Asmiranda

( Asih pov )

Sebulan kemudian.

" Huh... Hah.. Huh... Hah... Huh.. Hah " Suara nafas ku, setelah berhasil lari 30 putaran joging santai.

Langit sudah menjelang sore. Aku memakai jaket hoodie pemberian mbak Ratna, kemudian masker muka untuk menutupi wajah ku.

" Tiara.. " Teriak ku melihat malaikat cantik ku yang sibuk bermain bersama dodi dan mbah mina.

" Assalamu'alaikum mbah " Ku buka masker muka dan mencium tangan mbah mina.

" Waalaikum salam nak, sudah pulang joging ? " Tanya mbah mina.

Aku mengangguk dan tersenyum " Sudah mbah, bentar lagi magrib Asih pamit pulang ya mbah ". Pamit ku pada mbah mina, yang selama sebulan ini ku titipi tiara padanya.

" Tiara ayo pulang, nak " Teriak ku

" Ayo salim sama mbah mu, " Tiara melakukan yang ku perintah.

" Kami pulang yo mbah, ini ada sedikit rejeki mbah, terimakasih sudah menjaga tiara selama Asih sibuk kerja " Ku selip kan beberapa lembar uang merah ke dalam tangan mbah mina.

" Jangan sih, kamu nanti butuh. Banyak sekali ini. Mbah ikhlas jagain tiara " Teriak mbak mina, saat kami sudah berlari jauh.

" Gak apa apa mbah, asih ada rejeki lebih. Asih pulang mbah " Pekik ku , yang sudah jauh. Mbah mina melambaikan tangannya dan bisa kulihat mulutnya masih komat kamit tidak Terima, aku yang langsung berlari setelah memberikan uang padanya.

" Ayo mandi nak " Ucap ku pada tiara, kini ia telah mandiri dan bisa mandi sendiri.

Aku mengeluarkan bubur kacang yang sempat ku beli sebelum pulang, semenjak diet aku menghindari makan nasi pada malam hari.

Tok.. Tok... Tok...

Ku tinggalkan bubur di dalam mangkok dan bergegas membuka pintu.

Tak ada orang di depan, ketika aku melihat ke bawah. Terdapat amplop warna coklat yang lumayan besar, aku mengambilnya lalu menutup pintu.

Ku sobek kepala amplop coklat itu, walaupun sudah berpisah namun hati ini masih pedih kala melihat surat cerai beserta undangan pernikahan mas Adit di dalam nya. Pernikahan enam tahun ini, tak berarti apa pun bagi mu mas.

Kau memberi ku undangan, berarti kau menginginkan aku menghadiri pesta pernikahan mu . Ku kabul kan keinginan mu mas.

........

" Astaga sih, beda banget dari waktu pertama kali mbak ngeliat kamu " Puji mbak Ratna yang telah selesai mendandani ku.

Jangan kan mbak Ratna, aku sendiri pun kagum akan diriku yang sekarang. Terimakasih atas semua caci maki mu mas, perang ini akan di mulai.

Hari ini aku akan menghadiri pesta pernikahan mas Adit, telah ku siapkan kado pernikahan yang manis untuk nya tak lupa memberinya sedikit kejutan.

" Ayo Asih, kita buat dia menyesal telah melepaskan mu " Aku mengangguk mantap mengiyakan ucapan mbak Ratna.

....

Author pov

Para undangan berbisik bisik, mata mereka tak lepas dari sosok yang barusan keluar dari mobil mewah merah menyala.

Bahkan keluarga mempelai mempertanyakan siapa gerangan wanita cantik turun dari mobil mewah itu.

Kebaya modern berwarna pink baby, dengan polesan make up natural, tak lupa rambut yang sudah di gerai indah. Menambah kesan elegan di tubuhnya.

Bak asmiranda, orang menyiapkan kamera masing masing tat kala dirinya berjalan dengan heels setinggi tujuh senti di depan mereka.

" Apa Adit ngundang artis yo? " Bisik warga, yang sempat di dengar oleh nya.

" Mirip asmiranda " Bisik salah satunya.

" Iyo le, asmiranda " Gumam bapak yang hendak masang peci, hingga membuat peci itu terbalik.

Kulit putih, badan langsing, minus jerawat. Tak ada yang mengenal dan tau jika itu adalah ASIH yang selalu mereka caci maki jelek dan gembrot.

Ya Asih, dalam waktu sebulan dan dengan tekad yang kuat, ia berubah menjadi wanita yang sangat cantik. Bahkan lebih cantik dari dirinya kala menjadi kembang desa.

" Ma.... Maaf mbak, bisa saya lihat undangan nya? " Ketika Asih dan mbak Ratna sampai di meja penerima tamu.

Mbak Ratna maju " Loh, kenapa kami di minta undangan. Dari tadi saya liat gak ada warga yang memberikan undangan, mbak nya juga nggak minta " Geram mbak Ratna.

Penerima tamu tampak salah tingkah, lantas Asih langsung mengeluarkan undangan yang di berikan Adit. Tak lupa kado beserta Amplop yang isinya sangat tebal.

Saat penerima tamu melihat nama tertera di undangan ia sedikit tidak percaya, mungkin Asih yang lain pikir nya. Tak mungkin mantan mas Adit bisa secantik ini bahkan turun dari mobil mewah.

" Sudah belum Tri " Ucap Asih, penerima tamu yang juga adik dari Adit itu melotot hingga menjatuhkan undangan yang di pegang nya.

' mengapa orang ini tau nama ku, bahkan suaranya mirip mbak Asih mantan istri mas Adit ' batin Tri

" Su.. Sudah mbak, si ... si .... silakan masuk " Jawab Tri masih tidak sadar.

