Kesedihan yang terpendam

Seluruh kota Malio ujung selatan telah terbakar, pesawat tempur SYPUS segera melaju menjauh dari tempat itu.

Asap mengulung di udara menyisakan sebuah hal yang tak pasti. Karena kemenangan bukan--lah hal yang pasti jika perang melawan Zombi.

Di masa, nyawa manusia adalah sebuah mainan. Zaman yang tak bisa kau prediksi, bencana apa yang bisa datang.

Tekat, adalah sesuatu yang menghentakmu. Ambisi adalah sebuah keharusan, agar kau tak diinjak dan dibunuh.

.

.

Jupiter kembali berdiri di dinding kaca di depannya. Matanya yang biasanya bening tampak berkaca-kaca saat melihat kepulan asap di langit.

Tak jelas apa yang dia rasakan kesedihan atau kebahagian. Yang dia tau dunia tak pernah mau berpihak padanya.

Seolah dia bukan manusia, seolah dia hanya sebutir debu yang akan terbang ditiup angin. Seakan dia tak punya apa pun untuk membuatnya dipertahankan.

Kenapa semua orang dia sukai tak pernah bisa bertahan hidup lebih lama.

Orang tua dan saudara, kau bisa memilih. Jika kau punya Gen kau bisa memilih, Jupiter dan Luca kakak kandungnya dipilih menjadi anak salah satu petinggi Gen Akis.

Hal yang dia pikir sebagai keberuntungan itu malah menjadi sebuah petaka bagi Jupiter. Dia harus kehilangan banyak orang yang dia sukai dan dia cintai.

"Aku tak boleh menyerah pada Juju!" ujar Jupiter.

Gadis itu telah memilih dan memikirkan pilihannya itu cukup lama. Gadis itu tau apa yang akan dia lakukan dan apa yang dia inginkan.

"Aku akan segera menjemputmu Juju!" Jupiter berbalik dari dalam jendela itu.

Dia keluar dari kamarnya, saat ini rumahnya kosong. Dia segera berjalan menuju garasi di rumahnya.

"Nyonya anda ingin kemana?" tanya seorang pelayan yang bekerja di rumah Jupiter.

Keluarga Gen Akis lebih suka dilayani oleh manusia dari pada robot. Mereka yakin jika Robot akan menghancurkan klan mereka yang kebal tapi sangat sensitif.

"Bilang ke Ayah aku mencari suamiku!" kata Jupiter.

Pelayan itu tak bisa mencegah Jupiter, seorang istri memang punya kewajiban untuk mendampingi suaminya. Tapi pelayan itu mengira Jupiter hanya kembali ke Lingkar Utama SYPUS.

Jika tau Jupiter akan ke Malio Ujung Selatan, pasti pelayan itu akan mencegah Jupiter.

.

.

.

.

Juju dan Anthony sedang menikmati santapan mereka di sebuah ruangan yang mirip dengan kantin di kemp-kemp militer pada umumnya.

Yaaa karena para prajurit di sana bisa menikmati makanan apa saja yang disediakan di pusat militer SYPUS ujung selatan ini.

"Kau tau semua orang di SYPUS sangat penasaran dengan riwayat kelahiranmu?!" kata Anthony.

Juju tak menjawab pertanyaan Anthony, di hanya menatap tajam ke arah pria bermata merah di depannya.

"Ibumu adalah wanita Gen Uras, tapi ayahmu. Tak ada yang bisa melacaknya!" Anthony kembali melanjutkan perkataannya.

"Aku sendiri bahkan tak tau!" ujar Juju.

"Semua merasa, bahwa ayahmu adalah seseorang dengan Gan Sia!" kata Anthony.

"Kenapa?" tanya Juju bingung.

Padahal dulu saat ibunya masih hidup, dia sering tanya tentang ayahnya. Tapi ibunya hanya bilang jika ayahnya adalah pria yang sangat baik, pria paling baik di dunia ini.

"Horo, artinya adalah semua. Kau punya semua Gen dalam dirimu!

