Zombi Bermutasi

Makhluk dari Mars itu menatap tajam ke arah bola mata Juju.

"Kau, akan hidup sangat lama!" kata mahluk dari Mars itu.

Mahluk itu tampak sangat yakin saat mengkatakan itu. Mahluk berkulit hijau kebiruan itu segera pergi dan kembali ke arah sungai. Hanya itu yang dia ingin sampaikan.

"Dia bisa meramalkan, hidupmu akan cukup lama. Kelihatannya aku tak perlu mengkawatirkan apa pun tentangmu!" kata Gayo sambil tepuk tangan bahagia.

Tapi Juju sama sekali tak faham dengan arti perkataan mahluk aneh itu, meski dia tau mahluk itu pake bahasa manusia. Juju sama sekali tak faham dengan arti 'Hidup sangat lama'.

Bagaimana bisa seseorang manusia hidup sangat lama di Bumi yang sudah penuh dengan penyakit ini.

Yang membuat Juju kaget bukanlah ramalan itu, tapi tatapan mahluk itu. Tatapan mata hijau kebiruan tanpa kornea mata itu, terasa sangat mirip tatapan ibunya padanya.

Tatapan penuh kasih, tatapan penuh ke hangatan. Tatapan yang tak bisa Juju temukan di mata manusia mana pun.

Juju mulai terhanyut dengan lamunan tentang ibunya, tapi dia segera sadar. Juju bukanlah anak kecil lagi, yang perlu belaian kasih sayang dari ibunya. Apa lagi ibunya sudah meninggal dan dia sekarang adalah calon pemimpin SYPUS. Juju sadar bebannya cukup berat saat ini.

Dia tak pernah punya cita-cita setinggi ini, dulu harapannya hanyalah tak mati sebelum usianya 40 tahun. Tapi kelihatannya dia tak perlu cemas akan umur.

Entah benar atau tidak ramalan mahluk Mars itu membuat Juju dan Gayo tenang.

Juju ingin percaya pada mahluk itu, dia ingin hidup cukup lama dan menemukan banyak kebahagiaan nantinya.

.

.

.

.

Setelah meninggalkan mension mewah milik Tuan Gayo, mereka bertiga kembali ke kediaman pribadi Tuan Gayo. Karena para pemgawal harus mendapat perintah dan arahan langsung dari Tuan Gayo.

Semua sudah berkumpul di salah satu ruang megah di rumah yang mirip istana besar itu. Istana dengan parabot dan perangkat cangih tentunya.

"Seperti yang kukatakan tadi. Juju akan membantu Anthony di Malio, untuk memberantas para Zombi.

"Luca, kau harus selalu didekatku selama Juju tak ada.

"Dhan, aku butuh laporan pengelolaan tenaga listrik dan air di semua lingkaran Olio.

"Dan kamu Jupiter, kau bisa libur sementara. Kembalilah ke lingkaran Akis!" jelas Gayo.

Meski Jupiter tampak kecewa dengan keputusan yang dibuat Gayo untuknya, gadis seksi itu tak mungkin membantah. Juju juga perlu waktu untuk menyiapkan setamina dan energinya.

Pria muda itu memang paling kuat secara Gen, tapi tubuhnya yang baru bangun dari koma. Bukanlah sebuah kondisi yang bagus untuk menjalani proses berkembangbiak. Yang amat menguras tenaga dan pikiran.

Jupiter memutuskan memberikan waktu untuk Juju, dia bisa bersabar lagi. Meski kesabarannya tak akan bertahan lama tentunya.

.

.

.

.

Juju dan Anthony berangkat hari itu juga, mereka harus bergegas. Karena Anthony baru saja dihubungi untuk cepat kembali ke Malio ujung selatan. Zombi kembali muncul di area pertama itu, kedengarannya memang semua sudah beres. Tapi Zombi itu tak pernah bisa mati.

"Tuan Juju, kenapa anda tak menolak saat diperintahkan untuk ikut dengan saya?" tanya Anthony blak-blakan.

"Apa harusnya aku menolak?" tanya Juju balik.

"Anda tak sayang harus melewati malam pertama dengan para zombi bukan dengan Jupiter.

"Wanita tercantik di lingkaran Akis!" kata Anthony.

"Urusan perusahaan lebih penting. Itu yang aku pikirkan sekarang!" Juju mencoba tak membahas Jupiter dengan Anthony.

Sebab Juju bukanlah orang yang suka membicarakan oranga lain di belakang orang itu.

"SYPUS akan mendapatkan pemimpin yang luar biasa nantinya.

"Apa kau tak punya ambisi Tuan Juju?" tanya Anthony.

"Aku ingin menciptakan dunia baru, dunia yang bebas dari penyakit!" ujar Juju.

"Itu terdengar menarik, tapi pasti akan mustahil!" ujar Anthony.

"Aku tau, tapi aku akan berusaha keras untuk mewujutkan itu!" ujar Juju.

Rasa ragu masih menyelimuti Juju, dia bahkan tidak tau keadaan Bumi sebelum terjangkit Virus. Apa benar tentram dan damai seperti yang diceritakan oleh orang-orang.

