Rumit

Dua minggu kemudian

Citra kini sudah sedikit tenang,ia berusaha untuk menerima takdir hidupnya.

"Nona,coba anda sekarang tarik nafas dan hembuskan perlahan" Citra mematuhi perkataan Ana.

"Sudah lebih baik? "Citra mengangguk pelan. "Saya tau anda adalah wanita yang sangat kuat. Disini saya akan membantu anda nona,mohon kerja samanya" Mohon Ana.

"Mohon bantu aku Nona. Jika tidak, saya akan Ngekkk ditangan Tuan Ferdi" Ucap Ana lagi tapi kali ini dengan nada yang berbisik dan dengan gerakan tangannya memotong leher.

Bukan mengancam tapi Ana sungguh ketakutan saat ini,apa lagi di depan kamar Citra di jaga oleh beberapa penjaga bersenjata api,dan itu membuat Ana merasa terintimidasi.

Citra melirik sekilas saat mendengar ucapan Ana. Citra menghembuskan nafasnya kasar kemudian ia menatap Ana dengan sendu lalu mulai bercerita.

"Dimalam sebelum kejadian itu,aku bertemu pria itu di club malam,tapi malam itu dia terlihat tak biasa. Penampilannya sedikit kacau dan mabuk berat,dia bilang bertemu dengan mantan kekasihnya An, kau tau betapa sakitnya dirinya saat itu dan sebagai seorang teman aku pun menemaninya di Club malam itu hingga aku pun mengantarnya pulang. Tapi saat sampai diapartemennya dia berkata jika putusnya hubungan dengan kekasih nya itu karena Papa" Citra menjeda ucapannya.

"Kau tahu An ? Mantan kekasih Doni adalah mantan tunangan papa,Aku tidak menahu permasalahan itu An,dan kenapa aku di libatkan ? Apa salahku ? Dan disitulah aku berdebat dengannya dan terjadilah malam petaka itu,dia merenggut hal yang sangat berhaga dalam diriku An" Nafas Citra tercekat,ia menangis terisak. Bayangan saat malam itu Doni menggagahinya terlintas kembali.

Sakit !

Sangat sakit !

Ana begitu syok mendengarnya,begitu juga orang yang ada di balik pintu,siapa lagi jika bukan Ferdi.

"Vanesa" Gumam Ferdi dibalik pintu.

"Yang sabar Nona" Ana menyemangati.

"Apa dia sengaja melakukannya,untuk membalas sakit hatinya An?"

"Aku rasa tidak Nona,jika Tuan Doni sengaja mana mu-"

"Stop menyebutkan nama nya,An !! Aku muak !! Hati ku sakit ! Walau hanya mendengar namanya !"

"Maaf" ucap Ana."Aku rasa dia melakukannya karena terpengaruh Alkohol Nona ,jika dia melakukannya dengan sengaja mana mungkin Dia datang kesini dan memohon untuk bertemu dengan Anda "Jawab Ana apa adanya.

Memang benar saat Doni datang Ana melihatnya,dan Ana melihat ketulusan dan penyesalan di mata Doni.

"Itu hanya akal-akalan ya An ! Aku sekarang bahkan sangat membencinya !"

"Nona tapi bagaimana jika saat itu dia hanya khilaf ? dan tidak seperti yang anda pikirkan ?"

"Aku tidak peduli,mau di khilaf atau tidak,dia tetap bersalah".

"Tapi dia ingin bertanggung jawab Nona". Ucap Ana pelan.

"Sampai mati pun aku tidak akan pernah SUDI !"

"Tapi bagaimana jika nanti Anda Ham -".

Pyarr

Citra melempar gelas kearah Ana,jika Ana tidak menghindar mungkin kepala Ana sudah bocor.

Ana sampai terlonjak kaget dan mengusap dadanya pelan.

"Lancang !!" Menuding Ana dengan tatapan tajam. Walaupun jantungnya berdegup kencang saat Ana mengatakan jika kemungkinan Citra Hamil benih Doni.

"Maaf" Ucap Ana menudukan pandangannya.

"Kau harus tau batasan mu An,aku harap besok pagi kau sudah pergi dari sini !" Usir Citra.

"Tapi,Nona".

Ferdi yang sejak tadi menguping pun menampakan diri.

"Kendalikan dirimu,sayang" Ucap Ferdi menghampiri Citra.

"Kau masih membutuhkannya" Tegas Ferdi.

