Surat Perjanjian!

Rundingan keluarga itu terus dilakukan melalui sambungan Telfon oleh Momy Berry dan Momy Carolin, mereka memutuskan untuk menikahkan Alen dan Nareus besok karna keadaan yang tak mendukung untuk memperlama karna bisa saja kedua Manusia itu nekat melarikan diri apalagi Alen yang sudah jelas akan pergi.

"Nyonya, saya ingin Pernikahan ini dilakukan secara besar-besaran, kita harus mempersatukan mereka dulu didalam tali pernikahan!"

"Iya Nyonya! biar saya yang mengurus masalah Undangan, itu sangat mudah!"

"Baiklah! sudah dulu ya, nanti saya kabari lagi!"

"Baik, Nyonya!"

Mereka mematikan sambungan telfonnya dengan Momy Berry yang langsung menghubungi para Temannya untuk mengurus Acara besar ini tanpa sepengetahuan kedua mempelai itu.

............

Tatapan netra tajam kedua manusia itu langsung membekukan ruangan ini, seorang pria berperawakan tinggi dengan bulu mata lentik dan alis tebal itu menuai kekhasan daya pikat yang kental dari Seorang pria, netra elangnya menatap Tajam wanita yang tadinya datang dengan membawa isi Pikiran seenaknya saja.

"Aku mau kau menentang Pernikahan ini!"

"Lalu?"

"Nareus, bukankah kau juga membenciku?"

Nareus terdiam sesaat dengan raut wajah yang tak menentu, ia menatap Asistennya Buron yang mengangguk mengerti akan isyarat Tuannya ini.

"Maaf, Nona! sekalipun Tuan menentang, maka keputusan Nyonya besarlah yang berarti!"

Mendengar itu Alen menjadi semakin dikelabui rasa amarah, Nareus dengan jeli menatap wajah cantik khas Alen yang terlihat menyembunyikan sesuatu membuat ia sedikit tertantang mengetahui apa penyebab wanita ini begitu benci pada laki-laki.

"Jalan tengahnya, Setuju! kita jalani Pernikahan itu tapi bukan berarti menjalani Kewajiban didalamnya, kau dan aku hidup satu rumah tapi kita akan saling mengenal!"

Ucap Nareus yang susah memikirkan ini dengan Asisten Buron yang menyerahkan surat dimana ini bukanlah Kontrak Pernikahan, tapi ini lebih perjanjian dimana mereka hanya memiliki status bukan hak dan kewajiban didalamnya.

Sejenak Alen berfikir, kalau ia tak menikah maka Momynya benar-benar akan merobohkan isi Rumahnya dan memecahkan gendang telinganya setiap hari, sungguh ia tak punya jalan lain.

"Baiklah, tapi ingat! aku tak akan melakukan HAK dan KEWAJIBAN padamu!"

"Hm!"

Ucap Nareus datar nyaris tak berintonasi sama sekali, ia sangat ingin melihat wanita keras seperti Alen ini tunduk dengannya, sekilas seringaian licik itu muncul tanpa terlihat oleh Alen sendiri.

Wanita itu mungkin hanya mengetahui Seorang Nareus itu hanyalah seorang Pria biasa yang begitu cerdas berkuasa, namun sayangnya Nareus sudah membentuk Klannya sendiri di wilayah Barat Eropa itu sudah merajai Daratan mereka, ia berkedudukan sama dengan King Latina diwilayah kekuasaan masing-masing.

"Kau kenapa?"

"Menurutmu?"

"Cihh! lain kali suruh Penjaga Apartemen mu ini untuk mengenali baik-baik wajahku!"

Nareus mengerutkan dahinya menatap Alen yang melenturkan jari-jari tangannya membuat ia seketika mengerti.

"Kau memukulinya!"

"Lalu?"

"Cihh! lain kali cobalah berdandan seperti wanita! bukan seperti WANITA BATANGAN!"

Brakk..

Alen menggebrak meja kerja Nareus yang hanya menopang kaki angkuh menatap datar Alen yang begitu tersulut emosi, memangnya wanita sepertinya ini terlihat seperti Preman? Cihh, benar-benar menyebalkan.

"Jaga mulutmu! dan siap-siap kembali berbagi kamar!"

"Cihh, kau pikir aku akan sama seperti berbulan-bulan itu!"

Sinis Nareus yang begitu geram jika mengingat beberapa bulan lalu ia harus berbagi kamar dengan Alen karna hukuman dari kedua orang tuanya, sungguh ia ingin membalas perlakuan wanita batangan ini.

