Dipaksa menikah

Angel dan Tomi yang menguping pembicaraan mereka begitu Syok. Bahkan Angel sudah menangis dipelukan sang suami.

Anak nya yang begitu ia banggakan dan begitu ia sayang merusak anak gadis orang.

Ya tuhan,apa ini karma untukku?. Batin Tomi. karena dulu ia pun melakukan hal yang sama menodai Angel yang sekarang jadi istrinya.

"Kita harus berbuat sesuatu Dad" lirih Angel di pelukan Tomy.

"Ya,Mom" Ucap Tomy sambil mengelus kepala Angel dengan lembut.

"Bertanggung Jawablah ! " Lirih Angel,saat sudah di kamar rawat Doni.

"Mom-".

"Jika kau tidak terluka,Daddy pasti sudah menghajarmu !" sentak Tomy.

"Dad,kalian sudah mengetahuinya ? Maafkan Aku Mom Dad. Ini semua diluar kendaliku" Ucap Doni lalu ia menceritakan semua awal kejadian itu.

Tomy menghembuskan nafasnya kasar,sedangkan Angel menangis karena kecewa dengan anaknya.

"Mommy,akan melamarnya untuk mu. Setelah kau sembuh kalian secepatnya harus menikah."

"Mom,Citra gadis yang sangat keras kepala," lirih Doni.

"Mommy akan memaksa dia ! Bagaimana pun di dalam rahim nya ada cucu mommy," teriak Angel.

"Mom" Tomy merengkuh tubuh sang istri dalam dekapannya.

Hari berganti begitu cepat kini Doni di ijinkan pulang setelah di nyatakan sembuh.

Angel membuktikan ucapannya jika dia akan memaksa Citra untuk menikah dengan Doni.

Tanpa sepengetahuan suami atau anaknya,Angel menemui Citra diam-diam di Restoran yang sudah ditentukan sebelummya.

"Tante,maaf saya tidak bisa," tolak Citra secara halus,saat mendengar niat Angel.

"Jangan egois ! Pikirkan anak yang ada di kandunganmu !."

"Saya bisa merawatnya sendiri," jawab Citra,membuat Angel tersenyum getir.

Benar-benar keras kepala. Batin Angel.

"Saya percaya jika kamu bisa merawatnya sendiri, tapi apa kamu tidak memikirkan masa depan anak itu tanpa di dampingi seorang ayah ? Apa kamu tidak memikirkan jika kelak dia tumbuh dewasa dan di cemooh oleh orang jika dia anak haram ? Pikirkan Citra !" Ucap Angel pelan tapi penuh dengan penekanan,dan berhasil membuat hati Citra tersentil.

"Jika kamu tidak mau menikah dengan Doni,maka aku akan mengambil anak itu saat sudah lahir," ucap Angel.

"Maksud tante apa ?! Ini adalah anakk,tante tidak berhak atas dirinya !" Citra tersulut emosi,sambil mendekap perutnya yang masih rata.

"Hah ! Tidak berhak ? Apa kamu lupa jika anak itu adalah benih dari putra ku ?" Ucap Angel,menatap tajam Citra.

"Ku beri dua opsi ! Menikah dengan Doni dan kau bisa bersama anakmu atau -".

"Baik ! Aku akan menikah dengannya" Potong Citra sambil terisak,ia tidak ingin anaknya di rebut oleh orang tua Doni.

Angel tersenyum senang,karena ia berhasil menggoyahkan hati Citra dengan sedikit gertakan.

"Besok kalian akan menikah" Ucap Angel,mengusap kepala Citra dengan lembut.

Sebenarnya hati Angel pun tidak tega untuk mengatakan hal menyakitkan itu.

♤♤♤♤♤♤

Rumah Ferdian.

Citra menatap jari manisnya sudah tersemat cicin yang sangat indah. Ia merenungi nasib kedepannya. Kini ia sudah SAH menjadi istri dari Doni Hermansyah.

"Papah gak nyalahin siapa pun disini,ini semua terjadi karena kecelakaan dan juga takdir dari tuhan" Ucap Ferdy datar, ia berusaha tenang dan menerima kenyataan. Ayah mana yang tidak sakit jika melihat putrinya tersakiti.

"Maafin Citra,udah ngecewain Papah" Ucap Citra terisak, kemudian memeluk sang ayah menumpahkan tangisnya.

"Papa tetap bangga sama kamu jadilah istri dan ibu yang baik nanti" Ucap Ferdy, sedikit bergetar menahan tangisnya sambil mengelus lembut punggung Citra.

"Papa harap hubungan ini jangan ada perpisahan."

"Citra enggak tahu pah," jawab Citra. "Citra hanya mengikuti alur yang sudah digariskan oleh Tuhan".

