"Dhan, tolong bawa kami berdua ke Mension pribadiku!" pinta Gayo.
Semua mata di sana saling berpandangan, tapi Jupiter sepertinya merasa lebih kesal dari pada Anthony atau pun Luca.
"Saya harus cepat pergi pemimpin, kalau tidak...!" Anthony mulai mengoceh.
Meski pria itu terlihat tak pernah serius, tapi dia adalah sosok pria yang sangat bertanggung jawab dengan pekerjaannya.
"Kau tak perlu khawatir, Juju akan membantu tugasmu di Malio setelah ini.
"Bersabarlah, ini tak akan lama!" kata Tuan Gayo.
Anthony terlihat amat sangat sumringah, ya selain pekerjaannya akan sedikit ringan. Menjadi orang yang dekat dengan calon pemimpin juga menguntungkan baginya dan Gen--nya.
Mension pribadi milik Tuan Gayo, bangunan megah dan indah itu berdiri di tengah laut lepas.
Sebagai manusia yang paling kaya di Bumi, membuat bangunan semewah ini bukanlah perkara yang susah.
SYPUS adalah pemilik Bumi, seluruh manusia dan sumber dayanya.
"Tuan menyebut ini Mension?" tanya Juju.
Dia tau arah pesawat tenaga nuklir yang dikemudikan Dhan akan menuju ke mana.
"Lalu aku harus menyebutnya apa?" tanya Tuan Gayo.
"Bangunan ini bahkan lebih besar dari sebuah pabrik!" kata Juju.
"Sebutlah sesukamu, bangunan itu juga akan menjadi milikmu nanti!" ujar Tuan Gayo.
Pesawat tenaga nuklir itu sudah mendarat dengan mulus, Juju dan Gayo sudah turun dari dalam pesawat canggih itu.
Beberapa orang keluar dari dalam Mansion, mereka tampak sangat antusias menyambut kedatangan Juju dan juga Gayo.
"Silahkan Tuan!" kata salah satu orang yang masih cukup muda, untuk diberi kepercayaan menjaga mension sebesar ini.
Juju segera mengikuti langkah mereka, sementara Dhan hanya berdiri menunggu di parkiran.
"Tentang keputusanku yang mendadak tadi, apa kau bisa menerimanya?" tanya Tuan Gayo pada Juju.
"Keputusan yang mana yaaa Tuan?" Juju hanya ingat keputusan Tuan Gayo tentang Mansion ini saja.
"Tentang kau yang akan membatu Anthony di Malio. Kau akan ikut dengannya memburu zombi-zombi!" Jelas Tuan Gayo.
"Baik, saya akan laksanakan!" kata Juju.
"Maaf aku memutuskannya secara sepihak, karena sepertinya kau belum bisa terbiasa dengan urusan berkembangbiak!" ujar Tuan Gayo.
"Iya aku masih bingung dan sedikit cangung dengan Jupiter, dia sedikit agresif menurutku!" Juju akhirnya mengadu pada Gayo.
"Ternyata dia seperti itu, pantas saja!" Tuan Gayo tertawa kecil saat mendengar aduan Juju tentang Jupiter.
"Kau harus banyak belajar dulu, semua orang akhir-akhir ini memang selalu agresif soal memperbanyak keturunan
"Serangan zombi di seluruh Malio mulai tak terkendali, dan itu membuat 40% populasi manusia di bumi mati selama satu tahun terakhir!" jelas Gayo.
"Saya mengerti Tuan!" ucap Juju.
"Tapi sebelum itu, aku akan memberimu sedikit pengetahuan tentang berkembang biak.
"Jadi kau bisa memikirkan hal itu sembari membantu Anthony nanti!" kata Gayo.
Akhirnya setelah masuk ke dalam lift dan menyusuri sebuah lorong Juju sampai di sebuah laboratorium yang menurutnya sangat mengerikan.
Ruangan gelap dengan cahaya hijau neon yang amat kontras, tabung-tabung berisi embrio manusia berbagai ukuran sampai bayi berjajar rapi di setiap sudut ruangan itu.
Terlihat ada sekitar tiga orang ilmuwan yang sedang sibuk mencatat di dekat tabung-tabung itu. Entah apa yang mereka tulis, tapi pasti amat sangat penting.
"Kau tau berapa anak yang sudah kuproduksi?" tanya Gayo pada Juju yang masih fokus pada tabung-tabung transparan yang berisi embrio yang mengelilinginya.
"Saya tidak tau Tuan!" kata Juju.
