krim mulus mulus

Selesai sudah aku membersihkan kontrakan baru ini, jam sudah menunjukan pukul lima sore. Aku berjalan ke rumah mbah mina, mau menjemput tiara.

Dari jauh kulihat tiara sedang tertawa bermain dengan dodi cucu mbah mina. " Maaa.. " Teriak nya setelah melihat ku.

" Tante " Panggil dodi. Iya menyalimi tangan ku.

" Mana mbah mu di? " Tanyaku

" Ada di dalam tante " Ucap nya, setelah itu ia berlari bermain lagi.

" Assalamu'alaikum mbah " Salam ku di depan pintu kediaman mbah mina.

" Waalaikum salam, masuk sini sih " Jawab mbah mina, ia menarik ku ke dalam rumahnya.

Mbak dewi istri mas Reno sudah duduk di ruang tamu berserta perlengkapan krim krim mulus yang sempat di katakan mbah mina padaku.

" Asih " Panggil mbak dewi. Perempuan dua tahun lebih tua dari aku itu memeluku erat, ia meneteskan air matanya. Mungkin mbah sudah menceritakan masalahku kepada wanita cantik ini.

" Ini mbak kasih kamu krim muka. Kesel mbak denger cerita suami mu dari mamak. Kok bisa ada manusia kejem kayak gitu jaman sekarang. Kamu yang sabar, nanti mbak kasih rekomendasi skincare bagus untuk mu. Kamu harus cantik, buat dirinya menyesal melepas mu " Paparnya panjang lebar, membuat dadaku menghangat mendapat perhatian dari wanita cantik berparas ayu di depan ku ini.

Aku mengusap air mata ini " Terimakasih mbak. Mas adit selalu marah kalo aku beli krim muka kayak gitu, katanya ngabisin duit. Pernah aku beli, terus di lempar sama dia ke kotak sampah " Keluh ku mengingat kejadian beberapa bulan silam.

" Mulut nya aja koar koar mau istri cantik, istri pake krim muka malah di marahin, emang gendeng suami, eh mantan suami mu itu " Geram mbah mina.

Sore itu mbak dewi mengajarkan caranya memakai krim muka, aku yang cuma tau krim muka siang malam dan cuci muka pake sabun mandi. Jadi lumayan ngerti, ternyata gak cuma pake krim muka, ada tahapan nya. Ada untuk lap lap wajah, ada yang bentuknya kayak air ada yang kentel. Satu paket mbak dewi memberikan secara cuma cuma kepadaku. Aku benar benar merasa beruntung bisa merasakan kasih yang luar biasa di keluarga mbah mina.

Sebelum pulang ku peluk lagi mbak dewi " Makasih mbak, nanti kalo aku sudah dapet kerjaan. Aku bayar cicil krim wajah yang mbak berikan " Ucap ku tak enak hati.

Mbak dewi melepaskan pelukan kami " Kamu ini kayak orang lain, mbak kasih gratis gak usah di bayar. Nanti kalo kamu kerja mbak kasih tau dimana belinya. coba dari dulu mbak tau. Tak tempeleng mulutnya Adit itu, mana ada cantik modal dengkul " Sahut mbak dewi yang masih geram.

Aku tersenyum mendengar mbak dewi yang masih geram sama mas adit. Aku puas mbak makan hati tiap hari. Batin ku.

Sebelum pulang mbah mina mengajak kami makan malam. Pukul tujuh malam kami berpamitan, soalnya tiara masih sekolah, kasihan kalo tidurnya kurang.

...........................

" Ma, papa mana? " Tanya anak ku yang sudah berbaring di sebelah tubuh gembrot ini.

" Papa kamu ada nak, tapi mama sama papa gak bisa tinggal bareng lagi. Tiara ikut mama saja ya, tiara sayang sama mama kan? " Ucap ku mengelus rambut nya

Ia memeluk tubuh ku, " Tiara lebih sayang mama, papa gak pernah kasih tiara uang jajan. Papa juga sering bilang mama jelek, tapi bagi tiara mama orang paling cantik diiiiii dunia " Tanggan nya melebar kala mengucapkan dunia.

" Tiara gak suka sama papa, papa jahat. Papa sering marahin mama " Keluh anak gadis ku. Kuusap pelan rambutnya.

" Tiara gak boleh benci sama papa, walau bagaimana pun papa tetep papanya tiara. Sekarang kan kita udah gak tinggal di rumah papa lagi, papa gak marahin mama lagi. Jadi tiara gak boleh bilang papa jahat lagi ya? "

Kujarkan anak ku untuk berbakti pada orang tua, dia boleh marah dan merasa kecewa. Itu adalah hak nya tapi aku tak ingin tiara menjadi anak yang tidak tau sopan santun serta kurang ajar terhadap orang tuanya.

