Seharian Citra mondar mandir tidak jelas sambil memegang ponselnya.
"Seharusnya kan sudah sampai dari siang tadi ,kenapa tidak ngasih kabar sih!" Kesal Citra. Ia kembali mengecek ponselya.
Hingga malam menjelang Doni tidak ada kabar sama sekali. Citra ingin menghubungi Doni tapi dirinya merasa gengsi.
Karena sudah sangat mengantuk Citra akhirnya tidur sambil menggenggam ponselnya berharap jika Doni menghubunginya.
Tok..Tok..Tok
Bi Ratih menggedor pintu dengan Keras,membuat Citra tekejut dan bangun dari tidurnya.
"Astaga sudah pagi" gumam Citra saat melihat jam di nakasnya. Suara ketokan pintu terdengar kembali.
"Non Citra bangun Non ". Teriak Bi Ratih dari luar.
"Iya Bi Iya" Citra bangun dengan malas dan melangkah gontai menuju pintu kamar.
Ceklek
"Apa Bi ?" Ucap Citra saat membuka pintu.
"Non,den Doni Non" Wajah Bi Ratih sangat cemas.
"Kenapa Doni?" Ucap Citra.
"Den Doni kecelakaan dan sekarang ada di Rumah sakit xxx" Ucap Bi Ratih.
"A apa ? Enggak mungkin. Pasti Bibi salah deh" Ucap Citra.
"Benar Non,tadi pagi Tuan Sanjaya yang mengabari " Ucap Bi Ratih dengan serius.
Citra membeku di tempat ingatan berputar saat Doni akan berangkat ke kota B.
"Besok aku ada perjalanan bisnis sama Aldo ke kota B. Kamu tidak apa-apa kan kalau aku tinggal ?"
"Memangnya aku kenapa? Pergi ya pergi aja"
"Aku hanya takut nanti kamu mual aja".
"Gitu? Kamu tenang aja,sekalipun kamu enggak kembali aku juga tidak apa-apa".
Tubuh Citra meluruh kelantai,bahkan air matanya sudah membasahi pipinya,kini ia sangat menyesali ucapannya.
"Astagfirullah Non,jangan seperti ini. Ayo kita kerumah sakit Non" Bi Ratih membantu Citra berdiri.
"Iya,Bi. Aku ganti baju dulu" ucap Citra memasuki kamarnya dan tak berselang lama Citra keluar sudah mengganti pakaiannya.
"Non,yang tabah ya" Ucap Bi Ratih,apa lagi dirinya tahu keadaan Doni yang sebenarnya,bahkan Bi Ratih tidak sanggup untuk mengatakan kepada Citra.
"Ayo berangkat Non,Bibi sudah menyuruh supir untuk mengantarkan kita kerumah sakit xxx".
Membutuhkan waktu hampir tiga jam akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai di Rumah sakit xxx.
"Ayo sini Non,Den Doni ada di ruangan ICU" Ucap Bi Ratih semakin membuat hati Citra tak karuan.
Citra mengikuti langkah Bi Ratih,kakinya bergetar tak karuan terasa berat untuk dibawa melangkah.
"Ini dia Non,Ruangannya" Ucap Bi Ratih berhenti disalah satu ruangan bertulisakan 'ICU'.
"Non yang sabar ya,Bibi yakin Den Doni akan sembuh" Bi Ratih mengusap punggung Citra yang bergetar.
"Bi,apa aku boleh masuk?" tanya Citra,karena Citra tahu jika yang masuk Ruang ICU hanya pasien yang kritis dan tidak sembarang orang yang boleh masuk.
"Citra !" Panggil Ibu Aldo yang tak lain adalah Rosma
"Tante,Disini?" Tanya Citra.
"Iya,karena Tante mau jenguk Doni. Dan kamu sendiri ?" Tanya Rosma.
"Sama tante,aku tadi pagi dapat kabar dan langsung menuju kesini".
"Owh,begitu ya. Tante akan memindahkan Doni kerumah sakit besar yang ada di Surabaya dan tante ingin Doni mendapatkan perawatan yang lebih baik. Kasian dia jauh dari orang tua,jadi sebelum orang tuanya datang,tante lah yang bertanggung jawab mengurus Doni" jelas Rosma.
