Tatapan Tajam Penuh Dendam

Siska yang menanggis ketakutan dan Asih terduduk lemas di tembok rumah sakit.

........

" Mana mbak mu sis? " Tanya suami Ratna lengkap dengan pakaian dinas yang baru saja sampai di rumah sakit. Raut ketakutan, kecemasan tercetak jelas di wajahnya.

Siska kembali menangis " Mbak.... Hikss... Hiks... Mbak di dalam sana mas, mbak... " Asih segera memeluk Siska. Membantu menenangkannya.

Air mata asih ikut mengalir, bayangan akan Ratna yang terduduk tak berdaya dengan darah menggenang di pangkal paha membuat dadanya sesak. Perjuangan Ratna ingin memiliki buah hati tidak lah mudah, caci maki yang selalu di terimanya, wanita mandul yang selalu di ucapkan orang membuat asih kembali memegangi dadanya. Sakit, mengapa Semua ini harus terjadi kepada orang baik seperti mbak Ratna.

Tak lama, mertua Ratna serta kedua orang tua Ratna datang di saat yang hampir bersamaan.

Ibu Ratna menangis dalam pelukan ayahnya. Keadaan yang jauh dari kedamaian menyelimuti depan pintu ruang pemeriksaan.

" Kenapa kamu tinggalin Ratna sendirian le.. ? " Teriak ibu Ratna kepada rayen suami Ratna.

Rayen hanya bisa tertunduk memohon ampun, " Maafin rayen mi, maafin rayen... " Isaknya pilu.

Ayah Ratna menenangkan istrinya " Sudah bu, nama nya musibah. Rayen juga pasti tidak mau ini terjadi. Sudah, sekarang kita hanya bisa berdoa. Minta kepada Yang maha kuasa, semoga putri serta cucu kita aman, sehat. " Ucap ayah Ratna lembut. Padahal dirinya pun cenat cenut memikirkan buah hati di dalam ruangan tertutup itu.

Mertua Ratna diam tak bersuara, hanya isakan tangis yang terdengar dari keduanya.

Krekk... Pintu ruang pemeriksaan terbuka. Semua mata tertuju kepada seseorang yang keluar dari ruangan itu.

Rayen setengah berlari menghampiri dokter yang telah memeriksa Ratna, " Bagaimana istri saya dok? " Sekali tarikan nafas rayen mengutarakan isi hatinya.

Dokter menghela nafas panjang, membuat semua yang ada disana berpikir jauh. Ia menekukkan kedua alisnya " Maaf Pak, untuk saat ini kondisi istri bapak tidak stabil. Pasien kehilangan banyak sekali darah. Kondisi janin dalam keadaan kritis. Ibu bayi juga masih dalam status tidak sadar. Jika di izinkan, beliau akan kami pindahkan ke ruang ICU.... "

" Boleh dok, Silakan apa pun untuk menyelamatkan keduanya dok. Tolong.. Selamat istri dan anak saya dok? " Rayen memotong pembicaraan dokter, air mata lelaki yang selalu di bilang air mata kramat, kini rayen mengeluarkannya dengan begitu deras.

Dokter perempuan itu menepuk punggung suami Ratna " Yang sabar pak, kami akan mengusahakan yang terbaik untuk menyelamatkan keduanya. " Ucapnya berusaha menenangkan suami Ratna.

Ia mengusap kasar air matanya " Terimakasih dok. " Bisiknya lirih.

Brankar Ratna di dorong masuk ke dalam ruangan ICU. Satu persatu selang di hungungkan ke tubuh Ratna. Raut terluka, menyesal sedih terpancar jelas dari suami Ratna.

Asih menyeka air matanya, ia mendekat ke arah suami Ratna yang sejak datang tak hentinya mengeluarkan air mata " Sabar mas, mbak Ratna pasti kuat. Asih yakin, jangan terlalu tenggelam dalam kesedihan mas. Kita bantu dengan doa. Mbak Ratna adalah orang yang baik, Tuhan selalu bersama dengan umatnya yang baik. " Ucap asih.

Rayen hanya mengangguk dan terus memandang Ratna dari balik kaca, perut nya yang sudah besar menambah kecemasan hati rayen.

Rayen menyeka air matanya " harusnya tadi aku tidak ikut dinas. Harusnya tadi aku berdiam di rumah saja. Harusnya, harusnya aku tidak meninggalkannya sendirian. Harusnya aku saja yang terbaring di sana. Asih, harusnya aku tidak mendengarkan atasan ku, sebelum pergi dinas aku sudah punya feeling, antara pergi atau menemani nya di rumah. Ratna memaksa ku pergi, harusnya aku tidak mendengarkannya tadi.. Hiks... Hiks.. " Isak nya di akhir cerita.

Asih ikut menyeka air matanya " Sabar mas, mungkin ini cobaan yang berat. Tapi Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan kepada hambanya melebihi batas kekuatan nya. Mas harus kuat, harus sabar. Mbak Ratna bisa sedih liat mas begini. Mbak Ratna selalu bilang jika suaminya pria yang tegar dan kuat. Sekarang mas harus tunjukan jika mas adalah orang yang seperti di katakan mbak Ratna. Sabar ya mas, hanya itu yang bisa Asih sampaikan. " Ujar Asih.

" Mbak Ratna adalah seorang wanita yang kuat, yang tegar. Beliau pasti mampu melewati rintangan cobaan ini. Asih percaya itu, dan akan selalu percaya. " Sambung asih lagi.