Pernikahan ini di laksanakan di lapangan terbuka, dan hanya beratapkan tenda berbeda saat pernikahan Asih dulu, mereka menikah di gedung karna saat itu Adit tergila gila pada Asih dan berjanji akan melangsungkan pernikahan mereka di gedung.

Asih tak ambil pusing, ia bersama Ratna berjalan menuju dalam tenda, di depan pintu masuk orang tua Adit dan keluarga dahlia menyambut para tamu melihat ke arah mereka.

Mata ibu nya Adit dan besan laki laki nya menatap Asih dengan sinar memuji.

" Sih, mertua laki nya Adit mata nya gak lepas dari kamu, ya gusti mata keranjang sih. Menantu sama mertua sama " Bisik mbak Ratna kepada Asih.

Asih hanya tersenyum menanggapi bisikan Ratna, ia menyalami ibu sumi, ibu dari mas Adit.

" Temen nya Adit ya neng? " Tanya mantan ibu mertuanya dengan senyum merekah.

" Mantan istrinya bu, sudah lupa sama Asih " Ucap Asih santuy.

Ibu sumi terdiam, ia tidak melepas genggaman tangan Asih. Perlakuan nya membuat semua orang disana bingung. Matanya menerawang Asih dari atas sampai bawah, bawah sampai atas. Bahkan sedikit iler mengalir di sudut bibirnya.

Asih menarik tangannya paksa " Kenapa bu kaget! "

" Kamu.. Kamu pasti bohong. Asih mantan istri nya si Adit itu jelek, item, gembrot jerawatan, miskin lagi " Cerocos bu sumi tidak percaya dan masih saja mencaci Asih tanpa dosa.

" Semua hinaan ibu saja jadikan motivasi biar saya berubah, ibu gak mau percaya, saya juga gak bisa maksa. Permisi bu " Sahut Asih, tanpa menyalami yang lainnya lagi.

Mertua lelaki Adit yang sudah menyiapkan tangannya, memejam kan mata mengendus wangi tubuh Asih, kala Asih melintas di samping nya. Ratna memberikan tatapan tajam pada orang tua mata keranjang itu.

' apakah mungkin, tapi suaranya mirip. Apakah Asih operasi, tapi dari mana gembrot itu mendapat uang, gak mungkin jual diri. Mana ada yang selera membelinya ' benak bu sumi.

" Tunggu " Teriak bu sumi, menghentikan Asih dan Ratna yang berjalan masuk.

" Kamu pasti jual diri, iyakan. Asih demi cantik dan kaya kamu rela jual ... "

Ratna mengeram marah, " Diam, sekali busuk memang tetap busuk, malang sekali hidup Asih dulu punya mertua berhati busuk, sekali lagi anda menuduh yang tidak tidak saya akan laporkan atas pencemaran nama baik " Ancam Ratna yang sudah panas sampai ke ubun ubun.

bu sumi tersulut emosi " Berani sekali kamu mengancam saya, mungkin kamu yang jadi mucikari nya. Haha, hebat. Berubah hidup mu sekarang ya gembrot. Walaupun kamu cantik dan kaya maaf saja, Adit sudah punya istri yang tak kala cantik. Jangan harap kamu bisa kembali lagi, perempuan hina " Papar bu sumi.

Ratna mengakat tangannya hendak menampar mulut bu sumi, namun di halangi oleh Asih.

" Maaf bu, saya mencari uang halal. Dan lagi saya hanya menghadiri undangan yang di kirimkan mas Adit kepada saya. Teruslah menghina bu, semakin banyak hinaan yang Asih Terima, semakin banyak berkat yang di limpahkan yang maha kuasa kepada Asih. Terimakasih atas hinaan yang ibu berikan selama ini, hingga membuat Asih menjadi seperti sekarang. Terimakasih bu " Halus tapi menyakitkan, perkataan Asih menusuk jantung bu sumi hingga ke dasarnya dan membuatnya semakin naik pitam.

" Diam kamu perempuan hina, pergi kamu dari sini. Aku tak sudi pernikahan anak ku di hadiri perempuan sund*l seperti kalian " Teriak bu sumi yang menggagetkan tamu undangan.

Bisik bisik tamu undangan, menambah geram hati bu sumi.

Adit dan dahlia yang semula dengan santai menyalami para tamu undangan, terkejut mendengar teriakan ibu nya. Adit bergegas menembus keramaian di depan tenda pernikahan mereka.

" Baiklah, semua perkataan hina anda telah saya rekam. Silakan menunggu polisi menjemput anda, kami permisi " Geram Ratna tegas.

" Mbak, Asih belum memberikan selamat kepada mas Adit " Sela Asih ketika Ratna menarik tangannya.

" Ada apa bu ?" Adit datang terburu buru, dan saat ia menoleh ke arah depan. Asih tersenyum sangat manis ke arahnya.

" Mas.. " Panggil Asih.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

terimakasih kakak sudah mendukung karya receh ku 🙏🏻

komentar lucu nya buat author semangat ngetik 😁

jangan lupa meninggalkan jejak ya kk

please vote, tab love and comment 🙏

sekali lagi terimakasih 😘

love you guys 🥰

Terpopuler

Comments

ciru

ciru

cakeep

2023-07-30

0

Anonymous

Anonymous

qlq mau pulang q q qnq Pa
pap

2023-06-01

0

Nyoman Sudarti

Nyoman Sudarti

mantap n keren lanjut ceritanya Thor 🙏🙏👍👍👍❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

2022-03-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!