Pertemuan Tak terduga

Keesokan harinya....

"Ibu, aku sudah siap," ujar anak kecil berambut pirang. Syal yang melekat di lehernya dan pakaian hangat yang menyelimuti tubuh kecilnya.

"Aku juga sudah selesai, Bu," ujar seorang anak laki-laki.

Violeta tersenyum melihat kedua anaknya, matanya kembali beralih melihat keluar, salju turun lumayan deras, ia sudah menolak agar putra dan putrinya tidak ikut, apalagi cuaca dingin seperti ini, namun kedua anaknya tetap keukeh ingin ikut ia pun menyuruh sang anak memakai pakaian tebal dan syal sebelum keluar, dan kedua anak itu pun menuruti permintaannya. "Baiklah, ayo kita berangkat Ingat! mainnya jangan terlalu jauh, kalian harus melekat pada ibu asuh." Nasehat Violeta seraya menggenggam kedua tangan anaknya yang memakai pelindung tangan. Violeta membantu Aleta memasuki kereta lebih dulu, lalu di susul oleh Alfred setelah itu dirinya.

Dua Kereta kuda itu melaju meninggalkan sebuah rumah berlantai dua di kelilingi perkebunan yang lumayan jauh dari keramaian kota. Satu kereta untuk Violeta dan kedua anaknya, satunya kereta lagi untuk ibu asuh kedua anaknya dan pelayannya, Mia.

Hening

Selama di perjalanan, kedua anaknya tidak ada yang saling berbicara. Keduanya sibuk melihat ke luar jendela, melihat buliran salju yang menutupi jalan, dedaunan dan atap rumah.

"Kita sudah sampai," ujar Violeta. Memang tak butuh waktu lama, karena jarak yang harus mereka tempuh lumayan dekat.

"Hati-hati sayang." Violeta mengulurkan kedua tangannya membantu sang putri, lalu pangerannya. "Kalian mau ikut Ibu lebih dulu,"

"Tidak, Bu. Kita jalan-jalan dulu."

"Baiklah," Sebelum pergi Violeta mencium kening Aleta dan Alfred, kemudian menuju tokonya yang di ikuti salah satu pelayan.

"Nyonya," seorang pelayan memberikan hormat pada majikannya yang baru saja memasuki ruangannya. Violeta duduk di kursinya, lalu menyuruh sang Meneger yang bertugas mengurusi tokonya.

"Bagaimana dengan penjualan bulan ini?"

"Saya merasa bersyukur, Nyonya. Penjualan bulan ini sangat meningkat, apa lagi satu minggu kemudian akan di adakan pesta musim dingin di istana. Banyak bangsawan yang berbondong-bondong membeli gaun, kami saja kuwalahan Nyonya. Banyak bangsawan yang memesan gaun, kami juga sudah memberikan sebuah rancangan yang nyonya berikan pada saya kemarin lalu." Jelas sang Meneger perempuan itu. Violeta mengangguk, dalam bisnisnya, ia menggunakan sebuah rancangan yang akan di perlihatkan pada pembeli untuk memilih gaun yang di pesan.

"Baiklah, terima kasih banyak atas usaha mu dan semua pelayan toko di sini. Berkat kamu dan semua pelayan di sini, toko ini tidak akan maju. Sebagai hadiahnya, aku ingin menaikkan gaji kalian dan kamu siapkan gaun serta baju hangat untuk para pelayan sekaligus untuk diri mu."

Meneger perempuan itu memberikan hormat, ia begitu terharu dengan keramahan dan kebaikan pemilik toko yang sudah ia urus selama ini. Bukan hanya sekali ini mereka mendapatkan tambahan gaji dan hadiah. Sebelum-sebelumnya, sang majikan memang sering memberikan hadiah.

"Nyonya, ini teh hangat dan camilannya," ucap seorang pelayan wanita yang menaruh teh hangat dan camilan biskuit serta kue di atas meja itu.

"Terima kasih, kalian boleh lanjutkan perkerjaan kalian," ucap Violeta.

