"Tuan, di lantai atas ada dua kamar, satu kamar memiliki dua ranjang kecil, sepertinya di gunakan untuk anak kecil."
Duke Aland memejamkan matanya, tangannya mengepal kuat di depan lukisan itu, jantungnya mengatup-ngatup meminta keluar. Dia memutar tubuhnya dan langsung berlari, ia memasuki satu kamar yang ia yakini kamar Violeta. Seprai berwarna biru dengan motif bunga tulip, gorden berwarna biru dengan motif bunga mawar putih.
Di usap air matanya menggunakan lengan kanannya, hingga kemeja berwarna merah itu basah. Bunga nawar yang masih segar, sepertinya baru di ganti.
brak
Tangan kanannya meninju rak kecil, di bawahnya berjejeran buku-buku yang rapi.
Argh
Meluapkan amarah dan kerinduan yang bercampur aduk. Matanya menatap sekeliling ruangan itu, lukisan Violeta dan dua anak menghiasi dinding ruangan itu.
"Violeta, kenapa kamu melakukannya? kamu bahagia bersama anak kita, sementara aku tidak." Duke Aland mendorong vas bunga itu sampai jatuh ke lantai. Vas bunga itu pecah dan air di dalamnya berserakah di lantai marmer berwarna putih itu. Duke Aland sangat yakin, kedua anak itu adalah anaknya. Violeta pasti menjaga anaknya, walaupun dia dulu sangat menyakitinya. Wanita itu tidak akan tega menyakiti, membunuh semut pun dia tidak tega.
"Violeta, aku akan menemukan mu. Aku akan mengikat mu sampai kamu tak bisa menginjakkan kaki mu ke luar."
Nafasnya semakin panas, auranya semakin membakar ruangan itu. "Tanyakan, apa ada pergerakan yang mencurigakan saat di perbatasan tadi."
Duke Aland keluar dengan aura membunuh yang bisa membakar di sekelilingnya. Sedangkan di luar kediaman, Kesatria Lio langsung berteriak memanggil sang pengawal. Berdiri dengan badan tegap dan matanya menatap lurus ke depan. "Katakan, apa ada sesuatu yang mencurigakan?"
"Di semua kota Huderbugh tidak ada yang mencurigakan, kami sudah mengeceknya. Di dekat toko Roos More hanya mengatakan pernah melihat kedua anak yang seperti ciri-cirinya di jelaskan oleh Tuan, Duke."
"Di perbatasan!"
"Emm, saya hanya menemukan seseorang yang terkena penyakit keluar dari kota Hunderbugh, Kesatria."
Kesatria Lio menganga, bodoh, itu lah yang pas untuk sang pengawal itu. Sebelum seseorang datang ke Kota Huderbugh, dalam perbatasan mereka sudah di periksa. "Apa kamu bodoh, hah! sebelum memasuki kota ini semuanya sudah di periksa." Bentak Kesatria Lio.
Sementara Duke Aland menatap tajam pada pengawal yang sedang menunduk itu.
"Tapi, tuan. Wajahnya ada bintik-bintik merah."
"Bodoh!" Sentak Kesatria Lio. Membuat pengawal itu terkejut dan menggigil ketakutan.
"Kamu tahu, Dia hanya berpura-pura."
"Tutup mulut mu, Kesatria Lio. Panggil Dia Duchess, nyonya yang harus kamu hormati." Bentak Duke Aland. Hatinya sangat sensitif jika ada orang yang tidak menghormati istrinya. Sudah cukup dulu, sudah cukup masa lalu yang membuat istrinya sakit hati.
Kesatria Lio langsung berjongkok dan menundukkan kepalanya, menghormat. "Maaf, Tuan. Saya lancang. Mohon Tuan menghukum saya."
"Setelah semuanya usai, kamu pantas di hukum dan kalian semua. Katakan! perbatasan mana kamu bertemu."
"Ke-Kekaisara Fictor, tuan."