"Tapi Gen Uras dan Sia--mu paling dominan. Dan Gen Akis--hampir tak terdeteksi!" jelas Anthony.

"Apa menurutmu ayahku masih hidup?" tanya Juju.

"Entahlah. Mungkin sudah mati!" kata Anthony.

"Kau benar, tak mungkin dia tak muncul saat melihatku terpilih menjadi pemimpin SYPUS!" kata Juju.

"Kisahmu hampir sama dengan Jupiter dan Luca!" kata Anthony.

"Sama bagaimana?" tanya Juju.

"Jupiter dan Luca adalah anak hasil percobaan, Gen Akis dan Sia.

"Mereka berdua tumbuh didalam tabung!"kata Anthony.

"Kau yakin?" tanya Juju.

"Hanya mereka yang berhasil dilahirkan dan tumbuh normal menjadi manusia!" kata Anthony. "Manusia sih luarnya, tapi nggak tau dalamnya!"

"Apa lagi yang ingin kau katakan?" Juju sudah hafal gelagat Anthony.

"Mereka sangat licik, jadi hati-hatilah!" kata Anthony.

"Apa yang mereka inginkan dariku?" tanya Juju malas

"Gen mu, jika Jupiter hamil anakmu. Maka mereka pasti akan menguasai SYPUS!" kata Anthony.

"Kau pikir para petinggi Gen lain akan membiarkan?" tanya Jupiter.

"Kau tak tau bagaimana bahayanya Gen Akis.

"Mereka bisa menghentikan pembuatan Vaksin dan bisa lebih parah dari pada itu!" ujar Anthony.

"Apa?"

"Mereka bisa memanipulasi Vaksin menajadi Virus mematikan.

"Intinya mereka bisa membunuh semua manusia di bumi ini!" kata Anthony.

Pria bermata merah itu menatap tajam ke arah Juju.

"Jangan biarkan Jupiter memyentuhmu!" Anthony mulai mendekte Juju.

"Kenapa? Apa kau punya dendam pada Jupiter?" tanya Juju.

"Kau pintar!" Anthony meletakkan sendoknya dan dia bersedekap.

"Jupiter membunuh kakakku!" kata Anthony.

"Kakakmu?" Juju tampak kaget, apa hanya dia anak tunggal di dunia ini.

"Yaaaa, Calom Pemimpin SYPUS yang dipilih pertama kali adalah Kakakku!

"Bukan kakak kandung, tapi hubungan kami bagus. Lebih bagus dari pada hubunganku denganmu!" ujar Anthony.

Pria itu menundukkan kepanya dan raut sedih sekilas terlihat di wajah maskulin Anthony.

"Aku mengatakan ini karena aku peduli padamu!" kata Anthony.

"Trimakasaih!

"Aku tak begitu paham dengan hal semacam itu, aku tak pernah mempelajari Gen!" ujar Juju.

Juju mencoba mengerti apa yang dimaksut oleh Anthony, tapi dia masih tak mengerti.

"Gen Akis, bisa membuat Virus dan racun di dalam tubuh mereka.

"Itu--lah kenapa mereka di buatkan lingkaran Olio sendiri!" Anthony mencoba menjelaskan.

"Jupiter dan Vie saling mencintai, semua berpikir mereka akan berhasil.

"Tapi Vie hanya berhasil bertahan satu jam setelah penyatuan dengan Jupiter!"

Mata merah Anthony tampak berkaca-kaca.

"Parahnya, Jupiter berhasil hamil. Tapi anak itu juga tak bisa bertahan sampai dilahirkan!

"Setelah kematian Vie, Tuan Gayo hanya berpikir untuk mencari penganti!" kata Anthony.

Juju sadar, kenapa Tuan Gayo berusaha menjauhkannya pada Jupiter.

"Sepertinya Tuan Gayo ingin menjauhkanmu dari Jupiter!

"Tampaknya dia sangat menyayangimu!" Anthony mencoba melanjutkan makannya.

Tapi pria maskulin berwajah tegas itu, tak bisa akan di saat kondisi hatinya sedang terluka seperti ini.