Wajah nya cemberut " Tiara gak bilang papa jahat lagi, tapi tiara tetep gak suka sama papa " Keputusannya membuat dada ini bergetar, lihat mas anak mu saja bisa menilai kalo kamu itu memang jahat. Batin ku

" Tidur ya nak, besok tiara kan sekolah " Pintar ku, ia mengangguk patuh.

Ku cium pelan kening anak ku, menetes air mata ini. kini aku akan berjuang untuk membesarkan tiara seorang diri. Walau kini jarak rumah kami dekat, aku tak akan membiarkan tiara menginap di rumah nya. Pasti dia sudah membawa istri yang di bilang nya cantik itu. Ku sapu air mata ini, benar aku mencintai mu mas, tapi teganya kamu mencaci ku terus menerus . Aku begini juga bukan karna aku yang mau.

Tiara sudah terlelap dalam pelukan ku, ku coba memejamkan mata, tapi cacian mas adit menggema di kepalaku. Ku cari gawai kuno yang sempat ku masukan tadi, walaupun kuno masih bisa nonton youtube. Ku pelajari cara olaraga melangsingkan badan.

Malam itu aku praktek, sulit memang. Apalagi badan ku yang masih pegal pegal setelah membersihkan rumah seharian. Tapi tekad ku kuat, hingga pukul dua belas aku menyerah setelah mencoba seluruh gaya olaraga, tinggal besok subuh. Setelah sholat subuh aku akan lari pagi. Ya aku harus cantik.

.....

Setelah menunaikan sholat subuh, aku membeli sarapan untuk ku dan tiara, tiara sudah ku mandikan dan siap berangkat sekolah. Hari ini aku mengantar tiara jalan kaki, biasanya mas Adit yang mengantar. Biarlah sekalian aku olaraga, ku gendong anak ku. Mulai dari jam enam aku sudah mengantarnya, sekolahnya cukup jauh tapi tak apa hitung hitung sekalian olaraga.

Seperempat perjalanan kami akan berhenti, tubuh ku memang sedikit lemah jika di ajak berjalan jauh. Lagi ku lanjutkan berjalan kaki.

Tin.. Tin... Bunyi klakson menghentikan jalan ku dan ku toleh ke belakang. Ternyata mas Adit yang sedang membonceng wanita yang memang cukup cantik berhenti di belakang kami.

" Tiara, ayo papa antar naik motor " Teriaknya kepada anak ku

Tiara mengeratkan pelukan nya dan menggeleng cepat.

" Kamu apain anak ku gembrot, pasti kamu manas manasin dia suapaya benci sama aku iya kan? " Tuduh nya

Semakin geram aku di buatnya, selama ini dia mau mengantar tiara di sekolah karna ada yang di incarnya bukannya aku tak tau, " Jangan fitnah mas, kalo dia gak mau aku bisa apa. Anak kecil saja tau kalo kamu itu gak baik " Bentak ku membalas omongan nya.

" Tiara mau sama mama " Pekik tiara dalam dekapan ku.

" Tunggu saja kamu gembrot, akan ku buat kamu menyesal sudah meracuni anak ku " Ancamnya

Mas Adit melajukan motor nya dan mendorong tubuh ku, hingga aku terjatuh ke tanah. Dan perempuan di bonceng nya itu tertawa melihat aku terjatuh. Warga yang melihat kejadian itu segera membantu ku bangun. Untung saja tiara aman dalam dekapan ku.

" Kamu gak papa mbak? " Tanya seorang gadis yang mengenakan seragam sma kepadaku.

" Makasih mbak, gak papa " Ucap ku menunduk malu, aku memilih pergi dari kerumunan warga. Bisa ku dengar banyak orang menyumpahi mas Adit, aku yang geram mengaminkan nya dalam hati.

Kami melanjutkan lagi perjalanan ke sekolah tiara, seragam tiara sedikit kotor. Ku bersihkan sebelum melepasnya masuk ke kelas.

" Nanti mama jemput ya nak " Ucapku ketika tiara menyalimin tangan ini. Tiara mengangguk dan meminta ku menunduk, aku mengikuti kemauan nya. Ternyata ia mencium pipi ku. Ku balas dengan mencium seluruh wajahnya.

Bel sekolahnya berbunyi, ia berlari dan meninggalkan ku di luar pagar. Ku pandangi anak semata wayang ku hingga ia memasuki kelasnya.

Tekad ku untuk olaraga setelah mengantar tiara semakin berkobar saat mendapat perlakukan kasar mas Adit barusan.

Aku berjalan hingga berlari kecil sepanjang jalan pulang, tak lupa aku menoleh kanan kiri mungkin saja ada lowongan yang tertera di dinding kaca toko.

Saat di pertengahan jalan pulang, ada kertas lowongan tertempel di dinding salon kecantikan. Kulihat lagi tubuh ini, apakah mungkin aku di Terima. Sebelum bejalan masuk aku berdoa, apapun yang terjadi yang penting aku berusaha.

