Tatapan tajam itu seketika membuat Citra salah tingkah dan menghentikan aksinya. Entah kenapa jantungnya berdegup dengan cepat.
Kemudian Citra segera mengambil mangok mienya dan bergegas memakannya. Karena Citra terlalu gugup jadi ia memakan mie tergesa-gesa hingga membuatnya tersedak.
"Uhuk uhuk" Citra tersedak,ia menepuk dadanya sendiri.
Seketika itu Doni panik dan bergegas mengambilkan air minum untuk Citra.
"Minumlah" Ucap Doni sambil menyodorkan segelas air putih.
Tanpa banyak berpikir,Citra merebut gelas itu dari tangan Doni lalu meminumnya hingga tandas.
"Hahh,leganya" Ucap Citra,setelah air masuk kedalam tenggorokannya,rasa perih akibat tersedak tadi mulai berkurang.
"Kalau makan,pelan-pelan" Ucap Doni,memajukan tubuhnya,seketika wajahnya dan wajah Citra berdekatan. Doni mengusap sudut bibir Citra dengan ibu jarinya,kemudian Doni mengecap ibu jarinya itu sendiri tanpa jijik.
Citra tertegun melihatnya dan kelopak matanya berkedip berulang kali.
Doni terkekeh melihat Citra seperti patung "Maaf,ada sisa makanan disana" Ucap Doni menunjuk sudut bibir Citra.
"Hah ? Apa?" Citra seperti orang yang bodoh,kemudian Doni mengulangi ucapannya.
"Tadi ada sisa makanan di bibirmu".
"Oh, ah. I iya ti tidak apa-apa" Ucap Citra terbata. Jantung Citra berdegup sangat cepat.
Ya Tuhan,perasaan apa ini ? Oh jantung jangan keras-keras bergegup nya,nanti dia mendengar lagi. Gumam Citra, dalam hati.
"Kamu gak mau mie?" Tawar Citra,mengurangi kegugupannya.
"Boleh kah ?" Citra mengangguk.
"Bukannya tadi kamu sangat kelaparan ?" Tanya Doni.
"Sekarang tidak" Citra menggeleng cepat.
"Baiklah" ucap Doni,padahal perutnya sangat kenyang tapi ia tidak ingin mengecewakan Citra.
Doni mengambil alih mangkok mie itu dan memakan mie dengan lahap.
Citra melihat Doni memakan dengan lahap,membuatnya mengulum bibirnya sendiri dan air liurnya hampir menetes.
"Kenapa? " Tanya Doni, karena merasa diperhatikan.
"Hah,itu bolehkan aku meminta ?".
"Bukankah kau sudah memberikannya kepadaku ?" kesal Doni.
"Iya sih,tapi aku ingin" Bahkan matanya sudah berkaca-kaca.
"Hei,jangan menangis. Baiklah,ini aku berikan lagi kepadamu" Doni mengalah sambil menyodorkan Semangkok mie yang masih tersissa sedikit.
"Tapi,tapi aku ingin disuapi dari tangan mu" Lirih Citra. Tidak tau kenapa ia ingin memakan dari tangan Doni.
Doni mengerutkan keningnya dan heran dengan sikap Citra yang seperti bunglon.
"Ya,baiklah" Ucap Doni.
Citra terlihat berbinar saat satu suapan mendarat kemulutnya dan rasanya sangat nikmat sekali.
Doni memperhatikan wajah Citra yang berbinar,ia pun mengulas senyum. Kemudian tatapannya beralih keperut Citra.
'Apa dia sudah tumbuh disana?' Tanya Doni di dalam hati. 'Jika iya,maka aku sangatlah senang.' Masih menatap perut Citra.
"Aaaaakk" Citra membuka lebar mulutnya,membuat Doni tersadar dari lamunannya,kemudian ia menyuapi Citra lagi.
"Terimakasih" ucap Citra saat sudah selesai makan.
"Semua itu tidak gratis Nona" Ucap Doni,membuat Citra memicingkan matanya.
"Beri aku kecupan selamat malam" Doni menujuk pipi kanannya.
"Ogah !!!" Ucap Citra terdengar sewot, kemudian ia pergi meninggalkan Doni yang masih ada di ruang tengah.
Doni menggelengkan kepalanya,kemudian ia membawa mangkok kotor itu kedapur dan mencucinya.
🌷🌷🌷🌷
"Hoek hoek hoek" Citra sejak subuh tadi terus bolak balik ke kamar mandi karena perutnya terus bergejolak.
"Astaga,aku kenapa sih? Apa karena makan mie tadi malam?" Gumam Citra,setelah selesai mengeluarkan isi perutnya. Bahkan kini tubuhnya sangat lemas tak bertenaga.
Sementara di ruang makan Doni menunggu Citra untuk sarapan. Berulang kali melirik jam tangan mewahnya tapi Citra tak kunjung turun padahal sudah jam 8 pagi.
"Bi,apakah Citra selalu telat sarapan?" Tanya Doni pada Bi Ratih.
