Juju melempar tas ranselnya ke lantai, dan melepas kaus merah seragam SYPUS-nya. Pria muda itu segera merebahkan tubuhnya ke kasur di kamarnya yang cukup sempit itu.
Semua pegawai SYPUS dari daerah Malio akan diberikan kemp khusus untuk tinggal. Kemp itu berisi ratusan kamar dengan kantin dan ruang serbaguna.
Di kemp ini tak hanya dihuni oleh orang-orang dengan satu macam pekerjaan saja. Banyak jenis pekerjaan yang bisa orang Malio lakukan di Olio. Tapi tanpa dipilih oleh SYPUS maka tak akan ada orang Malio yang bisa masuk ke dalam Olio.
Kamar di kemp ini tak begitu luas mungkin ukurannya hanya 4×4 meter saja. Tapi parabot yang terlihat minimalis di tempat ini sangatlah fungsional.
Kamar dengan satu ranjang single yang bisa di atur suhu kasurnya, jika cuaca dingin kasurmu bisa menghangat dan jika cuaca panas kasurmu bisa jadi dingin.
Satu almari pakaian cangih di pojokan. Almari pada jaman ini sangat cangih, kau hanya perlu meletakkan pakaian kotormu di sisi kiri. Lalu dia akan seteril dan bersih sendiri setelah lima jam. Pakaian yang sudah bersih juga akan berpindah sendiri ke sisi kanan.
Serta satu set meja belajar yang tak kalah cangih. Di sana ada layar yang menenpel di bagian datar meja itu. Layar itu berteknologi, sangat cangih.
Di jaman ini sudah tak ada lagi kertas dan pena di Olio. Semua hal semacam itu dikerjakan oleh mesin-mesin handal yang sangat cangih buatan SYPUS tentunya.
Tapi semua kemewahan yang didapatkan oleh Juju di kemp ini terasa tak ada artinya lagi. Setelah dia melihat mayat ibunya yang bangun lagi dari kubur.
Kenapa para mayat itu bangun lagi???
Apakah sebenarnya orang-orang itu belom mati???
Atau kematian mereka di palsukan oleh SYPUS?!
Hal itu yang saat ini dipikirkan oleh Juju. Matanya sudah perih dan sangat mengantuk, tapi kesadarannya sama sekali belum mau tengelam dalam mimpi.
Pegawai pemakaman nomor 179. Diharap segera menuju ruang medis untuk mendapat perawatan.
Sepiker di kamar Juju berbunyi, karena identitasnya adalah 179 di kemp ini.
Juju segera bangun dan memakai kaus lain dari dalam almari cangihnya. Juju membiarkan luka di tangannya terlihat karena dia sedang memakai kaus lengan pendek yang cukup ketat. Sehingga otot-otot ditubuhnya terlihat sangat sempurna.
Juju dengan santai berjalan ke arah ruang medis. Dia harus menyusuri lorong kamar para pegawai dan belok kiri untuk menuju pintu keluar dari dalam bangunan itu.
Di luar, para warga Malio yang terpilih baru saja sampai pagi tadi. Mereka terlihat sedang mendengarkan apa yang pelatih mereka katakan.
Juju menyusuri pinggir halaman yang amat luas itu. Letak ruang medis sekitar 200 meter dari gedung yang ditinggali Juju. Jadi Juju harus berjalan keruangan itu.
Meski ada alat yang bisa digunakan untuk menghindari jalan kaki. Juju lebih memilih berjalan saja,dia suka berjalan dan memghirup udara tanpa polusi di Malio.
Sesampainya di ruang medis Juju segera di sambut oleh seorang Dokter di sana. Semua kondisi tubuh Juju di cek, dan semua masih tampak normal-normal saja.
"Saya akan menyuntikkan anti virus ke dalam tubuh anda Tuan Juju, dari pembuluh darah di lengan anda!" ucap Dokter cantik di ruang anti virus.
Juju hanya mengangguk pelan tanda setuju.
Tapi pandangan Juju langsung kabur, sesaat setelah paramedis cantik itu menyuntikkan anti virus di lengan Juju.
Pria bertubuh tegap itu langsung ambruk saat dia berdiri dari kursi yang tadi dia duduki.
Tak lama beberapa pria yang mengenakan seragam militer dengan masker yang menutupi seluruh wajah mereka datang ke kemp tempat Juju tinggal.
Tubuh Juju yang sudah lemah tak berdaya itu diangkat oleh pasukan itu. Entah akan dibawa kemana, tapi tubuh Juju dibawa menggunakan kendaraan yang bisa terbang.
