Cup
Citra membuka matanya lebar saat merasakan benda kenyal mendarat dibibirnya. Ia terpaku dan jantungnya berdetak sangat cepat,kejadian ini begitu cepat dan ia tidak sempat mengelak.
Melihat Citra terdiam dan tidak ada penolakan,dengan berani Doni melanjutkan aksinya,ia mengecup kembali bibir Citra dan sedikit **********.
Sial. Bibirnya sangat lembut dan manis. Umpat Doni dalam hati,rasanay tak rela untuk melepaskan pagutan itu.
Citra tersadar saat Doni ******* Bibirnya,dengan sekuat tenaga ia memberontak dan memukul dada Doni berulang kali tapi ia kalah tenaga.
Doni memegang kuat kedua tangan Citra di depan dadanya dengan sebelah tangannya dan tangan tangan yang lain menekan tengkuk Citra.
"Emmm" Citra melenguh saat lidah Doni berhasil masuk kedalam mulutnya dan mengeksplor apa saja yang ada di dalamnya.
"Aku mohon jangan" Lirih Citra,ketika ciuman Doni turun ke leher jenjangnya yang terlihat putih mulus dan sangat menggoda di setiap mata pria yang melihatnya, termasuk Doni.
Doni tetap melanjutkan aksinya tanpa memperdulikan ucapan Citra bahkan pria itu dengan sengaja menggigit leher Citra hingga meninggalkan bekas berwarna ke unguan. Tubuhnya sudah diselimuti gairah yang menggelora.
"Aku mohon jangan" Ucap Citra,kali ini diselingi dengan isakan. Tubuhnya bergetar kala malam petaka itu telintas di benaknya.
Doni terperanjat saat mendengar isakan tangis Citra,ia pun segera menghentikan aksinya dan menjauhkan wajahnya dari leher Citra kemudian menatap wajah Citra yang terlihat pucat dan matanya berlinang air mata.
"Maafkan aku" Ucap Doni,penuh sesal seraya memeluk Citra kedalam dekapannya. Tubuh Citra sangat bergetar,Doni merasakan itu.
"Maaf" Kata maaf terus terlontar dari mulut Doni,ia sangat menyesal karena tidak bisa mengendalikan dirinya. Doni berusaha menenangkan Citra dengan mengelus punggung Citra dengan lembut.
Harusnya gw sadar, jika Citra masih merasakan trauma yang mendalam dalam dirinya,maafkan aku Citra. Aku berjanji akan bertanggung jawab dan akan menghilangkan trauma mu itu. Aku memang pria bejat,maafkan aku Citra,maafkan aku. Batin Doni penuh dengan sesal.
Ingin rasanya ia memutar waktu kembali, tapi sayangnya hal itu tidak akan pernah bisa. Kini tinggalah penyesalan yang menyeruak didalam dada.
"Citra,meski memang ucapan maaf ini tak dapat menyembuhkan kesakitan dalam hatimu, aku hanya ingin kamu tahu bahwa penyesalan ku teramat dalam. Citra aku mohon biarkan aku bertanggung jawab atas semuanya. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya,Please" Ungkap Doni terdengar sangat tulus dan ia semakin menenggelamkan Citra kedalam pelukannya.
Citra semakin terisak saat mendengar ungkapan Doni. Ia sendiri bingung harus menjawab apa,lidahnya sangat kelu. Sakit yang ia rasakan bukan hanya fisik tapi juga batinnya hingga ia sampai depresi.
"Aku tidak tau harus menjawab seperti apa ? Tapi yang pasti aku tidak bisa ! Aku sudah memaafkan dirimu dan jika nanti aku mengandung anakmu biarkan itu menjadi urusanku. Kamu tidak perlu khawatir aku tidak akan pernah menuntut mu" Sekali lagi Citra menegaskan kepada Doni. Sekuat tenaga Citra mengucapkan kata-kata yang menyakitkan itu.
Wanita ini sungguh keras kepala ! Tak bisakah ia tidak egois ?.
"Bukankah kamu,tidak menginginkannya?" Lanjut Citra dan menarik diri dari pelukan Doni.
"Citra aku.."
"Tidak perlu kamu jelaskan,aku cukup mengerti" Potong Citra. "Sekarang biarkan aku keluar " Pinta Citra.
"Enggak,aku akan mengantarmu sampai rumah" Tolak Doni dengan tegas.
"Cih,tidak perlu aku membawa mobil sendiri" Ketus Citra,membuat Doni mengulum senyum.
"Aku tahu ! Dan aku akan menyuruh Farid untuk mengantarkan mobil kerumah mu" Tegas Doni sekali lagi.
"Hei,kau tidak boleh seenak jidat mu ! Kau pikir ku ini siapa? Hah!"
"Aku,calon suami mu" Ucap Doni ringan seraya tersenyum dan segera melajukan kendaraanya tersebut.
Deg
Mendengar ucap Doni,jantung Citra berdetak sangat cepat.
"Hei,siapa yang mau menikah dengan casaanova seperti mu" Pekik Citra setelah tersadar dari lamunannya. "Ya !! turunkan aku dasar pemaksa !". Hardik Citra seraya memukuli Lengan Doni.
"Hentikan Citra,nanti kita bisa celaka" Sentak Doni,karena ulah Citra Doni menyetir tidak stabil dan hampir saja menabrak trotoar.
Melihat Doni murka Citra langsung diam dan duduk manis.
Doni merasa bersalah "Maaf,bukan maksudku membentak mu". Tapi Citra tak mendengarkan ucapan Doni. Ia membuang muka dan melihat sisi kiri melihat lampu jalan yang mulai menyala karena waktu sudah mulai menjelang malam.
"Ehem" Doni berdehem. "Tuhan itu baik yah. Saat aku minta bunga mawar, aku diberi taman yang indah. Saat aku meminta setetes air, aku diberi lautan. Eh, saat aku minta malaikat, aku diberi kamu" Gombal Doni.
Citra mengalihkan pandanganya dan menatap Doni sekilas Seraya berucap " Dasar gak jelas" ketus Citra kemudian membuang muka,dibalik itu Citra mengulum senyum tapi ia terlalu gengsi untuk memperlihatkan kepada Doni.
"Jangan senyum-senyum gitu dong, kalau aku makin naksir kamu gimana?" Menggombal lagi. Doni tahu jika Citra tengah tersenyum.
"Siapa juga yang senyum,gak usah terlalu PD jadi orang" ketus Citra masih menyangkal.
"Lebih bai PD dari pada minder kan? " membuat Citra mencebikkan bibirnya.
Di perjalan menuju rumah Citra,Doni tak habisnya menggombali Citra hingga membuatnya merasa uwu banget tapi juga merasa kesal.
Tak terasa perjalan mereka usai,dan telah sampai ke tujuan. Saat Citra akan membuka pintu mobil tangannya di tahan oleh Doni.
"Kamu itu di ibaratkan seperti upil dan aku adalah kelingking, aku akan mencari kamu sampai dapat,sama halnya dengan diriku akan selalu berjuang untuk mendapatkan hatimu" Ucap Doni menatap lembut Citra.
Citra tersenyum sinis saat mendengar gombalan Doni.
Jika wanita lain mendengar gombalan Doni pasti akan menggelepar kayak ikan.
"Apa bedanya kamu sama kipas?" Tanya Citra.
"Enggak tau"Jawab Doni.
"Kalau kipas bikin angin tapi kalau kamu bikin aku ENEG" Ucap Citra dengan menekankan kata Eneg. Membuat Doni mlongo seperti orang Bodoh.
"Gombalanmu itu gak mempan buat aku ! Jadi simpan aja gombalan mu itu buat para cewek kamu itu" Ungkap Citra,seraya melepaskan tangan Doni yang masih memegang tangannya.
Citra tersenyum Puas karena membalas Doni hingga membuat pria itu tak berkutik.
"Hei,tunggu !" Panggil Doni,saat melihat Citra sudah turun dari mobil dan memasuki rumah.
"Citra,tunggu" Doni berhasil mengejar Citra dan mencekal tangan gadis itu.
"Apaan sih,lepas !!" Sentak Citra. "Ngapain kamu ngikutin aku ? Pulang sana !" Usir Citra seraya menunjuk pintu utama.
"Oke aku lepas,dan aku gak mau pulang" Jawab Doni santai.
"What ? Kamu gila ya" Pekik Citra.
"Aku memang gila karena kamu,jadi mulai saat ini aku akan tinggal disini dan akan selalu ada di dekat mu" Ucap Doni sambil tersenyum manis dan menaik turunkan kedua alisnya.
"WHAT !!!"
Jangan lupa kasih dukungannya untuk author,biar author semakin semangat😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Raufaya Raisa Putri
kirain beneran mo dibawa ke apartemen
2025-01-12
0
Ernadina 86
trauma kamu boongan y Cit..di gembelin segitu aja udah baper
2024-03-29
0
hana
ya ampun thor kenapa anak2 bujang mu gak ada yg beres😂😂😂
Gak Doni, Gak Leon, Gak Dom, Gak Nue,
Belum lagi yang lain 😂😂😂😂😂😂
2023-03-12
2