Momy Carolin tampak berpamitan dengan para Keluarganya yang telah mengantar mereka hingga ke bandara, wajah-wajah tak rela itu tampak meruak memaparkan Kerinduan yang belum puas berkumpul bersama, dari mulai Keluarga besar Mahardinata yang ingin pulang malam ini juga, begitupun Keluarga Moureen yang akan meninggalkan Meksiko secepat mungkin karna urusan yang yang mendesak.
"Ouhh! Cucuku, kenapa kau tak ikut saja dengan kami, hm?"
Mereka tersenyum melihat Baby Mian yang memeluk erat Momy Carolin yang sudah akrap dengan Para pewaris dari Alfoenzo ini, apalagi Baby Rea yang sedari tadi diam tapi ia tak membiarkan Amanda yang ingin pergi ke Indonesia bersama Keluarga Mahardinata menjauh sedikitpun, Si mungil itu sangat menyukai sang Aunty lugunya ini.
"Sudahlah, lain kali kami akan berkunjung ke Kediaman kalian!"
"Hm, aku rasa itu hanya mimpi!"
Ketus Kakek Moureen pada Sheikh Mohammed yang hanya memberi senyum biasa membalas perkataan pedas Mertuanya, ia tetap membelit pinggang istrinya dengan hal yang sama Mark lakukan pada Shena.
"Maaf, Nyonya, Tuan Besar! Kita akan Terbang sebentar lagi!"
"Ouhh! Baiklah!"
Anggota Nareus mengangguki ucapan Momy Carolin, mereka saling berpelukan dengan wajah bingung Momy Berry yang baru tahu kalau sepasang pengantin baru itu tak ada di sini.
"Dimana Nareus dan Alen?"
"Apa mereka sedang membuat cucu?"
Vian terkikik mendengar ucapan Momy Carolin yang begitu menggelikan, mana mungkin dua manusia itu berdatu kalau tak di ikat paksa.
"Yang ada Nareus akan tipis di injak wanita batangan katanya itu!"
"Itulah, Vian! bagaimana caranya membuat Proyek susulan seperti mu itu?"
Seketika seringaian licik itu muncul membuat Mark menggeleng akan pikiran kotor dan licik Vian yang selalu sempurna dalam sebuah rencana menjengkelkan.
"Aunty! apa salahnya kalau kau buat mereka saling mendamba tapi tak terpaksa!"
Dahi mereka mengkerut dengan Baby Mian yang juga ikut berfikir membuat wajah tampan dengan raut polos itu sangat menggemaskan.
"Nareus suka Minum?"
"Yeahhh!!!"
Pekik Momy Carolin dan Momy Berry yang saling pandang lalu berpelukan saat rencana liar itu sudah diatas kepala, mereka yang akan menjadi jalur penghubung bagi dua manusia kaku itu.
"Tapi jangan terlalu, itu bisa merusak kesehatan!"
"hm, Nak! serahkan pada kami!"
Shena hanya tersenyum mengangguk lalu memberikan Baby Rea pada Amanda yang dengan senang hati menggendongnya.
Brummm..
Sekilat Mobil Hitam pekat yang begitu mengkilap yang tadi berkendara liar itu lansung melesat cepat disamping mereka yang terkejut dengan kedatangan Mobil itu malam ini, rembulan diatas sana begitu berbinar melihat kedatangan sepasang Pasutri Exstrem itu.
"Reus!"
"Mom!"
Nareus dengan wajah berserinya keluar dari mobil dengan begitu berbeda dan beraura, namun mereka juga melipat dahi heran dengan wajah Alen yang terdiam suram dengan Masker yang menutupi separuh pahatan datar itu.
"Kalian dari mana saja?"
"Hanya berjalan-jalan!"
"Cihh!"
Decih Alen menatap sinis Nareus yang hanya menaikan bahunya acuh, ia lebih memilih menggendong Baby Mian yang lansung mengkalungkan kedua tangannya ke leher sang Uncel.
"Uncel Yus!"
"Yeah! kau merindukan Uncel, hm?"
Nareus mengecup pipi gembul itu membuat si kecil sang Pangeran hati mereka itu pun terkekeh geli mengundang tatapan Jengah Baby Denzo dipelukan Dadynya.
"Anty Lelen!"
"Selamat malam, Tuan Muda Kedua!"
"Kau..!"
Pletak..
Alen lansung mengelus keningnya akan jentikan jari besar Nareus yang sudah membuat ia malu dan juga sangat aneh hari ini.
"Kau sedari tadi memang mencari masalah, ha?"
"Dia Ponakanmu! tak baik bersikap datar!"
"Hm, Anty Lelen!"
Mereka hanya hanya menggekeng saja tali berbeda dengan Momy Carolin dan Momy Berry yang saling pandang merasa bahagia akan kemajuan hubungan anak-anaknya.
"King, Nyonya! saya pamit!"
"Hm!"
"Hati-Hati dijalan! ingat pesanku!"
Alen mengangguk mengerti akan ucapan Shena, namun ia sudah menyiapkan rencana licik untuk membuat hidup pria yang tadi telah membengkakan bibirnya ini akan merasakan Neraka buatannya.
"Yasudah! Kami pergi dulu!"
"Iya! Sampai jumpa!"
Mereka menganggukinya lalu melangkah pergi dengan Keluarga Mahardinata, Vian dan Amanda yang berbeda jalur hingga menaiki Jet nya sendiri, begitu juga Keluarga Moureen yang akan segera terbang malam ini juga.
"Lepas saja Maskernya!"
Ucap Nareus menarik tali Masker Alen namun wanita itu menepisnya kasar disepanjang langkah ia bergumal tak jelas.
