( author pov)
" Dek, test pack yang mas beli udah di coba belum? " Tanya Adit yang sedang duduk berdua di taman menikmati semangkok ice cream berdua dengan istri barunya.
Dahlia menunduk lesu " Sudah mas, " Jawabnya pelan, tanpa mau meneruskan ucapannya.
Adit yang sedari tadi melihat ke arah cewek cewek seksi yang juga membeli ice cream, menoleh mendengar dahlia mengatakan jika alat tes kehamilan telah di gunakan dahlia. Namun respon wajah yang di tangkap nya berbeda dengan kemauan hatinya.
Ia menyelidiki dahlia yang tertunduk dalam.
sebenarnya semenjak duduk di kedai ice cream sudah membuat dahlia bad mood, bagaimana tidak Adit hanya memesan satu wadah ice cream ukuran kecil dan tak memakai topping apa pun, berbeda dengan janjinya semalam saat Adit meminta jatah berulang ulang kali pada dahlia hingga ia kelelahan dan tak mau lagi, tapi Adit menjanjikan akan mengajaknya makan ice cream di kedai favorit nya dengan ukuran jumbo akhirnya ia setuju karna sejak lama ia sangat menginginkan ice cream dengan semua topping dan semua rasa, membayangkannya saja membuat air liur nya menetes, tapi apa yang di dapatnya hanyalah ice cream dengan ukuran yang paling kecil minus topping.
Belum lagi mata Adit yang berkeliaran kemana mana, menganggap dahlia hanyalah patung dan puas menggoda para perempuan cantik mengenakan hotpants pendek layaknya memakai dalaman.
" Loh kamu kenapa? Hasilnya negatif? " Adit bisa menebak dari raut wajah dahlia yang masam, lesu dan tak semangat.
Dahlia membanting sendok ice cream yang sejak tadi di tahannya, berusaha untuk tidak melempar sendok itu ke wajah Adit. Bunyi bantingan sendok dahlia mengejutkan Adit, Hingga pengunjung lain melirik ke arahnya.
Adit terkejut terhadap respon dahlia
Apakah pertanyaan ku salah, harusnya aku yang marah mengapa selama ini berhubungan tapi dahlia tak kunjung hamil, apakah dahlia mandul secara aku sudah memiliki anak, lalu mengapa dahlia yang marah. Batin Adit menyalahkan dahlia yang marah tanpa sebab.
Dahlia berdiri tanpa menoleh ke arah suaminya yang terkejut akan tindakan nya barusan. Ia berjalan cukup jauh, malas melihat wajah Adit. Janji yang tak sesuai, mata keranjang. Dulu ia selalu memuja dahlia mengatakan jika hanya dirinyalah wanita tercantik di dunia, bahwa Adit hanya memandang dirinya dan tak akan melirik wanita lain, sekalipun wanita itu sangat menggoda iman lelaki. Tapi kenyataannya, pernikahan mereka baru berjalan beberapa minggu, Adit seakan lupa semua perkataan manisnya. Nasi sudah menjadi bubur, ia tak mau menjanda dalam waktu dekat, pernikahan pertamanya hanya beberapa minggu, tidak mungkin pernikahan kedua nya juga berakhir sama.
Tak terasa bulir bening lolos dari mata dahlia, menahan gumpalan kekesalan terhadap Adit.
Adit bergegas mengejar istri baru nya itu setelah membayar ice cream yang di janjikan nya semalam. Harga ice cream di kedai ini terbilang sangat mahal bagi Adit, dirinya pikir dua puluh ribu cukup untuk ice cream porsi jumbo beserta semua topping nya. Nyatanya uang yang di milikinya hanya cukup membeli ice cream porsi kecil minus topping. Sungguh ia sangat kesal terhadap dahlia, masa saat ia meminta hak nya harus dengan berbagai syarat agar dahlia mau melayani dirinya. Dulu saja saat asih menjadi istrinya, asih tak pernah mengeluh saat Adit meminta jatah walaupun harus berulang ulang kali. Mengapa dahlia harus marah, bahkan menolak jika Adit tidak memberikan sesuatu yang menyenangkan hatinya.
Klakson motor Adit tak di gubris dahlia, ia tetap berjalan dengan mata sembab.
Sikap dahlia membuat Adit bertambah geram " Naiklah dahlia, jangan seperti anak kecil!" Bentak Adit di tengah jalan.
