Pemimpin Gen Horo

Jupiter terlihat kecewa dengan perkataan Juju, tapi dia harus keluar dari ruang ganti Juju, sesuai permintaan suaminya itu.

Saat di luar Jupiter mengatur ekspresinya lagi, dia harus tetap tenang. Dia tak boleh gagal lagi kali ini, karena pria yang harus dia layani adalah pria dengan Gen Horo. Dia harus berhasil mengandung, paling tidak satu anak dari Juju.

Itu adalah impiannya sejak lama, menjadi istri pemimpin SYPUS dan mempunyai anak-anak yang kuat dan keluarganya bisa memiliki SYPUS.

.

.

.

.

Semua pengawal, Juju serta Gayo naik sebuah pesawat bertenaga nuklir. Pesawat moderen itu dikemudikan oleh Dhan, dia memang paling mahir dalam urusan menyetir pesawat seperti ini di daerah Olio yang penuh dengan gedung-gedung tinggi.

Jupiter duduk di sebelah Juju, dan berhadapan langsung dengan Gayo. Gayo sedang membaca ke dekatan antara Juju dan Jupiter, dan dia merasa curiga. Gayo tau Juju tak menyukai Jupiter, dalam sekali lihat.

Meski sudah tau, Gayo belum mau membahas hal itu dengan Juju. Apa lagi jika membahasnya saat Jupiter bersama mereka, maka bisa saja akan terjadi perang antar lingkar Olio.

Keluarga Gen Akis, pasti tak akan setuju jika Gayo langsung membuang Jupiter.

Meski bukan yang terkuat tapi Gen Akis sangat berpengaruh pada menejemen AntiVirus di SYPUS. Keluarga itu tak bisa di musnahkan begitu saja, meski tak sekuat dua Gen lainnya.

Sebenarnya Gayo juga tak terlalu setuju dengan Gen Akis yang masih mengusulkan Jupiter untuk menjadi istri Juju. Gadis itu sudah membunuh dua calon pemimpin lain dalam dua tahun terakhir.

Karena Gen Akis punya sifat kebal yang kuat, maka virus berkembang di tubuh mereka bermutasi dan melindungi tubuh mereka. Tapi virus itu bisa menyerang orang lain yang dia anggap membahayakan indungnya.

Karena itu Gen Akis tak bisa disilangkan dengan Gen lain.  

.

.

.

.

Sebuah gedung paling besar dan berdiri di tengah-tengah lingkaran Olio pusat adalah tujuan mereka.

Saat kendaraan yang di kemudikan oleh Dhan masuk ke dalam area parkir yang berada di tengah-tengah gedung. Sudah banyak orang dan pasukan khusus yang menyambut rombongan orang paling berkuasa di bumi saat ini. Juju yang baru pertama kali melihat keadaan ini langsung cangung dan gugup, tapi Jupiter meraih tangan Juju.

Pria itu tak berusaha melepas gengaman erat itu, dia tau saat ini dia butuh sentuhan tegar itu. Agar tak kaku dan malah pingsan.

Rombongan itu pun segera bergegas masuk dan sebuah lift dengan ukuran tak biasa, dengan dinding kaca transparan mengangkut mereka berenam ke tempat rapat.

Juju melepas genganman Jupiter, dan semua orang di sana tampak memperhatikan hal itu.

"Apa anda tak suka dengan Jupiter Guan Juju?" tanya Anthony, senyumnya tampak licik.

Meski diam wajah Anthony memang sudah licik, di tambah senyuman menyeringai itu. Membuat pengawal ketiga Juju itu tampak lebih licik.

"Anthony, diam--lah!" tegur Dhan.

"Jika anda tak suka dengan Jupiter, kami bisa mencari penganti untuk anda secepatnya Tuan Juju!" kata Luca.

"Tidak perlu repot-repot Luca, mereka akan baik-baik saja.