"Janjimu itu!"
"Yang mana?"
"NAREUS!!!"
Geram Alen lansung meloncat kepunggung kekar Nareus yang tadi berdiri didepan tangga Pesawat membuat pria itu lansung berpeggangan takut wanita itu terjatuh.
"Heyy! Kau apa-apa'an?"
"Kau sudah berjanji membantuku, Tadi!"
"Yang mana?"
Tanya Nareus mengulum senyum geli melihat wajah kelam wanita ini, ia sudah tahu segalanya dari laporan anggotanya tadi siang, dan soal perjanjian dengan Alen ia tak akan melepas wanita ini begitu saja jika pria itu benar-benar melukai Sang istri kelak.
"Reus! aku tak bercanda!"
"Hm! kita bahas nanti saja!"
Jawab Nareus datar menggendong Alen hingga mereka naik kedalam pesawat sana dengan tatapan aneh Kakek Moureen dan Nyonya Victoria, apalagi Alicia yang tak habis pikir dengan Perubahan tingkah laku kakak-kakaknya ini.
"Kak!"
"hmm!"
"Tidak jadi!"
Ucap Alicia yang menciut melihat tatapan membunuh Nareus yang selalu tak suka jika ditanya-tanya begitu, namun berbeda dengan Alicia yang takut, Cullen sang Adik dari Alen itu malah tak lupa memotret moment langka ini.
"Heyy! kau bisa di koyak oleh dua Manusia Serigala itu, nanti!"
"Biarkan saja, ini akan jadi Bukti nanti!"
Jawab Cullen yang sudah ingin membuat kakaknya itu Frustasi, hanya ia yang pergi menemani Alen pergi karna ia tak mau membuat wanita kesayangan tapi menjengkelkannya itu asing di negara orang.
Berbeda dengan dua Manusia yang berbicara itu, Alen dan Nareus lebih memilih pergi beristirahat kekamar sana karna mereka sudah sangat lelah bertengkar sedari perjalanan ke sini tadi.
Dreett..
"Reus!! Ponselmu!!"
"Angkat!!"
Jawab Nareus dari dalam kamar mandi sana dengan Alen yang lansung mengambil benda pipih itu, tertera nama Asisten Buron disana membuat Alen masa bodoh.
"Ini kacungmu!!"
"Angkat, Bodoh!"
Alen berdecih lalu mengangkatnya dengan mengaktifkan Tombol pengeras suara lalu kembali melanjutkan kegiatan berbaringnya.
"Tuan!"
"Tuan Mu mandi!"
"Nona!"
"Hmm!"
"Tidak jadi!"
"Bicara saja apa susahnya! tak usah di rahasiakan begitu!"
Bentak Alen membuat Asisten Buron di seberang sana lansung menjauhkan Ponselnya dari telinga dengan kepala yang menggeleng, sedangkan Nareus didalam kamar mandi sana mengulum senyum geli mendengarnya.
"Maaf, Nona! tapi ini urusan Tuan!"
"Tuan dan anak buah sama saja! tak berguna!"
Gerutu Alen kasar menyambar benda pipih itu seraya melangkah kekamar mandi.
Brakk..
"Heyy!!"
"Ini!"
Alen melambungkan Ponsel itu ke wajah Nareus yang lansung meyambarnya gesit menatap tajam Alen yang acuh berbalik pergi.
"Hmm!"
"Tuan! akan ada penyerangan besok malam, Ini berhubungan dengan Pemasaran Manusia di wilayah King Latina, mereka ingin merampas Perbudakan dari Negara Selatan, Tuan!"
Nareus terdiam sejenak berfikir dengan raut wajah yang tenang, ia tak ingin lagi ada Perdaggangan di wilayahnya, apalagi banyak gadis yang di korbankan dari Negaranya.
"Kau urus semuanya! tapi hanya 2 yang pergi!"
"Baik, Tuan!"
Nareus lansung mematikan sambungannya, ia mengangkat sudut bibirnya sedikit saat menduga siapa yang menguping dibalik dinding sana.
"Jangan harap kau akan ikut!"
Grepp..
Alen lansung terseret oleh lengan kekar Nareus yang lansung membelit pinggang ramping wanita keras kepala ini.
"Siapa yang ingin ikut?"
"Memangnya siapa?"
Alen hanya menaikan bahunya acuh, tapi sejujurnya ia sudah sangat bersemangat kalau menjalankan misi lagi, ia merindukan penembakan atau membunuh karna beberapa minggu ini Kingnya Absen dalam Dunia gelap.
"Lepas!! aku ingin mandi!!"
"Mandi bersama saja!"
Plappp..
Satu tamparan tertahan itu lansung mengenai pipi Nareus yang selalu menjadi korban dari tangan lentik itu.
"Jangan harap!"
Alen menarik Nareus keluar lalu menutup pintu itu kasar membuat Nareus terkekeh lalu menggeleng melihatnya.
"Aku hanya tak ingin kau Terluka dengan kenyataan!"
Gumam Nareus menghela nafas berat, ia tak memberi tahu pada Alen apa yang terjadi karna ia ingin wanita itu sadar sendiri. memberi tahunya pun Alen tak akan paham.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
💞 RAP💞
brarti nareus sudah tau x ta info stephen sudah berbini
2023-04-13
0
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
apa yg d sembunyikan Reus dari Alen ya
2022-06-01
0
Rokiyah Yulianti
aku paham yg dimaksud Nareus, kenyataan bahwa Step kekasih yg Alen tunggu sudah menikah. iya kan Yus???
2022-02-22
0