" Mas... " Panggil Asih
' siapa perempuan cantik di depan ku ini, alamak seperti bidadari. Cantik sekali, tinggi, langsing, senyum nya membuat hati ku berdesir ' batin Adit.
Tanpa sadar, tangan Adit terulur hendak menyentuh Asih, iler nya telah dua kali menetes, tes.. tes.
Plak... Bu sumi menepis tangan Adit yang mengulur ke arah Asih.
Hingga kenyataan kembali melingkupinya, ia mengusap bibir nya. Dan menoleh ke arah bu sumi.
" Ada apa ini bu? " Tanya Adit lagi.
" Mas .... " Suara Asih lembut sekali.
Seketika Adit salah tingkah di panggil selembut itu oleh Asih, tak lama dahlia muncul.
Adit menyunggingkan senyum termanis nya " Maaf adek siapa ya? " Suara nya di buat selembut mungkin.
" Mas lupa sama saya? " Tanya Asih yang masih tersenyum mengejek melihat kelakuan mantan suaminya, tapi Adit melihat jika Asih tersenyum manis kepadanya.
" Hehe maaf mas lupa, kamu siapa ya? Sepertinya jodoh saya yang tertunda " Goda Adit, dahlia yang mendengar lantas menepuk keras badan suami nya.
" Apaan kamu ini dahlia" Geram Adit. Membuat dahlia menggenang air mata.
" Saya mantan istri mu, kamu lupa mas. Asih cahya utami " Ucap Asih lantang.
Adit mundur beberapa langkah, ia tertegun. Menatap tak percaya, berkali kali ia mencubit dirinya, apakah ia sedang bermimpi. Tidak, rasa sakit itu nyata.
APA!!! , tidak.. Tidak mungkin, bagaimana bisa Asih yang jelek gembrot item jerawatan berubah menjadi bidadari dalam waktu satu bulan. Bahkan perhiasan di tubuhnya terlihat mewah.
" Haha... Adek jangan gitu, kamu ih suka bercanda. Mantan istri saya jelek, item gembrot, sedangkan kamu cantik jelita bagai bidadari surga " Puji nya.
Bu sumi menggeram marah mendengar Adit memuji Asih " Adit, jangan buat ibu malu! " Sentak nya. Dan membuat dahlia menghentakan kaki kemudian meninggalkan mereka.
Adit tak mengubris peringatan bu sumi, maupun perlakuan dahlia. Ia hanya fokus menatap gadis cantik di depannya.
Ratna yang mendengar, memasang raut wajah jijik. ' amit amit Asih, kok bisa kamu dapet laki model begini ' batin Ratna.
Asih mengeluarkan surat cerai yang di kirimkan oleh Adit, dan membentangkan surat itu ke hadapannya.
" Bukan kah kamu yang mengirim surat cerai ini mas, sepertinya ini bukti yang cukup kuat " Jelas Asih.
Mata Adit membulat seketika, " A... A.. Asih " Ucapnya terbata bata masih tidak percaya.
" Iya, aku kesini menghadiri undangan yang kamu kirimkan bersama surat ini mas. Dan aku juga ingin mengucapkan terimakasih atas penghinaan yang ku Terima selama menjadi istri mu. Terimakasih mas, cacian mu membuat ku bangkit. Dan bisa menjadi seperti sekarang. Kado serta amplop spesial dari ku jangan lupa untuk membuka nya. Kami permisi " Ucap Asih yang hendak berjalan meninggalkan keluarga bermulut busuk ini.
Adit memegang tangan Asih, sehingga membuat Asih berhenti berjalan. " Kita bukan muhrim, lepaskan tangan mu mas " Sentak Asih.
" Kamu.. Bagaimana bisa... "
" Mengapa tidak bisa, ini semua berkat semua caci maki mu, aku berubah. Dan ingin membuktikan jika aku bukan lagi Asih yang jelek dan gembrot yang sering keluar dari mulut busuk mu. Lepas " Sela Asih yang menarik tangannya.
