2075 BUMI

2075 BUMI

Pingiran kota pemakaman masal

Malam ini angin dingin yang berhembus melalui ranting-ranting yang mengering.

Suara deru mobil-mobil pengangkut masih terdengar meski waktu telah memasuki malam hari.

Dump truk melaju cepat di jalanan aspal itu, hanya debu yang tertinggal di udara. Menyembur, berhamburan mengikis oksigen yang makin menipis.

Sebuah lubang galian besar, di songsong oleh buntut-buntut puluhan dump truk. Sopir segera menaikkan dongkrak mekaniknya dan bak truk pengangkut itu terdorong ke atas dengan sendirinya.

Bokong angkutan berat itu memutahkan buntelan-buntelan plastik putih yang cukup banyak. Padahal semua tau, jika isi dari buntelan plastik yang rapat itu adalah mayat manusia.

Mayat-mayat korban Danger virus, makin hari virus aneh itu makin meresahkan. Kebijakan pemerintah yang mengharuskan tentang vaksinnasi pun juga terasa hanya semakin menjadikan virus Danger itu makin hidup pesat didalam tubuh manusia.

Kuk kuk kukkuk kuk kuk kuk

Suara burung hantu masih bisa didengar malam itu. Angin masih berhembus sama seperti 50 tahun yang lalu, tapi dengan bau obat-obatan yang menyeruak.

Jika dulu kita harus kerumah sakit untuk mencium bau yang khas itu, saat ini kau hanya perlu keluar dari rumah dan menghembuskan napas. Bau disinfektan akan langsung masuk kedalam paru-parumu.

Kebingungan masih terjadi di kalangan masyarakat, kenapa tak hanya manusia yang diserang oleh virus Danger25. Semua mahluk di muka bumi ini juga tak baik-baik saja, semua yang hidup, hewan bahkan tumbuhan ikut mati secara perlahan-lahan.

Populasi manusia menurun derastis secara terus menerus selama 50 tahun terakhir. Membuat persatuan bangsa di dunia mencetusan sebuah wacana untuk pindah ke Mars

SYPUS adalah sebuah perusahaan yang tumbuh pesat setelah wabah terjadi. Perusahaan yang bergelut di bidang obat-obatan dan juga teknologi robotik itu sepertinya adalah harapan satu-satunya di Bumi yang mulai gersang ini.

Perusahaan itu juga mengurus tentang pemakaman masal para korban virus Danger25 yang semakin mendeludak dan tak terkendali.

.

.

.

.

Tak jauh dari tempat itu ada sebuah pos penjagaan, di dalam ruangan yang berukuran 6×6 meter itu dua orang lelaki sedang duduk berhadapan sambil bermain kartu. Dua pria berbeda usia itu tampak sangat akrab meski hanya secangkir kopi instan yang dapat mereka nikmati sembari ngobrol.

"Apa menurut anda, wabah ini akan selesai?" tanya pria pertama yang memakai kaus berwarna merah.

Pria itu terlihat masih sangat muda dan segar, bibirnya masih ke merahan karena pembuluh darahnya belum menua.

Wajahnya oval dengan garis wajah yang tegas. Tapi di usianya yang baru menginjak 23 tahun  dia masih tampak manis.

"Jika memang wabah ini bisa selesai, maka sudah selesai dari jaman dulu!" sahut pria kedua yang sama-sama mengenakan kaus merah.

Tubuh pria berusia 37 tahun ini lebih berisi dan kekar. Meski usianya terbilang tak muda lagi, kerutan sama sekali belum terlihat di wajah pria ke dua itu.

Kaus merah berlambang burung didalam lingkatan itu memang seragam resmi dari perusahaan SYPUS.

"Kenapa aku merasa perusahaan SYPUS itu mencurigakan ya?" ujar pria pertama yang lebih muda.

"Semua orang juga bicara begitu, tapi siapa yang bisa melawan SYPUS???

"Kalau ada yang mau melawan, belom sempat melawan udah mati duluan!" pria ke dua tampaknya lebih tau karena usianya yang sudah cukup dewasa.

"Memang benar Pak! SYPUS udah kayak pemilik Bumi saat ini!" pria pertama itu memang baru masuk kerja hari ini.

Pria muda itu bernama Juju. Dia awalnya malas bekerja untuk SYPUS, tapi tak ada perusahaan lain yang mau menerimanya berkerja. Bahkan lulusan akademi terbaik Kepolisian itu tak diterima di kesatuan Kepolisian. Itu cukup aneh-kan.

Tak aneh, karena sejak awal SYPUS sudah mengincar Juju untuk bekerja di perusahaan mereka. SYPUS hanya memperkerjakan orang-orang terbaik di bidangnya dan Juju yang sudah dipilih pun tak bisa berkutik untuk menolak.

Jika dia menolak maka, dia akan menjadi penganguran selamanya. Tapi apakah tidak aneh jika lulusan terbaik di akademi Kepolisian malah jadi penjaga makam. Ini yang aneh.