Dahlia berhenti, mengusap kasar air matanya. kemudian menoleh dan menatap tajam ke arah Adit. Yang di balas tatapan tak kala tajam oleh empuhnya mata.
Cukup lama mereka saling mencaci di dalam hati, hanya melalui tatapan api membara di hati mereka berkobar.
Dahlia memberhentikan gojek, ia tak peduli tatapan nyalang dan teriakan marah Adit saat dirinya menaiki motor gojek di bandingkan duduk di belakangnya.
Adit yang terlalu kesal akan tindakan dahlia malas mengikuti nya, ia melajukan motornya menuju rumah Asih, hendak menjemput tiara.
Sampai di kontrakan Asih, ia mendengus kasar menatap nyalang pada gembok pintu rumah Asih.
Jam hampir menujukan waktu magrib, namun kemana perginya Asih. Apa mungkin ia pindah rumah? Pikir Adit.
Lantas ia turun dari motor hendak menggedor rumah tetangga Asih. Belum sempat ia mengetuk pintu, mbak dewi berjalan ke arah rumah Asih. Adit mengurungkan niatnya mengetuk pintu, dan menghampiri mbak dewi yang bediri tepat di depan pintu rumah Asih.
" Maaf mbak, boleh tanya? Apa pemilik rumah ini pindah ya?" Tanya Adit sopan ketika menghampiri istri Reno yang terbilang sangat cantik itu.
" Kamu? " Tanya Mbak dewi setelah melihat Adit yang bertanya ke padanya.
" Saya ayahnya tiara mbak, boleh tau kemana pemilik rumah ini mbak? Saya mau menjemput anak saya tiara, " Jelas Adit.
" Asih sama tiara gak ada disini, pulang aja kamu, " Usir mbak dewi dingin lantaran masih kesal jika mengingat cerita Asih yang di zolimi suaminya.
" kok gitu jawabnya mbak, saya nanya baik baik loh. Mbak yang pegang kunci rumahnya, pasti tau dimana anak saya! " Ucap Adit yang suaranya sudah naik dua oktaf
Mbak dewi yang semula cuek kini menatap nyalang ke arah Adit. " Buat apa kamu nanyain anak asih? belum puas kamu buat Asih menderita selama ini? Aku tau pun gak bakalan aku kasih tau, mau apa kamu! " Tegas mbak dewi akhirnya.
Adit yang semula panas akibat perilaku dahlia, kini tambah meradang mendengar celotehan mbak dewi yang menambah panas hatinya.
" Saya ini ayahnya walaupun bukan lagi suami Asih, mbak punya hak apa ngatur saya gak boleh bertemu dengan anak saya?, kalo gak mau kasih tau nanti saya lapor pihak berwajib, " Ancam Adit yang di balas tatapan meremehkan mbak dewi.
Reno yang berjalan hendak menyusul istrinya mendengar suara dewi bersahutan dengan suara laki laki dari kejauhan seperti sedang bertengkar. Hingga melewati tikungan kontrakan asih, Reno melihat sangat istri yang berdebat dengan mantan suami asih.
Walaupun tidak dekat dan jarang ngobrol, Reno yang aktif ronda malam tau jika Adit adalah mantan suami Asih karena dulu sempat menabrak ayam tetangga pak Rt saat malam hari, ketika mereka baru menjadi warga kampung ini.
Adit menoleh ke arah Reno yang baru datang, melihat lawan debatnya berhenti sejenak dan memandang ke depan membuat dewi juga ikut menoleh ke belakang, ia tersenyum manis ke arah suaminya. Dan kembali memandang sinis ke arah Adit.
Bantuan datang, bisik dewi dalam hati.
" Ada apa dek? " Tanya Reno yang telah berdiri di samping dewi.
Saat dewi membuka mulutnya, hendak megadu. Adit menyela " Maaf mas, saya cuma mau tanya pemilik rumah ini kemana?, apakah pinda atau sedang pergi, soalnya saya mau jemput anak saya tiara, " Jelas Adit setelah melihat Reno. Ia tak begitu megenali suami dewi tersebut, pasalnya Adit tak pernah ikut ronda malam belum lagi Adit tak pernah berkumpul bersama para bapak dan bujang kampung ini.
