Kelopak mata Juju mengerjap karena cahaya lampu menerangi, menyilaukan matanya. Rasa perih dia rasakan di dalam bola matanya, tapi rasa sakit itu langsung hilang.
Mata Juju perlahan terbuka dan kornea matanya yang awalnya hitam legam itu berubah kebiruan. Juju mengerakkan tubuhnya sampai tubuhnya terduduk sempurna di atas ranjang. Juju terus memandangi sekitanya, ruangan yang tampak sangat asing baginya.
Dia berada di sebuah kamar, tapi bukan kamar di cemp-nya dan juga bukan kamar rawat yang seperti biasanya. Juju mencoba mengingat apa pun, tapi kepalanya itu malah sakit.
"Akkkkkkk!" desahnya, kedua telapak tangannya meremas tengkorak kepalanya dengan kuat.
Kamar yang ditempati Juju sekarang sangatlah luas dan indah, serta mewah. Juju negucek matanya yang sudah kembali menghitam normal, dia tau ini hanya mimpi jadi dia meneruskan menampar wajahnya dengan tangannya.
"Sakitttt!" pekik Juju.
Sakit kepala tadi mungkin hanya sebentar, tapi sangat sakit hingga membuat Juju berkeringat. Juju sadar sesuatu dalam dirinya tampak aneh.
Tubuhnya, kenapa tubuhnya berubah. Dia tau tubuhnya bagus tapi dia tak pernah punya otot sehebat sekarang. Juju meraba dada dan lengannya yang tampak luar biasa kekar. Bagaimana dia mendapatkan otot-otot ini.
Pria berbadan tegap itu mencoba turun dari ranjang tidurnya, dan berkeliaran mencari cermin, tapi dia malah menemukan sesuatu yang aneh. Pemandangan yang cukup langka di jaman ini. Juju melihat sebuah pohon berdaun indah di halaman sebelah kamar yang ia tempati itu.
Dia berdiri tegak di dekat jendela yang baru saja dia singkap tirainya. Wajah tampannya hanya bisa melonggo terkagum-kagum, dia termasuk manusia yang beruntung karena dapat melihat simbol dari SYPUS itu.
Simbol perusahaan SYPUS adalah sebuah pohon sakura yang indah dan hanya tinggal satu yang masih hidup. Satu-satunya pohon sakura itu itu hanya ada di rumah pemilik SYPUS . Tuan Gayo.
"Kau sudah bangun!" tanya seseorang dengan suara pria yang keren.
Karena sibuk terkagum-kagum dengan pohon sakura simbol SYPUS, Juju sampai tak sadar jika ada orang yang masuk ke dalam kamarnya.
"Akhhhhh, sudah Pak!" kata Juju, sambil menunduk sopan.
Karena di depannya sudah berdiri pria yang gagah, yang dikenali Juju sebagai atasannya di tempat kerjanya di pemakaman.
"Bagaimana apa tubuhmu terasa sakit?" tanya pria itu.
"Hanya sedikit pegal-pegal, Pak!" kata Juju, dia menunduk lagi untuk menunjukkan rasa hormatnya.
"Kelihatannya kau memang sudah benar-benar pulih!" kata atasannya itu.
"Emang saya sakit apa ya, Pak?" tanya Juju bingung.
"Kamu masih ingat kejadian tentang kau diserang di pemakaman oleh Zombi?" tanya atasannya itu.
"Yaaa masih Pak, baru kemarin juga!" jawab Juju selengekan.
"Itu sudah hampir satu tahun yang lalu Juju!" kata atasan Juju yang ternyata adalah Gayo, pemilik SYPUS.
"Nggak mungkin Pak!" kata Juju.
Manik matanya segera melihat kalender digital di meja, kalender transparan dengan sistem komputer itu menunjukkan tahun yang aneh yaaaa tahun 2076.
Benar Juju koma selama satu tahun.
Pria itu tak tau dan tak diberi tahu, dia mendapatkan sebuah ke istimewaan. Dia mendapatkan sebuah kesempatan untuk mengikuti ujian menjadi pewaris SYPUS.
Ujian yang hanya di peruntukkan oleh para pria dari angota keluarga yang sangat kaya itu dapat dinikmati oleh Juju. Juju lolos karena itulah dia masih hisup saat ini.
