi dia baru mendapat kabar buruk tentang kehamilannya.
" Yasudah terserah kamu, kamu sama Vira lanjutin aja semuanya, papa mau kekantor dulu nanti kamu kabari papa ingin apa sebagai kado ulang tahun, papa akan berikan apapun itu." Ucap Suroto senyum yang dibalas senyum tipis Serra.
" Aku ingin papa menceraikan wanita itu," batin Serra kesal.
Akhirnya suroto dan Yasmine pun meninggalkan Serra dan Vira.
Serra tidak menyangka dihari ulang tahunya justru dia mendapatkan kado berita kehamilannya.
" Serra, ada apa," tanya Vira yang melihat Serra bengong seperti banyak pikiran.
" Tidak apa-apa ayo masuk," ajak Serra, Serra dan Vira pun menikmati cake ulang tahun yang di bawa Vira
Serra sama sekali tidak bersemangat, padahal hari ini dia ulang tahun biasanya dia akan meneraktir teman-temanya atau justru mengajak liburan 2 atau 3 hari.
Tetapi kehamilannya membuatnya tidak bisa berpikir jernih, apa yang akan dilakukannya pikiran itu terus menghampiri pikirannya, Dia sangat takut, apalagi kalau sampai papanya tau bisa-bisa dia benar-benar dibunuh hari itu juga.
Dia juga tidak mungkin meminta pertanggung jawaban orang yang melakukannya, karena dialah yang memaksa pria itu, Serra tidak bisa berpikir jernih.
**********
3 Tahun kemudian.
Rumah Suroto Anderson.
Banyak mobil polisi yang parkir di pekarangan rumah mewah itu dan sebagian ruangan sudah di garisi polisi.
beberapa polisi sedang memasukkan pria yang tak bernyawa dilumuri darah itu kedalam kantong mayat dan segera membawanya keluar.
Dan sebagian polisi sibuk memberi tanda garis pada lantai yang berlumur darah, dan juga salah satu polisi memasukkan pisau yang di lumuri darah tersebut ke dalam plastik sebagai barang bukti.
Diluar sana suara seruni ambulans sudah berbunyi dan suara itu semakin jauh mungkin saja mayat yang di kantong plastik tersebut sudah dibawa untuk diperiksa.
Wanita yang tampak pucat dengan dress peac yang dipakainya dan dengan tongkat yang selalu dibawanya, alatnya untuk menunjukkan jalanya. Terlihat kebingungan di wajahnya dia hanya gemetar tidak tau apa yang terjadi.
" Pak, Putri saya tidak mungkin melakukannya dia buta mana mungkin dia membunuh," teriak Suroto berusaha membela anaknya yang menjadi tersangka pembunuhan rekan bisnisnya di rumahnya sendiri
" Nanti kita akan membahas di kantor polisi," jawab sang petugas.
" Jangan bawa Puttri saya dia tidak bersalah," Ucap Suroto berusaha membela anaknya.
Serra yang sedari tadi gemetar dengan apa yang didengarnya tetapi tidak mampu melihat kejadian. Yang dia tau dia yang disalahkan dia bisa mencium bau amis di lokasi tersebut ya mungkin darah itu yang ada dipikirannya.
Serra mengalami kecelakaan 1 tahun lalu menyebabkan dia kehilangan matanya. Sampai saat ini Serra tidak bisa melihat karena selalu mengalami kendala saat mendapatkan operasi mata.
Dan dia sudah mulai terbiasa dengan keadaannya. Sang papa yang sibuk bekerja terkadang membuat papanya lalai dan bahkan tidak secepatnya mencari donor mata untuknya dan perlahan pengobatan mata Serra diberhentikan. Seakan dia mengalami cacat selamanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
Crystal
Kok kaya aneh gitu ya namanya. Jawa campur inggris🙈😂
2022-11-17
0