"Hm, lain kali punya anggota itu dilatih! Contoh Kingku!"

"Hm!"

Alen berdiri dari duduknya seraya memeriksa Ponselnya yang tadi berbunyi notif dari seseorang, tatapan elang Nareus tak lekang dari wajah Alen yang terlihat serius melihat Ponselnya.

"Shitt, ternyata King masih belum usai memberi kejutan untuk Nyonya!"

"Memangnya kenapa?"

"Kau di undang ke acara Akikah Tuan Muda!"

Dahi Nareus mengkerut, ia sama sekali tak mengerti dengan istilah-istilah dalam Islam itu, hanya Sian dan Shena-lah yang selalu membuatnya kagum akan adat istiadat dari Kepercayaan dan daerahnya.

"Apa acaranya di Indo?"

"Tidak!"

"Lalu?"

"Di Kediaman Alfonso!"

Nareus menganggukinya lalu berdiri menyambar jaketnya, ia juga harus menghadiri acara penting Sepupunya itu.

"Buron, kau urus Perusahaan!"

"Baik Tuan!"

Nareus mengangguk lalu memakai Jaketnya seraya menatap Alen yang sibuk mengetik sesuatu di Ponselnya, dengan satu tarikan ia sukses menyeret lengan wanita itu keluar.

"Hey! aku membawa mobil sendiri,"

"Hm!"

Nareus tak memperdulikannya, ia yakin para Momynya juga ada disana, tak mungkin ia meninggalkan Alen begitu saja, bisa-bisa satu Kota ini meledak akan omelan mereka.

Alen hanya menurut dengan umpatan kasar itu, ia menyentak tangannya dari cengkraman Nareus yang begitu kuat membuat ia pasrah hingga berjalan menuju lantai bawah dimana semua anggota Nareus berkumpul menyambut Tuannya.

"Tuan!"

"Perketat penjagaan disini! dan jangan biarkan seorangpun masuk kedalam Apartemenku!"

"Baik, Tuan!"

Nareus menganggukinya datar lalu melangkah menuju Mobilnya dengan tatapan Alen yang menusuk para Anggota Nareus yang menunduk.

Pletak..

"Kauu..!"

"Jangan menunjukan Taringmu disini!"

Ucap Nareus setelah menjitak kasar kening Alen yang langsung ia dorong masuk kedalam Mobilnya, wanita itu hanya mengumpat lalu kembali memakai kaca-matanya.

Dengan kaki yang bertopang tindih begitu angkuh membuat Nareus menggelengkan kepalanya saja dengan senyum singkat itu dan kembali ke wajah tampan datarnya.

"Kenapa mobilmu panas sekali?"

"Ini Mobil, bukan kutub utara!"

"Cihh, dasar bodoh! seharusnya kau tampah tingkatan AC nya!"

Nareus membulatkan matanya mendengar itu semua, wanita ini semakin berani mengatainya sesuai jidatnya saja.

"Kau marah?"

"Hm!"

"Tentu saja kau marah! memangnya seorang Nareus itu pernah di perlakukan begini oleh seseorang?"

Sinis Alen dengan sengaja melakukan hal yang membuat emosi Nareus tersulut, namun pria itu berusaha menahan emosi, bisa saja mereka bertengkar diatas mobil ini hingga membuat kekacauan disepanjang jalan.

Namun sayangnya, hal itulah yang ingin Alen lakukan, suatu kekacauan yang bisa saja membuat ia akan lepas dari Pernikahan ini.

"Aku yang menyetir!"

"Heyy!! Alen, kau jangan bercanda!"

Alen menarik Kemudi Mobil ke kiri dengan Nareus yang berusaha mengimbangi laju Mobil ini, pria itu benar-benar tak habis pikir dengan tingkat keberanian wanita ini.

"Alen, kau jangan menyesal melakukan ini!"

"Aku hanya ingin menyetir! jadi apa salahnya!"

Mobil itu terus melaju namun oleng beberapakali menabrak rerumputan yang rimbun didekat jalan kota, belum lagi umpatan para pengendara lain saat mereka seenaknya saja menerobos jalan di keramian Kota Meksiko ini.

"Alen, jangan salahkan aku jika kau terluka!"

"Hm!"