" Ta... Tapi... " Adit seperti tidak rela melepas tangan Asih.
" Lepas, ini baru awal mas. Nikmatilah kejutan ini, tunggu kejutan selanjutnya dari ku " Bentak Asih sebelum meninggalkan mereka yang dulu sering mencaci maki dirinya.
Tangan Asih terlepas, Adit hanya mematung melepas kepergian Asih. Rasa bersalah, dan ingin memiliki Asih lagi mengobar di hati adit.
Hingga tepukan keras bu sumi menyadarkan anak laki lakinya itu kembali kepada kenyataan.
........
(Adit pov)
Astaga aku tak percaya jika mantan istri ku bisa berubah secantik bidadari. Rasa bahagia ku duduk di pelaminan ini menguap entah kemana.
" Mas.. " Panggil dahlia
" Mas Adit " Panggil nya lagi, sebenarnya aku tau. Hanya saja aku malas menoleh ke arahnya.
Plak... Tangan ku di tepak dahlia.
" Apa! " Bentak ku.
" Mas, kamu membentak ku " Matanya berair. Astaga apa yang kulakukan, mati aku jika bapak dahlia melihat anaknya menangis di pelaminan.
" Maaf sayang, mas gak sengaja. " Ucap ku sepelan mungkin. Dahlia mengabaikan ku.
" Mas, kamu masih sayang sama mbak Asih ? " Tanya dahlia, menyelidik mataku.
" Mana ada dek, mas tadi cuma kaget. Mas masih cinta sama kamu, walaupun di berubah cantik mantan ya tetep mantan dek " Ucap ku menenangkan dahlia.
" Awas kalo kamu masih cinta mas, ku potong anu mu mas " Tatapan dahlia melihat sesuatu itu membuat ku bergidik ngeri, cepat cepat ku tutupi pakai bantal sofa.
" Sudah dek, ayo kita berdiri. Kamu kan suka nyanyi. Kenapa gak nyanyi aja hari ini " Bisik ku mengalihkan pembicaraan.
" Aku lagi gak mood, " Jawabnya singkat padat dan jelas.
Bulan malam ini bersinar sangat indah, tapi tidak dengan hati ku. Sedikit rasa bersalah menyusup di hati ini, dulu Asih selalu menolak saat aku menyuruhnya menjadi cantik. Sekarang, hanya dalam waktu sebulan perubahannya drastis sekali. Apa kata kata ku terlalu kasar kepadanya, dan mengores luka yang sangat dalam, sehingga ia bertekad merubah dirinya menjadi selebriti.
Huhf, penyesalan itu memang selalu di akhir. Tapi uang dari mana sehingga Asih bisa menjadi cantik dalam waktu instan. Krim muka yang sempat di belinya dulu saja harganya tidak murah. Hingga aku kesal dan membuangnya ke kotak sampah kala itu.
Apa Asih menjadi simpanan om om, atau sudah mempunyai lelaki baru. Tanpa sadar tangan ku terkepal kuat, tak akan ku biarkan Asih menikah lagi. Jujur saja aku menceraikan Asih karna aku malu mempunyai istri tidak pandai merawat diri, namun aku masih sedikit mencintainya. Aku tak sudi jika ada lelaki lain yang menjadi suaminya sekarang.
" Mas " Panggil dahlia.
" Apa dek ? "
" Ngapain mas melamun di sini? , mikirin mbak Asih ya? " Tuduh dahlia padaku.
Aku merangkul istri yang baru ku nikahi " Mas mikirin malam pertama kita dek, oh ya kado pernikahan kita belum di buka ya? " Dahlia hanya menganggukan kepalanya.
" Mas mau buka kado pernikahan dulu? "
" Iya mas penasaran kado spesial dari Asih " Bisik ku sepelan mungkin agar tidak di dengar dahlia.
" Iya ayo, setelah buka kado. Kita buka yang lain dek " Ku picing kan sebelah mata ku menggoda dahlia.
Dahlia mencubit perut ku manjah...
