Juju
Gayo
Luca
Dhan
Anthony
Jupiter
.
.
"Silahkan perkenalkan diri kalian masing-masing!" perintah Gayo pada empat orang itu.
"Saya Luca, pengawal pertama anda Tuan Juju!" kata pria berambut pirang dengan mata biru dan berkacamata yang duduk didepan Juju.
Juju seketika terkesiap, dia hampir menjatuhkan rahangnya ke meja makan itu. Karena kata 'pengawal anda' itu sangat asing dan aneh bagi telinga Juju.
"Tugas saya adalah memastikan urusan anda selesai tepat waktu, dan mengantikan anda di situasi yang sulit!" kata pria itu.
Nada bicaranya tegas dan jelas, Juju merasa dia sedang bermimpi atau berkeliaran di dunia dongeng. Jadi pria tampan tapi bloon itu melirik ke arah atasannya.
"Pak, apa semua ini?" tanya Juju dengan nada berbisik pelan.
"Ohhhh iya aku lupa memberitahumu yaaa Juju.
"Kau telah terpilih menjadi pewarisku, pewaris SYPUS!" kata Gayo penuh keyakinan.
Wajah Juju sama sekali tak yakin, dia mendelik tak percaya dan hampir mengumpat. Tapi dia tahan di dalam hati. Karena dia masih menghormati atasannya itu.
Sandiwara macam apa ini, total sekali?!
Kita ikuti saja--lah, supaya cepat selesai. Perutku sudah sangat lapar.
~○Juju○~
"Nama saya Dhan, saya pengawal ke dua anda. Tugas saya menjaga keamanan semua lingkaran SYPUS di seluruh dunia.
"Jadi maaf jika saya tak bisa menunjukkan wajah tampan saya kepada anda setiap hari Tuan Juju!" ujar pria gondong dengan wajah karismatik yang elegan.
Juju hampir mutah mendengar pernyataan pengawal keduanya yang bernama Dhan itu. Sudah jelas pria bernama Dhan itu sangat memuja dirinya sendiri.
"Apa kabar Tuan Juju, saya Anthony!
"Maaf penampilan saya sangat nerantakan, dan penuh luka.
"Saya adalah pengawal ketiga anda, yang akan menjinakkan semua warga Malio!" kata pria bermata merah serta beraura seksi tapi kejam itu.
Sekujur tubuh Anthony memang penuh luka, semua bagian tubuhnya yang bisa di pandang oleh Juju terdapat setidaknya luka goresan yang masih baru.
Dia benar-benar bekerja keras atau pamer doank, kenapa dia seperti baru saja bertengkar dengan binatang buas yang saat ini sudah punah.
"Nama saya Jupiter, saya adalah pengawal ke empat anda.
"Tugas saya adalah bersama anda dan menjaga keamanan anda!" satu-satunya wanita di tempat itu akhirnya bicara.
Juju melirik Jupiter sejenak, dia terlihat cukup kagum dengan Jupiter yang sangat tegas. Meski pun Jupiter adalah seorang wanita, dia tetap--lah pengawal calon pemimpin besar.
Juju masih diam, dia memandang satu persatu orang yang ada di hadapannya itu secara rinci.
Kata-kata 'pengawal' itu serasa tak pernah Juju pikirkan dalam benaknya. Apa lagi memiliki dan berjumlah empat orang pula.
Jelas ini bukan mimpi, tapi juga aku yakin ini juga bukan kenyataan. Lalu ini apa???
~○Juju○~
Tapi Juju segera tak peduli lagi dengan orang-orang di depannya. Karena bau harum yang tak pernah dia cium, menyeruak menusuk hidungnya
Bau apa ini, kenapa sedap sekali?!
Juju
Steik sudah terhidang di depan mereka masing-masing. Tampak aneh dan sangat indah, apa ini benar-benar makanan.
"Ini adalah daging sapi, yang diternak di Olio. Jadi kau tak pernah melihat ini sebelumnya!" kata Gayo.
"Saya hanya makan, makanan kalengan sepanjang hidup saya!" ucap Juju.
"Mulai sekarang makanlah, seperti manusia!" ujar Gayo dengan wajah yang amat teduh.
Lelaki paruh baya itu tampak tersenyum senang, dia jadi mengingat masa lalunya. Karena lelaki itu juga dipilih dari warga Malio.
Dulu perbedaan Malio dan Olio belum sesiknifikan sekarang. Gayo masih ingat sewaktu kecil dia pernah mengembala domba dengan ayahnya. Memeras susunya dan langsung ia minum. Pemandangan indah yang asri juga pernah dilihat oleh mata Gayo.
