Data pemblokiran wilayah sudah dikirim oleh Tim Monitoring pada pihak Pemerintahan Benua Aust.
Pesawat induk juga sudah punya bagian wilayah sendiri-sendiri. Semua sudah di atur oleh empat orang Juju, Seva, Leon dan Anthony.
Pesawat tempur itu akan mengapung di titik-tirik tertentu yang sudah diperkirakan. Tugas mereka adalah menyisir daerah yang terdampak Virus Zombi.
Menyelamatkan manusia yang belum terkontaminasi dan membunuh para Zombi yang berkeliaran.
Setiap pesawat tempur biasanya membawa sekitar delapan batalion pasukan. Karena pasukan yang dimiliki SYPUS sedang menyebar di seluruh pangkalan militer di Malio.
Mereka hanya membawa empat batalion di setiap pesawat tempur ini. Alhasil kekurangan pasukan membuat semua orang khawatir.
Meski semua pasukan sudah terlatih dan sebagian besar dari mereka adalah pasukan terlatih Gen Ugas yang kebal pada Virus Zombi. Tapi keminiman jumlah pasukan seperti ini akan menyebabkan banyak kendala di lapangan nantinya.
Karena sinyal permintaan pertolongan dari Benua Aust sangat mendadak, dan permasalahan harus cepat ditangani. Hal seperti ini tak bisa dihindari, semua harus saling meyakinkan dan membantu jika ada kesulitan nantinya.
.
.
.
.
Ruang Monitoring pesawat induk
Garasi pesawat induk
Pesawat Batalion
"Semua pasukan dimohon mendengar apa yang akan Calon Pemimpin SYPUS arahkan!" kata Seva dari alat pengeras suara.
Pengeras suara itu telah dihubungkan ke semua sistem pengeras suara, seluruh pesawat tempur yang saat itu dibawa oleh Juju menuju Benua Aust.
"Kita akan mengunakan strategi baru!" kata Juju dengan penuh keyakinan.
"Kita akan menyisir setiap satu gedung, kita akan membawa manusia yang belum terkontaminasi ke atap gedung. Agar cepat dievakuasi oleh Tim evakuasi.
"Bunuh semua Zombi atau manusia yang sudah terkontaminasi. Kita harus memperkecil resiko!" ujar Juju.
Meski Juju tak ingin membunuh satu orang pun mahluk di Bumi, tapi Juju harus melakukannya dia harus tau situasi. Mengambil pilihan yang terbaik dan menempatkan dia sebagai pemimpin yang menaggung semuanya.
Itu--lah gambaran pemimpin di dalam otak Juju, meski dia tak pernah sekali pun belajar tentang hal itu. Tapi Juju selalu belajar dari cara ibunya membesarkannya seorang diri.
Bagi Juju, ibunya adalah sosok mahluk yang paling kuat di Bumi ini.
Jika benar ibunya adalah Gen Uras, bisa dipastikan ibunya dulu kabut dari lingkar Olio. Mungkin ibunya tak ingin Juju hidup dengan tekanan sebagai seorang anak pemilik Gen.
Juju masih ingat betul, ibunya jarang sekali memarahinya meski Juju kerjaannya hanya main dan tak mau belajar.
Ibunya memang sosok yang luar biasa dimata Juju.
"Tuan kami mendapat titik di tengah kota yang padat, kami tidak yakin bisa menyisir dengan cara itu!" lapor salah satu kepala pesawat tempur.
"Apa kau pesawat nomor 004?!" tanya Seva.
"Benar Tuan!" kata orang itu.
"Setelah sampai di titik pemblokiran, separuh pasukanku akan ikut denganmu!" kata Seva.
"Baik Seva!" orang itu tampaknya sangat mengenali suara gadis setengah robot itu.
"Anthony persiapkan pasukanmu!" perintah Seva pada Anthony yang dari tadi hanya duduk dengan santai.
"Aku akan ikut Anthony!
"Masalah pemblokiran, kuserahkan padamu Calon Pemimpin!" kata Seva, dengan penuh kepercayaan.
Sementara Juju sedikit tak bisa menerima, karena ditinggal seorang diri. Tapi dia tak punya pilihan lain, dia adalah Calon Pemimpin SYPUS. Juju harus selalu berada di zona aman.
.
.
.
.
10 pesawat tempur itu terus melaju dengan kecepatan penuhnya. Mereka harus sampai sebelum gelap, agar mereka bisa melakukan evakuasi pertama.
Matahari masih di garis atas tapi sudah agak condong ke selatan. Artinya hari sudah menjelang sore dan mereka harus bergegas untuk turun.
Pertama-tama drone diterbangkan dan melihat situasi. Lalu pesawat tempur yang lebih kecil dengan diisi oleh 10 pasukan keluar.