"Baik Nyonya," ujar mereka serempak. Keduanya pun keluar menyisakan Violeta yang kembali mendesain sebuah gaun.

Sedangkan di tempat lain.

bruk

"Maaf," ujar seorang gadis yang tampa sengaja menabrak seseorang.

"Apa kamu tidak bisa berhati-hati?"tanya seorang wanita dengan dingin. Ia tidak suka seseorang menyentuh apapun yang sudah menjadi miliknya.

"Maaf, Nyonya. Saya tidak sengaja." Lirihnya.

"Apa kamu tidak tahu? gaun ini keluaran terbaru dan termahal," ujarnya dengan nada amarah.

Alfred mengepalkan kedua tangannya, ia tidak suka siapa saja memarahi adik kesayangannya. "Adik saya sudah meminta maaf Nyonya." Sela Alfred dengan nada menekan. Dia pun berdiri di samping adiknya dan mendongak. Matanya tajam, seolah ingin menebus mata wanita di hadapannya itu.

"Oh, dia adik mu." Tunjuknya dengan nada jengkel. "Ajari dia sopan santun."

Alfred menggertakkan giginya, langsung saja tangan kecil Aleta menggenggam tangan sang kakak untuk menenangkannya. "Kakak."

"Cukup Nyonya, saya dan adik saya sudah meminta maaf. Jika Nyonya butuh uang ganti, maka saya akan memberikannya."

Wanita itu tertawa mengejek, ia tak butuh uang ganti atau gaun ganti, cukup menghormatinya saja sebagai seorang Duchess.

"Dasar! anak tidak tahu diri! Apa ayah dan ibu mu tidak memberikan sopan santun atau mereka tidak bisa membayar seorang guru untuk mengajari kalian."

"Cukup Nyonya!" Bentakan Alfred menggoda para bangsawan yang melintas langsung berhenti dan melihat ke arahnya. Semua bangsawan pun tertegun, siapa anak ini? apa mereka tidak takut bermain-main dengan keluarga Duke Aland?

"Ayah saya sudah meninggal, dan jangan bawa-bawa nama ibu saya atau pun ayah saya, dan saya di didik oleh ibu saya untuk di ajarkan sopan santun, menghargai siapa saja meskipun itu seorang anak kecil."

bum

Sindiran keras membuat Felica menggeram marah. Wanita yang mengusik Alfred dan Aleta adalah Felica yang sedang menuju ke salah satu toko gaun.

"Bagi saya, ibu saya adalah sosok ayah sekaligus seorang ibu. Dia berjuang membesarkan saya seorang diri, jadi jangan membawa ibu saya." Bentak Alfred, amarahnya bagaikan singa yang siap menerkam Felica.

Sebenarnya Felica takut melihat aura dari anak di depannya, tapi sebisa mungkin dia menahannya. Harga dirinya akan hancur jika ada yang tahu, ia ketakutan.

"Ada apa ini?" Suara Bariton itu membuat semua bangsawan menoleh, sedangkan kedua bocah itu tidak menoleh sedikit pun.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Felica childish.. bahkan anak kecil pun di ajak bertekak... gak waras..

