Kekejaman Ferdi

Jangan lupa kasih like untuk author yang manis imut kayak marmut biar makin semangat🤭🤭

Follow IG me @Thalindalena

Happy Reading

"Nona Citra,Hai selamat siang perkenalkan Saya Sofiana atau Anda bisa memanggil saya Ana" Tidak Ada respon dari Citra tapi kemudian Citra berteriak histeris.

"ARGGGGGGGGGG,AKU KOTOR !! AKU MAU MATI SAJA" Teriak Citra histeris.

"Tenang Nona tenang saya datang kesini untuk membantu Anda " Ana berupaya tenang,kemudian memeluk Citra yang masih histeris hingga memberontak.

"Kumohon tenang Nona,Anda tidak kotor,di dunia ini tidak ada manusia kotor." Ucap Ana menenangkan.

"Tapi aku sudah tidak Suci lagi,hiks" Citra mulai merespon kehadiran Ana.

"Saya tahu nona,tapi anda masih mempunyai kesucian lainnya yaitu hati anda yang begitu suci dan murni" Ucap Ana menenangkan tapi bukannya tenang Citra semakin histeris.

Ferdi dan Leon berlari ke kamar Citra saat mendengar suara teriakan histeris Citra.

"Hei,apa yang kau lakukan !" Sentak Leon,menarik Ana agar menjauhi Citra.

"Maaf Leo,saya hanya berusaha untuk menenangkan Nona Citra" Jawab Ana menunduk karena mendapat tatapan mematikan dari Leon.

Sedangkan Ferdi memeluk putrinya yang masih terisak.

"Papa aku takut,Pa suruh dia keluar" Ucap Citra gemetar ketakutan saat melihat Leon.

"Dengarkan ? Keluar sana" Hardik Leon menuding Ana.

"Leon yang keluar itu kau ! Bukan dia" Ucap Ferdi kesal.

"A aku ?" Menunjuk dirinya sendiri.

"Iya,karena Citra takut melihat pria selain diriku" Ucap Ferdi dingin,ia mengepalkan tangannya erat di balik punggung Citra. Kemudian Leon mengikuti ucapan Ferdi.

"Tuan maafkan saya karena membuat Nona histeris,tapi percayalah Nona akan cepat sembuh " Ucap Ana dengan keyakinannya.

"Hemm" hanya deheman saja Ferdi menjawab Ucapan Ana.

Setelah menenangkan putrinya Ferdi memerintahkan Ana untuk stand by di dekat Citra.

Kemudian pria paruh baya yang penuh dengan karismanya itu melangkah ke ruang kerjanya.

"Jadi bajingan itu sudah di bawa ke markas ?" Ucap Ferdi mengeraskan rahangnya,sudah tidak sabar ia ingin menghabisi bajingan itu.

"Benar uncle" Ucap Leon.

Leon pria berdarah amerika latin itu dari kecil sudah diasuh oleh Ferdi. Leon di adopsi Ferdi dari panti Asuhan Di Negara A.

Hingga kini usianya menginjak 27 tahun.

Leon dipercaya oleh Ferdi menjadi tangan kanan Ferdi dan juga memegang beberapa cabang perusahaaan Ferdy.

"Hem,ayo saatnya kita bermain-main dengan bajingan itu" Ucap Ferdi tersenyum Devil,jiwa iblisnya yang sudah lama tertidur kini bangkit kembali.

Setelah menempuh waktu satu setengah jam akhirnya mereka sampai di Markas. Mereka disambut oleh bebrapa Bodyguard bertubuh tinggi besar dan berbadan kekar.

"Oh jadi ini bajingan itu? " Ferdi melihat Pria yang di ikat di kursi dengan kondisi sudah babak belur dan menunduk.

"Iya Tuan " Jawab salah satu bodyguard disana.

"Leo,berikan senjata itu" Ferdi menengadahkan tangannya.

"Ini Uncle" Leon meletakkan sebuah pisau kecil tapi sangat tajam ke tangan Ferdi.

"Ternyata kau yang berani menyakiti putriku" Hardi Ferdi,bejalan mendekat kemudian mengangkat wajah pria itu yang menunduk.

"KAU !!! " Pekik Ferdi,ia sangat mengenali siapa pria itu yang telah merenggut kesucian putrinya.

"OM,Maaf maafkan aku,aku akan bertanggung jawab" Ucap Doni diselingi dengan desisan keluar dari mulutnya karena merasakan sakit luar bisa di sekujur tubuhnya.

"Maaf ? Apa dengan maaf kau bisa mengembalikan kehormatan putriku ! Asal kau tahu,gara-gara kau putriku trauma dan depresi " Bentak Ferdi penuh amarah.

Hatinya bertambah sangat sakit saat tau yang menyakiti putrinya adalah temannya putrinya sendiri yang sudah sangat ia kenal.

"Aku akan bertanggung jawab Om" Ucap Doni sudah ketakutan karena melihat sisi lain Ferdi dan juga merasa bersalah pada Citra.

