Asisten Buron tampak terdiam menatap laporan yang anggotanya berikan, layar Ponsel dan Laptopnya penuh dengan deretan foto dan juga beberapa kata yang membuat pelupuk netranya melebar lalu kembali menyipit menduga apa yang akan dilakukan Tuannya terhadap Informasi ini.
"Kau rangkap ini dalam satu Berkas dan berikan padaku!"
"Baik!"
Anggota Nareus yang lainnya segera pergi menjalankan tugas dari Asisten Buron yang terlihat memijat pelipisnya pusing, bagaimana reaksi Tuannya saat melihat in? sungguh, ia sangat tak bisa menyelesaikan masalah ini.
.......
"Dalam Kinerja ini saya meminta Dewan Direksi dan Organisasi Athen yang saya bentuk untuk memantau sampai saya bisa kembali ke negara ini!"
"Baik! Presedir!"
Mereka menjawab Pidato singkat dari Presedir Nareus yang tampak berbicara lantang dengan begitu berkharisma menatap mereka tegas dengan Gestur khasnya yang begitu Berwibawah. Pesona dari wajah datar penuh aura itu membutakan mata mereka hingga tak mampu berpaling kearah lain.
"Perusahaan MCC(Moureen Crops Company) akan memekarkan Perusahaan Naungan yang kami ambil dan dalam Perlindungan Kekuasaanku!"
"Baik, Presedir!!!"
Prokk....Prok...
Mereka bertepuk tangan meriah mendengar Kebijakan yang sepatutnya dari Nareus yang memang harus melindungi Perusahaan dibawah Naungan Bisnisnya, ia tak bisa melepas Perusahaan kecil begitu saja lalu menggantinya dengan Perusahaan besar yang belum tentu sesuai Prinsip Kinerjanya.
"Maaf, Presedir! tapi saya kurang setuju akan Kebijakan Athen ini!"
Nareus menatap Mr Petter Corner dengan datar dan serius, ia tak akan mempermasalahkan semua ini.
"Kenapa?"
"Kalau mislanya anda hanya menaungi Perusahaan terpilih! lalu bagaimana dengan Perusahaan-Perusahaan yang juga ingin MCC lindungi!"
Sudut bibir Nareus terangkat mendengar alasan konyol dan tak bermakna dari Mr Petter Corner, begitu egois dan terdengar sangat bijaksana.
"Kau mempertanyakan Nasip Perusahaan yang tak terpilih?"
"Iya, Presedir!"
Nareus manggut-Manggut mengerti lalu mengambil Selembar kertas yang diberikan Mr Margret yang menjadi Ketua Komisi disini.
"Kalian tahu! Hidup itu kerja keras, jangan bergantung pada orang lain! Buatlah kalian selalu haus dan tak percaya pada orang lain hingga dorongan itu muncul membantai habis Halangan!"
"Lalu, Presedir?"
Nareus menatap Alen yang ada di dekat Pintu sana berdiri kokoh tanpa memperdulikan tatapan Aneh setiap Pembisnis dan Anggota Dewan didalam sana padanya.
"Anda!"
Alen mengkerutkan dahinya menatap Nareus yang terlihat memandangnya dengan penuh guratan membuat alis Alen terangkat bingung.
"Iya, Tuan!"
"Menurutmu apa yang harus ku jawab?"
Alen terdiam menatap semua orang yang menunggu jawaban darinya, ia lansung tertuju pada Mr Petter yang terlihat menatapnya rendah karna hanya sebagai seorang Pengawal dari Presedir berkuasa itu.
"Menurutku itu tak dipentingkan!"
"Maksudmu?"
Tanya Nareus seraya turun dari Podiumnya dan duduk di Kursi Kekuasaanya kembali menatap lurus kedepan tanpa memandang Alen yang terlihat terdiam.
"Itu salah kalian yang tak memenuhi Kriteria untuk Di Naungkan! Untuk apa memprotes hal yang jelas itu tak ada gunanya, Perusahaan tak berbobot di Perjuangkan untuk apa di Pertahankan dan di Pusingkan?
Hanya menjadi Sampah diruangan ini!"
"Kau dengar sendiri?"
Ucap Nareus dengan wajah tak terduganya menatap Mr Petter Corner yang sudah malu bukan main dengan ucapan Alen yang tak di saring sama sekali, bahasanya sangat kasar dan To the Poin saja.
"Jadi?"
"Kau masih mempertanyakan nasip Para Manusia Pemalas dan Sampah seperti itu?"
