Hari ini langit tampak abu-abu, kalau dulu itu adalah pertanda akan terjadi hujan. Kalau hari ini itu adalah sebuah pertanda akan terjadi petaka.
"Aku tak akan istirahat!" kata Anthony, dia menghela nafasnya yang berat.
Karena warna langit abu-abu itu adalah pertanda hujan, hujan yang akan membangunkan beberapa Zombi di dalam tanah.
"Salah sendiri kenapa kau kebal pada Zombi, harusnya kau punya Gen Horo dan jadi pemimpin!" kata Dhan, nadanya yang sangat mengejek itu membuat Anthony memicingkan bola mata merahnya.
"Kau terlihat seperti Vampire jika mendelik seperti itu!" ujar Dhan.
"Vampire itu apa? Virus baru?" tanya Anthony.
"Mungkin bisa dibilang Virus paling tua, dan paling menakutkan!
"Jika kau terkena Virus Vampire, kau akan haus darah dan berumur sangat panjang!" jelas Dhan.
Pria gondrong penuh kharisma itu beralih memandang ke arah langit.
"Itu terdengar menakutkan!" ujar Anthony.
"Apa kau kenal dengan calon pemimpin?" tanya Dhan pada Anthony.
"Bagaimana aku bisa kenal, dia dari Malio bagian ujung selatan.
"Tempat awal para Zombi. Dia manusia pertama yang kebal tanpa gejala.
"Pantas pemimpin memilih dia!" ujar Anthony.
"Aku hanya khawatir, apa Jupiter bisa menyesuaikan diri dengan suami barunya!" kata Dhan. Wajah berkarismanya tersirat rasa khawatir meski sedikit.
"Siapa yang peduli, dia akan mempunyai berapa suami.
"Dia harus melayani semua!" pembicaraan mereka di sahut oleh Luca yang baru muncul dari dalam bangunan.
Lapangan hijau yang asri menjadi tempat Dhan bersama Anthony, menghabiskan rasa penat mereka sembari menunggu Juju dan Jupiter bersiap.
"Semoga saja, Juju bisa bertahan sampai akhir!" ujar Luca.
"Kau terdengar amat kejam, padahal Jupiter adalah adik kandungmu sendiri!" kata Dhan.
"Dia bukan adikku lagi, dia pendamping calon pemimpin!" Luca masih saja sekaku biasanya.
"Jika aku jadi Jupiter aku sudah membunuhmu!" kata Anthony.
"Aku juga, tak akan kubiarkan kau bernafas lega di lingkaran Olio mana pun!" tambah Dan.
"Ini adalah keputusannya, cobalah menghormati Jupiter sekali saja. Pemimpin juga tak akan memaksa Jupiter jika adikku tak setuju," jelas Luca.
"Kau benar, ini ke tiga--kan. Semoga Calon Pemimpin bisa bertahan sampai akhir!" kata Dhan.
"Apa istimewanya anak dengan Gen Horo?
"Apa anak yang dilahirkan dari Gen Horo dan Akis akan bisa hidup lama, setauku tidak. Gen Akis keluargamu sangat langka dan tak bisa dicampur dengan Gen lain.
"Karena itu, keluargamu diberi lingkaran khusus oleh Pemimpin!" kata Dhan.
"Kita lihat saja, Gen Horo lebih langka dari pada Gen Akis. Kuharap mereka bisa bersatu dan menjadi manusia yang lebih kuat!" kata Luca.
Ada beberapa jenis Gen yang dibedakan oleh pemerintah untuk mengatur pernikahan. Mungkin di jaman dulu seperti Zodiak atau golonan darah. Tapi saat ini Gen adalah identitas, Gen yang kau miliki akan menentukan kedudukanmu.
Gen terbaik adalah Horo, pemilik Gen ini hanya Juju. Dan pemilik Gen langka ini adalah orang yang kebal dengan segala jenis Virus dan anti Virus. Di tak dapat dilukai dengan manipulasi Virus apa pun.
Kedudukan tertinggi ke dua adalah Gen Uras. Pemiliknya adalah Gayo dan keluarganya serta Anthony, Gen Uras adalah Gen dengan imunitas diri yang kuat. Mereka tak kebal pada banyak Virus. Tapi mereka punya pertahanan yang kuat. Mereka sering sakit tapi cepat sembuh.
Ke tiga adalah Gen Akis, Gen yang selama ini di anggap paling tinggi. Gen yang di anggap paling kebal. Tapi Gen Akis tak kebal pada serangan Zombi.
