Kedatangan manusia batu

Satu minggu kemudian

"Mau apa lo kesini ?" Tanya Doni pada Leon.

"Cih" Leon hanya berdecih,dan tetap berajalan masuk lalu duduk disofa ruang tengah.

"Dasar manusia kulkas !" Umpat Doni,mengikuti Leon yang duduk di Sofa.

"Dimana adikku?" Tanya Leon,tanpa memperdulikan Umpatan Doni.

"Mau apa lo mau ketemu bini gw ?!" kesal Doni.

"Yang sopan sama kakak iparmu" Leon manatap tajam Doni.

"Cih !" Kali Ini Doni yag berdecih.

Citra turun dari lantai atas dan menghampiri kedua pria yang bersitegang itu.

"Hai,Le ?" Sapa Citra,lalu duduk di samping Doni dan bergelayut manja di lengan suaminya.

"Ck,berhenti memanggilku 'Le' Citra" Ucap Leon dengan nada tegas.

"Hei !! Jangan kasar sama bini Gw. Ikan Lele !" Sungut Doni,lalu menarik Citra dalam pelukkannya.

"Apa kau bilang ?!" Seru Leon.

"Sudah ! Kalian ini apa-apaan sih ? Kau juga Le,kenapa baru datang kesini ? masih ingat sama saudara rupanya ?" Ketus Citra.

"Salahin aja Papa,Kenapa harus mengirimku ke Negara A mengurus perusahaan disana" Balas Leon.

"Huh" Citra menghela nafas.

Ya memang benar jika selama beberapa bulan ini Leon ada di negara A,untuk mengurus cabang perusahaan disana.

"Aku kesal sekali pada kalian ! Kau menikah dan juga papa menikah tapi kalian tidak ingat aku" Rajuknya.

"Hei ! Kau sendiri yang tidak mau pulang" Citra tak mau kalah.

"Ya itu karena aku sedang sangat sibuk" Jawab Leon.

"Hiss,Sibuk atau mau coba move on ?" Ledek Citra.

"Aku tidak mempunyai hubungan dengan siapapun jadi mau move on dengan siapa ?" Jawab Leon.

"Benarkah ? Bukankah kau sedang menyukai Sofiana ?" Tanya Doni.

"Tidak ya !" Sanggah Leon.

"Wah sayang sekali,padahal besok aku akan memeriksakan kandunganku pada Dokter Sofiana" Pancing Citra.

Deg

Benarkah ?. Batin Leon.

Entah kenapa jantungnya berdetak sangat cepat saat mendengar nama gadis tersebut,tapi Leon pintar menyembunyikan perasaannya.

"Aku tidak peduli" Kilah Leon,padahal dalam hatinya ia bertanya-tanya.

Dokter kandungan ? Bukankah dia Psikiater ?. batin Leon bertanya.

"Sudahlah,dia itu manusia kayu mana mungkin dia punya perasaan" Sindir Doni.

"Ck,terserah kalian !" Ucap Leon dingin,dan berjalan menuju dapur,diikuti Doni dan Citra kemudian mereka mendudukan diri di kursi.

"Apa kau akan menginap Le ?" Tanya Citra.

"Tidak !"

"Bisa tidak sih ? Kalau bicara itu lembut sedikit ?" kesal Citra.

"Tidak bisa !" Jawab Leon tegas.

"Ck,dia itu es batu ! Dingin dan ketus " ejek Doni.

"Kau juga seperti itu Daddy" Sindir Citra.

"Benarkah Mommy ?" Tanya Doni,lalu mengusap kepala Citra dengan lembut.

"Kalian membuatku mual !" Seru Leon.

"Sirik !" Cibir Citra.

"Aku lapar sekali,apakah tidak ada makanan ?" Tanya Leon tanpa memperdulikan pasangan itu yang menatapnya sebal.

"Buka saja itu tudung saji" Ucap Doni.

