Keheningan itu muncul menyapa pendengaran, hanya seruan angin malam yang mengiringi hela'an nafas berat para Manusia yang sedang mengadakan rundingan bersama tengah malam begini dengan wajah yang sama-sama datar dengan aura yang tak biasa.
Kedua Tubuh Pria penguasa Benua itu saling diam namun penuh dengan guratannya masing-masing dengan gestur yang begitu Elegan dan berkelas khas dari Seorang Mark dan Nareus.
"Aku tak ingin melihat Wanita tua itu mengacau disini!"
"Hm! tapi Grandma tak mungkin bisa ku bungkam dalam waktu yang lama!"
Sambung Nareus yang memang sudah memperkirakan semuanya, tak Mungkin ia bisa menyembunyikan ini dari Kediaman Granddam Zemlya yang begitu sibuk namun juga tak akan lekang memperhatikannya.
"Kau buat saja dia menyukai istrimu!"
"Mark! kau tentu Tahu Alen bagaimana!"
Nareus mendecah berat, kalau Alen mau bersandiwara di hadapan Grandmanya dengan sangat baik dan menurut padanya, ia tak akan berfikir berat begini.
"Mark! Alen selalu menurut padamu, kau bisa memerintahkan dia untuk..!"
"Itu diluar aturan! aku memang berkuasa akan semua anggotaku, tapi aku tak mencampuri Kepribadiannya!"
Jawab Mark tegas, memang Alen sangat menurut padanya, tapi bukan berarti Mark semena-mena mengatur hal yang tentu itu hanya bisa di putuskan dari diri Alen sendiri.
"Haiss!! Kepalaku sudah pusing memikirkannya!"
Mark hanya menaikan bahunya acuh, ini bukan masalahnya, lagi pula Keputusan ada ditangan Nareus sendiri, jika ia mau berjuang merubah Alen maka semuanya akan berjalan sesuai rencana.
"Jangan terlalu keras!"
"Maksudmu?"
Tanya Nareus pada Mark yang terlihat melihat Ponselnya dimana terlihat Shena yang sedang tertidur memeluk dua Baby Twins yang tak mau jauh dari Uminya hingga Baby Rea harus mengalah di ranjangnya sendiri.
"Kau ambil kembali hatinya! tapi kau juga harus mempersiapkan hatimu!"
Ucap Mark lalu berdiri karna Jam sudah menunjukan pukul 2 malam, ia tak mungkin meninggalkan Shena dan anak-anaknya dikamar sana terlalu lama.
"Mark! ayolah, bantu aku sebentar saja!"
"Shena itu keras kepala! tapi aku bisa mengendalikannya karna satu! CINTA!"
Nareus lansung tertegun mendengar ucapan penuh penekanan Mark yang sudah melangkah pergi tanpa memperdulikan Kakek Moureen yang hanya berwajah datar saja akan ke tidak sopanan Pria Tampan itu dalam berbicara didepannya.
"Kek!"
"Coba saja kau luluhkan dia! tapi kau juga jangan terhanyut!"
"Aku? yang benar saja Kek! tak mungkin aku mencintai wanita seperti itu! Kriteriaku ada pada Shena!"
Kakek Moureen hanya acuh mengambil kaca matanya lalu melangkah pergi meninggalkan Nareus sendiri didalam keheningan malam ini.
Bulan diatas sana tampak meloloskan sinarannya menggapai wajah Nareus yang menatap kearah jendela yang terbuka menampakan kegelapan dengan kilapan Lampu Neon yang berkelip redup.
"Bagaimana ini? tak mungkin aku berbaik hati pada wanita itu! bisa-bisa dia menginjak-ku!"
Decah Nareus lalu melangkah pergi untuk merancang apa yang akan ia lakukan, kalau ia mengkeraskan Alen maka wanita itu tak mungkin mau menurut padanya.
Dreett..
Ponsel Nareus berbunyi dengan suara yang membuyarkan Lamunan pria tampan itu, ia seketika terkejut melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"Grandma!"
Gumam Nareus mematung disamping tangga menuju kamarnya, ia menyandarkan tubuhnya kedinding sana untuk mengantisipasi kalau ada yang mendengar pembicaraannya.
"Iya, Grandma!"
"Hey! How are you, Baby?"
"Fine!"
Jawab Nareus datar, entah apa yang akan dilakukan Wanita Glamor yang begitu Feminim itu lakukan tengah malam begini membuat Nareus bertambah pusing.
"Apa kau sudah mencari Menantu, Sus!"
"No! Don't Call me Like That!"
"Ouhhs, Sus! That's Very Sweet Baby!"
Nareus hanya mendelik saja, suara mendayu-dayu dari Wanita Bangsawan itu begitu khas dari seorang Grandma Zemlya yang begitu Elegan.
"Maaf, Grandma! aku harus tidur, ini sudah malam!"