"Juju hanya merasa kaget saja, karena memiliki istri mungkin tak pernah terlintas dibayangannya!" kata Gayo menengahi perdebatan berdarah itu.

"Maaf saya belum bisa menyesuaikan diri dengan situasi ini!" kata Juju, dia menunduk hormat ke arah Gayo.

"Tugas kalian masih banyak, biar kehidupam pribadi Juju dia urus sendiri!" kata Gayo.

"Baik Tuan!" kata Anthony dan Dhan serempak.

Luca hanya diam dan memperhatikan ekspresi wajah adiknya yang datar tapi menyimpan banyak hal. Adiknya adalah perempuan yang amat pembangkang, dia bahkan menampar suami pertamanya karena menyebutnya kaku.

Tapi dia diam saja saat Juju melepas gengaman tangannya. Apa Jupiter sangat menginginkan bayi dengan Gen Horo, dia jadi picik dan serakah sekarang. Tapi itu akan lebih baik, akhirnya Jupiter mau menjalani rencana keluarga Gen Akis mereka.

.

.

.

.

Ruangan Rapat yang besar itu hanya dikunjungi oleh beberapa orang saja. Hanya Juju dan Gayo yang masuk keruangan rapat proyek rumah masa depan di Mars.

Sebuah layar besar multi dimensi sudah menyala di tengah-tengah meja melingkar itu.

"Kita sudah berhasil memabangun sebuah kota di lembah Nart di titik 57098. Kota itu seluas lingkaran Olio ini!" jelas seorang ilmuwan lelaki.

Sebuah kota mirip lingkar Olio utama terlihat dari satelit yang di pasang di Mars.

"Apa sudah bisa ditempati?" tanya Juju, dengan sangat antusias.

Gayo menyambut antusiasme pewarisnya dengan senyuman yang mendukung.

"Kami sedang mengumpulkan beberapa manusia untuk menempati kota itu Tuan Juju, tahun depan kami sudah bisa melaporkan bagaimana perkembangan proyek ini!" jelas Ilmuwan itu.

Kota itu sudah siap huni, aliran air bersih dan listrik sudah tersedia. Memang seperti sebuah mimpi, tinggal di tempat lain tanpa ancaman virus mematikan.

Juju menghela napasnya sembari memohon, semoga manusia bisa hidup damai di Mars. Tapi akankah doa itu bisa menjadi kenyataan.

Planet merah itu telah di uji dan dipelajari selama 100 tahun terakhir, dan sebuah bangunan kota telah dibuat oleh robot-robot yang lima tahun terakhir gencar dikirim SYPUS ke Mars.

.

.

.

.

Akhirnya tibalah rapat yang sesunguhnya, semua pimpinan Gen dan Ras sudah ada di sana. Semua orang itu sedang menantikan calon pemimpin dan calon pengantinnya. Harapan akan hadirnya manusia tanpa cacat menjadi sebuah ambisi saat ini. Jika Gen Horo bisa dikembangbiakkan secara cepat maka itu makin bagus.

Benar Juju, Gayo atau pemimpin sebelumya hanya menjadi hewan ternak di SYPUS. Jabatannya saja sebagai pemimpin tapi, mereka tak lebih dari manusia yang selalu diuji dengan virus-virus yang berbahaya sampai mereka mati.

Tapi Gayo dan Juju sepertinya mempunyai nasib yang cukup baik. Mereka berdua sudah melewati semua rasa sakit itu. Proyek ke Mars itu adalah sebuah proyek rahasia yang dibuat oleh Gayo.

Pria itu ingin menghentikan semua ini, dia ingin pergi dan menetap di Mars. Dia ingin memulai hidup baru sebagai manusia yang wajar. Kehidupan manusia sebelum terjadinya wabah ini.

Dia ingin menciptakan dunia baru yang tanpa kekawatiraan dan rasa takut.

.

.

