( Adit pov )
" Aaadittt, " Teriak ibu ku dari depan rumah.
" Apa sih bu, kayak di hutan aja " Sahut ku menghampirinya ke ruang tengah.
" Ibu sudah dapet buku nikah kamu, cepetan di urus biar ibu bisa punya menantu cantik. Temen temen arisan ibu sering bawa menantu nya dit, malu ibu ini kalo bawa mantan istri kamu itu. Jelek nya minta ampun. Cepetan urus, biar kamu bisa nikahi dahlia janda kembang itu " Pekik ibuku antusias.
Ibu memberiku buku nikah kami, ku buka sekilas buku itu mengintip foto di dalamnya. Jujur saja dulu Asih adalah kembang desa, cantik, putih mulus, mata nya belok, hidung nya mancung, badannya ramping, bulu mata lentik, dan tak ada satu pun jerawat di wajah mulus nya. Aku tergila gila pada nya, dari sekian banyak yang melamarnya, asih memilih ku. Astaga, seperti menang lotre ratusan juta bahagianya.
Awal menikah aku masih megagumi kecantikannya, temen sejawat ku semuanya iri ketika aku mendapatkan asih. Selain cantik, asih pintar masak, dan lemah lembut. Apa tidak bahagia aku menikah dengan bidadari sesempurna asih.
Tapi, setelah cukup lama menikah badannya makin lama, makin gembrot, Kulit nya gosong, wajahnya muncul banyak jerawat. Setiap kali aku memintanya diet, selalu aku yang di salahkan.
" Kamu ini gak malu badan gembrot, kalo kamu gak malu, aku yang malu. Diet, awas kalo kamu makan malem ini! " Ancam ku yang sudah sangat malu mempunyai istri gak bisa ngurus badan.
" Aku begini, karna hormon KB mas " Sahut nya.
" Ya sudah gak usah lagi kamu suntik KB, gitu aja gak bisa mikir " Bentak ku kesal padanya.
" Kalo aku gak suntik KB, mas harus pakai pengaman. Aku gak siap punya anak lagi " Jawab nya yang setengah menangis, bergetar hati ini melihat air matanya. Tapi jika tidak di bentak bakal ngelunjak.
" Aku gak mau pakai pengamanan, gak enak. " Sela ku. Aku ini lelaki setia, walaupun istri ku jelek tapi aku tak suka jajan di luar. Lagian kalo kena penyakit kel*min aku juga yang susah, cukup pak bos yang jadi korban. Aku mah ogah.
" Itu salah kamu mas, aku sudah kasih solusi. Kamu yang nggak nyanggupi, mau pasang spiral katamu mahal. Aku harus gimana? " Isaknya.
" Gak usah nangis, pikirin gimana caranya badan kamu itu gak gembrot lagi, gak jelek lagi. Malu aku di ejek temen kantor " Bentak ku, kutinggalkan asih yang menangis sendirian di kamar.
.....
Ku simpan buku nikah, besok saja ku urus perceraian ini, semakin cepat semakin baik. Sudah berapa hari aku kesepian.
Aku ambil jaket di dalam lemari, dan berjalan ke depan kaca, sedikit krim rambut ku oleskan, dan tak lupa menyemprot parfum. Asiap abang ganteng datang dek dahlia.
" Wangi sekali, mau kemana kamu dit? " Tanya ibu yang menonton TV.
" Mau ngapel bu, katanya gak sabar mau jadiin dahlia menantu. Do'ain Adit ya bu " Ku ambil tangan ibu dan menciumnya.
" Amin, jangan lupa bawain makanan. Jangan bikin ibu malu, ngapel tangan kosong. Nanti kalo kamu sudah menikah, bisa ibu bawa jalan si cantik itu. Gak malu lagi ibu sama temen arisan," Senyum ibu bahagia, sebahagia hati ini yang tak sabar menjumpai dek dahlia.
" Siap bu, Adit pergi dulu ya, " Ucap ku. Ibu hanya mengangguk dan kembali fokus menonton TV.
Semenjak asih pergi, ibu jadi sering berkunjung ke rumah ku. Takut aku tak makan alasannya, padahal selama asih pergi aku selalu makan di luar. Jika aku menikah nanti bisa menghemat pengeluaran, kan ada dahlia yang memasak.