"Ratusan!!!
"Tapi tak satu pun dapat lahir dari rahim seorang wanita!" kata Gayo.
Juju langsung memandang wajah Gayo yang mulai sedih itu. Ingin rasanya Juju mengelus punggung Gayo agar lelaki itu sedikit lebih tenang.
"Aku terlanjur terkontaminasi Gen Akis!" kata Gayo.
"Gen Akis?" tanya Juju.
"Sama sepertimu aku diberi Istri seorang gadis Akis saat pertama kali dibawa ke sini.
"Setelah melewati malam yang panjang bersama, aku koma selama hampir sebulan.
"Tapi untungnya aku masih hidup!" Tuan Gayo mulai membuka kisah asmaranya yang tentu saja aneh.
"Gadis itu hamil, tapi dia juga tak bisa mempertahankan anakku!
"Setelah itu aku mendapatkan istri baru, dan aku membunuh mereka.
"Aku membunuh mereka dengan kenikmatan selama satu malam!
"Itu menyedihkan bukan, akhirnya aku memutuskan membuat ini. Anak yang tak perlu rahim untuk tumbuh.
"Tapi aku masih belum berhasil juga!" nada bicara Tuan Gayo terdengar penuh dengan keputusasaan.
"Karena itu Tuan tak ingin saya bersama Jupiter?" tanya Juju.
"Selain itu, tampaknya kau juga tak nyaman dengan gadis kaku itu.
"Jadi untuk sementara, ikutlah dengan Anthony. Gen Akis tak akan berani berurusan dengan Gen Uras tanpa campuran seperti keluarga Anthony!" nasehat Tuan Gayo.
"Saya akan melaksanakan tugas dari anda, dengan sangat baik Tuan!" kata Juju tegas.
"Aku punya kejutan lagi untukmu, tapi kau tak boleh berteriak dan mengejutkan mahluk itu. Dia cukup berbahaya saat mengamuk!" kata Gayo.
"Mahluk, apa?" tanya Juju penasaran.
"Kau akan kaget, tapi usahakan agar tak berisik. Perempuan ini amat sensitif pada suara!" kata Gayo.
Dilihat dari wajah bahagia Gayo, perempuan itu sangatlah istimewa dan pemimpin SYPUS itu pasti amat sangat menyayanginya.
Mereka keluar dari dalam laboratorium pembuatan bayi dan menuju ke lift lagi. Setelah beberapa detik lift itu terbuka sebuah ruang kaca dengan suasana hijau di dalamnya.
Banyak tumbuhan dan juga tanaman buah serta bunga-bunga di dalam sana. Suara gemericik sungai kecil dan tawa kecil yang amat aneh.
"hustttttt!" Tuan Gayo mengangkat jemari telunjuknya dan dia tempelkan di bibirnya. Pemipin SYPUS itu menyuruh Juju untuk diam.
Tuan Gayo dan Juju mulai berjalan mengitari ruang kaca itu. Dia mencari pintu untuk masuk, tapi sebelum itu Juju tampak terdiam sejenak. Bola matanya melebar, dia tersentak saat melihat sosok wanita di dalam air itu.
Kulit tubuh wanita itu tampak berwarna hijau kebiruan yang amat aneh, matanya tanpa kornea dan telinganya panjang dan runcing.
Perlahan-lahan, wanita aneh itu mulai melihat ke arah Juju dan Gayo. Wanita itu langsung berdiri dan berjalan ke arah mereka.
Gayo memberi isyarat pada Juju untuk tetap diam, dan Gayo tak jadi membuka pintu kaca itu.
Pemimpin SYPUS itu ingin melihat reaksi apa yang akan di keluarkan oleh wanita dari MARS itu jika melihat Juju.
Juju adalah satu-satunya manusia yang mendapat suntikan darah mahluk dari MARS itu.
Dan fakta itu hanya Gayo yang tau, dia mengambil resiko untuk menguji Juju di rumahnya tanpa sepengetahuan petinggi SYPUS yang lain.
Gayo ingin membuktikan apakah, manusia bisa menjalin hubungan yang lebih erat dengan mahluk di MARS. Dan kelihatannya kedua mahluk beda planet itu bisa bersatu melalui proses yang alami. Tak seperti proses manusia di Bumi yang sudah penuh dengan rekasaya.
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Dikha Aterashu
jadi orochimaru
2022-03-29
1
Mochamadribut
lanjut...
2021-11-18
0
Machan
kelinci percobaan
2021-10-26
2