" Permisi " Ucap ku setelah memasuki salon ini, salon ini cukup sepi, tapi pemiliki nya mencari pegawai. Ntahlah itu urusan mereka pikir ku

" Iya mbak, mau nyalon, Loh, ini mbak yang di serempet motor tadi ya? " Tanya nya. Ya Tuhan malunya aku, ingin rasanya kabur tapi sudah kecebur.

" Bukan mba, itu mantan suami saya dia cuma mendorong bukan menyerempet .maaf salon nya lagi cari pegawai ya? " Tanya ku hati hati.

" Loh mantan suaminya, kok gitu ya " Fokus mbak salon menanyai mantan suami ku. Sebenarnya tak perlu ku jelaskan sepertinya semua orang paham, orang yang di bonceng mas Adit cantik sedangkan aku gembrot begini.

" Mungkin lagi kesal mbak. Salon nya cari pegawai ya mbak ? " Tanya ku ulang.

" Iya kami lagi cari pegawai " Pemilik salon itu mengamati tubuh ku dari atas sampai bawah.

" Maaf mbak, sepertinya saya ngerti kenapa suami mbaknya gitu. Kerja disini saja, nanti saya ajarin cara ngerawat diri. tapi kerjanya cuma jadi tukang cuci rambut ? " Sambung pemilik salon

Aku mengangguk mengiyakan " Terimakasih mbak, aku memang lagi butuh kerja " Ucapku menyalami tangan pemilik salon.

" Panggil aja Ratna, kerjanya mulai besok ya, tapi gaji awalnya cuma satu juta. Kalo salon nya rame tak kasih bonus " Lanjut pemilik salon itu, senyum menggambang tercetak jelas di wajah ku. Terimakasih Tuhan, jalan hidup ini terasa di permudahkan.

Mbak Ratna yaitu pemilik salon memperaktekan cara mencuci rambut kepada ku, dan juga memberi tahu semua barang yang aku perlukan untuk pekerjaan ku, aku mengatakan jika aku memiliki anak yang harus ku antar jemput sekolah. Dan mbak Ratna tidak mempermasalahkannya dan memperbolehkan aku mengikut sertakan tiara di salon, karna mbak Ratna sudah berapa tahun menikah namun tak di karuniai seorang anak. Aku sangat berterimakasih kepadanya, sebelum pulang aku meminta no handphone mbak Ratna.

Rencana Tuhan memang ajaib, seperti sekenario telah di susun rapi. Masalah pekerjaan ku beres, aku tinggal membeli kebutuhan rumah. Karna tak mungkin aku makan selalu beli di luar, aku akan membeli kompor dan perabotan rumah lainnya yang seken. Biarlah aku mencicil sedikit demi sedikit. Akan aku buktikan kepada mas Adit, walaupun tanpa nya kami tidak akan jadi gembel di jalan.

Kompor bekas berserta tabung elpiji tiga kilo sudah tertata rapi di meja dapur. Keperluan mandi dan bumbu dapur sudah ku beli kemarin. Cukup lah ini dulu, uang ini harus ku hemat untuk tiara masuk SD. Aku mulai memasak karna tadi sempat belanja sedikit sayur.

Kami tak punya banyak perabotan, hanya kompor bekas, kipas pemberian mbah mina, perlengkapan dapur dari mbah mina. Kasur kapuk tipis juga dari mbah mina, dan juga kursi kayu untuk meletakan mangkok piring dari mbah mina. Yang penting bisa makan dan tidur sudah cukup untuk sekarang.

Jam menunjukan pukul sebelas, saatnya aku menjemput tiara, ku gunakan tabir surya pemberian mbak dewi kemarin dan payung hitam menemaniku berjalan menuju sekolah tiara.

Cukup lama aku berdiri di depan TK tiara, seorang ibu muda menghampiri ku " Loh bukannya mbak pembantu nya mas Adit ya " Seperti di tikam pisau aku mendengar ucapan perempuan di depan ku ini.

Kejutan apa lagi ini mas, tidak cukup kah kau menyakiti ku di rumah, harus kah aku menerima penghinaan juga di luar rumah. Panas matahari mengalahkan panas nya hati ku saat ini, akan ku buat kau memakan penghinaan yang selama ini ku Terima mas, tunggu saja.

jangan lupa meninggalkan jejak👣

tab love, comment and vote ya kk

biar author semangat update

terimakasih 😘😘🙏🏻

Terpopuler

Comments

ciru

ciru

cakeep.

2023-07-30

0

SEPTi

SEPTi

pengin istri nya cantik mulus tapi pelit dan ga boleh pakai skin care hello gimana bisa babang 🤣🤣🤣

2023-01-29

0

Nonny

Nonny

sudah ak masukin rak ka

2022-03-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!