" Semua akan terbukti di kantor polisi, keteranganmu akan di terima dicatat di kantor polisi, jadi ikutlah denganku," ucap Arkan mencoba menjelaskan, memang Arkan juga tau jika Serra memang baru tiba di lokasi kejadian.
Tetapi tidak mungkin juga dia meloloskan Serra. Pasti atasannya berpikir dia tidak bejus bekerja, dan entah kenapa Arkan harus repot-repot membujuk Serra untuk ikut dengannya kekantor polisi, padahal dia bisa saja memaksa Serra.
Serra berpikir sejenak, bisa-bisa dia terlibat urusan kekasih. Sudahlah menemukan sang kekasih selingkuh, sang kekasih malah menghinanya dengan mengatakan dirinya tidak normal.
" Aku tidak punya waktu untukmu, ikut kekantor polisi sebelum aku memaksamu," ucap Arkan tegas.
" Baiklah aku akan ikut, tapi ada syaratnya," ucap Sera membuat Arkan menaikkan alisnya, bisa-bisanya wanita itu malah memberinya syarat.
" Syarat, aku tidak punya alasan memberimu syarat," ucap Arkan melihat Sera tajam, " tapi, baiklah paling tidak aku bisa mendengar syarat yang kau ajukan, apa syaratnya?" Tanya Arkan tajam.
" Tidur dengan ku," jawab Serra membuat Arkan terkejut mendengar wanita itu menyuruhnya untuk tidur denganya. Arkan membuang napasnya kasar mendengar pernyataan wanita yang berdiri di depanya.
" Apa aku tidak salah dengar," tanya Arkan sinis
" Aku akan ikut kekantor polisi, tetapi sebelum itu tidur denganku," Serra mengulangi sekali lagi. Arkan berdiri dan mengitari tubuh Serra, seakan mengintai tubuh indah Serra yang mulai terlihat karena bajunya yang basah.
" Hmmmmm..... Aku sudah banyak menemui wanita seperti mu, setelah melihat kekasihnya bercinta dengan wanita lain, maka dia juga akan melakukannya. Sekedar hanya menunjukkan kepada kekasihnya kalau dia lebih ahli dalam bercinta dengan pasangan lain," ucap Arkan yang memang beberapa wanita yang pernah tidurnya pasti kebanyakan wanita sakit hati.
" Jangan samakan aku dengan mereka," ucap Serra kesal, karena menurutnya itu sama saja dia seperti Sandra teman yang tidur dengan kekasihnya tadi. Sandra memang jika sedang patah hati akan meluapkan sakit hatinya untuk hal yang menyakannya. Seperti yang dilakukannya tadi dipuaskan di atas ranjang tanpa ingin tau pasangannya sudah memiliki kekasih atau belum.
" Tidak sama, semua wanita itu sama, memang ada wanita yang masih original di jaman sekarang, aku sudah berpengalaman menemui wanita sepertimu," tegas Arkan sekali lagi.
" Aku tidak butuh pengalamanmu, aku hanya ingin kau tidur dengan ku malam ini, setelah itu aku akan bersedia ikut dengan mu kekantor polisi," tegas Serra sekali lagi, Pikirannya memang sudah tidak berfungsi, terlalu banyak beban yang dipikirkannya meski dia tau akibat dari perbuatannya nanti.
" Pikirkan lagi kata-kata mu jangan karena sakit hati kau menyuruh orang untuk menidurimu," saran Arkan, sebenarnya siapa juga yang tidak ingin menikmati tubuh indah Serra, jujur hasrat Arkan memuncak saat mendengar permintaan wanita itu.
Bahkan Arkan sempat berimajinasi liar tentang wanita itu di atas ranjang, pakaian dalam Serra juga sangat jelas terlihat akibat bajunya yang basah. Serra terdiam sejenak seakan memikirkan saran dari Arkan.
" Aku tidak butuh saran mu. Aku sudah memikirkannya. Jadi tidurlah denganku," ucap Serra lagi yakin dengan keputusannya.
Entah sudah berapa kali dia meminta hal itu pada Arkan, pada laki-laki yang baru ditemuinya, bahkan namanya saja Serra tidak tau.
Arkan menatap sinis Serra berharap wanita di depanya sadar. Serra tidaklah mabuk dia hanya sakit hati. Arkan sungguh frustasi menurutnya wanita dihadapanya benar-benar sudah gila.
Dia malah minta ditiduri agar mengikuti kekantor polisi memberikan keterangan. Seharusnya Arkan lah yang meminta syarat itu. Untuk bercinta dengan wanita itu asal tidak kekantor polisi.
Mungkin lebih masuk akal lagi. Tetapi permintaan Serra merugikan Serra sendiri, sudalah ditiduri dan harus ikut kekantor polisi lagi.
Arkan berpikir mungkin wanita ini memang sudah kehilangan akalnya. Dia jelas mendengar pertengkarannya dengan kekasihnya, dan malah mengambil tindakan bodoh, ya dipikirannya wanita itu sangat menyedihkan.