"Kau tak akan ingat apa pun, kau mengalami kondisi koma selama setahun ini!" ujar Gayo.
"Bersihkan dirimu dan kita akan sarapan bersama dengan yang lain!" perintah Gayo.
Pria paruh baya yang amat gagah dan tampan itu keluar dari dalam kamar Juju dan meninggalkan Juju seorang diri.
Juju segera mengikuti perintah Tuannya itu untuk membersihkan diri dan bersiap-siap.
Juju tertegun dengan isi lemarinya, kenapa hanya ada setelan jas. Bukankah dia hanya akan sarapan, apa pantas memakai jas lengkap. Tapi dia tak punya baju lain, dia tak mungkin mengenakan pakaian tidurnya lagi.
Juju memakai setelan jas itu langkap dengan sepatu yang terasa mewah dibadannya.
"Apa tidak lucu jika aku keluar dari kamar dengan pakaian yang semewah ini?" tanya Juju pada bayangan di cerminnya.
Tuan Juju semua orang sudah siap di ruang makan, harap cepat sedikit.
"Astagggggaaaa!" pekik Juju kaget.
Dia tak menyangka bahwa panggilan dari asisten di dalam sistem keamanan sudah berubah suara. Dari suara wanita yang lembut menjadi suara lelaki yang tempramental.
Mau tak mau Juju segera berjalan ke arah pintu kamarnya, dia harus cepat menghadiri sarapan itu. Dia harus menghargai atasannya.
Ternyata seorang pelayan wanita sudah menunggu Juju di depan pintu kamar yang dia tempati.
"Mari Tuan saya antar ke ruang makan!" kata pelayan itu.
Pelayan itu tampak agak kaku dan tak mau melihat ke arah wajah Juju. Cara jalannya sama sekali tak alami dan kulit tubuhnya tampak sangat sempurna.
Setelah melewati sebuah lorong dan naik lift ke lantai di bawahnya. Juju tampak terpesona dengan apa yang dia lihat di depannya.
yaaaa itu adalah sebuah ruangan terbuka, hanya ada atap beton tebal yang kokoh. Bangunan ini tampak melayang di udara.
Juju mengedarkan pandagannya ke arah kiri tubuhnya dan dia bisa melihat pohon sakura yang dia lihat tadi dengan sangat jelas.
"Mari Tuan!" kata pelayan aneh itu.
Lagi-lagi Juju terdiam menghentikan lagkahnyadan membuat pelayan tadi menegurnya. Juju pun kembali mengikuti kemana arah berjalannya si pelayan anehnya yang mirip Robot itu.
Sebuah kebun bunga yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh Juju.
Apa ini nyata???
Kenapa tempat ini indah sekali?!
Apa aku sudah pindah ke surga???
Jadi surga itu memang ada?! Juju.
Kepala Juju tak bisa berhenti memikirkan itu sampai dia melihat di tengah-tengah kebun bunga dalam rumah kaca itu. Sebuah meja besar dan panjang, mereka duduk saling berhadapan dan rapi.
Para mahluk yang seperti berasal daru dunia lain, dan Juju mengenali salah satu dari mereka.
Orang yang duduk di meja paling ujung di bangku panjang itu, dia adalah Gayo. Juju masih berfikir jika Gayo itu hanyalah atasannya di tempat pemakaman.
Juju di arahkan oleh pelayan yang memang adalah robot itu duduk di kursi paling ujung sebelah kanan Gayo.
Apa nggak salah aku duduk di sini??? Juju.
"Kalian pasti sudah tau siapa Juju kan?" tanya Gayo pada semua orang di sana.
Empat orang yang lainnya tampak menunduk tanda faham.
Juju dengan sangat cangungnya melihat ke arah empat orang lainnya, mereka masih muda dan juga tampang mereka sangat luar biasa. Jauh dari kata jelek dan biasa, wajah dan postur tubuh ke empat calon pengawalnya itu mendekati kata Ilahi. Sempurna tanpa cacat.
___________BERSAMBUNG__________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Ain Ain
juju ad kt mna
2022-03-14
1
Mochamadribut
lanjut...
2021-11-18
0
Aini
Juju Kamu ada dimana itu.. ??
2021-11-04
1