"Lalu Aldo bagaimana Tan? Bukankah mereka berangkat bersama?" Tanya Citra.
"Aldo menghilang Cit" ucap Rosma sendu "Suami tante sudah mencari keberadaanya tapi belum ada titik terang sampai bahkan tante belum memberi tahu hal ini kepada Anita,karena Anita tengah mengandung" jelas Rosma sambil terisak,dadanya terasa sangat sesak.
"Tante-" Lidah Citra terasa kelu hingga tak mampu melanjutkan ucapannya.
"Doni koma Cit,cidera di kepalanya sangat parah,maka dari itu Tante ingin memindahkannya ke rumah sakit di Surabaya" ucap Rosma masih terisak.
"Tante mending tante pulang saja,biarkan aku yang menjaga Doni" Ucap Citra berusaha tenang walau didalam hatinya sangat sakit dan ingin rasanya ia menangis sejadi-jadinya.
"Tapi-".
"Tidak apa-apa Tante,ada aku. Tante pulang aja dan pasti Mbak Anita juga membutuhkan tante" Ucap Citra menenangkan Rosma.
"Baiklah kalau begitu" Rosma akhirnya pun menuruti Citra karena memang benar menantunya sangat membutuhkannya.
Setelah Rosma pergi Citra memasuki ruangan ICU itu sedangkan Bi Ratih menunggu diluar.
Tangis Citra pecah saat melihat Doni terbaring diatas diatas sana dengan peralatan medis yang menempel di badannya.
"Kak,kamu bilang akan kembali ? Tapi kenapa kamu bohong. Maafin aku karena ucapanku saat itu,sungguh aku menyesalinya. Kak Aku mohon cepatlah sadar,jangan tinggalkan aku sendiri,hiks hiks" Citra meraih tangan Doni kemudian menciuminya berulang kali.
Tangisan Citra terdengar sangat memilukan. Hanya ada penyesalan yang dirasakan Citra saat ini. Tapi menyesal juga tidak berguna karena semua sudah terjadi.
"Kak,aku mohon cepatlah sadar,apa kau tidak merindukannya ? Anak kita kak,Hikss hiks" Citra menempelkan tangan Doni keperutnya.
"Kak,ayo bangun hiks hiks. Kenapa kamu diam saja Hah !" Citra merasa putus asa karena Doni tak meresponnya sama sekali.
Sungguh sangat menyesakkan di dada,Citra bahkan tidak sanggup untuk berlama diruangan itu.
Citra keluar dari ruangan itu dengan berlinah air mata.
"Non" Bi Ratih dengan sigap memapah majikannya itu menuju kursi panjang yanga ada di deoan ruangan itu.
Citra memeluk Bi Ratih dengan erat dan menumpahkan tangisannya di pelukan Bi Ratih.
"Non,yang sabar dan tabah,Den Doni adalah orang yang sangat kuat" Ucap Bi Ratih tak henti memberikan kata-kata semangat sambil mengelus kepala Citra dengan lembut.
"Bi,aku bahkan tidak sanggup melihatnya seperti itu" Citra terisak.
"Dengan hati yang sakit, jiwa yang sedih, dan kepala tertunduk. Aku meminta maaf kepadamu tanpa syarat, sayang. Aku benar-benar minta maaf. Aku cinta kamu. Cepat sadar dan kembalilah kepadaku" Ucap Citra dalam hati. Ia tak mampu mengucapkan kalimat itu,lidahnya terasa kelu.
Nyeselkan ! Lagian sih kebanyakan gengsi. Author kezeellll sama Citra😤😤😤😤😤
Jangan lupa like,komentar,vote dan bunganya ya🌹🌹😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Agustina Kusuma Dewi
perjalanan halal sangatlah penuh ujisn
2023-10-31
0
Mariati Pasaribu
Thor mau tanya ini cerita kelanjutan dari novel yg berjudul apa kok kaya ingat cerita sebelumnya
2022-11-03
0
Dedeh Dian
adeuh othor membuat galau nih...
2022-09-10
0