Sedangkan Doni yang melihat interaksi keduanya itu pun sedikit sesak apalagi terlihat jelas jika Citra sangat membenci dirinya dan terpaksa menerima pernikahan ini.

Kenapa hanya karena bertemu dengan masa lalunya ia melampiaskan pada Citra hingga ia merenggut mahkota gadis tersebut.

"Yakin lah jika suatu saat dia kan menerima kamu" Ucap Tomi,menepuk bahu Doni.

"Doni tidak yakin Dad,lihat lah dia sekarang menatapku penuh dengan kebencian" Jelas Doni,tatapan matanya terlihat sendu.

"Dia masih memerlukan waktu Don,percayalah" Ucap Tomi yakin,karena ia pernah mengalami hal seperti itu.

"Entahlah," jawab Doni tak yakin.

"Apapun yang terjadi jangan pernah melepaskannya dan satu lagi move on lah dari masa lalu kamu," Tomy menasehati.

"Akan aku coba,aku harap daddy tidak kecewa sama aku jika nanti aku menyerah terhadapnya".

"Yakinlah nak, semua pasti ada jalannya".

"Mommy mana dad?" tanya Doni mengalihkan pembicaraan.

"Dikamar,dia masih menangis".

"Sepertinya mommy sangat kecewa ku,Dad" Ucap Doni sendu. Hatinya berkecamuk telah melukai dan menyakiti banyak orang.

"Hem,sepertinya begitu" Jawab Tomi.

"Jadilah suami dan ayah yang baik. Semua pasti indah pada waktunya," Tomy menepuk bahu putranya.

Setelah acara pernikahan sederhana itu selesai,Tomy dan Angel memutuskan menginap di Rumah besannya untuk beberapa hari kedepan.

"Kamu menginginkan sesuatu ?" Tanya Doni,pada Citra yang berbaring di atas tempat tidur, karena beberapa saat yang lalu Citra mual dan muntah.

"Tidak," jawab Citra singkat.

"Ayolah,kenapa kamu kembali dingin ? Bukan kah hubungan kita sebelumnya sudah membaik ?," tanya Doni.

"Hubungan yang mana kamu maksud ?."

"Hum ? Apa kau lupa dengan ciuman panas beberapa waktu yang lalu ?," Doni menyipitkan matanya,menggoda Citra.

"A aku lupa," jawab Citra gugup,lalu mengalihkan pandangannya.

"Ah,ya baiklah nona Gengsi ! Apa perlu ku ulangi agar kamu mengingatnya ?," Doni sudah mendekati Citra,membuat istrinya gugup.

"Hei ! Iya ya aku ingat," Citra mengakuinya,membuat Doni tersenyum senang.

tok tok

Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.

"Sebentar,aku akan membukanya," Doni membuka pintu kamarnya.

"Mom ?,".

"Apa Mommy mengganggu ?," Doni menggeleng lalu mempersilahkan masuk ibunya .

"Mommy" Sapa Citra,saat melihat ibu mertuanya memasuki kamar sambil membawa sesuatu.

"Apa keadaanmu sudah membaik?" Tanya Angel,lalu duduk di tepi tempat tidur.

"Sudah mendingan Mom" Jawab Citra,tersenyum.

"Ini mommy membuatkan mu air jahe,ini bisa meredakan rasa mual" Angel menyerahkan segelas air jahe hangat.

"Terimakasih Mom" Citra menerima lalu meminumnya sedikit demi sedikit hingga tandas.

"Apa setiap hari,cucuku selalu rewel begini ?" tanya Angel,mengelus perut Citra.

"Kata Dokter mual di awal kehamilan adalah hal yang wajar. Mommy tidak perlu cemas" Citra menampilkan senyumannya.

"Iya,tapi mual mu terlalu berlebihan" Angel terlihat sangat cemas.

"Mommy tidak perlu khawatir,aku akan menjaganya 24 jam penuh". Sahut Doni,yang tengah duduk diatas sofa.

"Harus ! Kamu harus jadi suami siaga untuk istrimu. Apa lagi awal kehamilan sangatlah rentan" Ucap Angel.

"Citra katakan pada Mommy jika anak nakal itu menyakitimu,oke". Citra mengangguk lalu tersenyum.

"Mom,mana mungkin aku menyakiti istriku !" Protes Doni tidak terima.

Hai lama enggak update ya

Terpopuler

Comments

⭐️asteri

⭐️asteri

apakah ga ada niat untuk revisi thor kayaknya di bab ini beda alur. bukankah dari awal itu Doni yang sudah menerima Citra. kenapa sekarang malah kebalik jadi dua2nya ga menerima :(

2024-11-23

1

Dedeh Dian

Dedeh Dian

wah lapak nya judulnya apa Thor...peran Jeje dan Xander?

2022-09-10

0

aika

aika

kecelakaan 😅

2022-08-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!