Tapi Bumi tanpa virus di masa lalu pasti jauh lebih baik bukan, dari pada hari ini.

.

.

.

.

Pesawat besar yang di kendarai Juju dan Anthony sudah mendarat di sebuah pangkalan militer yang amat di jaga dengan ketat.

Orang-orang di area ini lebih manusiawi. Mereka berlalu lalang biasa saja, tanpa mengunakan baju pelindung yang komplit. Seperti dunianya dulu di Malio, tapi tempat ini masih bagian dari Olio dan dikelola oleh SYPUS.

"Aku tau Tuan Juju di sini karena sembunyi dari Gen Akis, tapi bisakah kau membantuku. Tampaknya kami kekurangan pasukan!" alasan Anthony.

Dia tak mungkin memerintah Juju seenak jidatnya, bagaimana pun Juju adalah pewaris SYPUS. Keberlangsungan hidup keluarga Anthony ada di tangan Juju, secara tak langsung.

"Semoga aku bisa membantumu!" kata Juju dengan wibawa.

Entah dari mana dia mendapatkan sifat itu, dia sendiri tidak tau. Mungkin karena selalu bersama Tuan Gayo, jadi Juju jadi bersikap dan berperilaku seperti Pemimpin SYPUS itu.

"Maaf aku tak menyiapkan sambutan apa pun untuk anda.

"Karena aku tak suka hal-hal semacam itu!" ujar Anthony.

Pria itu berjalan tanpa ragu ke dalam gedung besar di depannya, di ikuti oleh Juju. Semua orang tampak biasa saja dengan kedatangan Anthony yang merupakan tangan kanan Pemimpin SYPUS. Suasana di sini sangat berbanding terbalik dengan di lingkar utama Olio.

"Kita sepemikiran, aku juga tak suka hal-hal semacam itu!" ujar Juju.

Bahkan saat berada di dalam gedung itu hanya ada satu staf perempuan yang mendekati Anthony. Wanita itu jelas-jelas robot yang mirip manusia, karena wajah dan posturnya sama persisi dengan robot di rumah Tuan Gayo.

"Ini mata-mata Tuan Gayo, kau harus hati -hati padanya!" ujar Anthony.

Pria bermanik mata merah, se merah darah itu memang pandai bergurau. Tapi entah kenapa semua gurauannya, hanya terdengar garing di telinga Juju.

"Mahluk apa ini?" tanya Anthony pada asisten robotnya.

Tubuh tinggi tegapnya seketika terdiam di tempat dia berpijak. Matanya tengah fokus membidik tangkapan kamera dari robot pengintai.

"Mahluk itu muncul di titik 0983, area yang tergenang dengan air!" Si Robot mulai bicara. Tugasnya adalah memberi informasi yang dibutuhkan oleh Anthony.

Juju yang penasaran pun, segera mendekat ke arah Anthony dan ikut melihat isi rekaman itu.

"Para Zombi bermutasi?" ujar Juju.

"Sepertinya begitu!

"Yang biasa saja, sudah bikin pusing.

"Ini malah bermutasi sebesar ini!" keluh Anthony.

"Di titik itu, adalah pemakaman korban Virus Danger pertama.

"Tempat itu menjadi pemakaman masal 50 tahun yang lalu!" ujar Juju.

"lalu, apa hubungannya. Mereka bisa bermutasi!" Anthony cukup gelisah saat ini.

"Mereka selalu tertangkap kamera pengintai di malam hari, tapi di siang hari mereka tidak pernah tertangkap kamera!" ujar Juju setelah melihat-lihat rekaman di Tab transparan itu.

"Kau benar, Tuan Juju!" Anthony juga akhirnya menyadari itu.

___________BERSAMBUNG_____________

JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤

Terpopuler

Comments

Machan

Machan

selem dong ya

2021-10-26

1

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

Hmm....

Lama2 tu si Juju kawin sama Zombie jadinya..😌

2021-10-15

1

Phoenix

Phoenix

ya ampunn...berarti tu zombie bs berkamuflase ??...waduuh...