Tanya Nareus menyelipkan Intonasi kelam dan geram membuat mereka menunduk merasa takut Pria tampan ini malah mengamuk membuat mereka gemetar.
"Baik, Presedir!"
"Hm! Pertemuan ini Selesai, sesuai Petinggi yang ku tunjuk! aturan sudah ku buat dan jalankan tanpa ada KECURANGAN!"
Tekan Nareus lalu berdiri dengan penuh auranya melangkah pergi setelah menyelesaikan Meeting yang menguras Emosi namun entah kenapa ia bersemangat dengan kehadiran wanita batangan itu.
"Tuan!"
"Kemana Buron?"
"Tidak tahu!"
Jawab Alen acuh mengikuti langkah Nareus yang tadi bergumam ditelinganya hingga semua orang saling pandang akan Interaksi aneh dan langka sepasang manusia itu.
"Maaf, Presedir!"
Mr Gergoe yang mendekati Nareus seraya mengiringi langkah lebar pria itu.
"Hm!"
"Presedir! bukankah tadi Sekertaris saya sedang berbincang dengan Pengawal anda?"
"Hm!"
"Tapi dia tak datang setelahnya, Presedir!"
"Ouhh! jadi kau menuduhku, iya?"
Nareus meraih bahu Alen yang sangat geram kalau membahas tentang wanita itu, entah bagaimana nasipnya pun ia tak tahu.
"Maaf! tapi kenapa anda marah?"
"Karna ucapan anda sama sekali tak berarti hingga membuag waktu, TUAN ku!"
Desis Alen lalu menarik tangan Nareus meninggalkan tempat ini melalui jalur khusus bagi Presedir hingga Media tak bisa memantau mereka selain orang dalam Gedung ini.
Alen menarik Nareus kuat membuat Pria itu bisa saja melawan tapi Nareus hanya diam menurut saja hingga mereka sampai ke Loby.
"Masuk!"
"Hati-Hati kepalamu!"
Ucap Nareus menmeggangi ujung pintu Mobil karna Alen ini sangat tak perduli apapun, bisa saja nanti melukai dirinya sendiri.
"Kau ini kenapa, ha? Sudah ku bilang. MASUK!"
Geram Alen mendorong tubuh kekar Nareus untuk masuk kedalam Mobil sana, Nareus hanya diam, kalau ia menunjukan sikap Dingin dan kerasnya, wanita ini akan semangkin membatu.
"Dimana Buron?"
"Diamlah!"
Ketus Alen mengunci pintu mobil ini dengan ia yang duduk di Kursi Kemudi seraya memeriksa Ponselnya.
"Berapa nomer Asistenmu?"
"Memangnya kenapa?"
Alen lansung menatap Nareus menghunus lalu mengambil paksa Ponsel di saku Nareus dengan kasar.
"Kau masih belum ku Sidang!"
"Memangnya kenapa?"
Tanya Nareus masa bodoh seraya menyandarkan tubuhnya ke kursi mobil disamping Alen yang mengemudi seraya melirik Alen yang terlihat sangat kesal membuat ia tak nyaman.
"Kau kenapa?"
"Kenapa kau menciumku?"
Nareus tersentak kaget dari duduknya hingga ia menatap Alen yang terlihat sangat marah, memangnya ia suka mencium? tapi bukankah itu bukan salahnya?
"Kau pikir aku suka rela melakukannya?"
Grett..
"Reus! aku serius, kau melanggar Perjanjian kita!"
Geram Alen mencengkram kerah kemeja Nareus yang hanya diam duduk santai ditempatnya dengan tubuh Alen yang hampir dipangku pahanya.
"Itu tak di sengaja! di luar kendaliku!"
"Tapi kau..!"
Alen terhenti karna baru sadar kalau Mobil ini masih berjalan membuat ia lansung pucat menatap kedepan dimana ada Beton Bangunan samping yang ingin di Tubruk benda ini.
"Re..Reus!"
"Urus sendiri!"
Ketus Nareus memejamkan matanya tak ingin membantu Alen untuk yang kedua kalinya, matipun ia tak masalah jika harus mereggang nyawa asalkan wanita ini ikut hingga adil.
"Jangan kau pijaki Remnya!!!"
"Mana ada?"
"Reus!! Lepas!!!"
Geram Alen menarik kaki kokoh Nareus namun sayang pria ini begitu kuat membuat ia tak bisa menariknya lebih.
Brummm..
"Shitt!"
Nareus menyunggingkan senyum Simarknya melirik Alen yang terlihat berusaha untuk mengendalikan laju mobil, sesekali wanita itu mengumpat menginjak kaki Nareus yang sama sekali tak ingin melepas injakan Remnya.