Semua mesin kendaraan terbang di Olio sudah menggunakan teknologi Jet. Dari motor terbang yang bisa dimiliki oleh perorangan, sampai pesawat terbang yang bisa mengangkut rumahmu. SYPUS punya semuanya,termasuk jiwa dan raga para mahluk di Bumi ini.
Sebuah gedung tinggi menjulang, yang dilengkapi dengan papan iklan digital transparan. Tubuh Juju yang tak sadarkan diri itu dibawa ke pusat SYPUS.
Entah untuk dirawat, diteliti atau yang lainnya. Tak ada yang tau.
.
.
Gedung besar itu dihuni oleh para medis dengan pakaian ADP lengkap. Tak seperti ADP di tahun 2020, ADP di jaman ini dilengkapi dengan pendingin atau penghangat.
Jadi tubuh para medis selalu berada di suhu yang nyaman untuk bekerja.
Lorong panjang yang melingkar sedang dilewati oleh para pasukan bersenjata yang mengenakan penutup kepala lengkap. Mereka menempatkan Juju pada sebuah ranjang seteril, lengkap dengan titup kaca.
Ranjang itu lebih mirip keranda orang mati, tapi dada Juju yang kembang kempis meski di dalam ranjang seteril yang mirip keranda itu. Menandakan bahwa Juju masih hidup, dia akan dirawat di pusat penelitian SYPUS.
Dirawat sambil dibuat penelitian.
Juju adalah manusia yang masih bisa bertahan setelah mendapat luka dari Zombi Virus Danger.
Karena diwaktu sebelum Juju dilukai oleh Zombi di area pemakaman. Sudah ada beberapa orang yang dilukai oleh Zombi, tak butuh waktu lama. Setengah jam saja orang itu sudah meninggal dunia.
Tapi tubuh Juju bertahan sampai setengah hari, dan dalam kondisi yang setabil. Meski sekarang tubuhnya mulai demam, karena antibodi di dalam tubuhnya sedang menyerang Virus Danger baru yang bermutasi.
"Bagaimana keadaannya?" tanya seorang pria yang malam tadi dianggap Juju sebagi atasannya.
Seorang para medis menjawab pertanyaan pria yang ternyata adalah pemilik perusahaan SYPUS itu.
"Kondisinya mulai menunjukkan penyerangan, jadi dia harus berada di kondisi koma untuk beberapa hari ke depan.
"Setidaknya itu akan membuat antibodinya berkerja dengan baik!" jelas para medis berseragam lengkap itu.
Sementara Gayo, si pemilik SYPUS mengenakan seragam militer tanpa mengunakan penutup kepala.
Gayo punya kekebalan tubuh yang tinggi, dia terpilih menjadi penerus SYPUS bukan karena mempunyai hubungan darah dengan pemilik sebelumnya.
Karena pemimpin SYPUS dipilih dengan cara yang aneh. Pemimpin akan mengumpulkan banyak orang dengan Gen Jenius, lalu mereka harus melewati beberapa tahap vaksinasi yang sangat berbahaya.
Pemimpin SYPUS memang harus kuat dan kebal dengan berbagai Virus, karena kesehatan mereka adalah sebuah simbol keberhasilan SYPUS.
Usia Gayo saat ini adalah 70 tahun, tapi perawakannya seperti pria 35 tahun. Karena dia mendapat banyak Vaksin berbahaya dan mengakibatkan banyak efek samping pada tubuhnya. Termasuk awet muda itu, adalah bonus khusus.
"Apa dia bisa bertahan dengan Virus baru itu?" tanya Gayo kepada para medis yang mendampinginya.
"Aku tak yakin Tuan, anda jangan terlalu berharap banyak," ujar para medis itu.
"Aku harus mencari pengganti secepatnya.
Bagaimana jika aku mati sebelum mendapatkan pengganti?!" ujar Gayo.
"Tuan, akan sehat sampai usai 100 tahun!" kata para medis itu.
"Jangan membohongiku Dokter OL.
"Aku sudah jarang bisa tidur dengan nyenyak, dan aku selalu bermimpi aneh," jelas Gayo.
___________BERSAMBUNG____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Ki Karta
mau di jadiiiin kuli bngunan kyaa y c juju....
2022-03-29
1
Aini
ngeri ngeri sedap.
2021-11-04
1
Machan
set dah, usia 70 berasa 35. setengahnya dong.
si juju mo di jadiin ape sih
2021-10-26
4