"Jadi selama ini dia bersembunyi di sana." Duke Aland menuju ke arah kuda yang di jaga oleh seorang pengawal. "Kita akan bersiap-siap kesana, aku akan mengirimkan surat pada Kaisar Fictor dan dua orang berjaga di kediaman ini. Kesatria Lio kirimkan dua pelayan untuk menjaga kediaman ini."
Duke Aland menarik tali kuda yang melingkar lehernya itu, kuda itu pun melaju kencang membelah jalan ibu kota.
Sedangkan di kediaman Duke.
Felica yang baru saja memasuki kediaman itu tampak lelah. Ia menjatuhkan bokongnya ke sofa berwarna merah itu. Selama di perjamuan itu ada kekesalan yang membuatnya ingin meluapkan pada Duke Aland, tapi ia tidak berani. Duke Aland sudah berubah, dia memang hamil anak dari Duke Aland, namun Duke Aland hanya mencintai anaknya. Ya, anaknya, Aronz. Sedangkan ia hanya menjadi istri yang tidak di anggap semenjak kepergian Violeta, wanita yang sangat ia benci. Ia rela memberikan kehormatannya dengan iming-iming perpisahan agar tidak merindukan, tapi Duke Aland menolak dengan tegas dan beruntungnya obat itu, obat gairah. Duke Aland ambruk, kepalanya pusing. Tiga kali ia meyakinkan Duke Aland dan akhirnya laki-laki itu luluh dengan kabut gairahnya, tapi sayang, yang ia sebut bukan namanya, melainkan Violeta dan Violeta.
Argh
"Aku sudah lama di rumah ini, tapi Duke Aland tidak menganggap ku ada. Segala macam usaha sudah aku lakukan, mengingatkan dia pada kenangan masa lalu, tapi apa? Violeta dan Violeta membuat ku muak. Untungnya wanita itu mati, jadi aku bebas di sini dan Aronz, hanya dia senjata ku untuk bertahan di sini. Demi status Aronz, akhirnya Duke Aland mau menikahinya, sebatas menikahi dan tidak mengakuinya."
"Seandainya Violeta masih hidup, wanita itu, wanita yang bodoh tidak mempertahankan miliknya. Buat apa mencintai tapi tidak mau mempertahankannya, bukan malah mencari orang lain dan membuat hidup wanita perebutnya bahagia, contohnya aku, aku menang di sini."
"Nyonya, silahkan di minum," ujar sang pelayan yang membawakan sebuah teh hangat.
Felica meminum teh hangat itu untuk meredakan kekesalan. Teman Sosialitanya membuatnya marah sampai ke ubun-ubun, Viscountess Alea. Wanita itu terus mengusiknya, menyindirnya.
"Aku harus memanfaatkan ini atas nama Aronz."
Felica menyeruput kembali teh hangatnya. Dia melirik seorang anak laki-laki yang turun dari tangga.
"Ibu."
Anak kecil itu menunduk dengan sopan.
Hem
"Mau kemana kamu, cepat kembali ke kamar mu. Aku tidak mau karena sikap mu Duke Aland merasa rugi memiliki anak dengan ku. Kamu tahu kan, kamu harus pintar dan kuat, ya setidaknya jangan membuat ku rugi yang susah payah mengandung dan melahirkan mu."
Felica berdiri dan langsung meninggalkan Aronz, ia melirik sedikit. Ia tidak peduli dengan perasaanya, yang terpenting posisinya aman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
kepala mu dia bahagia kmu tidak, padahal kmu yg bahagia hidup nyaman sma pelakor mu😤tiber pula emosi😌😌😌
2025-01-19
0
Sandisalbiah
sekali rubah tetap rubah.. licik dan tak berhati, bahkan ank sendiri di manfaatkan utk kepentingannya... dasar gak waras.
2024-02-07
0
S
anjing kukira itu Felicia hamil anak org lain rupanya emg anak arland annjingg emgg
2023-08-03
1