Alen terkejut saat Nareus melepas Kemudi begitu saja membuat matanya terbelalak melihat satu toko roti didekat Halte Bis Huyork yang sedang terparkir namun mereka semua berdombong keluar melihat Mobilnya yang tak terkendali.

"Na...Nareus!"

"hm!"

Nareus hanya diam dengan wajah santainya, ia terus menginjak Gas membuat Alen mulai kewalahan mengendalikan Stir Mobil.

"Re..Reus!"

"Hm!"

Alen menginjak kaki Nareus namun pria itu tetap kekeh mempertahankan laju Mobil menuju toko kecil disana.

"Re..Reus lepas Pedal Gasnya!"

"Hm!"

"Kauu..!"

Brakk..

Nareus dengan cepat membelokan Stir Mobil setelah menabrak Pot didepan Toko itu membuat Kerumunan orang bertambah banyak mengelilingi mereka dengan Nareus yang dengan lihai memutar Mobilnya kembali menghadap arah jalan dengan Liukan yang begitu gila dan terlatih.

"Mr Nareus Moureen Crops Company?"

Gumam mereka tertunduk, siapa yang tak tahu dengan seorang Pengusaha bisnis kaya raya dari Negeri Perancis itu hingga semakin mereka tahu berkat Kerjasama dan Tali keluarganya dengan Mister President AIC itu.

"Minggir!!"

Ucap Nareus membuka kaca mobilnya dengan tampan dingin itu, ia sudah sangat muak dengan keramaian ini dan sekarang ditambah para Manusia yang mengerumuni mobilnya.

"Re..Reus! kau..!"

"Kau diam!"

Tekan Nareus pada Alen yang bungkam, tapi ia tertawa didalam hati melihat wajah kelam Nareus.

"Cihh, kau pikir aku tak tahu rencana busukmu itu!"

Umpat Alen yang tak bisa diakali begitu saja hingga ia memberi sedikit pelajaran pada Pria ini.

Vote and Like Sayang..

Terpopuler

Comments

Wirda Wati

Wirda Wati

👍

2024-10-14

0

lilik tea

lilik tea

penasaran hbs baca sian sm shena mampir kesini

2022-08-27

1

Sweet Girl

Sweet Girl

lembut dikit Alen.

2022-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 Penolakan!!
2 Surat Perjanjian!
3 Alergi!!
4 Pintu Neraka!!
5 Jauh dari kata Feminim!!
6 Pernikahan Formalitas!!
7 Dia bukan Nyonya-mu!!
8 Selalu menunggu!!
9 Gebrakan diapartemen
10 Pria cabul!!
11 Kau atau aku! itu sama saja!
12 Memulai usaha!!
13 Pertemuan di DKRI!!
14 Step?
15 Keanehan!!
16 Keberangkatan!!
17 grandma?
18 Pelepasan Perbudakan!!
19 Kedatangan Grendma Zamlya
20 Dia Istriku!
21 Rencana Momy Carolin
22 Harapan!!
23 Panas?
24 Kau yang memaksa!!
25 Menyalahkan aku!!
26 Rencana Grandma!
27 Pertemuan Step dan Alen!!
28 Cerita sebenarnya!
29 Melemah!!
30 Desahan kepalsuan!!
31 Melembut atau Melepas!!
32 Menyamar!!
33 Sipenguntit!!
34 Ingin Mati?
35 Keributan besar!!
36 Jeritan Alicia!!
37 Dia sudah memiliki Istri!!
38 Melepas!!
39 Aku sudah menikah!
40 Putraku tak lemah sepertimu!!!
41 Darah?
42 Kebahagiaan ditengah Kesulitan!!
43 Kedatangan Fanya!
44 Perjanjian Pernikahan!!
45 Kesadaran masing-masing!
46 Kesakitan yang teramat!!
47 Berusaha tetap tenang!
48 Rencana!!
49 Penyerangan kecil!!
50 Kedatangan Keluarga Alfoenzo!!
51 Akan ku lakukan!!
52 Tuan Besar Adlen!!
53 Bersandiwara!!
54 Cemburu!
55 Kejelasan Hubungan!!
56 Aku mencintaimu dan Baby!
57 Melepas!!
58 Kemarahan Momy Carolin!
59 Kemarahan Nareus!!
60 Tunggu Momy, Nak!!
61 Istri Liarku!
62 Kegegeran satu Kota!!
63 Kepanikan Adlen!!
64 Kerapuhan!
65 Kejanggalan!!
66 Kain menjadi Selendang emas?
67 Kelemahan?
68 Penculikan!
69 Pertambangan Tangki Minyak!!
70 Ledakan besar!!
71 Kerapuhan Nareus!!
72 Pengangkatan Rahim!!
73 Aku akan menjaganya!
74 Kepergian!!
75 Tinggal kenangan!!
76 Perubahan Kehidupan!!
77 Identitas Baru!
78 Kekacuan oleh si Kecil.
79 Kepulangan kembali!!
80 Pertemuan!
81 Aaaaa!!!"
82 Kemarahan berujung Percumbuan!!
83 Membuat dia mengakui!!
84 Lagi?
85 A..Apa kau sudah menikah?
86 Aku mau dan sangat ingin!
87 Kekesalan berujung Kemarahan!
88 Gejolak Publik!
89 Keterkejutan!
90 Penyesalan!
91 Kalah telak!
92 Dimana Alen?
93 Sa..Sayang!!
94 Alenn!!!!
95 Hadiahku adalah Kau!
96 Malam panas!!
97 Akhirnya!
98 Informasi karya baru!
Episodes