"Akhhhhh kau mengerutu lagi!" Seva ternyata sudah sampai.

Dia masih mengenakan seragam lengkapnya. Seva meletakkan sebuah kalung di atas meja makan di dekat Anthony.

"Lupakan masa lalu! Jika kau ingin maju!" ujar Seva.

Juju dan Anthony hanya diam mendengar perkataan Seva. Gadis manusia biasa yang dilahirkan tanpa Gen itu seolah juga menguncang Juju dengan perkataan sederhananya.

Juju juga merasakan hal yang sama dengan Anthony. Juju masih terperangkap oleh kehidupan masa lampaunya. Kehidupannya bersama ibunya.

"Apa aku menjatuhkannya lagi?" tanya Anthony pada Seva yang sudah ingin berbalik untuk pergi.

"Masa lalu itu untuk dikenang bukan untuk diulang!

"Kuharap para anak manja seperti kalian, tak menghadapi kenyataan pahit dengan beruraian air mata setiap hari!" ujar Seva.

"Pergilah, kau bau Zombi!" usih Anthony.

"Baik, anak manja!" ledek Seva pada Anthony.

"Aku bukan anak manja!" bentak Anthony.

"Usahakan jangan mengompol malam ini!" Seva masih berusaha meledek Anthony.

"Aku sudah 10 tahun tak mengompol, Seva tarik perkataanmu!" teriak Anthony.

Tapi percuma gadis berkaki robot itu sudah pergi dari ruangan itu.

Anthony hanya berdiri dan meremas kalung digengamannya.

"Vie adalah kakak kandung Seva, gadis kecil itu selalu terlihat sangat tegar.

"Tapi aku yakin dia yang paling sedih dengan kematian Vie!" ujar Anthony.

___________BERSAMBUNG_____________

JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤

Terpopuler

Comments

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

Jupiter itu Toxic!👾

2021-10-20

1

Phoenix

Phoenix

mengsyediihh...tp Seva bnr, tk boleh meratapi apa yg terjadi...