Baik asih maupun rayen sama sama menyeka air mata mereka. Siska yang mendengar hanya ikut menitihkan air mata, dari semua pihak ia merasa dirinya yang patut di salahkan. Dirinya lalai menjaga saudara ipar nya. Jika saja ia datang sedikit lebih cepat, mungkin Ratna tak akan terbaring di dalam sana.

Cegukan Siska makin kuat, rasa bersalah bertumpuh di pundak nya. Geram akan diri sendiri, ia memukul mukul dadanya, sesak.

' maafin Siska mbak, maafin Siska. ' lirih nya dalam hati.

Rayen pelahan melepaskan kerutan di dahinya, mencerna apa yang di sampaikan asih padanya. Ia menutup matanya kemudian menghembuskan nafas dengan kasar.

" Terimakasih Asih, terimakasih telah membawanya kemari. Terimakasih. " Lirih suami Ratna.

" Sama sama mas, " Balas Asih

Asih teringat akan tiara yang menunggunya di rumah. Buah cinta nya itu juga membutuhkan dirinya saat ini. Ia pamit undur diri kepada seluruh orang yang hadir disini.

Ketika Asih berjalan pulang, David mencegat nya di depan pintu keluar.

Dari kejauhan David telah mematau Asih, raut lemas, tak semangat menguap dari padanya. Mata dan hidung yang memerah, sangat jelas jika ia menangis sebelumnya.

Wanita yang malang, bisiknya dalam hati.

' Entah sudah berapa banyak cobaan yang di alami wanita itu, sudah berapa kali ia mengalami pahitnya hidup. Semangat Asih ' bisik David dalam hati.

" Asih. " Panggilnya.

Asih merasa nama nya di sebut menoleh " Pak dokter, sore pak. " Sapa asih balik.

" Loh bukannya tiara sudah pulang ya. Asih ada perlu apa ke rumah sakit lagi? " Tanya David sedikit berharap.

Asih tertunduk lesu " ada saudara yang di rawat dok. " Jawab Asih

David hanya membalas dengan anggukan.

" Saya permisi dulu dok, mari " Pamit asih pada dokter David.

David mengangguk " Mari, hati hati ya " Sebuah kata yang meluncur begitu saja dari mulut nya.

Asih sejenak terdiam, namun ia hanya tersenyum membalasnya.

Hari menjelang petang Asih saat kembali ke rumah nya. Tiara sudah tidur, dengan mbah mina yang juga ikut tertidur di samping buah hatinya.

Setelah dirinya selesai dengan segala ritual pembersihan diri, ia duduk di depan teras rumah nya.

" Asih.. Sudah pulang. " Seru mbah mina mendapati Asih tengah melamun di depan rumah.

Asih segera menghapus air matanya, dirinya mengenang perbuatan baik Ratna, dan berdoa untuk kesembuhannya " Iya mbah, sudah bangun ya. Asih gak enak mau bangunin mbah. Nyenyak sekali " Balasnya menoleh ke arah mbah mina.

" Gak apa toh, bangunin aja. Jadi masalah salon mu sudah selesai? " Tanya mbah mina.

Asih tersenyum, " Sudah mbah, maaf asih lama sekali ya. Tadi ada temen asih yang di rawat dadakan. Lagi hamil besar jatuh dari tangga, " Lirih Asih.

Mbah mina kaget " Ya ampun Asih, jadi teman mu gimana kabarnya? "

" masuk ruang ICU mbah, " Jawab asih dengan air mata mengalir.

Mbah mina memeluk asih " Sudah, serahkan semuanya dalam tangan Yang Maha Kuasa. Tak ada yang kebetulan sih, semua itu terjadi atas izin dari pada Nya. " Mbah mina menenangkan Asih di bawah terang cahaya bulan.

...........

Sudah berapa hari Ratna di rawat di ruang ICU. Sudah berapa hari juga Asih selalu berkunjung ke rumah sakit.

Hari ini ia berkunjung bersama dengan tiara yang baru saja kontrol kesehatan.

Beberapa hari asih ke rumah sakit, dirinya selalu melihat David di mana pun ia berada.

" Tiara, " Teriak David dari kejauhan. Membuat kedua wanita beda usia itu menoleh bersamaan.

David tau jika hari ini kunjungan tiara untuk fisioterapi. Boneka, coklat, kue, serta mainan telah terbungkus rapi di dalam paper bag yang di bawa nya.

" Oom dokter. " Teriak tiara tak kalah heboh. Semua pasang mata tertuju ke arah mereka bertiga.

Tak terkecuali tatapan tajam seseorang dari pintu masuk rumah sakit. Tatapan yang menusuk, iri, tidak suka melihat orang lain bahagia. Tatapan yang penuh dendam.

🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱

asih up lg ya ka.

seperti biasa.

jangan lupa tab love, comment, dan like nya hehe

jangan lupa meninggalkan jejak ya kk

jempol mu membawa kehangatan di relung hati othor.

terimakasih atas dukungannya kk 🥰🥰🥰😘

salam sehat semua. 🙏🏻☺

Terpopuler

Comments

ciru

ciru

cakeep

2023-07-30

0

Abby Lie

Abby Lie

sambil nunggu up ijin promo ya Thorr 🙏🏻🙏🏻
Kakak Readers mampir juga ya ke novel baru judulnya
👋 I NEVER SAY GOODBYE 👋❤️ thx Authorr

2022-03-03

2

Muhamad Iqbal Reza

Muhamad Iqbal Reza

lanjut thor

2022-03-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!