Tapi lagi-lagi siapa yang bisa memaksakan kehendak jika sudah direkrut oleh SYPUS, bahkan bernafas saja harus mengikuti aturan yang mereka buat.

"Apa kau sudah bisa cara mengoprasikan senjata ini?" tanya si pria paruh baya itu.

"Bisa Pak, tapi buat apa senjata api laras panjang begini di pemakaman!" omongan Juju benar sekali.

"Kau akan tau sebentar lagi! Kau kuat begadang-kan?" tanya pria paruh baya yang belum diketahui namanya oleh Juju itu.

"Saya sering begadang Pak, karena udah hampir enam bulan nganggur!" ujar Juju.

"Bagus kalau kau kuat. Ayo kita ke atas untuk jaga!" pria paruh baya itu mengajak Juju untuk naik ke tower yang cukup tinggi.

Dua tahun lebih Juju menghabiskan waktunya untuk belajar di Akademi Kepolisian khusus untuk menjadi penembak jitu. Tapi dia malah hanya menjadi penjaga kuburan, apakah di masa lalu untuk menjaga kuburan kau harus lulus sarjana.

Juju yang saat ini berusia 23 tahun itu sama sekali tak tau bagaimana rasanya hidup bebas tanpa virus dan wabah. Sejak lahir dia harus bersahabat dengan mahluk tak kasat mata tapi mematikan itu.

Ini adalah jaman di mana masker udara lebih penting dari pada cangcut, baju plastik lebih mahal dari pada setelan jas. Bahan makanan hanya bisa ditemukan di dalam kaleng, dan tak ada daun warna hijau yang dapat kau lihat di Negara yang awalnya subur ini.

Siapa yang menyangka jika bumi berubah secepat ini. Ulah manusia--kah, atau memang sudah menjadi kehendak Sang Maha Kuasa. Siapa yang peduli lagi tentang siapa yang bersalah, karena mencoba bertahan untuk hidup saja sudah sangat susah.

Jika kaian hidup di jaman ini, kalian akan merasakan bagaimana di suntik setiap bulan. Tak ada waktu untuk takut jarum suntik, karena saat kau keluar dari rahim ibumu sampai kau mati. Kau akan berhadapan dengan vaksinasi rutin.

Jika kau melewatkannya kau akan mati dengan cepat, dan harga untuk sekali vaksin itu bukannya murah. Maka dari itu di bumi ini terbelah bukan karena bencana, tapi karena wabah.Terbelah menjadi tempat tinggal para orang kaya dan para orang miskin.

Ada dinding besar dan tinggi yang menjulang memisahkan kasta itu. Kata-kata itu bukan lagi kiasan seperti di tahun 2020, dinding menjulang itu benar-benar ada dan sangat nyata.

Pemerintah sengaja membangunnya untuk memisahkan orang-orang, agar virus Danger bisa di tangani.

Intinya jika kau tinggal di lingkungan kumuh kau hanya bisa berharap pada kekuatan tubuhmu sendiri. Karena kau tak akan punya cukup uang untuk membeli vaksin, kau bahkan akan kesulitan hanya untuk makan.

Tapi jika kau tinggal di daerah yang di sebut dengan Olio kau pasti orang kaya. Apa pun bisa kau dapatkan di sini, dan Juju saat ini ada di perbatasan antara Olio dan Malio.

__________BERSAMBUNG_________

JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤

Terpopuler

Comments

Mochamadribut

Mochamadribut

lanjut terus...