2024-02-07

1

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus ceria

2022-12-16

0

Neti Jalia

Neti Jalia

aku mampir kk, dukung juga karyaku ya🤗🙏

2021-10-12

0

lihat semua
Episodes
1 Kota Hunderbugh
2 Pertemuan
3 Masih Mengingatnya
4 Merasa Bersalah
5 Bukan Perasaan Bersalah
6 Pertemuan Tak terduga
7 Membela
8 Keluarga Brezil
9 Kediaman Brezil
10 Aku membenci mu Duke
11 Pencarian
12 Petunjuk
13 Usaha Duke Aland
14 Perdebatan
15 Masa Lalu
16 Air mata
17 Kekaisaran Fictor
18 Menemukannya
19 Aku menggenggam mu
20 Melihat Dari Jauh
21 Bertemu
22 Keluar!
23 Berpendirian Teguh
24 Penyesalan di balik Pintu
25 Aku ingin kembali
26 Felica
27 Ruangan dan Kegilaan
28 Obrolan Kaisar Fictor
29 Maafkan Aku
30 Permohonan
31 Aku Pulang
32 Kekhawatiran Duke Arland
33 Bermuka Tebal
34 Tanpa Duke
35 Air mata sang Duke
36 Seperti sebuah keluarga
37 Drama Keluarga
38 Hah, Paman?
39 Kepulangannya
40 Kepergiannya
41 Kegilaan Kaisar Fictor.
42 Menceraikan
43 Pertengkaran Felica dan Duke Arland
44 Kepergian Aronz
45 Menemui Aleta.
46 Jangan Menyalahkan
47 Kebersamaan
48 Mati Kutu
49 Aku Lelah
50 Tidak Ada Yang Bisa Menyentuhnya
51 Kaisar Fictor
52 Kaisar Fictor 2
53 Kedatangan Aleta
54 Kedatangan Untuk Berpisah
55 Harapan Masa Depan
56 Tampan Itu Seperti Apa
57 Bukan Berarti
58 Kembali
59 Pengintaian Felica
60 merasakan sakit
61 Kebencian Alfred
62 Permohonan
63 Kaisar Fictor
64 Keputusan Duke
65 Penolakan dari seorang anak
66 Hukuman Felica
67 Penjahat Teriak Penjahat
68 Permainan Cinta
69 Perasaan
70 Jangan Memaksa
71 Pengumuman
72 Mengabaikan
73 pertarungan..
74 Bab terakhir.
75 Ending
76 Pengumuman
77 Promo Karya Baru
78 Open Give Away
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Kota Hunderbugh
2
Pertemuan
3
Masih Mengingatnya
4
Merasa Bersalah
5
Bukan Perasaan Bersalah
6
Pertemuan Tak terduga
7
Membela
8
Keluarga Brezil
9
Kediaman Brezil
10
Aku membenci mu Duke
11
Pencarian
12
Petunjuk
13
Usaha Duke Aland
14
Perdebatan
15
Masa Lalu
16
Air mata
17
Kekaisaran Fictor
18
Menemukannya
19
Aku menggenggam mu
20
Melihat Dari Jauh
21
Bertemu
22
Keluar!
23
Berpendirian Teguh
24
Penyesalan di balik Pintu
25
Aku ingin kembali
26
Felica
27
Ruangan dan Kegilaan
28
Obrolan Kaisar Fictor
29
Maafkan Aku
30
Permohonan
31
Aku Pulang
32
Kekhawatiran Duke Arland
33
Bermuka Tebal
34
Tanpa Duke
35
Air mata sang Duke
36
Seperti sebuah keluarga
37
Drama Keluarga
38
Hah, Paman?
39
Kepulangannya
40
Kepergiannya
41
Kegilaan Kaisar Fictor.
42
Menceraikan
43
Pertengkaran Felica dan Duke Arland
44
Kepergian Aronz
45
Menemui Aleta.
46
Jangan Menyalahkan
47
Kebersamaan
48
Mati Kutu
49
Aku Lelah
50
Tidak Ada Yang Bisa Menyentuhnya
51
Kaisar Fictor
52
Kaisar Fictor 2
53
Kedatangan Aleta
54
Kedatangan Untuk Berpisah
55
Harapan Masa Depan
56
Tampan Itu Seperti Apa
57
Bukan Berarti
58
Kembali
59
Pengintaian Felica
60
merasakan sakit
61
Kebencian Alfred
62
Permohonan
63
Kaisar Fictor
64
Keputusan Duke
65
Penolakan dari seorang anak
66
Hukuman Felica
67
Penjahat Teriak Penjahat
68
Permainan Cinta
69
Perasaan
70
Jangan Memaksa
71
Pengumuman
72
Mengabaikan
73
pertarungan..
74
Bab terakhir.
75
Ending
76
Pengumuman
77
Promo Karya Baru
78
Open Give Away

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!