"Ok! Jangan terlalu sibuk hingga Sus melupakan Grandma! Ok!"
"Hmm!"
Nareus mematikan sambungannya lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar di ujung sana, apa Wanita Batangan itu sudah tidur apa belum ia pun tak tahu.
Ceklekk..
Nareus membuka pintu kamarnya dengan pelan, dahinya mengkerut saat tak menemukan sesosok Pembangkang yang tadi ia tinggalkan di ruangan ini.
"Alen!"
Namun tak ada jawaban membuat Nareus bingung mencari dikamar mandi namun hanya sisa tetesan air yang masih mengalir membuktikan ada yang baru saja selesai mandi dari sini.
"Alen!"
"Hmm!"
Nareus lansung menatap ke balkon dimana asal suara itu muncul, seulat bayangan seorang wanita memakai Hotpans dan Tengtop itu terlihat akibat pantulan cahaya Bulan diatas sana.
Langkah Nareus perlahan menginjak lantai mendekati Tirai yang bergerak membelai lekukan indah dari tubuh wanita berambut pendek itu.
"Kau kenapa?"
"Tidak ada!"
Jawab Alen datar menatap sang rembulan sana dengan penuh arti seraya tubuh yang sudah dingin akibat terpa'an angin.
"Masuklah, ini sudah malam!"
"Hm!"
Namun Alen hanya diam berucap gumaman kecil tanpa mau beranjak dari tempatnya, melihat itu Nareus terpantik kesal namun ia harus merubah cara memperlakukan wanita ini.
Grepp..
Alen terkejut saat Nareus membalutkan Mantel hangat yang tadi dipakai tubuh gagah dan kekar itu ke tubuhnya, ia mengadah menatap Nareus yang hanya setia dengan wajah datar itu.
"Disini Dingin, masuklah!"
"Apa perdulimu?"
Nareus menghela nafas halus berdiri disamping Alen yang kembali menatap benda bulat bersinar terang sana, ia meniru apa yang wanita itu lakukan, yang ia lihat hanyalah kalilawar dan burung yang terbang mencari mangsa dimalam ini.
"Kau menyukai Bulan?"
"Tidak!"
"Lalu?"
Nareus kembali menatap Alen yang terlihat berfikir lalu menyunggingkan senyum singkat tak jelas itu seraya mengeratkan Mantelnya.
"Aku suka Kesunyiannya!"
Nareus mangut-manggut mengerti lalu terdiam sesaat menikmati kesunyian yang didambakan wanita ini, rasanya sangat kosong, tapi damai, tak ada yang menganggu otak untuk berfikir.
"Alen!"
"Hm!"
"Mau berdamai denganku?"
Alen tersigap mendengar ucapan Nareus, ia mulai menyipitkan matanya menduga apa yang direncanakan otak licik wanita ini.
Pletakk..
"Kauuu!"
"Jangan terlalu galak begitu!"
"Terserah padaku! memangnya apa urusanmu?"
Ketus Alen meradang membuat Nareus exstra bersabar, kalau ia menekan maka Alen akan semangkin melawan keras.
"Nanti kau cepat tua!"
Alen memiringkan bibirnya sinis lalu menjauh dari Nareus yang terlihat sangat berbeda dari kemaren-kemaren.
"Aku tahu kau pasti merencanakan sesuatu! iya kan?"
"Tidak!"
Jawab Nareus lalu mengulurkan tangannya menyentuh dahi Alen yang tadi ia jitak, ia tak tahu kalau setiap pukulannya malah membuat kulit wanita ini memar.
"Apa ini masih sakit?"
"Jangan sok Perhatian padaku!"
Sewot Alen menepis tangan Nareus yang memeggang tengkuk setelah menyentuh dahinya.
"Kau takut?"
Alen mengkerutkan keningnya menatap Nareus yang terlihat hanya diam dengan wajah tak bermakna apapun itu.
Sebenarnya apa maksud pria sialan ini? sedari tadi sikapnya sangat aneh?
"Seorang Alen tak akan pernah takut, dan camkan itu!"
Ketus Alen melangkah pergi meninggalkan Nareus yang menarik sudut bibirnya keatas membentuk lekukan sensual yang begitu menawan.
Nareus kembali menatap Bulan sana, wanita ini sangatlah kuat melawan dan membentengi dirinya sendiri.
"Kau atau aku! itu sama saja!"
.......
Vote and Like Sayang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Rokiyah Yulianti
Kau atau aku! itu sama saja! apa maksudnya ya
2022-02-22
0
❁્᭄͜͡🐈⚞ል☈⚟ᝰ
kau dan aku sama saja sama" arrogant makanya berjodoh hahahahah
Cinta masa lalu bersatu dengan sendirinya karena sebuah ikatan pernikahan lewat hubungan perjodohan.
2021-11-04
3
kutu~buku◉‿◉
apa kelemahan Alen yaa🤣🤣🤣
2021-10-13
1