2021-11-18

0

Aini

Aini

hemmm. aku gak bisa bayangin bayi bayi yang hidup di jaman ini bagaimana ya.,?😢

2021-11-04

2

Machan

Machan

mumpung masih gratis, harus di vaksin. tar keburu harus bayar, mahal pula. haaa

oke juminten, lanjut. eh juju ya

2021-10-25

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 2075 BUMI
3 Penjaga Makam
4 Pemilik SYPUS
5 Pohon Sakura
6 Pengawal
7 Empat jenis Gen Hebat
8 Pemimpin Gen Horo
9 Pabrik Bayi
10 Zombi Bermutasi
11 VirusEnza19
12 Mata Sialan
13 Pertempuran Pertama
14 Ambisi Di Antara para pengawal
15 Kesedihan yang terpendam
16 Benua Aust
17 Rasa dan Bencana
18 Sinyal permintaan bantuan
19 Mutasi Manusia Pertama
20 Strategi Baru
21 kecurigaan
22 Pertahanan
23 Sentuhan Intim
24 Perubahan Jupiter
25 Bayi dari dua pria
26 Sifat lain Jupiter
27 Ibu-Ibu Hamil
28 Pasangan Sesungguhnya
29 Takut Kehilangan
30 Dukungan
31 Darah Juju
32 Mimpi Basah
33 Serangan baru
34 Rahasia Tuan Gayo
35 Rahasia Gen Akis
36 Zombi Gen Akis
37 Menikmati Kenikmatan
38 Berkembang Biak
39 Zombi Wenda
40 Robot Mesum
41 Obrolan Ayah dan Anak
42 Anak Kita
43 Kebimbangan Juju
44 Darah Hijau
45 Kantor Jupiter
46 Istri kedua dan ketiga
47 Prahara Istri Ke Dua dan Ke Tiga
48 Nasib Nyonya Wenda
49 Jatuh Cinta
50 Ranegades
51 Physeter macrocephalus
52 Kamar Tidur Transparan
53 Serangan Ikan Lentera
54 Rencana lama
55 Mengubah Dunia
56 Membunuh atau memakan
57 Kabur
58 Pusat Keramaian
59 Istri dan Suami
60 Membobol Rumah Sendiri
61 Demi Tanggung Jawab
62 Menguras Danau
63 Pangkalan Militer Gen Akis
64 Kebencian Luca
65 Pengawal Ke-4
66 Putus Asa
67 Tikus Percobaan
68 TKP kejahatan
69 Luca Mencurigakan
70 Mau Makan Apa
71 Bukan Manusia
72 Suami dan Ayah
73 Raves
74 Padang Rumput
75 Mahluk Mars
76 Pesan Mahluk Mars
77 Julukan Tyfan
78 Pertemuan Bulanan
79 keteguhan
80 Berubah Sifat
81 Perubahan Manusia
82 Kebencian
83 Manusia
84 Evakuasi
85 Lelaki berwajah datar
86 Tubuh Baru
87 DNA orang mati
88 Awal Mula
89 Kamar Raves
90 Racun Untuk makhluk Mars
91 Rekayasa DNA
92 Saudara
93 Lisa
94 Tingkatan Tipe Gen
95 Liar dan Jinak
96 Introgasi
97 Manipulasi
98 Tyfan dan Edward
99 Pemimpin Malio
100 Kota Dawas
101 Dibinasakan
102 Gina
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Prolog
2
2075 BUMI
3
Penjaga Makam
4
Pemilik SYPUS
5
Pohon Sakura
6
Pengawal
7
Empat jenis Gen Hebat
8
Pemimpin Gen Horo
9
Pabrik Bayi
10
Zombi Bermutasi
11
VirusEnza19
12
Mata Sialan
13
Pertempuran Pertama
14
Ambisi Di Antara para pengawal
15
Kesedihan yang terpendam
16
Benua Aust
17
Rasa dan Bencana
18
Sinyal permintaan bantuan
19
Mutasi Manusia Pertama
20
Strategi Baru
21
kecurigaan
22
Pertahanan
23
Sentuhan Intim
24
Perubahan Jupiter
25
Bayi dari dua pria
26
Sifat lain Jupiter
27
Ibu-Ibu Hamil
28
Pasangan Sesungguhnya
29
Takut Kehilangan
30
Dukungan
31
Darah Juju
32
Mimpi Basah
33
Serangan baru
34
Rahasia Tuan Gayo
35
Rahasia Gen Akis
36
Zombi Gen Akis
37
Menikmati Kenikmatan
38
Berkembang Biak
39
Zombi Wenda
40
Robot Mesum
41
Obrolan Ayah dan Anak
42
Anak Kita
43
Kebimbangan Juju
44
Darah Hijau
45
Kantor Jupiter
46
Istri kedua dan ketiga
47
Prahara Istri Ke Dua dan Ke Tiga
48
Nasib Nyonya Wenda
49
Jatuh Cinta
50
Ranegades
51
Physeter macrocephalus
52
Kamar Tidur Transparan
53
Serangan Ikan Lentera
54
Rencana lama
55
Mengubah Dunia
56
Membunuh atau memakan
57
Kabur
58
Pusat Keramaian
59
Istri dan Suami
60
Membobol Rumah Sendiri
61
Demi Tanggung Jawab
62
Menguras Danau
63
Pangkalan Militer Gen Akis
64
Kebencian Luca
65
Pengawal Ke-4
66
Putus Asa
67
Tikus Percobaan
68
TKP kejahatan
69
Luca Mencurigakan
70
Mau Makan Apa
71
Bukan Manusia
72
Suami dan Ayah
73
Raves
74
Padang Rumput
75
Mahluk Mars
76
Pesan Mahluk Mars
77
Julukan Tyfan
78
Pertemuan Bulanan
79
keteguhan
80
Berubah Sifat
81
Perubahan Manusia
82
Kebencian
83
Manusia
84
Evakuasi
85
Lelaki berwajah datar
86
Tubuh Baru
87
DNA orang mati
88
Awal Mula
89
Kamar Raves
90
Racun Untuk makhluk Mars
91
Rekayasa DNA
92
Saudara
93
Lisa
94
Tingkatan Tipe Gen
95
Liar dan Jinak
96
Introgasi
97
Manipulasi
98
Tyfan dan Edward
99
Pemimpin Malio
100
Kota Dawas
101
Dibinasakan
102
Gina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!