Ke empat adalah Gen Sia, Gen ini dimiliki oleh Dhan. Gen dengan kejeniusan. Kekebalan diri mereka tak begitu bagus, tapi pasti lebih bagus dari pada orang tanpa Gen.
Memang tak banyak manusia yang dianugrahi Gen-gen hebat itu.
.
.
.
.
Belum juga rasa kaget Juju tentang Istri, surut. Manik mata Juju kembali terbelalak dengan isi bangunan yang di bilang Jupiter sebagai rumahnya.
Bangunan itu di desain bak Istana Prancis yang amat mewah dengan nuansa emas dan hitam yang elegan tapi indah dan tampak misterius.
"Apa anda tak suka dekorasi yang saya siapkan untuk anda?" tanya Jupiter.
"Tidak, ini bagus. Bagaimana kau tau aku suka warna keemasan dan hitam?" tanya Juju.
"Aku bahkan tau kenapa anda suka warna itu, anda suka karena anda tumbuh di dataran selatan.
"Di sana hanya akan ada warna gersang ke emasan di siang hari dan langit hitam tanpa bintang di malam hari!" kata Jupiter.
"Bahaimana kau bisa tau?" tanya Juju dia masih saja bertanya.
"Selama anda di uji dalam ke adaan koma. Gelombang otak anda selalu di baca oleh para ilmuwan.
"Mereka akan mengirim informasi apa pun ke pada pemimpin. Dan sebagai...,"
"Begitu..., seperinya kita harus segera bersiap untuk pertemuan yang dibilang Tuan Gayo!" kata Juju.
Dia kecewa, atau dia tak suka. Dia tak suka, jika ada orang asing yang tau masa lalunya yang pedih. Dia tak ingin membuang atau mengenang masalalunya, tapi dia ingin menyimpan untuk dirinya sendiri. Dia tak ingin siapa pun tau apa yang sudah terjadi kepadanya
Tapi hal itu malah diekspos begitu saja oleh wanita yang baru saja dia kenal. Meski setatus wanita itu istrinya, Juju malah semakin tak nyaman dengan kenyataan itu.
Dia tak suka, seseorang melewati pivasi di dirinya.
"Saya akan mengantar anda ke ruang ganti!" kata Jupiter.
Wanita itu bahkan tak tersenyum padanya, istri apa???
Apa istri di Olio sedingi itu, apa wanita hanya dilahirkan untuk mengandung banyak bayi. Kenapa semua wanita sangat dingin kecuali ibunya.
Ingatan Juju malah kembali di saat ibunya masih hidup dan sehat.
Alih-alih pergi ke Olio untuk menjadi pegawai di pengembangan janin. Ibu Juju lebih suka bekerja di Malio. Meski bekerja di pabrik pembuatan alat medis berat, tapi Ibunda Juju tak pernah mengeluh.
Hal yang selalu Juju ingat adalah, kata-kata ibunya yang sering dia ucapkan.
"Ada sebuah jaman dimana laki-laki dan wanita itu sama, mereka setara. Semua wanita bisa bekerja, bisa sekolah bahkan bisa melakukan apa yang dia suka.
"Jika kau bertemu dengan wanita yang kau suka, perlakukan dia seperti manusia Juju.
"Karena wanita bukanlah mesin untuk menghasilkan anak dengan Gen-Gen yang bagus,"
Juju masih ingat betul perkataan ibunya itu, dia ingin punya keluarga seperti yang ibunya minta.
Tapi dia bahkan tak bisa memilih istrinya sendiri, dan berakhir dengan gadis seperti Jupiter.
.
.
Sebuah ruang ganti yang lebih luas dari pada kamarnya di rumah besar Tuan Gayo, sudah terpampang di depan mata Juju.
Segala jenis pakaian ada di sana, Jupiter memilihkan pakaian untuk Juju. Itu memang sudah tugasnya.
Juju melepas dasinya karena merasa sesak dan dia akan ganti baju juga.
Setelan jas merah yang mencolok di pilih oleh Jupiter. Sementara Juju hanya berdiri diam di depan pintu keluar ruangan besar dan mewah itu.
"Biar saya bantu Tuan!" Jupiter berjalan mendekati Juju tanpa ragu.
Kedua tangannya meraih kancing kemeja Juju, dan pemuda tampan itu meraih kedua tangan sang istri.
"Aku bisa sendiri, silahkan keluar!" ujar Juju.
___________BERSAMBUNG___________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
anggita
mampir like 👍aja, smoga sukses novelnya👌
2021-12-15
0
Mochamadribut
lanjut terus...
2021-11-18
0
Aini
gue gen akis ajalah biar gak dikejar Zombi
2021-11-06
0