2021-10-20

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 2075 BUMI
3 Penjaga Makam
4 Pemilik SYPUS
5 Pohon Sakura
6 Pengawal
7 Empat jenis Gen Hebat
8 Pemimpin Gen Horo
9 Pabrik Bayi
10 Zombi Bermutasi
11 VirusEnza19
12 Mata Sialan
13 Pertempuran Pertama
14 Ambisi Di Antara para pengawal
15 Kesedihan yang terpendam
16 Benua Aust
17 Rasa dan Bencana
18 Sinyal permintaan bantuan
19 Mutasi Manusia Pertama
20 Strategi Baru
21 kecurigaan
22 Pertahanan
23 Sentuhan Intim
24 Perubahan Jupiter
25 Bayi dari dua pria
26 Sifat lain Jupiter
27 Ibu-Ibu Hamil
28 Pasangan Sesungguhnya
29 Takut Kehilangan
30 Dukungan
31 Darah Juju
32 Mimpi Basah
33 Serangan baru
34 Rahasia Tuan Gayo
35 Rahasia Gen Akis
36 Zombi Gen Akis
37 Menikmati Kenikmatan
38 Berkembang Biak
39 Zombi Wenda
40 Robot Mesum
41 Obrolan Ayah dan Anak
42 Anak Kita
43 Kebimbangan Juju
44 Darah Hijau
45 Kantor Jupiter
46 Istri kedua dan ketiga
47 Prahara Istri Ke Dua dan Ke Tiga
48 Nasib Nyonya Wenda
49 Jatuh Cinta
50 Ranegades
51 Physeter macrocephalus
52 Kamar Tidur Transparan
53 Serangan Ikan Lentera
54 Rencana lama
55 Mengubah Dunia
56 Membunuh atau memakan
57 Kabur
58 Pusat Keramaian
59 Istri dan Suami
60 Membobol Rumah Sendiri
61 Demi Tanggung Jawab
62 Menguras Danau
63 Pangkalan Militer Gen Akis
64 Kebencian Luca
65 Pengawal Ke-4
66 Putus Asa
67 Tikus Percobaan
68 TKP kejahatan
69 Luca Mencurigakan
70 Mau Makan Apa
71 Bukan Manusia
72 Suami dan Ayah
73 Raves
74 Padang Rumput
75 Mahluk Mars
76 Pesan Mahluk Mars
77 Julukan Tyfan
78 Pertemuan Bulanan
79 keteguhan
80 Berubah Sifat
81 Perubahan Manusia
82 Kebencian
83 Manusia
84 Evakuasi
85 Lelaki berwajah datar
86 Tubuh Baru
87 DNA orang mati
88 Awal Mula
89 Kamar Raves
90 Racun Untuk makhluk Mars
91 Rekayasa DNA
92 Saudara
93 Lisa
94 Tingkatan Tipe Gen
95 Liar dan Jinak
96 Introgasi
97 Manipulasi
98 Tyfan dan Edward
99 Pemimpin Malio
100 Kota Dawas
101 Dibinasakan
102 Gina
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Prolog
2
2075 BUMI
3
Penjaga Makam
4
Pemilik SYPUS
5
Pohon Sakura
6
Pengawal
7
Empat jenis Gen Hebat
8
Pemimpin Gen Horo
9
Pabrik Bayi
10
Zombi Bermutasi
11
VirusEnza19
12
Mata Sialan
13
Pertempuran Pertama
14
Ambisi Di Antara para pengawal
15
Kesedihan yang terpendam
16
Benua Aust
17
Rasa dan Bencana
18
Sinyal permintaan bantuan
19
Mutasi Manusia Pertama
20
Strategi Baru
21
kecurigaan
22
Pertahanan
23
Sentuhan Intim
24
Perubahan Jupiter
25
Bayi dari dua pria
26
Sifat lain Jupiter
27
Ibu-Ibu Hamil
28
Pasangan Sesungguhnya
29
Takut Kehilangan
30
Dukungan
31
Darah Juju
32
Mimpi Basah
33
Serangan baru
34
Rahasia Tuan Gayo
35
Rahasia Gen Akis
36
Zombi Gen Akis
37
Menikmati Kenikmatan
38
Berkembang Biak
39
Zombi Wenda
40
Robot Mesum
41
Obrolan Ayah dan Anak
42
Anak Kita
43
Kebimbangan Juju
44
Darah Hijau
45
Kantor Jupiter
46
Istri kedua dan ketiga
47
Prahara Istri Ke Dua dan Ke Tiga
48
Nasib Nyonya Wenda
49
Jatuh Cinta
50
Ranegades
51
Physeter macrocephalus
52
Kamar Tidur Transparan
53
Serangan Ikan Lentera
54
Rencana lama
55
Mengubah Dunia
56
Membunuh atau memakan
57
Kabur
58
Pusat Keramaian
59
Istri dan Suami
60
Membobol Rumah Sendiri
61
Demi Tanggung Jawab
62
Menguras Danau
63
Pangkalan Militer Gen Akis
64
Kebencian Luca
65
Pengawal Ke-4
66
Putus Asa
67
Tikus Percobaan
68
TKP kejahatan
69
Luca Mencurigakan
70
Mau Makan Apa
71
Bukan Manusia
72
Suami dan Ayah
73
Raves
74
Padang Rumput
75
Mahluk Mars
76
Pesan Mahluk Mars
77
Julukan Tyfan
78
Pertemuan Bulanan
79
keteguhan
80
Berubah Sifat
81
Perubahan Manusia
82
Kebencian
83
Manusia
84
Evakuasi
85
Lelaki berwajah datar
86
Tubuh Baru
87
DNA orang mati
88
Awal Mula
89
Kamar Raves
90
Racun Untuk makhluk Mars
91
Rekayasa DNA
92
Saudara
93
Lisa
94
Tingkatan Tipe Gen
95
Liar dan Jinak
96
Introgasi
97
Manipulasi
98
Tyfan dan Edward
99
Pemimpin Malio
100
Kota Dawas
101
Dibinasakan
102
Gina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!