"Tuan Gayo, kita harus menciptakan Gen Horo baru secepatnya.

"Saya sudah menyiapkan sebuah kemungkinan, agar Gen Horo tak terkontaminasi dari racun yang berada di tubuh orang-orang Akis!" kata Pemimpin Gen Uras.

"Jangan mengucilkan kami Tuan Pemimpin Uras.

"Jika tak ada kami,semua mahluk hidup akan mati sebelum ada AntiVirus!" Pemimpin Akis juga tak mau kalah.

"Bagaimana jika Gen Horo dikembangkan dengan Gen lain dulu sebelum Gen Akis?" pemimpin Gen Sia mulai bicara.

Orang paling rasional di sini adalah pemipin Gen Sia dengan kecerdasan di atas manusia pada umumnya.

"Bagaimana menurutmu Juju?" tanya Tuan Gayo pada Juju.

Tapi pria muda itu sama sekali tak mengerti dengan urusan berkembangbiakan seperti itu. Yaaaa maklum Jepang sudah tak produksi J.A.V lagi di jaman ini.

"Kami akan mengabari anda satu minggu lagi. Karena keputusan ini bukan hanya dibuat oleh saya.

"Saya harus mempertimbangkan ini dengan Juju, selaku pemimpin Gen Horo dan calon Pemimpin SYPUS," rapat ditutup oleh Gayo.

___________BERSAMBUNG__________

JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤

Terpopuler

Comments

Mochamadribut

Mochamadribut

lanjutkan...

2021-11-18

0

Machan

Machan

sape yang gak kaget, juki. tiba" punya bini

2021-10-26

1

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

Anjimmm, gua salah kamar komen, Sri..