"Reus!!!!"
Brumm..
Sedikit lagi Mobil ini menabrak dinding itu membuat Alen sangat kelimpungan.
"Mau dibantu?"
"Diamlah!!"
Bentak Alen memekik kuat membuat dengungan di telinga Nareus yang menggeleng saja.
Semangkin laju mobil ini membuat Alen seketika mengutuk Nareus yang asik menyaksikan wajah-wajah kesal dan geram wanita aneh ini.
"Reus Brengsek!!"
Brumm..
Nareus memutar kemudi kesamping melepas Rem lalu memeggang kening Alen yang ingin membentur kaca depan Mobil.
Cittt..
Suara Rem yang kembali Nareus injak saat ia sudah membelakangi Dinding beton itu dengan tangan yang sibuk mengotak-atik kemudi hingga mereka kembali aman.
"Haaass!!"
Alen menggeram menatap Nareus tajam, namun pria itu hanya diam seperti tak bermasalah saja.
"Kau memang mencari mati!"
"Sudahlah, Kebiasaanmu berkemudi liar begini!"
"Tapi kau yang salah!!"
Pekik Alen yang sudah naik darah, niatnya ingin meluapkan kekesalannya tapi Nareus malah membuat ia geram memuncak lebih.
"Hm! Terserah kau saja."
Nareus menarik Alen untuk berpindah posisi duduk, ia harus segera menyelesaikan semuanya sampai Identitas Alen terbuka hingga ia mudah mengendalikan wanita ini.
"Kau mau kemana?"
"Hm!"
Alen merutuk akan gumaman kecil itu, namun ia seketika tersentak saat melihat sesuatu yang menyita perhatiannya di dekat Toko Roti sana. wanita berjas kebiruan sedang menelfon seseorang.
"Re..Reus!"
"Hm!"
"Hen..Hentikan Mobilnya!"
Nareus menyeringit menatap Alen yang terlihat pucat dengan mata yang menggenang membuat Nareus tersentak kaget.
"Reus hentikan Mobilnya!!!"
Nareus lansung menghentikan mobil ini setekah Alen berteriak lalu membuka kasar pintu mobil mengejar Seorang pria di Kerumunan sana.
"Alen!!!"
Alen hanya diam terus berlari, dadanya bergemuruh melihat sesosok pria yang tadi sedang menelfon didepan sana.
"Ka..Kau!"
Lirih Alen tersenyum dengan rasa nyeri itu, ia terus berlari mencari dikeramaian hingga ia pun tak tahu mana pria yang tadi Menelfon itu.
Brugh..
"Kau punya mata, ha?"
"Step!"
Gumam Alen tak perduli akan orang yang ia tabrak tadi, ia berkeliaran di sekitar Gedung toko roti ini tapi tak ada yang memuaskan matanya.
"Step!!! Step aku ..Aku tahu kau disini!!"
Teriak Alen mencari namun semua orang hanya menatapnya aneh dengan kepala yang menggeleng membuat Alen geram.
"Step!!"
"Alen! apa-apa'an kau ini?"
Geram Nareus yang menarik Alen dari Keramaian ini dengan Masker yang menutupi wajah tampanya.
"S..Step!"
"Step? Step siapa?"
Tanya Nareus pada Alen yang sudah ingin menagis membuat ia benar-benar tersentak.
"Step?"
"Reus!"
Lirih Alen menatap Nareus dengan pilu, sumpah demi apapun ia melihat pria itu dengan sangat jelas, tapi kenapa sekarang malah hilang kembali?
"Alen!"
"Di..Dia ada disini!"
Nareus hanya diam lalu menggendong Alen dengan wajah yang sudah mengeras tak terhitung kadar dinginnya.
Alen terus melirihkan nama itu membuat Nareus sedikit aneh dan perih, namun ia tetap melanjutkan langkahnya.
Kenapa ini sangat berbeda? kenapa dia terlihat sangat merindukan seseorang?
"Sutt! Tenanglah, ayo kita Pulang!"
"Aku tak ingin pulang!"
Ucap Alen dengan tetesan air mata itu ia sembunyikan di bahu Nareus yang terdiam dengan dada yang sesak.
.....
Vote and Like Sayang..
maaf ya say.. tadi nggak up soalnya kuota tadi habis😂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
💞 RAP💞
tak kira narus sakit step ..setelah alergi kambing
2023-04-13
0
oenta
gagal fokus...😂😂aq kira sakit demam yg tinggi..jdny "STEP"
2022-06-20
0
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
sabar ya reus
2022-06-01
0