2021-10-14

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 2075 BUMI
3 Penjaga Makam
4 Pemilik SYPUS
5 Pohon Sakura
6 Pengawal
7 Empat jenis Gen Hebat
8 Pemimpin Gen Horo
9 Pabrik Bayi
10 Zombi Bermutasi
11 VirusEnza19
12 Mata Sialan
13 Pertempuran Pertama
14 Ambisi Di Antara para pengawal
15 Kesedihan yang terpendam
16 Benua Aust
17 Rasa dan Bencana
18 Sinyal permintaan bantuan
19 Mutasi Manusia Pertama
20 Strategi Baru
21 kecurigaan
22 Pertahanan
23 Sentuhan Intim
24 Perubahan Jupiter
25 Bayi dari dua pria
26 Sifat lain Jupiter
27 Ibu-Ibu Hamil
28 Pasangan Sesungguhnya
29 Takut Kehilangan
30 Dukungan
31 Darah Juju
32 Mimpi Basah
33 Serangan baru
34 Rahasia Tuan Gayo
35 Rahasia Gen Akis
36 Zombi Gen Akis
37 Menikmati Kenikmatan
38 Berkembang Biak
39 Zombi Wenda
40 Robot Mesum
41 Obrolan Ayah dan Anak
42 Anak Kita
43 Kebimbangan Juju
44 Darah Hijau
45 Kantor Jupiter
46 Istri kedua dan ketiga
47 Prahara Istri Ke Dua dan Ke Tiga
48 Nasib Nyonya Wenda
49 Jatuh Cinta
50 Ranegades
51 Physeter macrocephalus
52 Kamar Tidur Transparan
53 Serangan Ikan Lentera
54 Rencana lama
55 Mengubah Dunia
56 Membunuh atau memakan
57 Kabur
58 Pusat Keramaian
59 Istri dan Suami
60 Membobol Rumah Sendiri
61 Demi Tanggung Jawab
62 Menguras Danau
63 Pangkalan Militer Gen Akis
64 Kebencian Luca
65 Pengawal Ke-4
66 Putus Asa
67 Tikus Percobaan
68 TKP kejahatan
69 Luca Mencurigakan
70 Mau Makan Apa
71 Bukan Manusia
72 Suami dan Ayah
73 Raves
74 Padang Rumput
75 Mahluk Mars
76 Pesan Mahluk Mars
77 Julukan Tyfan
78 Pertemuan Bulanan
79 keteguhan
80 Berubah Sifat
81 Perubahan Manusia
82 Kebencian
83 Manusia
84 Evakuasi
85 Lelaki berwajah datar
86 Tubuh Baru
87 DNA orang mati
88 Awal Mula
89 Kamar Raves
90 Racun Untuk makhluk Mars
91 Rekayasa DNA
92 Saudara
93 Lisa
94 Tingkatan Tipe Gen
95 Liar dan Jinak
96 Introgasi
97 Manipulasi
98 Tyfan dan Edward
99 Pemimpin Malio
100 Kota Dawas
101 Dibinasakan
102 Gina
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Prolog
2
2075 BUMI
3
Penjaga Makam
4
Pemilik SYPUS
5
Pohon Sakura
6
Pengawal
7
Empat jenis Gen Hebat
8
Pemimpin Gen Horo
9
Pabrik Bayi
10
Zombi Bermutasi
11
VirusEnza19
12
Mata Sialan
13
Pertempuran Pertama
14
Ambisi Di Antara para pengawal
15
Kesedihan yang terpendam
16
Benua Aust
17
Rasa dan Bencana
18
Sinyal permintaan bantuan
19
Mutasi Manusia Pertama
20
Strategi Baru
21
kecurigaan
22
Pertahanan
23
Sentuhan Intim
24
Perubahan Jupiter
25
Bayi dari dua pria
26
Sifat lain Jupiter
27
Ibu-Ibu Hamil
28
Pasangan Sesungguhnya
29
Takut Kehilangan
30
Dukungan
31
Darah Juju
32
Mimpi Basah
33
Serangan baru
34
Rahasia Tuan Gayo
35
Rahasia Gen Akis
36
Zombi Gen Akis
37
Menikmati Kenikmatan
38
Berkembang Biak
39
Zombi Wenda
40
Robot Mesum
41
Obrolan Ayah dan Anak
42
Anak Kita
43
Kebimbangan Juju
44
Darah Hijau
45
Kantor Jupiter
46
Istri kedua dan ketiga
47
Prahara Istri Ke Dua dan Ke Tiga
48
Nasib Nyonya Wenda
49
Jatuh Cinta
50
Ranegades
51
Physeter macrocephalus
52
Kamar Tidur Transparan
53
Serangan Ikan Lentera
54
Rencana lama
55
Mengubah Dunia
56
Membunuh atau memakan
57
Kabur
58
Pusat Keramaian
59
Istri dan Suami
60
Membobol Rumah Sendiri
61
Demi Tanggung Jawab
62
Menguras Danau
63
Pangkalan Militer Gen Akis
64
Kebencian Luca
65
Pengawal Ke-4
66
Putus Asa
67
Tikus Percobaan
68
TKP kejahatan
69
Luca Mencurigakan
70
Mau Makan Apa
71
Bukan Manusia
72
Suami dan Ayah
73
Raves
74
Padang Rumput
75
Mahluk Mars
76
Pesan Mahluk Mars
77
Julukan Tyfan
78
Pertemuan Bulanan
79
keteguhan
80
Berubah Sifat
81
Perubahan Manusia
82
Kebencian
83
Manusia
84
Evakuasi
85
Lelaki berwajah datar
86
Tubuh Baru
87
DNA orang mati
88
Awal Mula
89
Kamar Raves
90
Racun Untuk makhluk Mars
91
Rekayasa DNA
92
Saudara
93
Lisa
94
Tingkatan Tipe Gen
95
Liar dan Jinak
96
Introgasi
97
Manipulasi
98
Tyfan dan Edward
99
Pemimpin Malio
100
Kota Dawas
101
Dibinasakan
102
Gina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!