Serra sebenarnya juga sangat gugup dia hanya berusaha tenang supaya dia bisa membuktikan kepada kekasih kalau dia bukan wanita kolot.
" Kenapa kamu diam," tanya Serra yang tidak mendapat kepastian.
" Kamu yakin, kamu harus tau aku bermain sangat lama jika di atas ranjang," ucap intens Arkan menatap tajam Serra.
" Jangan hanya bicara lakukan jika itu benar," tantang Serra.
Sungguh Arkan tidak percaya wanita ini benar- benar mengujinya, bahkan berani menantangnya dalam urusan ranjang. Arkan membuang napasnya kasar.
"Hhhh.... Aku hanya ingin kau berfikir jernih, agar tidak menyesal," ucap Arkan lagi yang terus mengingatkan Serra.
" Dasar payah, jika tidak ingin tidur dengan ku maka katakan dari awal, jangan membuang waktuku. Aku akan mencari pria lain, tunggulah aku, aku tidak akan kabur, aku akan kekantor polisi,Jika sudah ada yang meniduriku," ucapnya berbalik arah menuju pintu.
Arkan membuang napasnya kasar tidak percaya dengan wanita itu yang mungkin dia benar akan melakukannya.
Mengingat disebrang hotel terdapat Club, jika Serra hanya berdiri saja mungkin banyak laki-laki hidung belang akan langsung menerkamnya tanpa Serra minta.
Arkan seakan diuji, bisa-bisanya dia melepaskan barang bagus, dia sungguh frustasi. Arkan beranjak dari tempat tidur dan mengejar Serra yang hampir membuka pintu.
" Auuuuu," lirih Serra saat Arkan menghimpit tubuhnya kepintu.
" Kamu yakin ingin melakukannya," tanya Arkan sekali lagi menatap penuh arti, Serra membalas tatapan Arkan. Sungguh aliran darah Arkan naik, akan permintaan Serra, hasratnya justru semakin memuncak.
" Iya."
" Baiklah, kamu akan menyesal karena menantang ku, jangan menguji keperkasaan ku," ucap Arkan serak. Serra mendorong tubuh Arkan. sehingga laki-laki itu bergeser.
" Aku sudah katakan jangan hanya berbicara." ucap Serra membuka blejear nya sehingga memperlihatkan kulit putihnya, Arkan yang hanya melihat sebagian tubuh Serra sudah menelan salavinanya. Serra dengan santainya berjalan keatas ranjang dan merebahkan dirinya.
Arkan menyunggingkan senyumnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, wanita itu memang benar-benar menyerahkan dirinya.
" Kenapa kamu belum melakukannya, jangan membuang waktuku," ucap Serra yang melihat Arkan masih mematung berdiri.
Arkan frustasi melihat Serra, Arkan membuka topinya dan melemparnya asal. dengan langkah pelan menghampiri Serra yang benar-benar kehilangan akalnya. Arkan membuka kaosnya secara perlahan dan menaiki ranjang menghimpit tubuh Serra.
Jantung Serra berdenyut kencang saat pria yang tidak dikenalnya itu sudah di atas tubuhnya dan tidak menggunakan pakaiannya lagi.
Serra yang merasa malu melihat tubuh Arkan memalingkan wajahnya ini pertama kali untuknya melihat pria tanpa pakaian. Arkan tersenyum dan memegang dagu lancip Serra, membuat mata Serra sejajar dengannya.
Arkan menatap mata yang mencerminkan ketakutan tetapi juga keinginan.
" Tatap aku, aku tidak suka jika melakukan hubungan tanpa melihat orangnya," ucap serak Arkan penuh hasrat membuat Serra gugup dan menatap Arkan dengan mencoba tenang.
Perlahan tangan Arkan meyusup kepunggung Serra. Serra bisa merasakan kalau resleting dressnya sudah ditarik kebawah, tubuhnya merinding saat jari Arkan menyentuh kulit punggungnya.
"Sebelum aku menidurimu ada hal yang harus aku ingatkan kepadamu," Arkan menghentikan kalimatnya menatap intens Serra.
" Apa," tanya Serra.
" Aku tidak ingin ada hubungan setelah ini, aku tidak akan bertanggung jawab atas apapun yang terjadi, meski aku tidak akan membuatmu hamil. Jika permainan ini berakhir maka urusan kita juga berakhir," ucap Arkan membuat Serra mengendus.
" Siapa juga yang ingin berhubungan dengan mu," jawab ketus Sera.
" Baiklah," Arkan mulai melakukan pekerjaannya mungkin tadi dia tidak jadi bersenang-senang dengan dua wanita yang berada di Club tersebut, tetapi justru nasib baik kembali kepadanya.
Tidak satu incipun tubuh Serra terlewatkan olehnya, dia terus dengan lembut memberi tanda kepemilikan di sana. Serra juga tidak tau sejak kapan dia tidak memakai pakaian.
Karena menikmati sentuhan pemanasan yang di berikan Arkan dia tidak sadar jika dia dan Arkan memang tidak memakai sehelai benangpun dan hanya ditutupi selimut putih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments