Kini Citra sudah di perbolehkan pulang kerumah,setelah dirawat dirumah sakit selama 3 hari dan memastikan kondisinya sudah lebih baik dokter pun mengijinkan pulang.
"Apa kamu menginginkan sesuatu?" tanya Doni. Entah sudah keberapa kali Doni bertanya tapi Citra hanya menggelengkan kepalanya.
Sepertinya Doni harus menyiapkan Stok kesabaran untuk menghadapi Citra. Kemudian Doni merebakan dirinya di sofa yang ada di kamar Citra.
Doni memejamkan matanya dan meletakkan sebelah tangannya diatas kening. Tak berselang lama Doni benar-benar terlelap.
Doni memutuskan tidur satu kamar dengan Citra tapi terpisah,Citra di ranjang sedangkan Doni di sofa dengan Alasan Doni tak ingin terjadi sesuatu dengan Citra dan ia juga ingin menjadi calon daddy yang siaga dan semua itu sudah disetujui oleh Ferdi.
Walaupun Citra awalnya menolak mentah-mentah tapi ia tetap kalah jika Ferdi yang bersuara.
Entah apa yang dipikiran Papa Ferdi sampai-sampai mengijinkan lelaki yang sudah menyakiti putrinya disuruh tinggal satu kamar dengannya. Pikir Citra kesal.
Citra memandang Doni dengan perasaan iba,jelas sekali jika pria itu sangat lah lelah karena beberapa hari ini Doni lah yang menjaga Citra saat dirumah sakit,dengan begitu sabar dan telaten pria itu merawat Citra dengan baik tanpa mengeluh sedikitpun,ditambah perkerjaan kantor yang tidak bisa ditinggal sepenuhnya membuat Doni harus bisa mengatur waktu di sela merawat Citra.
Seharusnya Citra dapat melihat ketulusan Doni tapi perasaan benci dan keegoisannya mengalahkan segalanya.
🌷🌷🌷🌷
Pagi hari
Tepat jam 5 pagi Doni bangun dari tidurnya,tubuhnya terasa pegal karena harus tidur di sofa yang sempit, tapi ia tidak mengeluh malahan ia bersyukur karena bisa satu ruangan dengan calon ibu dari anak-anaknya,ditambah bangun tidur sudah di sungguhkan pemandangan yang sangat manis.
Doni melihat betapa imut dan cantiknya Citra saat tidur miring ke kanan tepatnya menghadap Sofa yang ia tempati.
Ia beranjak dari sofa kemudian menghampiri Citra yang masih terlelap lalu tangannya terulur mengusap pipi Citra. Wanita itu menggeliat dalam tidurnya dengan cepat Doni menarik tangannya dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah berpakaian,Doni menuju dapur untuk membuatkan bubur dan juga susu untuk ibu hamil.
Perhatian sekali sih Calon Hot Daddy ini !.
Luar biasa kesabaran dan kesungguhannya !.
Semoga Doni kuat menghadapi sikap Citra. Kita do'akan saja.
Doni membawa nampan kayu yang berisikan Bubur dan susu hamil menuju kamar Citra,senyum sedari tadi mengembang dari bibirnya.
Semoga Citra suka dengan bubur buatannya. Batin Doni.
Cklek
Doni membuka pintu kamar tapi ia tak menemukan Citra diatas tempat tidur lalu matanya tertuju kearah kamar mandi.
"Kamu tidak apa-apa" Doni terlihat sangat cemas,melihat Citra yang tengah menghadapi morning sickness.
Morning sickness adalah mual muntah yang terjadi saat hamil dan kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama kehamilan.
Citra menggelengkan kepalanya bertanda ia baik-baik saja. Doni dengan sigap menggendong Citra Ala Bridal Style menuju tempat tidur.
Citra tidak menolak sama sekali karena tubuhnya sangat lah lemas.
Sampai ditempat tidur Doni merebahkanya perlahan dan mengatur bantal Citra supaya nyaman.
"Sarapan dulu,sayang. Sehabis itu baru minum vitamin dan juga susunya" Ucap Doni sambil menyuapkan bubur ke depan bibir Citra.
"Tapi,aku tidak berselera" tolak Citra.
"Ayolah,sedikit saja. Kasian baby kita nanti kelaparan" Bujuk Doni.
"Tapi jika aku mual jangan dipaksa" Doni pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
Satu suapan berhasil masuk kemulut Citra, 'Enak' batin Citra. Dan ia pun tidak merasakan mual seperti biasanya.
Hingga suapan terakhir pun Citra tidak mual sama sekali.
'Aneh,biasanya aku langsung mual jika ada makanan masuk kedalam mulutku' batin Citra.
"Kamu kenapa?" Tanya Doni saat meliihat Citra sedang berpikir.
"Ini aneh, Kenapa aku tidak mual sama sekali?" Citra mengutarakan isi hatinya.
Doni tersenyum kemudian ia menjawil hidung Citra "Itu mungkin karena,Baby kita ingin memakan masakan daddynya" Jawab Doni sambil terkekeh sambil menyodorkan segelas susu dan vitamin.
"Hah,mana ada seperti itu?" Tak terima dengan ucapan Doni.
"Buktinya kamu enggak mual makan masakan aku". Ucap Doni dengan bangga.
"Jadi itu masakan kamu?"
"Iya".
"Aih,aku tidak yakin" Citra merasa tidak percaya jika Doni bisa memasak.
"Kau,ingin dimasakan apa? Nanti aku buatkan. Jika kamu tidak percaya,kamu bisa lihat aku memasak" Ucap Doni lalu Citra menganggukan kepalanya sambil tersenyum dan membuat Doni merasa senang.
"Senyumanmu mengalihkan duniaku" Ucap Doni,sambil menatap Citra dengan lembut.
Citra termangu dan senyum di bibirnya kemudian memudar.
"Jadi kamu mau dimasakin apa?" tanya Doni menghilangkan kecanggungannya.
"Tidak perlu" Jawab Citra dengan singkat.
"Ah,jangan sungkan. Apa kau ingin anak kita ileran nanti" Ucap Doni sedikit menggoda.
"Tentu saja tidak!" Jawab Citra cepat lalu memalingkan wajahnya karena malu.
Doni terkekeh mendengarnya.
"Apasih ! Memang ada yang lucu ?!" Citra menatap sinis Doni yang tengah menertawakannya.
"Kamu yang lucu".
"Ish,nyebelin" Gerutu Citra. Membuat Doni tak tahan untuk mencubit Bibir Citra yang tengah cemberut.
"Doni !!" Memukul lengan Doni dengan guling.
Doni tertawa lepas saat melihat Citra kesal.
"Kamu lucu kalau marah" Doni menghentikan tawanya, kemudian ia menatap Citra dengan tatapan tajamnya.
Citra dibuat gugup karena Doni menatapnya seperti itu,apalagi wajah Doni semakin mendekat dan membuatnya ketakutan.
"Kamu cantik kalau lagi marah,jadi makin Cinta deh" Bisik Doni tepat di telinga Citra dan membuat wanita itu melotot.
bersambung
Jangan lupa like,komentar,vote dan bunganya🌹🌹🌹😘😘.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Har Tini
citra da hamil lanjut menuju halal doni
2023-01-07
1
Dedeh Dian
ok Thor kok belum membahas pernikahan thor
2022-09-10
0
Tiwik Refresi Wiyono
ooohhhh gombalnnya Doni....jadi ikut BaPer deh
2022-08-19
0