"Tidak Den" Jawab Bi Ratih. "Coba saya panggil dulu ya,Den".
"Tidak perlu,Bi. Biar aku saja" cegah Doni,kemudian menuju kamar Citra.
Sampai di depan kamar Citra,Doni berulang kali mengetuk pintu tapi tak kunjung ada jawaban.
"Aneh,apa dia belum bangun ?".
Ceklek
Doni mencoba memutar handle pintu dan ternyata tidak di kunci. Doni masuk kedalam kamar yang bernuasa pink itu dan wangi Vanilla menyeruak saat ia menghirup udara di kamar itu.
Doni mengedarkan pandangannya di setiap sudut kamar itu tapi tidak menemukan Citra.
Tapi suara dari kamar mandi,membuatnya penasaran.
"Citra,Cit ?" Panggil Doni. "Ya Tuhan,Citra kamu kenapa?" Tanya Doni,saat melihat Citra berjongkok di dekat Closet dan memuntahkan isi perutnya.
"Jangan mendekat" Ucap Citra menahan Doni dengan tangannya. Menurutnya dirinya terlihat sangat menjijikan.
Tapi Doni tak mengendahkan larangan Citra,justru kini ia mendekat dan memijat tengkuk Citra dengan pelan.
"Apa sudah,mendingan?" Tanya Doni cemas,Citra mengangguk lemah sambil membasuh wajahnya dengan Air.
"Apa bisa berdiri?" Citra mengangguk lemah lagi dan wajahnya sangat pucat. Tapi baru jalan tiga langkag dirinya sudah ambruk tak sadarkan diri.
"Astaga,Citra" Panik Doni,kemudian mengangkat tubuh Citra dan membawanya keluar dari kamar.
"Bi,Bibi .Bi Ratih " Teriak Doni sambil menggendong Citra.
"Iya Den" Bi Ratih lari terpongoh-pongoh saat mendengar Doni berteriak memanggilnya.
"Astagfirullah Non Citra kenapa?" tanya Bi Ratih tak kalah panik,saat melihat Nona mudanya tak sadarkan diri di gendongan Doni.
"Nanti saya jelaskan,Bi. Sekarang aku mau membawa Citra kerumah sakit. Bi Ratih ikut ya".
"Baik ,Den" Bi Ratih mengikuti Doni.
🌷🌷🌷🌷
Sampai diri rumah sakit,Citra langsung ditangani oleh dokter yang bertugas di UGD.
"Bagaimana dok,keadaanya?". Tanya Doni dengan wajah panik.
"Apakah Anda suaminya?" Dokter itu balik bertanya.
Apa maksud dokter? Bertanya seperti itu. Batin Doni masih belum paham.
Bi Ratih yang mendengar pertanyaan Dokter pun sama seperti Doni.
Karena tak Doni tak kunjung menjawab akhirnya dokter itu pun menjelaskan kondisi Citra.
"Begini Tuan,Perkiraan saya nona ini tengah mengandung".
"Apa !! Maksudnya Hamil begitu?" Tanya Doni dengan wajah Syok.
"Iya Tuan. Dan lebih jelasnya Nona Citra di periksakan ke dokter kandungan,jika nanti sudah sadar" Ucap Dokter tersebut.
"Jadi benar ? Jika Citra hamil Dok?" Tanya Doni. Dokter itu menjawab dengan anggukan.
"Alhamdulillah,aku mau jadi seorang ayah" Ucap Doni mengucapkan Syukur. "Dokter terimakasih" Doni memeluk Dokter tersebut.
"Bi,aku akan menjadi seoarang ayah" Giliran Bi Ratih yang di peluk Doni.
Doni sangat bahagia sekali mengetahui Citra mengandung benihnya.
Bi Ratih malah terlihat sangat Syok.
Apa maksudnya ? Non Citra hamil ? Dan den Doni akan menjadi seorang ayah? Astaga jangan-jangan ? . Batin Bi Ratih,ia sangat terkejut dengan keadaan ini.
Bagaimana bisa? Bukankah Non Citra dan Den Doni hanya sebatas teman ? Atau mungkin ada sesuatu yang terlewatkan oleh dirinya. Pikir Bi Ratih.
Tentu saja iya ! Karena Citra menutup rapat kejadian yang dialaminya.
Ya Tuhan,Bi Ratih sampai migrain memikirkannya.
Bersambung
Jangan lupa like,komentar dan vote ya.
Kasih Bunga juga biar author merasa dicintai🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Raufaya Raisa Putri
suapin pk mulut ....itu kemauan debay
2025-01-12
0
Agustina Kusuma Dewi
anaconda titis tenan tak iye..
kecebong melendung
jd keingetan dl 2 anak cewek, ga ono blas seng kroso, malah pas bln ke 4, baru rasa..kecebong mencetut perut
la nek 2 nak lanang bengi ngadon ,bsk pagi wis wekkksss..
pas sikat gigi..dadi gelis..
masyaa Allah
2023-10-31
1
Har Tini
bi ratuh jngn migran blm denger cerita sebener ny
2023-01-07
0