Updated 98 Episodes

1
Penolakan!!
2
Surat Perjanjian!
3
Alergi!!
4
Pintu Neraka!!
5
Jauh dari kata Feminim!!
6
Pernikahan Formalitas!!
7
Dia bukan Nyonya-mu!!
8
Selalu menunggu!!
9
Gebrakan diapartemen
10
Pria cabul!!
11
Kau atau aku! itu sama saja!
12
Memulai usaha!!
13
Pertemuan di DKRI!!
14
Step?
15
Keanehan!!
16
Keberangkatan!!
17
grandma?
18
Pelepasan Perbudakan!!
19
Kedatangan Grendma Zamlya
20
Dia Istriku!
21
Rencana Momy Carolin
22
Harapan!!
23
Panas?
24
Kau yang memaksa!!
25
Menyalahkan aku!!
26
Rencana Grandma!
27
Pertemuan Step dan Alen!!
28
Cerita sebenarnya!
29
Melemah!!
30
Desahan kepalsuan!!
31
Melembut atau Melepas!!
32
Menyamar!!
33
Sipenguntit!!
34
Ingin Mati?
35
Keributan besar!!
36
Jeritan Alicia!!
37
Dia sudah memiliki Istri!!
38
Melepas!!
39
Aku sudah menikah!
40
Putraku tak lemah sepertimu!!!
41
Darah?
42
Kebahagiaan ditengah Kesulitan!!
43
Kedatangan Fanya!
44
Perjanjian Pernikahan!!
45
Kesadaran masing-masing!
46
Kesakitan yang teramat!!
47
Berusaha tetap tenang!
48
Rencana!!
49
Penyerangan kecil!!
50
Kedatangan Keluarga Alfoenzo!!
51
Akan ku lakukan!!
52
Tuan Besar Adlen!!
53
Bersandiwara!!
54
Cemburu!
55
Kejelasan Hubungan!!
56
Aku mencintaimu dan Baby!
57
Melepas!!
58
Kemarahan Momy Carolin!
59
Kemarahan Nareus!!
60
Tunggu Momy, Nak!!
61
Istri Liarku!
62
Kegegeran satu Kota!!
63
Kepanikan Adlen!!
64
Kerapuhan!
65
Kejanggalan!!
66
Kain menjadi Selendang emas?
67
Kelemahan?
68
Penculikan!
69
Pertambangan Tangki Minyak!!
70
Ledakan besar!!
71
Kerapuhan Nareus!!
72
Pengangkatan Rahim!!
73
Aku akan menjaganya!
74
Kepergian!!
75
Tinggal kenangan!!
76
Perubahan Kehidupan!!
77
Identitas Baru!
78
Kekacuan oleh si Kecil.
79
Kepulangan kembali!!
80
Pertemuan!
81
Aaaaa!!!"
82
Kemarahan berujung Percumbuan!!
83
Membuat dia mengakui!!
84
Lagi?
85
A..Apa kau sudah menikah?
86
Aku mau dan sangat ingin!
87
Kekesalan berujung Kemarahan!
88
Gejolak Publik!
89
Keterkejutan!
90
Penyesalan!
91
Kalah telak!
92
Dimana Alen?
93
Sa..Sayang!!
94
Alenn!!!!
95
Hadiahku adalah Kau!
96
Malam panas!!
97
Akhirnya!
98
Informasi karya baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!