"YA ! Benar kau harus bertanggung jawab" Ferdi menancapkan pisau kecil itu dileher Doni,hingga leher Doni mengeluarkan darah.

"Sakit ? " Ferdi tersenyum sinis. " Itu belum seberapa" Kemudian menekan lebih dalam lagi.

"ARGGHHHH" pekik Doni saat merasakan pisau itu semakin dalam menancap dilehernya.

Leon memalingkan wajahnya,ia sudah biasa melihat kekejaman Ferdi.

Bahkan ia pernah melihat Ferdi mencincang habis tubuh lawannya di depan mata nya langsung.

"Aku mohon hentikan Om,jika aku mati siapa yang akan bertanggung jawab jika Citra hamil? " Ucap Doni memohon,nafasnya tercekat saat merasakan Pisau itu masih menancap dilehernya.

Ferdi menghentikan aksinya,yang diucap kan Doni benar. Jika putrinya hamil maka tidak ada siapa pun yang mau menikahi putrinya dan putrinya itu akan di hujat oleh masyarakat.

Ferdi tidak mau itu terjadi,jadi ucapan Doni bisa dipertimbangakan.

Kemudian Ferdi melepaskan Pisau itu,membuat Doni bernafas lega.

"Baik,aku pertimbangkan ucapanmu. Jika kau berani kabur habis kau ditangan ku " Geram Ferdi kemudian menekan luka di leher Doni itu.

"ARGGGHHHH" Teriak Doni kesakitan.

"Bawa dia kerumah sakit dan pastikan kalian mengikutinya ,jangan sampai dia kabur" Ucap Ferdi datar,kemudian bergegas pergi meninggalkan markas dan di ikuti Leon.

"Baik Tuan" Ucap para bodyguard.

Setelah sampai dirumah sakit Doni segera ditangani oleh Dokter,luka dilehernya tidak terlalu parah hanya mendapatkan lima jahitan saja.

"Apakah aku sudah boleh pulang?" Tanya Doni pada salah satu bodyguard. Setelah lukanya sudah di obati.

"Silahkan Tuan" jawab bodyguard itu.

Salah satu diantara mereka mengantarkan Doni sampai apartemennya.

"Hei,Kau tidak pulang?" Tanya Doni pada bodyguard yang ikut masuk kedalam Apartemennya.

"Tidak ! " Ucap Bodyguard itu kemudian mendudukan diri di sofa.

"YA !!! Aku belum mempersilahkan mu duduk ,kenapa kau tak tau malu sekali" protes Doni dengan kesal.

"Saya haus "Jawab Bodyguard tersebut tanpa memperdulikan Kekesalan Doni.

"Ishh,kau benar-benar tidak tau malu ya !" Cibir Doni,walau kesal Doni tetap mengambilkan satu botol Soft drink untuk bodyguar tersebut.

Tak

Doni meletakan sebotol Soft drink dengan kasar diatas meja.

"Minum,setelah itu pergi dari sini" Usir Doni.

"Apakah Tuan Lupa,jika saya bertugas untuk menjaga Tuan agar tidak kabur".

"Ck,aku bukan tahanan,kau mengerti !!" Ucap Doni semakin kesal. " Aku akan bertanggung jawab,karena aku adalah lelaki sejati,jadi kau tidak perlu mengawasiku".

"Mohon maaf permintaan Di tolak !!" Kemudian Bodyguard itu menegak habis minuman itu.

"Saya lapar Tuan" Ucapnya lagi,membuat Doni semakin kesal.

"Di dapur ada mie instan" Ucap Doni datar,kemudian beranjak menuju kamarnya untuk membersihkan diri.

Saat sudah di dalam kamar,Doni menatap nanar Tempat tidur yang menjadi saksi bisu dimana ia merenggut kesucian temannya sendiri.

Penyesalan menyeruak didalam dada,apa lagi ia mendengar sendiri jika Citra mengalami depresi.

"Arggghhhhhh" Doni menarik rambut nya sendiri. Ia mengingat Citra di bawah kungkungannya dengan deraian air mata dan memohon untuk di lepaskan tapi karena Alkohol sudah meracuni otaknya membuatnya tidak bisa berpikir jernih dan ia tidak bisa mengontrol dirinya.

"Berengsek,bajingan !!"

Brak

Dinding beton itu yang tak bersalah pun menjadi sasaran nya. Berulang kali ia meninju dinding itu hingga membuat tangannya remuk dan mengeluarkan darah segar.

Sakit !!!

Tapi rasa sakit ini tidak ada apa-apanya di banding rasa sakit yang di terima oleh Citra.

Terpopuler

Comments

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

trauma sm cowok y

2025-01-12

0

Dyah Oktina

Dyah Oktina

leher loh yg luka... masih bisa hidup ya.. mana hanya 5 jahitan 🤭

2024-11-20

0

fulana anonymous

fulana anonymous

doni mabok apa dibikin mabok sama orang

2023-12-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!