"Aku sudah sehat dan aku tidak membutuhkan siapa pun !". Ucap Citra tak kalah tegas.

Bukan tanpa sebab Citra menyuruh Ana pergi,ia hanya tidak ingin di anggap lemah.

Ya walaupun kenyataanya seperti itu.

Ferdi menghembuskan nafasnya kasar,jika Citra sudah berkata tegas,ia tidak bisa menghalangi keputusan putrinya.

"Baiklah An,kau bisa pergi besok dan nanti akan aku transfer gajimu sesuai kesepakatan kita". Ucap Ferdi.

"Baik Tuan,terimakasih" Ana paham. "Kalau begitu saya,permisi" Pamit Ana tak lupa membungkukan badannya.

Ana bernafas lega karena ia akan segera keluar dari kandang harimau.

🌷🌷🌷🌷🌷

Sedangkan ditempat lain Doni sedang berada di Club malam.

Banyak wanita malam yang menghampirinya bahkan ada yang tak tau malu dengan menggoda Doni, bahkan ada yang meraba Pusakanya.

"Tumben lo gak langsung cari kamar" Tanya Bartender yang sudah hapal dengan kelakuan Doni.

Doni menaikan kedua bahu nya " Entah,si Anaconda gak bereaksi" Ucap Doni absurd.

"Lo gak impoten kan?" Tanya nya dengan nada meledek.

"Sialan Lo ! Anaconda masih bisa mematuk lawannya!" Jawab Doni,kesal. Bartender itu pun tertawa terbahak.

"Gw tau tabiat lo,Bro. Biasanya loe itu di colek aja udah langsung On" Bartender itu menatap Doni intens. "Btw,Citra kemana ? Udah lama gak kelihatan,kangen nih gw sama doi,heheehee". Ucapnya sambil meracik minuman.

Entah kenapa ada rasa tidak suka saat pria di depannya itu merindukan Citra.

Dan juga ia mengingat malam panas bersama Citra,walaupun dalam keadaan mabuk,Doni tidak lupa rasanya yang begitu nikmat dan menggigit.

Ah,sial. Hanya mengingatnya saja sudah membuatku On. Geram Doni didalam hati.

Kemudian Doni mencari partner ONS tapi sial Anacondanya lemah tak berdaya saat akan memasuki rumah singgah nya.

"Pergilah,aku sudah tak berselera" Ucap Doni,memakai pakaiannya kembali lalu mengambil uang di dalam dompetnya berjumlah dua puluh lembar berwarna merah,kemudian ia menyerahkan uang tersebut pada wanita itu.

Dengan senang hati wanita tersebut menerima uang tersebut, tanpa harus berpeluh dan lelah.

"Thank you,sayang. Lain kali calling aku,jika kau membutuhkan kepuasan" Ucap Wanita tersebut dengan nada centil,tak lupa sebelum pergi ia memberi kecupan singkat di bibir Doni.

"Hem" Jawab Doni berdehem.

"Sial !!! Kau membuatku gila Citra ! Dengan cara apa lagi aku untuk meluluhkan hati mu itu".

"Aku tahu aku sangat salah, tapi tidak ada kah kesempatan untukku ? Aku ingin bertanggung jawab atas perbuatan ku" Racau Doni pada dirinya sendiri.

Karena sudah berulang kali Doni datang kerumah Citra untuk bertanggung jawab tapi Citra enggan menemui Doni ,Bahkan pria itu pernah di todong senjata api oleh Citra saat Doni tak mau pergi dRi rumahnya.

Wanita mana yang tidak sakit hati jika harga dirinya dilukai,bukan hanya harga diri tapi juga kehormatannya di renggut paksa.

Mungkin Citra butuh waktu. Pikir Doni

Doni yang hampir menyerah kala itu tapi saat ia mengingat janjinya kepada Ferdi, jika ia akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap Citra,membuat semangat nya berkobar lagi.

Jika cara lembut tidak bisa maka ia akan memakai cara yang kasar. Batin Doni tersenyum licik.

Kasar seperti apa ? Entah hanya Doni saja yang tahu.

Terpopuler

Comments

nobita

nobita

Doni menggunakan cara yg kasar... entahlah hanya author yg tau... wkwkkw

2023-04-02

0

hana

hana

Ana Ana😂😂😂😂😂😂😂

2023-03-12

0

Marsha Andini Sasmita

Marsha Andini Sasmita

😍😍😍😍😍😍😍😍

2022-12-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!