"Sial !" Umpat Leon,karena saat membuka Tudung saji hanya ada sambel terasi di atas cobek.

"Ha ha ha ha" Citra dan Doni tertawa terbahak.

"Disana ada mie instans,buatlah" Doni menunjuk lemari yang ada di dekat kulkas.

Leon berjalan ke arah lemari itu dan mengambil 2 mie instans dan juga 4 butir telur ayam kampung.

"Hei,bukankah kau sudah mempunyai 2 telur ?" Tanya Doni mengolok kakak iparnya itu.

"Bicara lagi,aku robek mulut mu !" Ancam Leon,sambil membuka bungkusan mie instans itu dengan kasar.

"Hih,kau tidak asik diajak bercanda" sindir Doni.

"Dia memang seperti itu" Ucap Citra,sudah tau watak dari kakak angkatnya itu.

Setelah beberapa menit Mie instans buata Leon sudah jadi.

"Hiss kau itu rakus sekali" Pekik Citra,saat melihat Leon masih mengambil sepiring nasi dengan porsi yang cukup banyak.

"Aku lapar,diapartement ku tidak ada makanan" Ucap Leon sambil memakan mie nya.

"Apa kau sudah jatuh miskin ?" Tanya Doni.

Brak

Leon mengambil Dompetnya dan meletakkannya diatas meja dengan kasar.

"Lihat dan buka !" Ucap Leon sombong sambil menunjuk dompetnya.

"Tidak sopan jika aku membuka dompetmu" Ucap Doni,dan di angguki Citra.

"Hahh" Leon kepanasan saat memasukan mie kedalam mulutnya.

"Astaga panas sekali" Keluh Leon,sambil menjulurkan lidahnya.

"Lagian rakus !" Kesal Citra,lalu mengambilkan air outih untuk Leon.

"Lalu Papa dan Mama baruku dimana ?" Tanya Leon.

"Dirumah sakit" Jawab Citra.

"Kenapa disana ?" tanya Leon.

"Karena mama baru mu adalah ibunya Mbak Anita" Jelas Doni.

"Astaga,dunia ini sempit sekali" Ucap Leon.

"Ya begitulah".

"Mereka mungkin ada beberapa hari disana karena Mbak Anita habis keguguran salah satu bayinya" Ucap Citra turut prihatin sambil mengelus perutnya.

"Aku turut prihatin" Ucap Leon tulus.

"Aku ingin sekali membejek kepala Aldo,karena dialah Mbak Anita jadi kehilangan salah satu bayinya" Kesal Citra.

"Jangan emosi,nanti bayi kita ikutan marah" Doni mengusap punggung Citra.

Sedangkan Leon asik memakan Mie nya sambil memiikirkan gadis cantik yang sudah mencuri hatinya.

Pasti dia masih marah,dengan kejadian waktu itu. Apa aku akan dimaafkan ? Karena aku sudah mencuri ciuman pertamanya. Batin Leon.

"Kau sedang memikirkan apa?" Tanya Citra.

"Tidak ! Aku hanya memikirkan mie ini sangat enak" Jawab Leon sekenannya.

"Aneh !" Ucap Doni.

"Terserah" Balas Leon.

Setelah selesai makan Leon mencuci bersih piring dan mangkok yang sebelumnya ia pakai.

"Terimakasih makan siangnya,aku pulang" Ucap Leon berpamitan.

"Ya tuhan ! Dasar manusia kulkas !" Maki Doni,saat melihat Leon memasuki mobil.

Jangan lupa like,vote,dan hadiahnya.

Terpopuler

Comments

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

bingung sm lele...pas awal nyebut ny nona muda.kok skrg adik.bknya bodyguard ny citcit

2025-01-12

0

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

kirain Anita istrinya Aldo

2025-01-12

0

fulana anonymous

fulana anonymous

ini kisah sequel ya? Dari novel yg mana

2023-12-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!