Semua kado telah kami buka, isinya ya seperti kado pernikahan pada Umumnya, sprai, handuk, dan perabotan rumah. Tinggal kado dari Asih, kado terbesar dari semua kado yang kami dapatkan. Ku ambil kado bergambar kelinci yang bertuliskan playboy di bagian bawahnya, sedikit kesal sebenarnya. Namun sudahlah toh ini hanya bungkus kado yang penting isinya.
Ringan sekali isi kado ini, ternyata Asih memasukan isinya ke dalam kardus rokok gudang garam. Bisa di bayakan sebesar itu ia memberikan kado spesial. Saat aku akan menyobek nya, tangan ku di hentikan dahlia.
" Bismillah mas, siapa tau bom " Bisiknya.
" Mana ada bom seringan ini dek " Jawab ku acuh.
Ku sobek bagian atas kardus kado Asih, isinya adalah gulungan tisu toilet. Lengkap dengan harganya. Dan ada tulisan di dinding bagian dalam kardus. " Maaf mas, ini kado buat dahlia kado mu ada di amplop. Dahlia pasti membutuhkan nya untuk menghapus air mata setelah kau puas mencaci maki nya nanti. Ku harap bungkusan itu tidak terbuka, biarlah hanya aku yang makan hati menikah dengan mu. "
" Apa maksud nya ini mas? " Tanya dahlia setelah membaca.
" Begitulah dek, aku hanya menyuruh nya mengurus badan, tapi dirinya sendiri yang tak mau. Malah menyalahkan ku yang menegur nya. Sudah jangan di hiraukan. Mana amplop pernikahan kita, ayo sekalian kita buka " Ku tarik kotak amplop di sudut ruangan.
" Aku pasti merawat diri ku mas, setiap minggu ke salon. Setiap hari luluran, biar kamu betah di rumah mas " Jelas dahlia senyum senyum.
Ku abaikan hayalan dahlia, dia pikir ke salon murah. Biarlah ku iyakan dulu malam ini, aku ingin malam pertama yang mendebarkan jika langsung ku tolak dan dahlia ngambek lewat pasti malam pertama ku.
Semua amplop telah kami buka, isinya ya uang, ada yang ngasih dua ribu kebangetan memang, paling tebel adalah amplop Asih yang belum kami buka.
Aku dan dahlia sama sama tersenyum melihat amplop setebal itu, tapi dari mana Asih mendapatkan uang sebanyak ini. Sudah lah namanya rejeki gak boleh banyak mikir, langsung saja ku sobek amplop itu perlahan takut uang nya juga ke sobek, sebagian isinya adalah kwitansi kontrakan, dan nota nota yang selama ini di bayar menggunakan uang Asih.
" Apa isinya mas, astaga ku kira uang mas. Ternyata nota, kebangetan mbak Asih ini mas " Cerca dahlia.
Ku lemparkan semua nota itu, ternyata ia tak ikhlas selama ini membayar sewa kontrakan menggunakan uang pribadinya. Spesial sekali kado mu Asih , lihat saja besok ku datangi kontrakan mu.
" Sudah dek, dari pada pusing. Mana baju mu yang waktu itu mas suruh simpen dek, mas mau liat kamu pake baju itu lagi " Rayu ku menoel noel pipi dahlia dan mengedip ngedipkan mata.
Dahlia membuka daster nya, alamak ia memakai baju bolong bolong. Ku dekati dahlia. Hendak mencium bibirnya, namun ia menghadang mulut ku dengan ekspresi sulit di baca.
" Sikat gigi dulu mas, bau " Ujarnya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
terimakasih kakak sudah mendukung karya receh ku 🙏🏻
komentar lucu nya buat author semangat ngetik 😁
jangan lupa meninggalkan jejak ya kk
please vote, tab love and comment 🙏
sekali lagi terimakasih 😘
love you guys 🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
ciru
cakeep.
2023-07-30
0
Anonymous
lL
2023-06-01
0
Sukarmi Iskandar
kado itu harusnya membuatmu berfikir Adit sejauh mn km membuat istrimu bahagia
2021-11-17
0