Dewi menjelit kan matanya, saat ia membuka mulut hendak membalas perkataan dan pertanyaan Adit, Reno mengeluarkan suara santainya " Maaf mas, istri saya lagi hamil muda. Mungkin hormon ibu hamil jadinya mudah tersinggung. Pemilik rumah ini lagi di rumah sakit mas, anak mas tadi siang jatuh dari pohon kakinya patah, tapi alhamdulillah sudah di tangani dokter sekarng tiara masih di rumah sakit berserta ibu nya. " Jelas reno yang di balas plototan tajam dewi.
Apa apan mas Reno, lancar sekali mulutnya. Maki dewi dalam hati.
" Mas.. " Pekik dewi menoleh ke arah lelaki seranjangnya.
Adit memtung di tempat, ia sedikit syok. Walaupun selama ini dirinya tidak begitu memperdulikan tiara, namun tiara adalah darah dagingnya sendiri, perasaan dan ikatan ayah anak tak bisa di putus semudah itu hanya karna perpisahan kedua orang tua.
Sedikit denyutan di hati membuat Adit menggenggam erat tangannya. Rasa cemas, takut dan khawatir menari nari di hatinya. Menyoraki nya, menyemangati perasaan cemas itu agar semakin manjadi besar.
" Terimakasih mas, boleh tau rumah sakit nya dimana, dan juga nomor kamar nya , " Keluh Adit lemah.
Saat dewi hendak membuka suara, lagi lagi Reno menyela nya.
" Ruang lily kamar no xx, " Jawab Reno, yang di balas anggukan serta ucapan terimakasih Adit sebelum ia meninggalkan kedua pasangan suami istri itu.
Adit melajukan motor kesayangannya yang sudah nunggak dua bulan itu membela jalan raya menuju rumah sakit tempat buat hatinya di rawat.
Sedangkan dewi tak hentinya melototi serta memarahi Reno yang memberitahu jika tiara dirawat, ia tak ingin asih yang sudah sedih karena tiara dirawat ditambah tekanan dari mantan suami nya yang tak tau diri itu.
Reno mengerti kecemasan istri nya, namun dirinya yang juga sebagai seorang ayah mengerti kekhawatiran yang dirasakan Adit. " Sudahlah dek, mas bisa ngerasain perasaan Adit. Dirinya pasti cemas luar biasa, " Jelas Reno
" Buat apa dia khawatir, dulu saat tiara masih sehat batang idung nya aja gak kelihatan. Sok sokan khawatir cemas, tambah gerem aku kalo inget cerita Asih. Sudah, kita langsung ke rumah sakit aja. Makan nya beli di jalan aja, khawatir aku ntar Asih di apa aapin sama orang gak waras itu, " Cecoros dewi yang di balas deheman halus Reno.
🏥🏥🏥🏥🏥🏥
Setelah memasuki parkiran rumah sakit, Adit setengah berlari menuju resepsionis hendak menanyakan dimana letak ruangan lily.
" Permisi... " Ucapan Adit menggantung setelah ia melihat Asih serta para perawat yang mendorong bankar tiara melewati lift menuju pintu keluar.
Deguban jantung nya seakan berhenti berdetak, melihat anak satu satunya tertidur lemas dengan kaki yang di ikat dan selang oksigen menutup hidung serta mulutnya.
Adit mematung, kakinya sulit beranjak, seakan lantai membalut kakinya dan enggan melepaskan balutan itu, Rasa cemas kini berganti menjadi rasa takut.
" Selamat siang Pak, ada yang bisa saya bantu? " Tanya resepsionis melihat Adit yang semula ingin bertanya mengurungkan niatnya.
Adit tak menggubris pertanyaan resepsionis, ia berlari secepat mungkin mengejar asih serta tiara.
Setelah cukup dekat Asih menoleh " Mas Adit, " Bisiknya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
hallo kk, sudah lama tidak bertegur sapa, basa basi author yang gak jelas 🤭
maaf ya kk readers author baru update.
episode kali ini, bikin nya lamaaaaaaa sekali. udah di cicil di edit edit ulang, di hapus lagi tulis lagi hapus lagi. hahaha 🤣🤧
jangan lupa meninggalkan jejak ya kk
terimakasih 🙏🏻🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
ciru
cakeep
2023-07-30
0
Sukarmi Iskandar
duuuh kenapa Reno ngasih tau sihhhh
2021-11-17
1
Alecia Ajahwa
Nex kilat thoorrr
2021-10-30
1