wkwkwk

2021-10-12

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 2075 BUMI
3 Penjaga Makam
4 Pemilik SYPUS
5 Pohon Sakura
6 Pengawal
7 Empat jenis Gen Hebat
8 Pemimpin Gen Horo
9 Pabrik Bayi
10 Zombi Bermutasi
11 VirusEnza19
12 Mata Sialan
13 Pertempuran Pertama
14 Ambisi Di Antara para pengawal
15 Kesedihan yang terpendam
16 Benua Aust
17 Rasa dan Bencana
18 Sinyal permintaan bantuan
19 Mutasi Manusia Pertama
20 Strategi Baru
21 kecurigaan
22 Pertahanan
23 Sentuhan Intim
24 Perubahan Jupiter
25 Bayi dari dua pria
26 Sifat lain Jupiter
27 Ibu-Ibu Hamil
28 Pasangan Sesungguhnya
29 Takut Kehilangan
30 Dukungan
31 Darah Juju
32 Mimpi Basah
33 Serangan baru
34 Rahasia Tuan Gayo
35 Rahasia Gen Akis
36 Zombi Gen Akis
37 Menikmati Kenikmatan
38 Berkembang Biak
39 Zombi Wenda
40 Robot Mesum
41 Obrolan Ayah dan Anak
42 Anak Kita
43 Kebimbangan Juju
44 Darah Hijau
45 Kantor Jupiter
46 Istri kedua dan ketiga
47 Prahara Istri Ke Dua dan Ke Tiga
48 Nasib Nyonya Wenda
49 Jatuh Cinta
50 Ranegades
51 Physeter macrocephalus
52 Kamar Tidur Transparan
53 Serangan Ikan Lentera
54 Rencana lama
55 Mengubah Dunia
56 Membunuh atau memakan
57 Kabur
58 Pusat Keramaian
59 Istri dan Suami
60 Membobol Rumah Sendiri
61 Demi Tanggung Jawab
62 Menguras Danau
63 Pangkalan Militer Gen Akis
64 Kebencian Luca
65 Pengawal Ke-4
66 Putus Asa
67 Tikus Percobaan
68 TKP kejahatan
69 Luca Mencurigakan
70 Mau Makan Apa
71 Bukan Manusia
72 Suami dan Ayah
73 Raves
74 Padang Rumput
75 Mahluk Mars
76 Pesan Mahluk Mars
77 Julukan Tyfan
78 Pertemuan Bulanan
79 keteguhan
80 Berubah Sifat
81 Perubahan Manusia
82 Kebencian
83 Manusia
84 Evakuasi
85 Lelaki berwajah datar
86 Tubuh Baru
87 DNA orang mati
88 Awal Mula
89 Kamar Raves
90 Racun Untuk makhluk Mars
91 Rekayasa DNA
92 Saudara
93 Lisa
94 Tingkatan Tipe Gen
95 Liar dan Jinak
96 Introgasi
97 Manipulasi
98 Tyfan dan Edward
99 Pemimpin Malio
100 Kota Dawas
101 Dibinasakan
102 Gina
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Prolog
2
2075 BUMI
3
Penjaga Makam
4
Pemilik SYPUS
5
Pohon Sakura
6
Pengawal
7
Empat jenis Gen Hebat
8
Pemimpin Gen Horo
9
Pabrik Bayi
10
Zombi Bermutasi
11
VirusEnza19
12
Mata Sialan
13
Pertempuran Pertama
14
Ambisi Di Antara para pengawal
15
Kesedihan yang terpendam
16
Benua Aust
17
Rasa dan Bencana
18
Sinyal permintaan bantuan
19
Mutasi Manusia Pertama
20
Strategi Baru
21
kecurigaan
22
Pertahanan
23
Sentuhan Intim
24
Perubahan Jupiter
25
Bayi dari dua pria
26
Sifat lain Jupiter
27
Ibu-Ibu Hamil
28
Pasangan Sesungguhnya
29
Takut Kehilangan
30
Dukungan
31
Darah Juju
32
Mimpi Basah
33
Serangan baru
34
Rahasia Tuan Gayo
35
Rahasia Gen Akis
36
Zombi Gen Akis
37
Menikmati Kenikmatan
38
Berkembang Biak
39
Zombi Wenda
40
Robot Mesum
41
Obrolan Ayah dan Anak
42
Anak Kita
43
Kebimbangan Juju
44
Darah Hijau
45
Kantor Jupiter
46
Istri kedua dan ketiga
47
Prahara Istri Ke Dua dan Ke Tiga
48
Nasib Nyonya Wenda
49
Jatuh Cinta
50
Ranegades
51
Physeter macrocephalus
52
Kamar Tidur Transparan
53
Serangan Ikan Lentera
54
Rencana lama
55
Mengubah Dunia
56
Membunuh atau memakan
57
Kabur
58
Pusat Keramaian
59
Istri dan Suami
60
Membobol Rumah Sendiri
61
Demi Tanggung Jawab
62
Menguras Danau
63
Pangkalan Militer Gen Akis
64
Kebencian Luca
65
Pengawal Ke-4
66
Putus Asa
67
Tikus Percobaan
68
TKP kejahatan
69
Luca Mencurigakan
70
Mau Makan Apa
71
Bukan Manusia
72
Suami dan Ayah
73
Raves
74
Padang Rumput
75
Mahluk Mars
76
Pesan Mahluk Mars
77
Julukan Tyfan
78
Pertemuan Bulanan
79
keteguhan
80
Berubah Sifat
81
Perubahan Manusia
82
Kebencian
83
Manusia
84
Evakuasi
85
Lelaki berwajah datar
86
Tubuh Baru
87
DNA orang mati
88
Awal Mula
89
Kamar Raves
90
Racun Untuk makhluk Mars
91
Rekayasa DNA
92
Saudara
93
Lisa
94
Tingkatan Tipe Gen
95
Liar dan Jinak
96
Introgasi
97
Manipulasi
98
Tyfan dan Edward
99
Pemimpin Malio
100
Kota Dawas
101
Dibinasakan
102
Gina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!