Karena dunia berubah banyak setelah Gayo lahir, jadi Gayo masih ingat betul bagaimana dunia dengan cepat mengersang dan tak berenergi.
Juju tampak kikuk saat makan, tapi tak ada yang peduli dengan kekikukannya. Serasa mereka maklum dengan apa yang dilakukan Juju.
Rasa daging Steik yang sangat enak itu seakan meledak di dalam mulut Juju.
"Ini enak sekali!" kata Juju.
"Benarkah, ini makanan kesukaanku!" kata Gayo.
"Pantas saja, selera anda memang bagus Tuan!" Juju memilih memakai bahasa formal setelah tau jika Gayo adalah pemimpin SYPUS.
Semua orang memandang ke arah dua pria pemilik SYPUS itu. Di Olio kau tak seharusnya makan sambil bicara. Karena dianggap tidak bersyukur dan bisa membuat Tuhan marah.
"Kita harus makan tanpa bicara!" tegur Gayo ke arah Juju.
Juju pun mengangguk malu, padahal hal itu sudah dia dengar waktu dia dikemp dulu.
.
.
"Jupiter, persiapkan Juju. Saya akan membawanya ke rapat proyek rumah masa depan MARS!" perintaha Gayo setelah mereka menghabiskan makanan mereka.
"Baik Tuan Gayo.
"Mari ikut saya Tuan Juju!" pinta Jupiter dengan nada yang lebih nyaman.
Wanita itu tingginya sebatas bahu Juju, bukan karena Jupiter yang pendek tapi Juju yang mempunyai postur tubuh yang terlalu tinggi.
Mereka berjalan cukup jauh ke sebuah bangunan lain di kawasan yang hijau itu.
"Maaf apa Tuan merasa tidak nyaman?" tanya Jupiter. Padahal Juju hanya mengikutinya dan melihat-lihat dengan penuh kekaguman di sekitarnya.
"Aku baik-baik saja!" kata Juju, dia berlagak untuk berkarisma.
Jupiter pun melanjutkan jalannya dan tibalah mereka di sebuah rumah yang cukup besar meski tak sebesar rumah Tuan Gayo. Tapi Rumah ini sangat mewah menurut Juju.
"Tuan anda akan mendatangi rapat terpenting di SYPUS, dan tuan Gayo akan memperkenalkan anda sebagai Pewaris SYPUS pada seluruh dunia.
"Jadi anda harus menjaga sikap dan tingkah laku anda di depan umum.
"Anda adalah wajah baru bagi SYPUS!" kata Jupiter.
"Saya masih tidak mengerti, tapi saya akan mencoba sebisa saya!" kata Juju.
Lelaki muda nan tampan itu tampak kaku saat berbicara bahasa formal.
"Hari ini anda hanya akan diperkenalkan, jadi anda tak harus bicara pada siapa pun.
"Anda tak perlu khawatir, saya akan selalu di dekat anda!" kata Jupiter.
"Saya mengerti Nona Jupiter" kata Juju.
"Saya bukan Nona lagi, Tuan!" ujar Jupiter.
Wanita itu masih tak mau menunjukkan ekspresi apa pun.
"Kau sudah menikah?!" tebak Juju.
"Benar, saya dipilih dan dites untuk mendampingi anda!" katanya.
"Begitu yaaaa!" ujar Juju.
"Itu artinya saya istri anda Tuan!" kata Jupiter.
"Istri, sebentar... Istri???" Juju terbelalak kaget. Dia punya istri sekarang, istri adalah sesuatu yang amat langka di Bumi ini.
Karena kebanyakan wanita di Bumi ini direkrut oleh SYPUS untuk menjadi pegawai mereka. Dan para wanita itu bekerja sebagai wadah untuk bayi-bayi orang-orang kaya di SYPUS. Tentu saja setelah diuji dan di tes secara menyeluruh.
Bayi tabung adalah hal yang wajar, hampir semua orang di Bumi melakukan itu. Karena hanya dengan cara itu bayi bisa bertahan dan lahir dengan selamat. Embrio akan di manipulasi oleh SYPUS agar kebal terhadap banyak hal.
Hanpir tak ada yang alami lagi di Bumi ini. Tapi mereka harus bertahan untuk hidup, dan meningkatkan populasi yang makin menurun. Menyuburkan lagi tanah gersang dan memberantas para Zombi yang mulai merajalela.
___________BERSAMBUNG___________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Ain Ain
ooo bergitu
2022-03-14
0
Mochamadribut
lanjutkan...
2021-11-18
0
Machan
uwaw pokonya. otaknya penuh fantasi
2021-10-26
1