Para pasukan dari dalam pesawat berukuran sedang itu turun dengan bantuan tali ke tanah. Lalu segera menyebar ke area gedung yang di targetkan.
Seva dan Anthony serta beberapa pasukan dari pesawat induk utama, keluar mengunakan pesawat jet tempur yang dimodifikasi menjadi lebih kecil dan tak terlalu berat. Agar mudah bermanuver di tengah kota.
Juju melanjutkan perjalanannya ke arah pemblokiran. Juju bisa melihat kondisi di bawahnya.
"Kelihatannya Benua Auts sudah mempersiapkan banyak hal untuk antisipasi bencana seperti ini Tuan!" kata Leon.
"Kau benar Leon, mereka bahkan membangun tembok-tembok tebal untuk memisahkan setiap kota.
"Mereka cukup cerdik, tapi ini tak bisa meminimalisir atau menangkal Virus!" kata Juju.
"Tapi hal itu bisa menahan penyebaran Zombi untuk sementara waktu.
"Semoga kita dapat menyelesaikan ini sebelum Zombi-Zombi itu bermutasi!" kata Leon.
"Kau benar, kita tak banyak waktu!" ujar Juju.
Akhirnya pesawat induk utama yang ditumpangi oleh Juju mendarat di pangkalan militer benua Aust yang terletak tepat di perbatasan dinding pemblokiran.
Seluruh pasukan segera keluar dengan rapi, mengamankan jalan untuk Juju. Sementara Tim Monitoring berdiam di dalam pesawat, karena mereka harus terus memantau keadaan di pemblokiran itu
Rapat darurat antara petinggi Benua Auts dan Juju pun dilakukan.
Lelaki muda itu tampak berwibawa dengan seragam militernya yang serba hitam.
"Perkenalkan saya adalah Juju putra dari Tuan Gayo. Pewaris sah SYPUS!" Juju memperkenalkan dirinya.
Seperti itulah Juju harus memperkenalkan diri di depan umum. Karena Juju memang sudah diadopsi oleh Tuan Gayo, jadi memang benar jika Juju adalah anak lelaki pertama bagi Tuan Gayo.
"Tuan Juju apa bencana ini bisa kita atasi secepatnya?" tanya salah satu petinggi Benua Aust.
Pria berambut putih itu adalah presiden di Benua kecil itu.
"SYPUS menghadapi Zombi-Zombi lebih dari satu tahun.
"Kami mungkin pernah gagal sebelumnya, tapi kami selalu belajar dari kegagalan itu!" ujar Juju dengan percaya dirinya.
Juju melihat salah satu dari semua orang di sana menunjukkan tanda-tanda perubahan. Orang itu ternyata sudah terkontaminasi Virus Zombi.
Juju segera berjalan ke arah orang yang dia curigai, lelaki muda itu tanpa ragu mendekati calon Zombi itu.
"Kau dari mana?" tanya Juju pada lelaki yang sudah gemetar hebat.
"Dia baru sampai dari luar Zona pemblokiran Tuan!" kata salah satu dari orang-orang itu.
"Cari semua orang yang bersama dengan dia, isolasi mereka meski tanpa gejala. Pasukan saya akan membantu kalian di luar.
"Cepat kalian keluar semua dari ruangan ini!" perintah Juju.
Pria yang tadinya hanya gemetar itu sudah kejang-kejang. Saking hebatnya getaran di jantung pria itu, hingga pria itu jatuh dari kursinya.
Semua orang segera berbondong-bondong keluar, mengunci pintu ruangan pertemuan itu. Mereka meninggalkan Juju sorang diri dengan calon moster Zombi itu.
Juju sedikit ragu, dia tak membawa banyak senjata. Dia hanya membawa dua pistol laras pendek.
Jika yang bersamanya ini adalah Zombi bermutasi matilah dia. Tapi Juju sudah tak punya waktu, karena tubuh pria itu mengembang dengan sangat cepat.
Benar Zimbi itu adalah Zombi yang bermutasi. Tubuh kecil pria biasa itu sudah berdiri tegak menjadi raksasa di depan Juju.
Tapi tampaknya tak sedikit pun rasa takut di wajah Juju. Lelaki itu tampak sangat percaya diri, dia malah membuang kedua pistolnya yang baru saja dia cabut dari sarungnya.
Karena Juju yakin pistol itu bukan tandingan mahluk besar di depannya itu.
Juju melangkah mundur beberapa langkah dan dia mencabut pedang yang berada di ruangan itu. Untung saja itu pedang betulan bukan imitasi. Jadi Juju bisa mengunakan benda itu untuk melumpuhkan Zombi besar itu.
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Emak Femes
Mampir dulu Zaza 💋💋💋
2022-01-03
0
Phoenix
Juju bermetamorfosis mnjd seorang pemimpin yg tangguh,...nice..
2021-10-24
2