Ku pacu roda dua ini seraya bersenandung riang.
" 𝘋𝘢𝘩𝘭𝘪𝘢.. 𝘋𝘢𝘩𝘭𝘪𝘢 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘬𝘶, 𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢 𝘮𝘶. 𝘊𝘪𝘯𝘤𝘪𝘯 𝘦𝘮𝘢𝘴 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘮𝘶𝘳𝘯𝘪 𝘪𝘵𝘶, 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮𝘱𝘪𝘯𝘨𝘪 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘬𝘶 ... Aseekk "
Ku parkir kan motor di depan rumah panggung orang tua dahlia. Suara langkah kaki di rumah kayu itu terdengar jelas
" Mas... " Pekik dahlia dari atas.
Dahlia adalah seorang janda kembang, suaminya meninggal saat mereka belum sempat mempunyai momongan.
" Dek dahlia, mas kangen " Ujar ku , saat sudah sampai di hadapannya.
" Mas, adek juga kangen " Jawabnya, hendak mencium bibir ku. Lantas ku tutup mulut dahlia dengan tangan ku. Kalo di liat bapaknya bisa berabe.
" Dek, belum halal " Bisik ku, mengajaknya duduk di tangga rumah orang tua dahlia.
" Mana ibu sama bapak dek, mas bawa martabak buat orang tua kamu " Ucap ku selembut mungkin.
" Bapak sama ibu pergi ke kampung sore tadi mas, kita masuk saja ya. Banyak nyamuk disini " Ajak dahlia, memang sedari tadi ia menepuk nepuk nyamuk.
Kami berjalan menaiki tangga bersama, jantung ku berdetak lebih cepat setelah mengetahui jika hanya aku dan dek dahlia di rumah ini.
Dahlia mengambil martabak yang ku letakan di meja, memindahkan nya ke dalam piring. Sedangkan aku duduk di depan televisi, pura pura menonton.
" Mas... Adek baru beli baju baru " Alamak suaranya manis sekali.
ku pandang dek dahlia. Montok dan seksi, ulala baju baru nya sangat mengoda iman lelaki, bagaimana tidak belahan dada yang sengaja di turunkan nya, belum lagi dress ini rok nya naik sampai ke pangkal paha.
Dek dahlia tersenyum jahil dengan maksud tersembunyi, naik turun jakun ini memandang dek dahlia sang pengisi hati.
Istigfar Adit, bisik hati nurani ku.
Sengaja dek dahlia duduk menghimpit ku, di letakannya tangan ini pada pahanya yang mulus dan seksi. Bergetar tangan ku, bimbang ingin naik atau turun, atau naik turun mengelus elus.
Bayangan pak bos yang kesakitan akibat penyakit kel*min terlintas, lantas ku tarik tangan ku. Pak bos mengajari jika ingin menikah nanti harus di cek dulu, apalagi dahlia sudah pernah bersuami. Berguna juga mempunyai bos yang suka jajan.
" Dek belum halal " Alasan ku, sedikit bergeser aku kesamping.
Mukanya sedikit cemberut, namun masih cantik " Kapan di halalin mas " Rengek nya dengan bibir manyun
" Mas urus surat cerai nya dulu dek, besok mas urus. Nanti kalo sudah selesai, mas datang sama ibu meminang kamu. Kita bisa melakukannya tiap malam dek " Bujuk ku pada dek dahlia.
Senyum mengambang di bibir seksi nya, " Beneran ya mas, adek sudah gak sabar, " Ucapnya manjahh.
" Ganti baju dulu dek, simpan untuk malam pertama kita. Mas suka baju nya, kalo bisa yang banyak bolong nya mas lebih suka lagi " Bisik ku, membuatnya tersipu malu. Dahlia kembali ke kamarnya, dan keluar mengenakan pakaian biasa.
Lama aku mengobrol dengan dek dahlia. Ternyata dahlia di jodoh kan, suaminya adalah juragan beras tapi sayang dahlia istri ketiga dan tak punya anak jadi ia tak mendapatkan warisan apapun dari mendiang suami. Ikut prihatin aku mendengar cerita masa lalu dahlia.
Malam semakin larut, aku berpamitan dengan dahlia. Ia mencium pipiku saat aku berada di atas motor. Aku tersenyum bahagia sepanjang perjalanan pulang.
Tiba di belokan gang, aku ingin mengintip kontrakan baru mantan istri ku, maaf saja aku kangen kepadanya. Aku sangat kangen kepada putri ku yang manis itu, ternyata rumah nya di tutup. Besok saja, aku akan mengantar tiara ke sekolah, sekalian melihat ibu muda yang cantik cantik.
Pagi ini aku telah siap, aku mau menjemput dahlia dulu sekalian mengenalkannya kepada tiara, jika nanti ia akan memiliki mama baru.
Dari jauh aku melihat dahlia menunggu di depan rumah nya " Dek ayo " Lantas dahlia naik motor dan memelukku erat, sehingga kedua gunungnya tercetak jelas di punggung ku.
" Mau kemana kita mas? " Tanya nya, aku belum memberi tau kepadanya semalam.
" Mau antar anak mas sekolah, kamu harus bertemu dengan nya. Kan nanti kita mau menikah, kamu akan jadi ibu nya juga " Jelas ku.
Aku menunggu tiara di depan gang, tapi sudah lima menit asih tak kunjung muncul. Akhirnya aku memilih masuk dan langsung menuju rumah Asih. Loh pintunya di gembok, padahal ini baru jam enam tiga puluh. Tiara masuk sekolah jam tujuh.
Ku telusuri jalan menuju sekolah tiara, ternyata asih yang mengantarnya jalan kaki. Kalo mau susah ya susah sendiri, ngapain ngajak anak ku juga ikut susah jalan kaki. Membara hati ini melihat tiara yang sedikit lelah dalam gendongan asih.
Lantas aku berhenti dan mengklakson nya dari belakang, asih dan tiara menoleh. Tapi tiara seperti ketakutan melihat ku. Dan tak mau ku ajak naik motor, lebih milih susah bersama mama nya yang gembrot. Apa lagi ini, berani beraninya gembrot itu meracuni pikiran anak ku, membuat nya benci kepadaku padahal yang salah dia tak mau mengurus badan, dan membuat ku benci kemudian menceraikannya.
Dengan amarah yang mendidih, ku dorong tubuh gembrot nya hingga terjungkal ke tanah. Sesaat aku lupa jika asih menggendong tiara. Ku tolehi lagi mereka, untung anak ku itu tak terluka. Jika saja ia tak meracuni pikiran anak ku, aku tak mungkin mendorongnya dan membuat tiara juga ikut terjatuh.
" Siapa itu mas? " Tanya dahlia saat kami sudah jauh.
" Mantan istri ku dek, yang di gendong tadi anak ku " Jawab ku lesu, hati ini masih dongkol.
" Ampun, jelek banget mas. Kenapa kamu mau sama dia, ih aku aja gak banget ngeliatnya mas. Jijik " Ucap dahlia yang duduk di belakang ku.
" Dulu dia cantik dek, tapi semenjak menikah jadinya gitu. Gak mau ngurus diri " Jelas ku.
" Aku gak mau kayak gitu mas, aku pasti rajin ngurus diri. Kamu bakalan aku buat bahagia mas " Pelukan dahlia makin erat di punggung ku. Kekesalan kepada asih hilang ntah kemana, memang tidak salah aku memilih dahlia sebagai pengganti asih.
...........
Hari ini aku mengurus surat perceraian, tinggal menunggu sidang. Jika asih tidak datang, maka prosesnya lebih cepat. Pintar sekali ibu ku, saat mengambil buku nikah asih sudah di ancamnya.
Tunggu undangan pernikahan dari ku Asih, ku pastikan kau akan mengemis meminta kembali lagi padaku setelah mendengar aku menikah lagi.
Mohon dukungannya kakak 😘
Dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak
Tab love and comment
Biar author semangat update 🙏🏻😁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
ciru
cakeep .
2023-07-30
0
Nonny
cari aja suami baru hhiii
2022-03-03
0
Misnidar
ihhh tak tonjok tuh mulutnya mantan nya asih 😡
2022-02-23
1